<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7425885569806564661</id><updated>2011-04-22T09:19:32.923+07:00</updated><category term='Manajemen SDM'/><category term='Perbank-Kan'/><category term='Economi'/><category term='Success Story'/><category term='Strategi Investasi'/><category term='Entrepreneur'/><category term='Mengenal Investasi'/><category term='Bisnis Strategy'/><category term='D-Personals'/><category term='Financial Famyli'/><category term='Keuangan Remaja'/><category term='LeaderShif'/><category term='Menejen Strategi'/><category term='Wisdom Day&apos;s'/><category term='Motivations'/><category term='Manajemen keuangan'/><title type='text'>** My Life - My Inspirations **</title><subtitle type='html'>** JANGAN PERNAH MELEPASKAN SUATU IMPIAN SEBELUM ANDA SIAP UNTUK BANGKIT DAN MEWUJUDKANNYA..**    "John C. Maxwell"</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://diedik.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diedik.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Die-dit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12589251714219344561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/R4MBvfhVreI/AAAAAAAAAHw/iEI_ekT2kOo/S220/ABCD0018.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>50</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7425885569806564661.post-97141334741916981</id><published>2008-09-12T23:54:00.000+07:00</published><updated>2008-09-13T00:05:35.253+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen SDM'/><title type='text'>Membuat Uang Mengejar Kita</title><content type='html'>JOSEPH AS  - Kutipan Financial Revolution - TDW&lt;br /&gt;Ada 5 unsur untuk membuat uang mengejar kita:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus mempunyai nilai tambah&lt;br /&gt;Bila uang bagaikan air dan kita ingin air itu mengalir ke danau kekayaan kita, alangkah baiknya jika kita membuat gunung nilai tambah terlebih dahulu disekitar danau kita. Dengan gunung nilai tambah itu air akan mengalir dengan sendirinya kedanau kita.&lt;br /&gt;Misalkan saja anda penjual soto. Pertanyaanya: Apa kelebihan (nilai tambah) soto anda dibandingkan dengan soto yang lain? Mungkin anda bisa saja merasa bahwa soto anda lebih sehat, lebih enak, lebih murah dibanding yang lain, namun nilai tambah ini harus benar-benar dimengerti oleh pelanggan anda.&lt;br /&gt;Tidak ada gunanya menyebutkan nilai tambah tersebut jika pelanggan tidak merasakannya.&lt;br /&gt;Jika anda belum memiliki nilai tambah, mulailah mengubah &amp; menambah.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Harus Dikomunikasikan&lt;br /&gt;Walau kita memiliki nilai tambah, tetapi bila tidak dikomunikasikan, orang tidak akan mengetahuinya. Bila orang tidak tahu, perkembangan bisnis anda akan sangat lambat. Banyak orang yang mempunyai bisnis, dengan produk atau jasa yang mempunyai nilai tambah dibanding produk lain, tetapi tidak mengkomunikasikannya, baik melalui promosi maupun dengan cara yang lain. Akibatnya produk atau jasa tadi tidak meledak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada Orang yang Tepat&lt;br /&gt;Bila kita sudah mempunyai produk atau jasa yang mempunyai nilai tambah, nilai tambah ini harus dikomunikasikan kepada orang yang tepat. Tidak ada gunanya memiliki nilai tambah bila kita mengkomunikasikan hal itu kepada orang yang bukan target market produk atau jasa ini. Tidak ada gunanya promosi mobil mewah kepada pengemis di pinggir jalan. Dengan segenap kelebihannya pun mobil mewah tadi akan sulit sekali terjual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Jumlah yang Banyak&lt;br /&gt;Apabila kita sudah mengkomunikasikan kepada orang yang tepat, bisa jadi orang tadi akan mau membeli. Tetapi bila komunikasi itu kita lakukan satu per satu, akan sangat lama prosesnya. Apabila anda menghendaki uang mengejar anda, anda harus mengkomunikasikan nilai tambah anda kepada &lt;br /&gt;orang yang tepat dalam jumlah yang banyak.&lt;br /&gt;Akan sulit kalau kita harus mengejar-ngejar orang agar orang tersebut mau membeli produk atau jasa kita. Jauh lebih menguntungkan kalau orang-orang mengejar kita untuk memperebutkan barang kita yang terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan Cara yang Tepat&lt;br /&gt;Isi promosi yang tepat: Memiliki Ultimate Advantage atau nilai tambah.&lt;br /&gt;Sensational Offer berupa penawaran, hadiah, diskon serta limit atau batas.&lt;br /&gt;Beri tambahan bagi orang yang take action pada saat itu juga.&lt;br /&gt;Powerfull Promise: berikan money back guarantee untuk memberikan jaminan kepada pelanggan anda bahwa barang yang dibeli benar-benar bermanfaat bagi mereka. Selalu Under Promise Over Delivery&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarana Promosi Yang Tepat&lt;br /&gt;Promosi yang paling dipercaya adalah word of mouth atau referensi yang diberikan secara sukarela dan gratis oleh orang lain karena mutu kita sangat mengesankan. Yang paling cepat dan murah adalah public relation atau press release.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu &amp; Tempat yang Tepat&lt;br /&gt;Tidak semua waktu iklan radio atau televisi adalah saat yang tepat. Bila target kita adalah kaum eksekutif, jam yang paling tepat adalah ketika jam pulang kerja. Tidak semua iklan koran bermanfaat. Tidak semua halaman mempunyai efek yang sama. Untuk mengetahui hal tersebut, terlebih dahulu kita harus melakukan tes &amp; pengukuran, lakukan tes dengan satuan terkecil yang memungkinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7425885569806564661-97141334741916981?l=diedik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diedik.blogspot.com/feeds/97141334741916981/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7425885569806564661&amp;postID=97141334741916981&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/97141334741916981'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/97141334741916981'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diedik.blogspot.com/2008/09/membuat-uang-mengejar-kita.html' title='Membuat Uang Mengejar Kita'/><author><name>Die-dit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12589251714219344561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/R4MBvfhVreI/AAAAAAAAAHw/iEI_ekT2kOo/S220/ABCD0018.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7425885569806564661.post-6697146532044099441</id><published>2008-07-02T10:08:00.001+07:00</published><updated>2008-07-02T10:11:49.215+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Success Story'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen SDM'/><title type='text'>Kisah Petani Muda</title><content type='html'>Inilah kisah petani muda. Merantau ke negeri orang, mengaku tak mendapat hasil. Kemudian pulang kampung ke desanya dan memilih jadi petani. Kata mereka menjadi petani bukanlah pilihan keterpaksaan. Tetapi, karena mereka melihat pertanian masih menguntungkan jika dikerjakan dengan baik dan rasional. Prinsipnya, jadi petani harus mandiri dan kreatif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Yang Muda, yang Bertani&lt;br /&gt;    Oleh Ahmad Arif/Sri Hartati Samhadi/ Maria Hartiningsih&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;     Empat tahun merantau di Pekanbaru dan Malaysia tanpa hasil, Widodo (30) akhirnya memilih pulang ke desanya di Garongan, Kecamatan Panjatan, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Widodo menjadi petani, pekerjaan yang tengah menjadi tren di desanya. ”Merantau hanya tambah umur. Tak ada hasil,” kata Widodo, tamatan sekolah teknik menengah di Kulon Progo ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Saat pulang kampung Widodo sempat mendapat tawaran bekerja di proyek pembangunan jalan di Banguntapan, Bantul. Upah yang ditawarkan satu bulan mencapai Rp 800.000 ditambah uang makan Rp 25.000 per hari. Namun, pekerjaan itu pun ditolaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    ”Lebih untung menjadi petani di lahan pasir,” kata Widodo dengan bangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dengan lahan garapan seluas 500 meter yang ditanami cabai, Widodo bisa memperoleh hasil 1-1,5 kuintal cabai sekali petik. Padahal, satu musim tanam selama lima bulan bisa 15-20 kali petik. Jika harga cabai Rp 7.000 per kilogram (kg), selama satu musim tanam Widodo bisa memperoleh sedikitnya Rp 10,5 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Di sela-sela cabai Widodo biasa menanam sawi yang hasilnya Rp 2 juta-Rp 2,5 juta, cukup untuk membiayai ongkos produksi cabai dan sawi sekaligus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sutik Haryanto (26), sebelumnya juga merantau selama dua tahun di Riau, sebelum kemudian pulang ke Garongan menjadi petani lahan pasir. Lahan garapannya seluas 1.000 meter, cukup untuk membiayai istri dan satu anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    ”Lebih enak begini. Di kampung sendiri, dekat sama anak-istri. Hasil dari bertani juga cukup, bahkan lebih besar dibandingkan saat menjadi satpam di Riau,” kata Sutik, tamatan sekolah menengah atas (SMA) ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Tak hanya Widodo dan Sutik, ribuan pemuda sepanjang pesisir Kulon Progo yang semula merantau kini memilih pulang menjadi petani. Lahan pasir telah menyedot minat pemuda desa untuk kembali ke kehidupan petani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    ”Dari 15-an ribu petani lahan pasir di Kulonprogo, 70 persennya pemuda,” kata Sukarman, Sekretaris Paguyuban Petani Lahan Pasir (PPLP) Kulon Progo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Rasional dan gigih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Selain di Kulonprogo, petani-petani muda juga muncul di Kabupaten Sleman. Di Desa Pakembinangun, Kecamatan Pakem, Sleman, gerakan petani muda membentuk gabungan kelompok tani (gapoktan) yang terdiri dari 30 kelompok tani (KT). Dan setiap KT ini beranggotakan 10-30 petani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    ”Sebanyak 80 persen anggota gapoktan adalah pemuda, usia antara 20 hingga 40 tahun. Rata-rata tamatan SMA. Bahkan ada yang lulus sarjana,” kata Bambang Sugeng, Ketua II Gapoktan Pakembinangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Wasiatno (30), Sekretaris KT Rukun Dusun Padasan yang tergabung dalam Gapoktan Pakembinangun, mengatakan, menjadi petani bukanlah pilihan keterpaksaan. Tetapi, memang melihat, pertanian masih menguntungkan jika dikerjakan dengan baik dan rasional. ”Prinsipnya, jadi petani harus mandiri dan kreatif,” kata tamatan SMA ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Kemandirian yang dimaksud Wasiatno meliputi penyediaan bibit, pupuk, obat-obatan, hingga pemasaran. Mereka tidak perlu membeli bibit padi karena memilih menanam padi varietas lokal, seperti rojolele, beras merah, menur, dan menthik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Untuk pupuk, mereka menggunakan pupuk kandang dan kompos yang bisa dibuat sendiri dari sampah organik yang berlimpah di desa. ”Kami masih terus belajar untuk mengendalikan hama secara organik, tanpa pestisida,” kata Wasiatno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Berbeda dengan orang tua mereka yang kebanyakan fanatik menanam padi, para petani muda ini juga sering kali bereksperimen menanam berbagai komoditas pertanian. ”Kami juga menanam cabai, salak, semangka, selada, sawi, dan tanaman-tanaman lain yang menguntungkan,” kata Gunawan (36), anggota KT Rukun, yang sarjana pendidikan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Di Dusun Ngepas Lor, Desa Donoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, juga terbentuk Kelompok Tani Akur Muda yang beranggota 34 petani berusia rata-rata di bawah 30 tahun. Pemuda tani di dusun ini menanam cabai, kacang panjang, tomat, dan bawang merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Tak jarang mereka mencoba-coba tanaman baru dengan hanya membaca buku dan mempraktikannya di sawah. Kelompok Tani Prasetya Muda Dusun Sempon, Desa Wukirsari, Kecamatan Cangkringan, lebih ekstrem lagi karena semua anggota kelompoknya sepakat tidak menanam padi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Ratusan anak muda Sleman itu memilih profesi petani sebagai jalan hidup, bukan karena pelarian. Bukti keseriusan mereka adalah keberanian menyewa lahan. Tidak semua petani muda ini memiliki sawah warisan orangtua. Banyak orangtua mereka yang hanya petani penggarap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Petani-petani muda ini pun ”nekat” menyewa lahan untuk ditanami aneka komoditas pertanian. Misalnya Wasiatno, dia menyewa lahan seluas 2.000 meter persegi dengan nilai Rp 1,5 per tahun. ”Setelah ditekuni ternyata hasilnya lumayan,” jelas dia, yang dari bertani sudah bisa membeli sepeda motor dan lahan seluas 1.000 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Di Kulon Progo petani-petani muda terbukti gigih karena sanggup mengolah pasir yang panas dan kering menjadi lahan pertanian yang subur. Mereka harus menyiram tanamannya minimal sehari sekali. Pemuda tani di Kulon Progo juga membentuk koperasi untuk memasarkan sendiri hasil pertanian mereka ke daerah lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Mereka mengombinasikan pertanian dengan peternakan sapi. Kotoran sapi menjadi pupuk organik bagi tanaman mereka, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia. ”Selain memiliki sepeda motor, petani di sini rata-rata punya sapi sendiri,” kata Widodo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Ketakutan bahwa generasi muda akan meninggalkan sektor pertanian rupanya tak selalu benar. Setidaknya itu yang ditunjukkan petani muda di pesisir selatan Kulon Progo dan pemuda di Sleman, yang menunjukkan cara baru dalam bertani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Namun, yang meresahkan justru sikap pemerintah yang hendak memangkas tunas-tunas muda itu. Di Kulon Progo, Pemerintah Kabupaten dan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta ngotot hendak menggusur pemuda-pemuda tani lahan pasir itu untuk digantikan perusahaan tambang pasir besi dari Australia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    ”Aneh, bukannya membantu menyejahterakan rakyat, tetapi penguasa sekarang justru mengganggu usaha rakyatnya sendiri,” keluh Widodo….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sumber: Kompas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7425885569806564661-6697146532044099441?l=diedik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diedik.blogspot.com/feeds/6697146532044099441/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7425885569806564661&amp;postID=6697146532044099441&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/6697146532044099441'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/6697146532044099441'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diedik.blogspot.com/2008/07/kisah-petani-muda-inilah-kisah-petani.html' title='Kisah Petani Muda'/><author><name>Die-dit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12589251714219344561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/R4MBvfhVreI/AAAAAAAAAHw/iEI_ekT2kOo/S220/ABCD0018.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7425885569806564661.post-2451252566002385193</id><published>2008-05-01T01:04:00.000+07:00</published><updated>2008-05-01T01:08:03.804+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis Strategy'/><title type='text'>10 Tips Memulai Bisnis yang Sukses</title><content type='html'>Berikut ini 10 langkah yang bisa memandu pebisnis menyusun bisnis dam membuatnya&lt;br /&gt;sukses.&lt;br /&gt;1. Kerjakan apa yang Anda sukai. Anda akan mencurahkan banyak waktu dan energi&lt;br /&gt;untuk memulai sebuah bisnis dan membangunnya menjadi usaha yang berhasil, jadi&lt;br /&gt;sangat penting bahwa Anda sangat menikmati secara mendalam apa yang Anda&lt;br /&gt;kerjakan, apakah menjalankan sewa pemancingan, mengkreasikan tembikar atau&lt;br /&gt;memberikan nasehat keuangan. &lt;div class="fullpost"&gt; 2. Mulai bisnis Anda ketika Anda masih bekerja. Berapa lama paling banyak orang&lt;br /&gt;bisa tanpa uang? Tidak lama. Dan ini akan menjadi waktu yang lama sebelum bisnis&lt;br /&gt;baru Anda benar-benar membukukan keuntungan. Menjadi karyawan ketika memulai&lt;br /&gt;bisnis berarti ada uang di saku ketika Anda memasuki proses memulai bisnis.&lt;br /&gt;3. Jangan kerjakan hal tersebut sendirian. Anda membutuhkan dukungan ketika&lt;br /&gt;memulai bisnis (dan setelahnya). Seorang anggota keluarga atau teman yang dapat&lt;br /&gt;memberikan ide dan akan mendengat secara simpatik hingga hal penting tarakhir&lt;br /&gt;memulai bisnis tidak ternilai harganya.&lt;br /&gt;4. Pertama dapatkan klien atau pelanggan. Jangan menanti sampai Anda telah&lt;br /&gt;secara resmi memulai bisnis hingga garis ini, karena bisnis Anda tidak dapat&lt;br /&gt;bertahan tanpa mereka. Kembangkan jaringan atau network, buat kontak. Jual atau&lt;br /&gt;berikan produk atau jasa Anda. Anda tidak dapat memulai pemasaran terlalu cepat.&lt;br /&gt;5. Tulis perencanaan bisnis. Alasan penting membuat rencana bisnis adalah&lt;br /&gt;langkah ini dapat membantu Anda menghindari habisnya waktu dan uang mwmulai&lt;br /&gt;bisnis yang tidak akan sukses.&lt;br /&gt;6. Lakukan riset. Anda akan mengerjakan banyak penelitian sepanjang rencana&lt;br /&gt;bisnis, tetapi itu barulah awalnya. Anda untuk menjadi ahli dalam industri Anda,&lt;br /&gt;produk dan jasa. Jika Anda telah selesai. Bergabung pada asosiasi industri atau&lt;br /&gt;profesional yang berhubungan dengan bisnis Anda sebelum memulai bisnis merupakan&lt;br /&gt;ide yang bagus.&lt;br /&gt;7. Dapatkan bantuan profesional. Di satu sisi, hanya karena Anda menjalankan&lt;br /&gt;bisnis kecil, bukan berarti Anda harus menjadi ahli di bidang apa pun. Jika Anda&lt;br /&gt;bukan seorang akuntan, hire lah satu atau dua orang misalnya. Jika Anda ingin&lt;br /&gt;menulis kontrak, dan Anda bukanlah seorang lawyer, hire lah 1 orang. Anda akan&lt;br /&gt;membuang lebih waktu dan munkin juga uang untuk mencoba melakukannya sendiri&lt;br /&gt;pekerjaan dimana Anda tidak memiliki kualifikasi untuk mengerjakannya.&lt;br /&gt;8. Dapatkan uang. Simpan jika harus, mendekati investor potensial dan pemberi&lt;br /&gt;pinjaman. Gambarkan perencanaan keuangan jatuh ke belakang. Jangan mengharapkan&lt;br /&gt;memulai bisnis dan kemudian berjalan ke dalam bank dan mendapatkan uang. Pemberi&lt;br /&gt;pinjaman tradisional tidak seperti ide baru dan tidak seperti bisnis tanpa&lt;br /&gt;pembuktian track records.&lt;br /&gt;9. Jadi lah profesional semenjak memulai. Segala sesuatu tentang Anda dan cara&lt;br /&gt;Anda menjalankan bisnis membuat orang-orang tahu bahwa Anda seorang profesional&lt;br /&gt;yang menjalankan sebuah bisnis yang serius. Ini berarti mendapatkan semua&lt;br /&gt;pelrengkapan seperti kartu bisnis profesional, telepon bisnis, dan alamat email&lt;br /&gt;bisnis, dan memperlakukan orang secara profesional, cara yang sopan.&lt;br /&gt;10. Jalankan hukum dan keluarkan pajak dengan benar pada kali pertama. Hal&lt;br /&gt;tersebut lebih sulit dan lebih mahal dibandingkan mengerjakannya setelah itu.&lt;br /&gt;Apakah bisnis anda butuh teregistrasi? Akankah Anda harus memiliki asuransi&lt;br /&gt;untuk karyawan atau deal dengan pajak gaji? Akan bagaimana bentuk bisnis yang&lt;br /&gt;Anda pilih mempengaruhi situasi pajak pendapatan Anda? Pelajari kewajiban pajak&lt;br /&gt;dan hukum sebelum Anda memulai bisnis dan mengoperasikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: smbzone.indiatimes.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7425885569806564661-2451252566002385193?l=diedik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diedik.blogspot.com/feeds/2451252566002385193/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7425885569806564661&amp;postID=2451252566002385193&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/2451252566002385193'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/2451252566002385193'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diedik.blogspot.com/2008/05/10-tips-memulai-bisnis-yang-sukses.html' title='10 Tips Memulai Bisnis yang Sukses'/><author><name>Die-dit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12589251714219344561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/R4MBvfhVreI/AAAAAAAAAHw/iEI_ekT2kOo/S220/ABCD0018.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7425885569806564661.post-1999936180376729872</id><published>2008-04-12T00:14:00.006+07:00</published><updated>2008-04-15T00:08:46.242+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='D-Personals'/><title type='text'>Pikiran Kita Adalah RAJA</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/SAOPkjJy5bI/AAAAAAAAALA/XIq4gF9d5aI/s1600-h/gelombangotak.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/SAOPkjJy5bI/AAAAAAAAALA/XIq4gF9d5aI/s320/gelombangotak.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5189149053735331250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di dalam melakukan sesuatu, PIKIRAN selalu menjadi tolak ukur untuk dapat melakukan atau tidak melakukan, baik itu berupa perbuatan, ucapan, Prilaku, Sifat, Konsep Ide dan sebagai nya. Disini peran pikiran sangatlah berperan penting untuk menentukan atas apa yang akan diperbuat oleh setiap Orang/individu,&lt;div class="fullpost"&gt; karena setiap perbuatan yang tidak didasarkan atas pikiran itu dapan dikatan sesuatu yang konyol. Tidak mungkin sesuatu dapat dilakukan tanpa didasari dengan pemikiran, contoh : kita tidak akan bisa punya cita-cita kalo tidak punya dasar pemikiran, mobil tidak munkin dapat diciptakan tanpa adanya ide yang dilandasi pemikiran, Pesawat tidak munkin bisa terbang kalo ide tidak didasari pemikiran yang kongkrit dan sebagainya; bahkan negara pun tercipta atas dasar PIKIRAN. Jadi PIKIRAN adalah Pangkal dari Segala Tindakan. &lt;br /&gt;Ada Ungkapan Bijak mengatakan JADIKAN PIKIRANMU RAJA DALAM HIDUPMU, BUKAN BUDAKMU; dari ungkapan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa pikiran itu bertindak sebagai RAJA (King) dalam diri kita, bukan BUDAK, dan Pikiran juga mempunyai Penasihat Yang Luar biasa Unggul untuk Menyaring segala sesuatu yang terkonsep oleh pikiran, Apakah pikiran itu baik atau tidak, pantas atau tidak pantas, bermutu atau tidak bermutu, unggul atau biasa aja maka sang penasihat lah yang dapat menyaring atau memfilter semua itu, penasihat tersebut tidak lain adalah HATI Nurani. Dalam setiap diri manusia pastilah punya hati nurani, Hati ini merupakan organ Vital yang super sensitif terhadapa suatu inputan yang masuk didalam nya, makanya kita selalu merasa tidak enak apabila telah melakukan hal yang tidak baik, maka tiba tiba perasaan kita menjadi tidak enak, merasa berslah atau sebagainya, itu merupakan bukti bahwa inputan itu telah tersaring/terfilter oleh Hati. Tetapi perlu kita ketahui meskipun Pikiran bertindak sebagai raja, tidak semua yang dihasilkannya itu positif atau baik, pikiran juga dapat menghasilkan sesuatu yang jelek. Maka dari itulah peran Hati Nurani sangat sangat dibutuhkan sebagi penasihat, pengontrol dan pengendali dari Pikiran. Dan sebagai manusia yang berkualitas tentunya kita akan selalu atau bahkan selalu berfikir yang positif, karena dengan berfikir positif maka peran pikiran sebagai raja menjadi sangat baik, kuat, tangguh, bernilai tinggi serta Berwibawa. BOB PROCTOR dalam buku The Secret Mengunkapkan ( Jika anda dapat memikirkan apa yang Anda inginkan di dalam Benak, dan menjadikannya Pikiran yang Dominan, Anda Akan Mendatangkan keiginan itu kedalam Hidup Anda ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian, Semoga BERMANFAAT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Diedik Ruswanto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7425885569806564661-1999936180376729872?l=diedik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diedik.blogspot.com/feeds/1999936180376729872/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7425885569806564661&amp;postID=1999936180376729872&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/1999936180376729872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/1999936180376729872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diedik.blogspot.com/2008/04/pikiran-kita-adalah-raja.html' title='Pikiran Kita Adalah RAJA'/><author><name>Die-dit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12589251714219344561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/R4MBvfhVreI/AAAAAAAAAHw/iEI_ekT2kOo/S220/ABCD0018.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/SAOPkjJy5bI/AAAAAAAAALA/XIq4gF9d5aI/s72-c/gelombangotak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7425885569806564661.post-4094570426413339712</id><published>2008-04-07T16:40:00.005+07:00</published><updated>2008-04-08T00:08:14.063+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Entrepreneur'/><title type='text'>Enterpreneurship Rasulullah</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/R_pU6SQaS4I/AAAAAAAAAKE/cjq42c1xxrc/s1600-h/100px-Kaligrafi-muhammad.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/R_pU6SQaS4I/AAAAAAAAAKE/cjq42c1xxrc/s320/100px-Kaligrafi-muhammad.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5186551281180363650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sumber Data :http://www.purdiechandra.com/jm&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Oleh KH. Abdullah GymnastiarSahabat-sahabat, ternyata dalam kajian tentang Rasulullah, ada saat yang kurang kita&lt;br /&gt;bahas. Kebanyakan kita bahas adalah mulai dari umur 17 tahun sampai 20 tahun. Kita tahu mengenai beliau ketika umur&lt;br /&gt;25 tahun tetapi dengan imej yang negatif, yaitu seorang pemuda menikahi jandakaya raya. Padahal kalau dilihat dari&lt;br /&gt;maharnya mencapai 20 ekor unta muda yang jika dihargai sekarang kurang lebih setengah milyar rupiah, bayangkan&lt;br /&gt;saja...Hal lainnya yang amat jarang kita bahas adalah bagaimana Muhammad menjadi professional. &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah sebagai bukti bahwa dengan memiliki jiwa entrepreneur maka orang akan mampu mengendalikan apa saja.&lt;br /&gt;Contohnya di Singapura yang merupakan negara pedagang walaupun mereka tidak mempunyai sumber daya. Taiwan,&lt;br /&gt;Jepang bahkan Korea hampir menguasai dunia. Rasulullah dilahirkan dalam keadaan yatim. Dalam usia enam tahun&lt;br /&gt;ibunya meninggal dalam perjalanan kembali dari Yatrib setelah menengok kuburan ayahnya. Usia 6tahun beliau sudah&lt;br /&gt;yatim-piatu dan tidak punya pegangan. Sampai usia 8 tahun 2 bulan dibina dan didik kakeknya Abdul Muthalib yang&lt;br /&gt;cukup berada. Di usia ini kakeknya wafat, setelah itu ia dalam perlindungan pamannya AbuThalib yang tidak sekaya&lt;br /&gt;kakeknya, mulai saat itulah pemuda kecil Muhammad menggembala kambing, mencari nafkah sendiri. Usia 12 tahun&lt;br /&gt;Rasul diajak pamannya dalam perjalanan dagang pertama kali ke Syria. Syria itu jaraknya ribuan kilometer. Bayangkan&lt;br /&gt;umur 12 tahun tidak pakai pesawat atau mobil!!!. Anak-anak kita umur12 tahun sedang malas-malasnya. Masa kecil kita&lt;br /&gt;bukan masa teruji, bukan masa tertempa. Semua dimudahkan oleh orang tua kita. Disini saya akan membahas kenapa&lt;br /&gt;kita ini menjadi warga yang looser.Saudara-saudara sekalian,&lt;br /&gt;Sepulang dari perjalanan dagang pertamanya, beliau begitu sering bisnis&lt;br /&gt;bahkan sampai ke seluruh JazirahArab sudah terkenal seorang professional muda bernama Muhammad. Di usia 25&lt;br /&gt;tahun, beliau menikah dengan seorang konglomerawati bernama Khadijah. Setelah genap hampir sepuluh kali&lt;br /&gt;perjalanan dagang yang beliau tempuh, kalau setiap kali perjalanan dagang beliau mendapatkan untung dua ekor unta&lt;br /&gt;betina. Subhanallah...Maka ketika meminang Siti Khadijah beliau memberi maskawin sebesar duapuluh ekor unta muda&lt;br /&gt;atau kurang lebih setengah milyar rupiah ! Mana ada pengusaha muda di Indonesia yang mau memberi mahar begitu&lt;br /&gt;besar kepada istrinya. Coba cari sekarang ada atau tidak di Indonesia seseorang yang sudah berani menikah dengan&lt;br /&gt;memberi mahar setengah milyar. Paling top orang kaya itu seperangkat alat sholat. Jadi kita bisa membayangkan&lt;br /&gt;bagaimana dashyatnya Muhammad muda ini. Hal ini yang jarang kita pelajari, bagaimana etos kerja beliau padahal&lt;br /&gt;beliau tidak ada uang, tidak ada keahlian. Jadi saudara-saudara, jangan&lt;br /&gt;merasa malu lahir dari orang tua yang miskin, Rasul bahkan tidak punya bapak.Jangan merasa berpendidikan rendah,&lt;br /&gt;Nabi saja tidak sekolah. Jangan merasa tidakpunya modal, Nabi tidak punya modal sama sekali. Tidak ada alasan. Kita&lt;br /&gt;itu paling hobi memperbanyak alasan. Padahal alasan memperjelas kelemahan kita.Jadi bangsa ini mau sesulit apapun,&lt;br /&gt;tidak ada pilihan bagi kita kecuali kita bangkit dengan semangat. Saya termasuk yang tidak mau pusing dengan keadaan&lt;br /&gt;sekarang kalau akhirnya akan melemahkan semangat. Situasi sesulit apapun, pilihannya cuma satu yaitu kita harus&lt;br /&gt;bangkit bersama-sama.Mengeluh, mencela tidak akanmenyelesaikan masalah, kalau ada yang dapat terselesaikan&lt;br /&gt;dengan masalah, silakan saja mengeluh sepuasnya. Kalau ada yang bisa selesai dengan umpatan dan makian, silakan&lt;br /&gt;mengumpat. Kita tidak punya waktu, waktu kita terbatas. Satu-satunya pilihan adalah kita harus bangkit. Allah Maha&lt;br /&gt;Kaya, mau seperti apa saja keadaanya, rezeki Allah tidak akan berkurang. Ini rumusnya yang akan kita coba&lt;br /&gt;bahas.Rekan-rekan sekalian, para orang tua, jangan merasa sudah tua. Tenang saja kita masih punya anak cucu. Para&lt;br /&gt;kaum muda ini kesempatan bahwa kita sudah disiapkan sukses oleh Allah. Sudah diilhamkan potensi sholeh/bejat. Kita&lt;br /&gt;sebelum dilahirkan ke dunia sudah pernah bertarung dengan 150 juta pesaing yaitu sel sperma dan yang jadi menemui&lt;br /&gt;sel telur adalah kita. We are the winner. Kita pernah memasuki persaingan dan kita menang. Kenapa kalau sudah hidup&lt;br /&gt;jadi kalah ??Jadi tekad harus kita canangkan dari sekarang. Kalau kita lihat sejarah,&lt;br /&gt;baru tahun 1984 ilmu wirausaha ini mulai dikembangkan, padahal Nabi Muhammad SAW sudah 1500 tahun yang lalu&lt;br /&gt;mencanangkan bahwa kita itu bisa kokoh dan kuat justru dengan kewirausahaan yang ada. Kuncinya ternyata semua&lt;br /&gt;wirausahawan sejati tergantung dari masa kecilnya. Masa kecil seseorang itulah yang menentukan kualifikasi&lt;br /&gt;enterpreneurship orang tersebut. Kalau masa kecilnya selalu dimanja, selalu ditolong maka bersiaplah menuai anak&lt;br /&gt;yang tidak berdaya. Para pengusaha kita sedikit yang masa kecilnya susah.Saudara-saudaraku, bagi yang masih muda,&lt;br /&gt;jangan bercita-cita punya pekerjaan setelah lulus. Mulai sekarang kalau saya lulus, saya ingin membuat pekerjaan, tidak&lt;br /&gt;perlu melamar kemanapun. Langsung jadi Direktur Utama merangkap staf dan pegawai inti. Bangsa ini tidak akan&lt;br /&gt;selesai hari ini. Mulailah tanamkan jiwa enterpreneurship pada anak-anak kita. Ingatlah pada waktu kita kecil, waktu&lt;br /&gt;belajar jalan, bediri sedikit sudah jatuh. Bangkit lagi, benjol berdarah dan apakah kita putus asa ? apakah kita mengeluh&lt;br /&gt;?.Potensi untuk berani bertindak sudah ada hanya orang tua yang dapat melemahkan semangat kita. Dilarang naik kursi&lt;br /&gt;takut jatuh, dilarang main pisau nanti berdarah. Dia tidak pernah punya pengalaman untuk mengambil pilihan. Dia tidak&lt;br /&gt;pernah punya pengalaman untuk mengetahui resiko dari tindakannya.Menyelesaikan bangsa kita sekarang bukan saja&lt;br /&gt;oleh kita sekarang, dengan mempersiapkan keturunan kita juga merupakan tanggung jawab kita kepada umat ke depan.&lt;br /&gt;Tidak pernah ada kata terlambat. Didik anak-anak kita dari kecil buat jadi mandiri, bebas, berani bertanggung jawab&lt;br /&gt;supaya dia percaya diri.Kalau dia jatuh biarkan saja. Ini adalah membangun bangsa ini. Ini adalah membangun masa&lt;br /&gt;depan umat, yaitu bagaimana para orang tua membangun anak-anaknya. Kalau mereka mau jajan harus ada&lt;br /&gt;pertaruhannya, setiap rupiah harus ada perjuangannya. Latih anak-anak kita untuk selalu bertanggung jawab terhadap&lt;br /&gt;apa yang dia lakukan. Orang tua yang memanjakan anaknya sengsaranya juga akan kembali ke orang tua. Latihlah&lt;br /&gt;entrepreneurship dari uang jajan bulanan yang bertanggungjawab pemakaiannya. Semoga Allah mengampuni segala kesalahan kita. Saya semenjak SD sampai SMA sudah berjualan, lulus kuliah tidak pernah mengambil ijazah sampai&lt;br /&gt;sekarang. Alhamdulillah, rezeki Allah tidak kemana-mana. Allahuakbar, Allah Maha Besar sampai sekarang mampu&lt;br /&gt;membangun Daarut Tauhiid sampai sebegini besar. Tapi ini benar-benar membuat keyakinan jika jiwa entrepreneurship&lt;br /&gt;tertanam pada diri-diri kita, kita tidak pernah takut menghadapi situasi apapun. Kalau saja ini dikelola oleh orang-orang&lt;br /&gt;yang berjiwa wirausaha yang baik pasti akan sukses. Bagaimana mungkin dengan alam yang begitu kaya kita bisa&lt;br /&gt;miskin, cuma kita saja yang bodoh sampai tertipu tetangga karena kita tidak mengerti cara mengelolanya. Saudarasaudaraku&lt;br /&gt;sekalian, hikmahnya yang pertama adalah hati-hati dengan masa kecil, masa muda. Para mahasiswa&lt;br /&gt;sebaiknya sambil kuliah sambil cari nafkah. Pengalaman sudah harus dirintis, nantinya waktu kuliahnya sama hasilnya&lt;br /&gt;akan berbeda dengan orang lain.Kedua, Nabi Muhammad SAW sebelum diangkat sebagi nabi tidak punya apa-apa,&lt;br /&gt;mengapa setelah itu dapat menjadi orang kaya tanpa modal. Karena modal yang beliau punyai adalah Al-Amin yaitu&lt;br /&gt;orang yang kredibel. Mulai sekarang kita harus buat track record menjadi orang yang terpercaya dalam kehidupan kita.&lt;br /&gt;Modal kita itu adalah nama baik kita.Demi Allah, uang itu kecil.&lt;br /&gt;Nama baiklah yang mahal. Mulai sekarang jangan pernah terpikir untuk licik. Mulut kita satu-satunya initidak boleh lagi&lt;br /&gt;berdusta. Mulut ini yang membuat kita kehilangan hidup, uang,dan kehormatan kita. Jangan main-main soal bohong ini.&lt;br /&gt;Biar kita diremehkan, disisihkan dan dikeluarkan karena kita jujur. Daripada kita sebaliknya karena kita tidak pernah&lt;br /&gt;menikmati hidup selama kita berbohong. Cari rezeki tidak perlu bohong, Allah SWT sudah tahu kebutuhan kita&lt;br /&gt;daripadakita sendiri. Tiap kita itu sudah ditentukan&lt;br /&gt;rezekinya, tidak mungkin Allah menciptakan kita tanpa rezeki.Rezeki dapat dibagi menjadi tiga, yaitu rezeki yang&lt;br /&gt;pertama adalah rezeki yang dijamin pasti ada, yaitu makan. Pada saat kita bayi kita tidak bisa mencari makan, apakah&lt;br /&gt;kita takut. Hal ini karena kita yakin sudah dijamin. Satu kesulitan mendatangkan dua kemudahan pada saat kita hendak&lt;br /&gt;terlahirkan. Ari-ari dipotong setelah itu mendapatkan makanan dari dua air susu ibu. Jadi setelah kita sebesar ini, apakah&lt;br /&gt;masih takut tidak makan. Yang harus kita takuti adalah makan makanan yang kita tidak tahu halal/haramnya. Demi Allah,&lt;br /&gt;kita akan ada rezekinya. Rezeki yang kedua adalah rezeki yang digantungkan. Sesungguhnya Allah tidak akan merubah&lt;br /&gt;nasib suatu kaum, sampai kaum itu merubah nasibnya sendiri. Semua sudah ada ukurannya sendiri.Justru akan gawat&lt;br /&gt;kalau rezeki kita sama semua. Kalau kita mencarinya di jalan Allah. Rezeki dapat, pahala dapat, barokah namanya.&lt;br /&gt;Kalau mau licik boleh-boleh saja. Rezeki dapat, dosa dapat, haram namanya. Pencuri, koruptor itu maling hartanya&lt;br /&gt;sendiri. Kalau dia sholeh pasti ketemu rezekinya itu. Tidak perlu pakai licik. Tidak mungkin Allah menyediakan rezeki&lt;br /&gt;kalau harus pakai licik. Jujurlah pasti akan ketemu rezeki tersebut, mau kemana lagi. Ingatlah teori bayi, ketika menangis&lt;br /&gt;dengan suara pelan sang ibu hanya menenangkan dan tidak memberi makan. Kemudian si bayi menangis dengan&lt;br /&gt;berteriak tentu akan menarik perhatian dan ibu akan memberi makan kepadanya.Saudara-saudara,&lt;br /&gt;Saya khawatir kita apes seperti ini bukan tidak ada jatah kita, tapi kita&lt;br /&gt;tidak mengambilnya hanya sedikit. Jangan-jangan jatah saudara seratus juta perbulan tapi mengambilnya hanya lima&lt;br /&gt;ratus ribu. Jika sudah bekerja keras itu masih belum cukup. Bekerja keras itu urusan fisik, bekerja cerdas itu urusan otak&lt;br /&gt;dan bekerja ikhlas itu urusan hati. Kalau ketiganya jalan baru ketemu.Tanpa bermaksud meremehkan saudara kita&lt;br /&gt;tukang becak itu tidak kurang kerja kerasnya. Karena kalau tidak didorong tidak akan maju, tapi hasilnya hanya sepuluh&lt;br /&gt;ribu perhari. Tidak cukup mengandalkan otot saja, hati dan otak harus diperhatikan. Maka saudara-saudara jangan&lt;br /&gt;sampai berpikir licik untuk mendapatkan rezeki, rezeki itu tidak akan kemana-mana.Rezeki yang ketiga adalah rezeki&lt;br /&gt;yang dijanjikan. Kita harus jatahkan setiap mendapatkannya harus langsung dikeluarkan sedekah/zakatnya. Demi Allah,&lt;br /&gt;Allah sudah berjanji barangsiapa yang ahli syukur nikmat yang ada Allah akan tambahkan. Tidak akan berkurang harta&lt;br /&gt;dengan sedekah, kecuali bertambah dan bertambah. Inilah rumusnya kalau tidak mau uang kita sia-sia.Walhamdulillahi&lt;br /&gt;Robbil'alamin.Dari Milis EU2002 dikirim oleh Bapak Suherman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Entrepreneur Paradise&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7425885569806564661-4094570426413339712?l=diedik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diedik.blogspot.com/feeds/4094570426413339712/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7425885569806564661&amp;postID=4094570426413339712&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/4094570426413339712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/4094570426413339712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diedik.blogspot.com/2008/04/enterpreneurship-rasulullah.html' title='Enterpreneurship Rasulullah'/><author><name>Die-dit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12589251714219344561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/R4MBvfhVreI/AAAAAAAAAHw/iEI_ekT2kOo/S220/ABCD0018.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/R_pU6SQaS4I/AAAAAAAAAKE/cjq42c1xxrc/s72-c/100px-Kaligrafi-muhammad.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7425885569806564661.post-7748285147073800298</id><published>2008-03-30T01:27:00.022+07:00</published><updated>2008-03-30T02:47:38.838+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Strategi Investasi'/><title type='text'>Emm…Investasi Properti di Bali Menggiurkan</title><content type='html'>Oleh : Dede Suryadi&lt;br /&gt;Dikutip dari : &lt;a href="http://www.swa.co.id/swamajalah/portofolio/details.php?cid=1&amp;id=7218" target="_blank"&gt; http://www.swa.co.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan properti di Bali seperti vila, apartemen dan hotel terus menjamur, sehingga menjadi daya tarik untuk berinvestasi. Bagaimana pengalaman para investor membenamkan dananya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tragedi bom 12 Oktober 2002 yang disusul pada 1 Oktober 2005, Bali terus menggeliat dan kembali menjadi incaran wisatawan mancanegara karena pesona alam dan budayanya yang memikat. Sejalan dengan itu, pembangunan propertinya pun terus menjamur, mulai dari vila, hotel, mal, hingga apartemen atau kondominium dan hotel (kondotel). Pemerintah pun turut andil memperbaiki dan mempromosikan Pulau Dewata dengan gencar. Berdasarkan penelusuran riset SWA, diperkirakan kapitalisasi proyek properti di Bali berkisar Rp 3-7 triliun. Sedikitnya 711 proyek properti telah dibangun. Tahun lalu saja, tercatat 30 proyek properti sedang dibangun. Lokasi favoritnya di Kuta, Jimbaran, Uluwatu, Ungaran, Seminyak, Nusa Dua dan Ubud. &lt;div class="fullpost"&gt; Sejumlah pengembang pun turut andil dalam kancah bisnis properti di Bali, termasuk pengembang dari luar negeri, seperti Amerika Serikat, Belanda, Australia, Thailand dan Singapura. Mereka bersaing dengan membangun proyek properti yang wah dengan harga selangit. Apartemen SunWel Beach Residences di Gianyar, atau Panorama Bali Resort &amp; Spa, dan Outrigger O-CE-N Resort di Legian merupakan contoh proyek properti garapan asing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, para pemain dari dalam negeri, sebut saja PT Samudra Asia Nasional (anak perusahaan PT Bakrieland Development Tbk.), sedang membangun kondotel di Kuta bernama Legian Nirwana Suite. Dikabarkan, investasi yang dibenamkan mencapai Rp 225 miliar untuk membangun 300 unit kondotel lima lantai. Harga yang ditawarkan berkisar Rp 900 juta-2,5 miliar per unit. Lalu ada PT Citra Raya Surabaya (anak perusahaan Grup Ciputra) yang membangun Vila Pat Mase di Jimbaran dengan operatornya dari Swiss Belhotel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi PT Seminyak Suites Development, yang membangun 59 unit kondotel eksklusif bernama Anantara. Harga yang ditawarkan mulai dari US$ 300 ribu per unit dengan hak kepemilikan strata title. Tak ketinggalan Grup Nikki milik Putu Surya tengah mengembangkan Nikki Square, kondotel terdiri 292 unit dan dioperasikan oleh jaringan Aston International mulai April nanti. Dibangun di atas tanah seluas 20 ribu m2 di tengah kota Denpasar, Nikki Square akan dilengkapi ballroom terbesar di Bali, pusat perdagangan dan fasilitas hotel berbintang lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Putu, pihaknya sudah menghentikan penjualan sejak November 2007, karena 70% unit dengan luas minimum 40 m2 yang ditawarkan seharga Rp 10-12,5 juta/m2 sudah laku terjual. Sisanya yang 30% akan tetap dimiliki sendiri untuk mengantisipasi bila kerja sama dengan Aston selesai, pihaknya masih bisa mengoperasikan sendiri. Putu pun bakal membangun 150 unit lagi untuk Nikki Square tahap kedua. Bahkan, Putu juga sedang membangun 150 vila di kawasan wisata Bedugul yang pembangunannya sudah mencapai 50%. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Putu tengah membangun pula 250 unit kondotel di kawasan Jimbaran dekat Patung Garuda Wisnu Kencana yang merupakan lokasi utama (prime location). Proyek propertinya ini direncanakan bisa menyasar pangsa pasar yang lebih luas dibanding proyeknya di Denpasar. Selain sebagai pemegang saham mayoritas di tiga proyek tersebut, Putu juga ikut bergabung bersama teman-temannya membangun Bali Kuta Residence dan Royal Bali Tower masing-masing 250 unit di daerah Kuta. “Sesama pengusaha Bali kami saling menguatkan,” ujar Putu, yang juga berbisnis di bidang hotel, pendidikan dan rumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diakuinya, Bali saat ini sudah dipenuhi pembangunan apartemen. Ia menyebut pemain lainnya, misalnya, Grand Kuta Apartment, Bali Nirwana Resort (BNR) milik Bakrie dan St Regis, diperkirakan apartemen yang ditawarkan mencapai 2.000 unit hingga akhir 2008. Meskipun begitu, menurutnya, penawaran itu belum menjadikan persaingan sangat ketat, sebab pangsa pasar yang disasar pun cukup beragam. Putu, misalnya, mematok harga berkisar Rp 10-12,5 juta/m2, sedangkan di BNR Rp 15-20 juta/m2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haryanto, pembeli apartemen di Nikki Residence, mengatakan, dirinya tertarik membeli apartemen itu karena berada di pusat kota di Kuta, dan operatornya Aston yang sudah teruji. “Intinya, saya ingin berinvestasi, tapi tidak merepotkan karena ada yang mengurus,” ia menyimpulkan. Tak tanggung-tanggung, di Nikki, Hari – nama panggilan Haryanto – membeli empat unit dengan harga masing-masing Rp 600 juta/unit. Skema pembayarannya pun menarik. Selain menggunakan kredit kepemilikan apartemen dari bank dan bayar tunai, manajemen Nikki juga menawarkan skema pembayaran 50% tunai dan sisanya diangsur dari hasil penyewaan kamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, Hari memilih cara ketiga. Pada saat awal, ia membayar sekitar Rp 1,2 miliar dan sisanya Rp 1,2 miliar akan dibayar dari hasil penyewaan selama 10 tahun. Harga sewa per unit adalah Rp 500-750 ribu/malam, sekelas hotel bintang empat. Biasanya apartemen jenis ini disewa kalangan bule untuk jangka panjang. Memang, selama 10 tahun ke depan tidak ada uang yang masuk ke kantong Hari. Akan tetapi, jangan salah, harga kondotel ini terus naik. “Saat beli November 2007 harga Rp 600 juta per unit, saat ini sudah Rp 720 juta per unit,” ujarnya senang. Pengusaha asal Jakarta ini pun berencana, kalau dalam dua-tiga tahun sudah mencapai di atas Rp 1 miliar, ia siap menjual apartemennya itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan ini juga yang mendasari Kadek Suyasa Jaya dan H. Mohamad Raif untuk membeli apartemen Nikki. Selain dari hasil penyewaan yang menguntungkan, para pemilik mempunyai opsi dapat memakai apartemen itu beberapa hari dalam satu tahun. Lokasi yang strategis dipakai alasan Raif – yang juga pedagang antarpulau – sebagai pertimbangan saat memutuskan bergabung di Nikki. Raif berencana hendak memanfaatkan kondotelnya saat harus menjamu rekan-rekan bisnisnya yang berkunjung ke Bali. Sebagai investasi, “Nikki cukup menggiurkan dibanding apartemen yang dibangun pengembang lain,” kata Raif. Makanya, ia berencana hendak menambah unitnya lagi bila ada pembangunan Nikki tahap kedua, atau mencari lokasi lain yang dianggap lebih menguntungkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intan Aprilia, konsultan dan agen properti yang sering menangani klien orang Indonesia dan asing di Bali, memetakan karakter investor terutama orang asing. Menurutnya, orang asing akan suka tinggal di Bali di tempat-tempat yang juga banyak warga atau komunitas asingnya. Seperti para pekerja asing yang tinggal di Bali, mereka akan cenderung memilih daerah Seminyak ke arah Tabanan, karena di kawasan ini banyak klub dan ada sekolah internasional, plus hamparan pantainya yang memikat. Dan, untuk kelas elitenya, mereka lebih memilih di Jimbaran. Sementara orang asing yang suka dengan nuansa pegunungan akan memilih daerah Ubud. “Selain kondotel, vila atau town house juga jadi pilihan menarik untuk investasi,” tutur pemilik Global Intan Service ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intan mencontohkan, seorang investor dari Dubai pada awal 2007 membeli vila di Seminyak dengan luas bangunan 300 m2/luas tanah 400 m2, meliputi tiga kamar tidur dan ada kolam renangnya, seharga US$ 240 ribu. Kalau ukuran hotel, vila ini kelas bintang lima. Lalu, kurang dari setahun dijual dengan harga US$ 360 ribu. “Net profit yang diperoleh US$ 80 ribu karena ada potongan pajak dan lainnya,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara soal vila, seorang investor – sebut saja Imelda – mengaku sudah cukup lama memiliki sejumlah vila di pulau yang mayoritas penduduknya beragama Hindu ini. Vilanya itu berada di Kuta, Seminyak dan Tabanan – ada yang dibeli Imelda dengan cara takeover dari pemilik sebelumnya karena tidak bisa mengelolanya, bangunannya belum jadi, sudah usang, atau kurang bagus penataan eksterior-interiornya. Biasanya, tanah vilanya itu sifatnya build operation transfer (BOT) selama sekian tahun. “Kalau membangun dari awal bisa lebih mahal, butuh investasi sangat tinggi,” katanya seraya menjelaskan bahwa untuk perbaikan ini butuh dana Rp 300-400 juta, tergantung pada kondisi vilanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, vilanya itu ia sewakan ke orang asing untuk jangka panjang. Biasanya mereka bekerja atau membuka usaha di Bali. Sewanya berkisar Rp 60-50 juta per tahun atau bisa US$ 150 per hari. “Dengan sewa ini bisa kembali modal,” tuturnya. Dan, kalau vila itu dijual, return yang diperoleh bisa mencapai 30%-40% dalam tempo satu-dua tahun. “Tapi ini tergantung pada lokasi,” ia menegaskan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang investasi properti di Bali cukup menggiurkan, asalkan tahu trik membeli dan mengelolanya. Ali Hanafiah, pengamat properti memberi masukan. Pertama, soal status tanah perlu diperhatikan, apakah BOT atau hak milik, baik untuk vila maupun kondotel. Jika sistem BOT, berarti investor hanya membeli bangunannya karena tanahnya biasanya milik negara. Hal ini banyak terjadi di Nusa Dua. Maka, hasil investasinya hanya dari penyewaan, atau dari bangunannya yang kemudian dijual lagi. Namun ingat, bangunan itu ada nilai penyusutannya. Maka harus jelas, kalau BOT-nya sudah selesai, apa rencana selanjutnya. Ini bisa ditanyakan pada pihak pengembang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, bagi yang tanahnya BOT, misalnya 30 tahun, Ali punya hitung-hitungannya. Menurutnya, maksimum investasi harus kembali modal (BEP) sektiar 7 tahun. Dengan demikian, minimum return yang diperoleh 15% (bersih) per tahun – sudah dipotong pajak, komisi dan lainnya. Hitungan 7 tahun itu standar umum untuk investasi penyewaan properti, sebab investor tidak punya aset. Setelah 7 tahun barulah investor menikmati keuntungannya dari hasil penyewaan. ”Kalau tidak bisa untung ngapain berinvestasi,” ungkapnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, kalau tanahnya bersifat hak milik strata title di atas Hak Guna Bangunan, berarti tanahnya dimiliki oleh investor, atau kalau kondotel dimiliki bersama-sama. Jika nanti bangunannya sudah tua, bisa dibangun kembali bersama-sama pula. Untuk kasus tanah jenis ini, Ali memberi masukan, untuk bisa BEP maksimum 10 tahun dengan return minimum 10% per tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supaya return bisa maksimum, yang perlu juga diperhatikan, pertama, lokasinya harus strategis seperti Kuta, Jimbaran, Seminyak, Legian, Nusa Dua. Khusus untuk kondotel kisaran harganya bervariasi. Seperti di Nusa Dua berkisar Rp 15-20 juta/m2; di Kuta Rp 8-12 juta/m2; dan yang dekat pantai bisa mencapai Rp 15 juta/m2. Jimbaran, Legian, Seminyak harganya sama dengan di Kuta. Namun di Seminyak ada yang Rp 36 juta/m2 seperti yang ditawarkan oleh Apartemen Anantara dengan operatornya dari Thailand. Sementara untuk vila, harganya bisa lebih mahal lagi. “Untuk ukuran Bali, harga segitu relatif tidak mahal kalau untuk investasi, sebab tingkat huniannya tinggi selama situasinya tetap aman tidak ada bom,” ungkap Prinsipal Century 21 ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, lihat siapa operator atau pengelola kondotel/vila yang mau dibeli. “Sekarang, operator yang sedang diminati adalah Accord, Ascot dan Swiss Belt,” ia menginformasikan. Ketiga, siapa pengembangnya. Tentunya, investor harus mencari pengembang yang kredibel, berpengalaman, dan memiliki banyak jaringan. Saat ini pengembang besar pun sudah merambah Bali, seperti Grup Bakrie, Ciputra dan Agung Podomoro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal lagi, bila ingin menggunakan konsultan atau agen properti, cari yang kredibel. Tak jarang karena salah pilih agen, alih-alih ingin berinvestasi untuk cari untung malah jadi buntung. Tak jarang ada oknum nakal yang menjual tanah di area abu-abu (grey area), seperti tanah sengketa atau tanah milik negara. Akan tetapi, ketika bangunan sudah jadi, terjadi pembongkaran secara paksa. Jadi, kendati investasi properti di Pulau Bali sangat menggiurkan, investor mesti tahu trik-triknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7425885569806564661-7748285147073800298?l=diedik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diedik.blogspot.com/feeds/7748285147073800298/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7425885569806564661&amp;postID=7748285147073800298&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/7748285147073800298'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/7748285147073800298'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diedik.blogspot.com/2008/03/kata-kata-inspirasi-setelah-mengalami.html' title='Emm…Investasi Properti di Bali Menggiurkan'/><author><name>Die-dit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12589251714219344561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/R4MBvfhVreI/AAAAAAAAAHw/iEI_ekT2kOo/S220/ABCD0018.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7425885569806564661.post-6763094696097136433</id><published>2008-03-30T01:20:00.001+07:00</published><updated>2008-03-30T01:23:08.824+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisdom Day&apos;s'/><title type='text'>Berkontribusilah Dalam Hidup Anda</title><content type='html'>Sumber Data : &lt;strong&gt;http://milis-bicara.blogspot.com&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;"Don't ask what the community can give you, but ask yourself what &lt;br /&gt;you can contribute to the community... (and the money will follow by &lt;br /&gt;itself)"&lt;div class="fullpost"&gt; Terjemahan:&lt;br /&gt;"Jangan bertanya apa yang dapat diberikan oleh suatu komunitas &lt;br /&gt;pada Anda, tapi tanyakan diri Anda sendiri, apa yang dapat Anda &lt;br /&gt;kontribusikan pada masyarakat, dan uang/kesuksesan niscaya &lt;br /&gt;akan mengikuti dengan sendirinya" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu banyak individu yang selalu menanyakan terlebih dahulu apa yang bisa &lt;br /&gt;diperoleh, atau apa yang akan ia terima bila mengerjakan sebuah tugas. Dan &lt;br /&gt;kebanyakan dari mereka berakhir tanpa mengerjakan apa-apa. Sebaliknya, &lt;br /&gt;orang sukses biasa mengerjakan terlebih dahulu hal-hal yang memang menjadi &lt;br /&gt;amanatnya, dengan sepenuh hati dan dengan semangat kerja keras, yang &lt;br /&gt;biasanya akan berakhir dengan hasil yang lebih daripada apa yang seharusnya &lt;br /&gt;ia terima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pihak juga menyalah-artikan proses diperolehnya kekayaan atau &lt;br /&gt;kesuksesan dengan meng'out-smart' atau mengalahkan pihak lain, sebagai &lt;br /&gt;contoh berdagang dengan mengambil keuntungan sebesar-besarnya sehingga &lt;br /&gt;merugikan orang lain, menekan gaji karyawan serendah-rendahnya sehingga &lt;br /&gt;tidak tercapainya kemakmuran minimum, dan lain-lain. &lt;br /&gt;Padalah hakikat dari sebuah kesuksesan adalah seberapa berhasil seseorang &lt;br /&gt;dapat berkontribusi bagi masyarakat... bagaimana seseorang dapat &lt;br /&gt;meningkatkan kualitas hidup orang banyak... dan bagaimana agar dapat &lt;br /&gt;memberikan kemudahan hidup bagi lebih banyak orang, dan bukanlah &lt;br /&gt;sebaliknya. Coba perhatikan baik individu maupun institusi yang berkembang &lt;br /&gt;pesat dan sukses, maka Anda akan dapat menemukan bahwa dibalik &lt;br /&gt;kesuksesan mereka, diketahui bahwa pihak mereka memberikan kontribusi &lt;br /&gt;yang besar bagi masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, berkontribusilah seoptimal mungkin dan tingkatkan kualitas hidup &lt;br /&gt;orang banyak, niscaya kesuksesan akan datang pada Anda dengan &lt;br /&gt;sendirinya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7425885569806564661-6763094696097136433?l=diedik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diedik.blogspot.com/feeds/6763094696097136433/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7425885569806564661&amp;postID=6763094696097136433&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/6763094696097136433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/6763094696097136433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diedik.blogspot.com/2008/03/berkontribusilah-dalam-hidup-anda.html' title='Berkontribusilah Dalam Hidup Anda'/><author><name>Die-dit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12589251714219344561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/R4MBvfhVreI/AAAAAAAAAHw/iEI_ekT2kOo/S220/ABCD0018.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7425885569806564661.post-3501278130729745699</id><published>2008-03-27T00:45:00.004+07:00</published><updated>2008-03-30T02:54:10.287+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perbank-Kan'/><title type='text'>DEPUTI GUBERNUR BI BUAH KADERISASI YANG CUKUP MUMPUNI</title><content type='html'>Sumber Data : &lt;a href="http://www.infobanknews.com/artikel/rubrik/artikel.php?aid=9388" target="_blank"&gt; http://www.infobanknews.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;InfoBankNews.com, Dua Deputi Guburnur BI memiliki kapasitas di bidang masing-masing. Budi Mulya unggul di moneter, Ardhayadi cukup menonjol di perbankan. Dua calon yang tertunda siap bersaing pada 2008. BI ingin menjadikan Dewan Gubernur sebagai the dream team. Tb. Rully Ferdian &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; SUDAH bisa diprediksi sebelumnya, Budi Mulya dan Ardhayadi Mitroatmodjo akan menduduki posisi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) untuk masa jabatan 2007 hingga 2012. Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) yang melakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap para colon Deputi Gubernur BI mengumandanglan kor yang sama terhadap para calon Deputi Gubernur BI. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, proses berlangsungnya pemilihan juga terbilang cepat dalam sejarah pemilihan calon Deputi Gubernur BI. Terpilihnya Budi Mulya dan Ardhayadi memang tidak terlepas dari pengalaman keduanya yang pernah ikut dalam pemilihan Deputi Gubernur BI pada 2006. Saat itu, Budi Mulya dikalahkan Muliaman D. Hadad, sedangkan Ardhayadi dikalahkan Budi Rochadi. Begitu pula dengan Siti Ch. Fajrijah yang terpilih secara aklamasi saat bersaing melawan Krisna Wijaya pada 2005. Sebelumnya, Siti Ch. Fajrijah pernah gagal dalam pemilihan Deputi Gubernur BI. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rutinitas seperti ini masih tetap akan berlangsung pada pemilihan Deputi Gubernur BI mendatang. Calon yang sempat tertunda, seperti Made Sukada dan Kusumaningtuti, yang masing-masing kalah saat berhadapan dengan Budi Mulya dan Ardhayadi, masih bisa bersabar untuk menjadi Deputi Gubernur BI. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budi Mulya, yang kini menjabat Direktur Perencanaan Strategis dan Humas BI, akan menggantikan Aslim Tadjuddin sebagai Deputi Gubernur Bidang Moneter. Sedangkan, Ardhayadi yang menjabat Direktur Pengawasan Bank 2 BI menggantikan Bun Bunan Hutapea sebagai Deputi Gubernur Bidang Manajemen Internal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Komisi XI DPR RI, Awal Kusumah, mengatakan, Made Sukada dan Kusumaningtuti dapat memasuki uji kelayakan dan kepatutan pada 2008. “Kelihatannya ada kesinambungan kader. Jadi, mereka adalah bagian yang dipersiapkan untuk memasuki arena 2008,” ujarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaderisasi di BI memang cukup mumpuni. Apalagi, kader-kadernya memiliki kepiawaian dalam bidang moneter dan perbankan, yang menjadi tugas utama BI. Mereka tentu sudah disiapkan melanjutkan kebijakan-kebijakan yang dilakukan BI. Budi Mulya, misalnya, dinilai sebagai arsitek moneter terbaik yang dimiliki BI. Dia pernah menjabat sebagai Direktur Direktorat Pengelolaan Moneter BI pada 2003 hingga Februari 2006. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam curriculum vitae (CV)-nya, daftar pendidikan informal suami Anne S. Mulya ini cukup banyak mencantumkan pendidikan dalam bidang keuangan dan moneter. Bahkan, sarjana ekonomi dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, Jawa Barat, ini termasuk salah satu tokoh yang menelurkan kerangka kebijakan moneter inflation targeting framework (ITF), yang resmi diberlakukan pada Juli 2005. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika menyampaikan visi dan misinya, ayah satu putri dan satu putra ini mengatakan, BI dapat secara best pratices internasional konsisten melaksanakan kebijakan moneter, terutama operasi pasar terbuka (OPT) dan mengoptimalkan pasar keuangan menjadi efisien dan likuid. Hal itu yang harus serius diupayakan dalam berbagai kegiatan karena punya dampak positif terhadap kebijakan moneter, sehingga kebijakan moneter bisa efisien jika pasar keuangannya juga efisien. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Budi, pasar keuangan yang efisien dan likuid tercermin dalam jumlah instrumen dan peserta pasar yang cukup. Misalnya, saat penerbitan Obligasi Ritel Indonesia (ORI) oleh pemerintah. Itu satu langkah koordinasi pemerintah dengan BI untuk menciptakan pasar keuangan yang likuid. Soalnya, beragamnya instrumen dan pihak yang terkait di dalamnya bisa menekan biaya. Sehingga, ada efisiensi dari para pihak yang ingin mengerahkan dana melalui pasar keuangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria kelahiran Bogor, Jawa Barat, 29 Juli 1954, ini meniti karier di BI pada 1980 sebagai staf bagian neraca pembayaran, urusan ekonomi, dan statistik. Pada 1983, penggemar olahraga golf ini berhasil menyelesaikan studinya di bidang ekonomi di University of Colorado, Boulder, Colorado, Amerika Serikat (AS). Di negara yang sama, pada 1985, Budi Mulya juga menempuh pendidikan master of science in economics di University of Illinois. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, nama Ardhayadi memang tidak sepopuler Budi Mulya. Maklum, sebelum menjadi Direktur Pengawasan Perbankan 2 BI, sejak 2003, dia sempat menjadi nakhoda untuk perwakilan BI di Eropa. Tapi, jauh-jauh hari, Ardhayadi memang sudah dipersiapkan untuk menduduki Deputi Gubernur BI. Jabatan Direktur Pengawasan Perbankan 2 BI yang baru saja diembannya hanya semacam batu loncatan untuk menduduki posisi puncak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ardhayadi dikenal pandai dalam menangani keuangan internal. Tidak salah jika dia terpilih sebagai Deputi Gubernur BI Bidang Manajemen Internal. Apalagi, dia pernah menjadi Direktur Keuangan Intern BI selama 2003-2004. Begitu pula di bidang perbankan, berbagai pengalaman pernah dienyam selama beberapa tahun berkiprah di pengawasan perbankan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam uji kelayakan dan kepatutan di hadapan Komisi XI DPR RI, mahasiswa teladan Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, pada 1971 yang lulus sarjana akuntansi pada 1976 ini mengatakan, BI harus mampu menjaga ketahanan perekonomian dan sistem keuangan nasional dalam menghadapi perubahan dan dinamika pasar keuangan serta gejolak perekonomian dunia. Dia juga mengatakan, terjadinya permasalahan US subprime mortgage yang berdampak pada kesulitan likuiditas memicu gejolak harga di pasar saham dan keuangan internasional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tantangan yang dihadapi pemerintah selaku (pemangku) otoritas fiskal dan sektor riil seakan kompleks dalam menghadapi arus dan proses globalisasi. Untuk ke depan, koordinasi (pemangku) otoritas moneter dan pemerintah menjadi sangat penting,” tegasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal keuangan, Ardhayadi mengatakan, pengembangan pembentukan lembaga keuangan, khususnya bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perlu supaya dapat diarahkan untuk memperkuat ketahanan perekonomian nasional. “Menghadapi globalisasi keuangan dewasa ini, maka ekonomi Indonesia memerlukan lembaga keuangan yang khusus dibentuk untuk melayani UMKM,” ujarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria kelahiran Yogyakarta, 2 Februari 1952, ini sempat beberapa kali menjadi direktur di BI. Selama 2000-2001, misalnya, dia menjadi Direktur Pemeriksaan Bank Pemerintah dan 2001 hingga 2002 menjadi Direktur Pimpinan Bank Indonesia/Koordinator Kantor Bank Indonesia Wilayah Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pada 2002 hingga 2003, dia kembali menjadi Direktur Pemeriksaan Bank Pemerintah, 2003 hingga 2004 menduduki jabatan Kepala Kantor Perwakilan BI di Eropa, dan 2003 hingga 2004 menjadi Direktur Keuangan Intern. Pada 2004 hingga 2007, dia kembali menjadi Kepala Kantor Perwakilan BI di Eropa. Dia juga pernah menjabat Direktur Pengawasan Bank 2 pada 2007. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ardhayadi memulai karier di BI sejak 1978. Dia meraih gelar master of arts in development banking dari University of American, Washington DC, AS, pada 1986. Kini, dia masih sempat meluangkan waktunya untuk mengajar di beberapa perguruan tinggi di Jakarta, Semarang, dan Yogyakarta. Ardhayadi juga pernah tercatat sebagai staf di kantor akuntan (1974-1976), Kantor Pusat Bank Tabungan Negara (BTN) (1977), dan analis underwritter di PT Danareksa Jakarta (1978). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://activ8pills.com/?diedik"&gt;&lt;img border=0 src="http://hotlinkbanners.com/hl/activ8.gif" width=468 height=80&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;                              &lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7425885569806564661-3501278130729745699?l=diedik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diedik.blogspot.com/feeds/3501278130729745699/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7425885569806564661&amp;postID=3501278130729745699&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/3501278130729745699'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/3501278130729745699'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diedik.blogspot.com/2008/03/deputi-gubernur-bi-buah-kaderisasi-yang.html' title='DEPUTI GUBERNUR BI BUAH KADERISASI YANG CUKUP MUMPUNI'/><author><name>Die-dit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12589251714219344561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/R4MBvfhVreI/AAAAAAAAAHw/iEI_ekT2kOo/S220/ABCD0018.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7425885569806564661.post-8438498430100031280</id><published>2008-03-27T00:35:00.004+07:00</published><updated>2008-03-30T02:57:12.728+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perbank-Kan'/><title type='text'>Investor Retail Masih Kuasai ORI di Pasar Sekunder</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/R-qKsiQaS3I/AAAAAAAAAJ8/GYVDKBWBOs8/s1600-h/tn_108723231.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/R-qKsiQaS3I/AAAAAAAAAJ8/GYVDKBWBOs8/s320/tn_108723231.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182106818957691762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sumber Data : &lt;a href="http://www.infobanknews.com/artikel/artikel.php?aid=10077" target="_blank"&gt;http://www.infobanknews.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA--: Kepemilikan Obligasi Negara Republik Indonesia (ORI) Seri ORI001-ORI003 setengahnya masih dipegang investor individu (ritel) pasca dicatatkan di pasar sekunder.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu membuat kepentingan investor ritel dapat terjaga, jika sewaktu-waktu akan menjual ORI-nya &lt;div class="fullpost"&gt; Pelaksana Tugas Direktur Direktorat Surat Berharga Negara (SBN) Bimantara Widyajala menyatakan komposisi kepemilikan ORI001 pasca pencatatan di lantai bursa sebanyak 41% dipegang oleh investor ritel. Sedangkan sisa 59% di pegang oleh institusi keuangan seperti dana pensiun, perusahaan asuransi, dan perbankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada portofolio ORI002 sebanyak 42% dipegang oleh investor ritel, dan sisanya dimiliki oleh institusi keuangan. Sedangkan ORI003, sebanyak 50% dimiliki oleh investor ritel, dan selebihnya institusi keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita menginginkan pasar stabil, dengan ditopang oleh suplai di pasar sekunder. Dengan begitu, kepentingan investor ritel dapat terjaga, jika sewaktu-waktu akan menjual ORI-nya," ujar Bimantara di sela-sela Pencatatan Perdana ORI004 di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (13/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan, porsi ORI semakin penting sebagai sumber pembiayaan dalam negeri dari masyarakat. Apalagi, dari sisi investasi akan memberikan manfaat pada masyarakat secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Untuk mengembangkan pasar ORI, Departemen Keuangan dan lembaga self regulatory organization (SRO) akan terus-menerus melakukan sosialisasi kepada masyarakat," ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjelaskan, jumlah investor ORI001 mencapai 16.561 orang. Di ORI002 terjaring 10.327 insvetor baru, dan di ORI003 terjaring 16.692 investor baru. Untuk ORI004 yang baru dicatatkan, investor banrunya mencapai 26.890 orang. Total investor ORI001-ORI004 mencapai 69,669 investor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan investor ritel yang selalu melakukan pembelian dari ORI001-ORI004 mencapai 497 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, dalam pencatatan perdananya di BEI, harga ORI004 mengalami kenaikan tipis didorong oleh transaksi di luar bursa (Over the Counter). Harga tertinggi ORI004 pada awal-awal perdagangannya di pasar sekunder tertinggi sebesar 100,35%, dan terendah 100%. Harga ORI pernah di bawah par, pada saat Juni-Juli 2007 lalu, yaitu sebesar 99%. "Itu akibat adanya krisis subprime mortagage. Tetapi, itu hanya berlangsung seminggu," tutur Direktur Fixed Income dan Perdagangn Derivatif BEI, T Guntur Pasaribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembayaran bunga pertama akan dilakukan pada 12 April 2008 dan pembayaran bunga tanggal 12 setiap bulan. Jenis bunga tetap dengan tingkat bunga 9,50% per tahun dan jatuh tempo pada 12 Maret 2012. (DW/OL-2/eq)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7425885569806564661-8438498430100031280?l=diedik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diedik.blogspot.com/feeds/8438498430100031280/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7425885569806564661&amp;postID=8438498430100031280&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/8438498430100031280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/8438498430100031280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diedik.blogspot.com/2008/03/investor-retail-masih-kuasai-ori-di.html' title='Investor Retail Masih Kuasai ORI di Pasar Sekunder'/><author><name>Die-dit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12589251714219344561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/R4MBvfhVreI/AAAAAAAAAHw/iEI_ekT2kOo/S220/ABCD0018.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/R-qKsiQaS3I/AAAAAAAAAJ8/GYVDKBWBOs8/s72-c/tn_108723231.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7425885569806564661.post-3266616720382730523</id><published>2008-03-25T00:42:00.001+07:00</published><updated>2008-03-25T00:45:43.332+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='LeaderShif'/><title type='text'>Kepemimpinan yang Melayani</title><content type='html'>Dikutip dari : &lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/ekonomi/mandiri/2002/02/2/man01.html"&gt;http://www.sinarharapan.co.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Topik Mandiri kali ini sengaja dipilih untuk merenungkan kembali makna kepemimpinan yang sejati. Kepemimpinan sering diartikan dengan jabatan formal, yang justru menuntut untuk mendapat fasilitas dan pelayanan dari konstituen yang seharusnya dilayani. Meskipun banyak di antara pemimpin atau pejabat yang ketika dilantik mengatakan bahwa jabatan adalah sebuah amanah, namun dalam kenyataannya sedikit sekali atau bisa dikatakan hampir tidak ada pemimpin yang sungguh-sungguh menerapkan kepemimpinan dari hati, yaitu kepemimpinan yang melayani. &lt;br /&gt;Sebuah buku yang menarik tentang kepemimpinan yang melayani (servant leadership) ditulis oleh Dr. Kenneth Blanchard dan kawan kawan, berjudul Leadership by The Book (LTB). Ken Blanchard adalah juga co-author dari buku-buku manajemen yang sangat laris, seperti The One Minute Manager, Raving Fans, Gung Ho, dan Everyone’s Coach. Buku LTB mengisahkan tentang tiga orang karakter yang mewakili tiga aspek kepemimpinan yang melayani, yaitu seorang pendeta, seorang professor, dan seorang profesional yang sangat berhasil di dunia bisnis. Tiga aspek kepemimpinan tersebut adalah HATI yang melayani (servant HEART), KEPALA atau pikiran yang melayani (servant HEAD), dan TANGAN yang melayani (servant HANDS).&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Hati Yang Melayani (Karakter Kepemimpinan)&lt;br /&gt;Kepemimpinan yang melayani dimulai dari dalam diri kita. Kepemimpinan menuntut suatu transformasi dari dalam hati dan perubahan karakter. Kepemimpinan sejati dimulai dari dalam dan kemudian bergerak ke luar untuk melayani mereka yang dipimpinnya. Disinilah pentingnya karakter dan integritas seorang pemimpin untuk menjadi pemimpin sejati dan diterima oleh rakyat yang dipimpinnya. Kembali betapa banyak kita saksikan para pemimpin yang mengaku wakil rakyat ataupun pejabat publik, justru tidak memiliki integritas sama sekali, karena apa yang diucapkan dan dijanjikan ketika kampanye dalam Pemilu tidak sama dengan yang dilakukan ketika sudah duduk nyaman di kursinya. &lt;br /&gt;Paling tidak menurut Ken Blanchard dan kawan-kawan, ada sejumlah ciri-ciri dan nilai yang muncul dari seorang pemimpin yang memiliki hati yang melayani, yaitu:&lt;br /&gt;Tujuan paling utama seorang pemimpin adalah melayani kepentingan mereka yang dipimpinnya. Orientasinya adalah bukan untuk kepentingan diri pribadi maupun golongannya tetapi justru kepentingan publik yang dipimpinnya. Entah hal ini sebuah impian yang muluk atau memang kita tidak memiliki pemimpin seperti ini, yang jelas pemimpin yang mengutamakan kepentingan publik amat jarang kita temui di republik ini.&lt;br /&gt;Seorang pemimpin sejati justru memiliki kerinduan untuk membangun dan mengembangkan mereka yang dipimpinnya sehingga tumbuh banyak pemimpin dalam kelompoknya. Hal ini sejalan dengan buku yang ditulis oleh John Maxwell berjudul Developing the Leaders Around You. Keberhasilan seorang pemimpin sangat tergantung dari kemampuannya untuk membangun orang-orang di sekitarnya, karena keberhasilan sebuah organisasi sangat tergantung pada potensi sumber daya manusia dalam organisasi tersebut. Jika sebuah organisasi atau masyarakat mempunyai banyak anggota dengan kualitas pemimpin, organisasi atau bangsa tersebut akan berkembang dan menjadi kuat.&lt;br /&gt;Pemimpin yang melayani memiliki kasih dan perhatian kepada mereka yang dipimpinnya. Kasih itu mewujud dalam bentuk kepedulian akan kebutuhan, kepentingan, impian dan harapan dari mereka yang dipimpinnya.&lt;br /&gt;Ciri keempat seorang pemimpin yang memiliki hati yang melayani adalah akuntabilitas (accountable). Istilah akuntabilitas adalah berarti penuh tanggung jawab dan dapat diandalkan. Artinya seluruh perkataan, pikiran dan tindakannya dapat dipertanggungjawabkan kepada publik atau kepada setiap anggota organisasinya. &lt;br /&gt;Pemimpin yang melayani adalah pemimpin yang mau mendengar. Mau mendengar setiap kebutuhan, impian dan harapan dari mereka yang dipimpinnya.&lt;br /&gt;Pemimpin yang melayani adalah pemimpin yang dapat mengendalikan ego dan kepentingan pribadinya melebihi kepentingan publik atau mereka yang dipimpinnya. Mengendalikan ego berarti dapat mengendalikan diri ketika tekanan maupun tantangan yang dihadapi menjadi begitu berat. Seorang pemimpin sejati selalu dalam keadaan tenang, penuh pengendalian diri dan tidak mudah emosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Yang Melayani (Metoda Kepemimpinan)&lt;br /&gt;Seorang pemimpin sejati tidak cukup hanya memiliki hati atau karakter semata, tetapi juga harus memiliki serangkaian metoda kepemimpinan agar dapat menjadi pemimpin yang efektif. Banyak sekali pemimpin memiliki kualitas dari aspek yang pertama, yaitu karakter dan integritas seorang pemimpin, tetapi ketika menjadi pemimpin formal, justru tidak efektif sama sekali karena tidak memiliki metoda kepemimpinan yang baik. Contoh adalah para pemimpin karismatik ataupun pemimpin yang menjadi simbol perjuangan rakyat, seperti Corazon Aquino, Nelson Mandela, Abdurrahman Wahid, bahkan mungkin Mahatma Gandhi, dan masih banyak lagi menjadi pemimpin yang tidak efektif ketika menjabat secara formal menjadi presiden. Hal ini karena mereka tidak memiliki metoda kepemimpinan yang diperlukan untuk mengelola mereka yang dipimpinnya.&lt;br /&gt;Tidak banyak pemimpin yang memiliki kemampuan metoda kepemimpinan ini. Karena hal ini tidak pernah diajarkan di sekolah-sekolah formal. Oleh karena itu seringkali kami dalam berbagai kesempatan mendorong institusi formal agar memperhatikan ketrampilan seperti ini yang kami sebut dengan softskill atau personal skill. Dalam salah satu artikel di economist.com ada sebuah ulasan berjudul Can Leadership Be Taught. Jelas dalam artikel tersebut dibahas bahwa kepemimpinan (dalam hal ini metoda kepemimpinan) dapat diajarkan sehingga melengkapi mereka yang memiliki karakter kepemimpinan. Ada tiga hal penting dalam metoda kepemimpinan, yaitu:&lt;br /&gt;Kepemimpinan yang efektif dimulai dengan visi yang jelas.Visi ini merupakan sebuah daya atau kekuatan untuk melakukan perubahan, yang mendorong terjadinya proses ledakan kreatifitas yang dahsyat melalui integrasi maupun sinergi berbagai keahlian dari orang-orang yang ada dalam organisasi tersebut. &lt;br /&gt;Bahkan dikatakan bahwa nothing motivates change more powerfully than a clear vision. Visi yang jelas dapat secara dahsyat mendorong terjadinya perubahan dalam organisasi. Seorang pemimpin adalah inspirator perubahan dan visioner, yaitu memiliki visi yang jelas kemana organisasinya akan menuju. Kepemimpinan secara sederhana adalah proses untuk membawa orang-orang atau organisasi yang dipimpinnya menuju suatu tujuan (goal) yang jelas. Tanpa visi, kepemimpinan tidak ada artinya sama sekali. Visi inilah yang mendorong sebuah organisasi untuk senantiasa tumbuh dan belajar, serta berkembang dalam mempertahankan survivalnya sehingga bisa bertahan sampai beberapa generasi. &lt;br /&gt;Ada dua aspek mengenai visi, yaitu visionary role dan implementation role. Artinya seorang pemimpin tidak hanya dapat membangun atau menciptakan visi bagi organisasinya tetapi memiliki kemampuan untuk mengimplementasikan visi tersebut ke dalam suatu rangkaian tindakan atau kegiatan yang diperlukan untuk mencapai visi itu.&lt;br /&gt;Seorang pemimpin yang efektif adalah seorang yang sangat responsive. Artinya dia selalu tanggap terhadap setiap persoalan, kebutuhan, harapan dan impian dari mereka yang dipimpinnya. Selain itu selalu aktif dan proaktif dalam mencari solusi dari setiap permasalahan ataupun tantangan yang dihadapi organisasinya.&lt;br /&gt;Seorang pemimpin yang efektif adalah seorang pelatih atau pendamping bagi orang-orang yang dipimpinnya (performance coach). Artinya dia memiliki kemampuan untuk menginspirasi, mendorong dan memampukan anak buahnya dalam menyusun perencanaan (termasuk rencana kegiatan, target atau sasaran, rencana kebutuhan sumber daya, dan sebagainya), melakukan kegiatan sehari-hari (monitoring dan pengendalian), dan mengevaluasi kinerja dari anak buahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan Yang Melayani (Perilaku Kepemimpinan)&lt;br /&gt;Pemimpin sejati bukan sekedar memperlihatkan karakter dan integritas, serta memiliki kemampuan dalam metoda kepemimpinan, tetapi dia harus menunjukkan perilaku maupun kebiasaan seorang pemimpin. Dalam buku Ken Blanchard tersebut disebutkan ada empat perilaku seorang pemimpin, yaitu:&lt;br /&gt;Pemimpin tidak hanya sekedar memuaskan mereka yang dipimpinnya, tetapi sungguh-sungguh memiliki kerinduan senantiasa untuk memuaskan Tuhan. Artinya dia hidup dalam perilaku yang sejalan dengan Firman Tuhan. Dia memiliki misi untuk senantiasa memuliakan Tuhan dalam setiap apa yang dipikirkan, dikatakan dan diperbuatnya.&lt;br /&gt;Pemimpin sejati fokus pada hal-hal spiritual dibandingkan dengan sekedar kesuksesan duniawi. Baginya kekayaan dan kemakmuran adalah untuk dapat memberi dan beramal lebih banyak. Apapun yang dilakukan bukan untuk mendapat penghargaan, tetapi untuk melayani sesamanya. Dan dia lebih mengutamakan hubungan atau relasi yang penuh kasih dan penghargaan, dibandingkan dengan status dan kekuasaan semata.&lt;br /&gt;Pemimpin sejati senantiasa mau belajar dan bertumbuh dalam berbagai aspek, baik pengetahuan, kesehatan, keuangan, relasi, dan sebagainya.&lt;br /&gt;Setiap hari senantiasi menselaraskan (recalibrating) dirinya terhadap komitmen untuk melayani Tuhan dan sesama. Melalui solitude (keheningan), prayer (doa) dan scripture (membaca Firman Tuhan).&lt;br /&gt;Demikian kepemimpinan yang melayani menurut Ken Blanchard yang menurut kami sangat relevan dengan situasi krisis kepemimpinan yang dialami oleh bangsa Indonesia. Bahkan menurut Danah Zohar, penulis buku Spiritual Intelligence: SQ the Ultimate Intelligence, salah satu tolok ukur kecerdasan spiritual adalah kepemimpinan yang melayani (servant leadership).&lt;br /&gt;Bahkan dalam suatu penelitian yang dilakukan oleh Gay Hendrick dan Kate Luderman, menunjukkan bahwa pemimpin-pemimpin yang berhasil membawa perusahaannya ke puncak kesuksesan biasanya adalah pemimpin yang memiliki SQ yang tinggi. Mereka biasanya adalah orang-orang yang memiliki integritas, terbuka, mampu menerima kritik, rendah hati, mampu memahami orang lain dengan baik, terinspirasi oleh visi, mengenal dirinya sendiri dengan baik, memiliki spiritualitas yang tinggi, dan selalu mengupayakan yang terbaik bagi diri mereka sendiri maupun bagi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.duitdownload.com/?id=diedik" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://www.duitdownload.com/banner/banner7.gif" width="468" height="61" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7425885569806564661-3266616720382730523?l=diedik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diedik.blogspot.com/feeds/3266616720382730523/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7425885569806564661&amp;postID=3266616720382730523&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/3266616720382730523'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/3266616720382730523'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diedik.blogspot.com/2008/03/kepemimpinan-yang-melayani.html' title='Kepemimpinan yang Melayani'/><author><name>Die-dit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12589251714219344561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/R4MBvfhVreI/AAAAAAAAAHw/iEI_ekT2kOo/S220/ABCD0018.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7425885569806564661.post-269275710018876477</id><published>2008-03-23T23:41:00.001+07:00</published><updated>2008-03-23T23:44:00.713+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='LeaderShif'/><title type='text'>SIKAP SEORANG PEMIMPIN</title><content type='html'>Oleh: Nilna Iqbal &lt;br /&gt;Dikutip dari : &lt;a href="http://www.pembelajar.com/wmprint.php?ArtID=1153"&gt;http://www.pembelajar.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebagian kita adalah pemimpin bagi sebagian yang lain.&lt;br /&gt;Jika Anda punya satu orang anggota saja, maka Anda adalah seorang pemimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bukunya yang amat terkenal, Mengembangkan Kepemimpinan di Dalam Diri Anda, John C. Maxwell berkata, “Mengubah pemimpin berarti mengubah organisasi. Menumbuhkan pemimpin, menumbuhkan organisasi.”&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; Artinya? Perusahaan atau organisasi tidak akan berubah dan tidak akan berjalan ke arah yang dicita-citakan, apabila para pemimpinnya sendiri, di bagian apa pun, tidak berubah dan tidak tumbuh. Sebuah organisasi tidak bisa tumbuh di luar sampai para pemimpinnya sendiri tumbuh di dalam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seluruh unit kepemimpinan berubah secara positif, maka pertumbuhan organisasi atau perusahaan akan terjadi secara otomatis. Pemimpin yang lemah sama dengan organisasi yang lemah. Pemimpin yang kuat sama dengan organisasi yang kuat. Segala-galanya akan naik atau turun, sesuai dengan kekuatan kepemimpinan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mungkin juga bisa sepakat bahwa perbedaan antara perusahaan yang baik dengan perusahaan yang hebat juga adalah kepemimpinan. Apakah Anda bersedia jadi pemimpin yang hebat? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaratnya, mau berubah! Apa ada pemimpin yang menolak perubahan? Banyak…! Perlawanan terhadap perubahan adalah sesuatu yang universal sifatnya, menyerang semua kelas dan budaya. Sekalipun sudah ditunjukkan berbagai fakta kebenaran dan bukti nyata, tetap saja banyak pemimpin yang tidak mau mengubah sikap dan pikirannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maxwell mengambil sebuah kisah yang amat menarik tentang Henry Ford yang gagal memimpin dunia otomotif lantaran ia tidak mau berubah, seperti yang dilukiskan dalam biografi Robert Lacy yang laris, Ford: The Man and the Machine. Lacy mengatakan Ford adalah orang yang begitu mencintai mobil model T yang diciptakannya sehingga ia tidak mau mengubah satu baut pun pada mobil itu. Dia bahkan mendepak William Knudsen, karena Knudsen berpikir dia melihat kemerosotan Model T. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu terjadi tahun 1912, ketika Model T baru berumur empat tahun dan sedang berada di puncak popularitasnya. Saat itu Ford baru saja kembali dari perjalanan pesiar di Eropa, dan dia pergi ke garasi Highland Park, Michigan, dan melihat rancangan baru yang diciptakan Knudsen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para montir yang ada di sana mencatat bagaimana Ford sesaat menjadi mata gelap. Dia memandangi kilatan cat merah pada versi Model T yang rendah yang dianggapnya sebagai versi yang buruk dari rancangan Model T yang disayanginya. “Ford memasukkan tangan ke dalam sakunya, dan dia berjalan mengelilingi mobil tiga atau empat kali,” kata para saksi mata menceritakan. “Itu adalah mobil empat pintu, dan atapnya diturunkan. Akhirnya, dia pergi ke sisi kiri mobil, dan dia mengeluarkan tangannya, memegang pintu, dan gubrak! Dia merenggutkan pintu sampai copot! … Bagaimana orang itu melakukannya, saya tidak tahu! Dia melompat masuk, dan gubrak! Copot pula pintu lainnya. Hancurlah kaca depan. Dia melompat ke jok belakang dan mulai memukuli atap. Dia merobek atap dengan tumit sepatunya. Dia menghancurkan mobil sebisa-bisanya.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Knudsen keluar dan pergi ke General Motors. Henry Ford terus memelihara Model T. Tetapi perubahan desain dalam model pesaing membuatnya menjadi lebih kuno daripada yang diakuinya. Kendati General Motor mengancam akan mendahului Ford, sang pencipta tetap menginginkan kehidupan membeku di tempatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh berikut pun cukup menarik. Selama berabad-abad orang percaya bahwa Aristoteles benar, dengan teorinya: bahwa semakin berat suatu benda, semakin cepat benda itu jatuh ke tanah. Pada waktu itu Aristoteles dipandang sebagai pemikir terbesar sepanjang zaman dan karena itu tentu saja dia tidak mungkin salah. Padahal yang diperlukan hanyalah seorang yang berani untuk mengambil dua buah benda, yang satu berat dan lainnya ringan, lalu menjatuhkannya dari ketinggian yang cukup untuk melihat apakah benda yang berat memang jatuh lebih dahulu atau tidak. Tetapi saat itu tidak ada orang yang tampil ke depan sampai hampir 2000 tahun setelah kematiannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1589, Galileo memanggil para profesor yang terpelajar ke landasan Menara Miring Pisa. Kemudian dia naik ke puncak dan mendorong jatuh dua buah beban, yang satu seberat sepuluh pon dan yang lainnya satu pon. Hasilnya, keduanya ternyata mendarat pada saat yang sama! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa kata para profesor? Karena mereka tetap yakin dengan kekuatan kebijaksanaan konvensional yang demikian kokoh bersemayam dalam diri mereka, para profesor itu tetap menyangkal apa yang mereka lihat. Mereka tetap mengatakan bahwa Aristoteles benar, lalu lemparkan Galileo ke penjara dan melewatkan sisa hidupnya dalam tahanan rumah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya, masih adakah sesuatu yang begitu kuat Anda yakini sehingga sekalipun sudah berulang kali diperlihatkan fakta-fakta betapa pentingnya kita segera berubah, tetap saja Anda tidak mau berubah? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itulah, Howard Hendrick, dalam Teaching to Change Lives mengingatkan: Kalau Anda ingin terus memimpin, maka Anda harus berubah. Begitu para pemimpin secara pribadi mau berubah dan mulai melakukannya, maka segala sesuatu yang berada dalam tanggung jawabnya pasti segera berubah. Para pemimpin adalah motor perubahan, dan karena itu ia harus berada di depan untuk menggerakkan perubahan dan mendorong pertumbuhan serta menunjukkan jalan untuk mencapainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi terkadang ada pula sebagian pemimpin kita yang mungkin berperilaku seperti Lucy dalam kartun “Peanuts”. Sambil menyandar ke pagar ia berkata pada Charlie Brown, “Saya ingin mengubah dunia.” Charlie bertanya, “Darimana kamu akan memulai?” Lucy menjawab, “Saya akan mulai dengan kamu!” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pemimpin yang ada di seluruh bagian perusahaan di mana pun ia berada, harus mampu menjadi motor perubahan. “Mereka harus lebih menjadi termostat daripada termometer,” kata Maxwell, dalam bukunya Mengembangkan Kepemimpinan di Sekeliling Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa bedanya? Kedua alat ini memang sama-sama bisa mengukur panas, tapi ada bedanya. Termometer bersifat pasif. Ia hanya mencatat suhu lingkungan tetapi tidak bisa melakukan apa pun untuk mengubah lingkungan. Termostat adalah alat yang aktif. Alat ini menentukan akan menjadi apa sebuah lingkungan. Termostat mempengaruhi perubahan supaya bisa menciptakan iklim. Pemimpin yang baik, mampu menjadi motor perubahan yang menciptakan iklim yang kondusif bagi pertumbuhan cita-cita perusahaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan Apa?&lt;br /&gt;John C. Maxwell dalam buku The Winning Attitude menggambarkan, “Orang berubah ketika mereka cukup sakit sehingga harus berubah; cukup belajar sehingga ingin berubah; cukup menerima sehingga mereka bisa berubah.” Karena itu para pemimpin perlu mengenali siapa-siapa saja orang-orangnya yang berada dalam salah satu dari tiga tahap ini. Sedangkan para pemimpin puncak akan menciptakan suasana yang menyebabkan salah satu dari tiga hal ini terjadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang pertama dan utama sekali perlu diubah oleh para pemimpin, sehingga ia mampu menciptakan suasana yang akan mendorong orang lain ikut berubah? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maxwell, mengajarkan:&lt;br /&gt;Pertama, pemimpin harus mengembangkan kepercayaan dengan orang lain. Kalau anggota tim percaya kepada pemimpin, itu sudah lumayan hebat. Akan tetapi jauh lebih hebat lagi jika justru pemimpin yang percaya kepada para anggotanya. Bila ini benar-benar terjadi, kepercayaan adalah hasilnya, maka semua pun akan mengikuti. Abraham Lincoln berkata, “Kalau Anda ingin merebut hati seseorang agar mendukung perjuangan Anda, mula-mula yakinkan dia bahwa Anda sahabatnya yang sejati. Lalu selidikilah apa yang ingin dicapainya.” Ujian praktis bagi seorang pemimpin adalah pertanyaan, “Bagaimana hubungan Anda dengan para pengikut Anda?” Kalau hubungannya positif, maka pemimpin itu telah siap untuk mengambil langkah-langkah berikutnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, pemimpin harus membuat perubahan pribadi pada dirinya sendiri, sebelum meminta orang lain berubah. Para pemimpin sukses bukan hanya mengatakan apa yang harus dilakukan, mereka memperlihatkannya! Orang meniru apa yang mereka lihat dari sang pemimpin. Apa yang dihargainya akan dihargai pula oleh anak buahnya. Tujuan pemimpin menjadi tujuan mereka. Lee Iacocca berkata, “Kecepatan bos adalah kecepatan tim.” Kita perlu ingat bahwa kalau orang mengikuti kita, mereka hanya bisa pergi sejauh kita pergi. Kalau pertumbuhan kita berhenti, kemampuan kita untuk memimpin pun akan berhenti. Karena itu mulailah belajar dan tumbuh sejak hari ini, maka lihatlah mereka yang ada di sekeliling Anda, mereka pun ternyata tumbuh dan berubah. Ambil contoh saja, mulailah menghilangkan sikap takut mengatakan hal-hal yang tidak ingin didengar oleh atasan Anda. Sebagai pemimpin Anda harus melaporkan dan menyampaikan apa yang perlu anda laporkan, bukan apa yang sebaiknya dilaporkan. Lalu rangsanglah anggota organisasi anda untuk berani pula menyampaikan apa yang perlu Anda dengar, bukan apa yang ingin anda dengar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, perlihatkan kepada tim anda bagaimana perubahan itu sebenarnya akan sangat menguntungkan bagi mereka. Sebab perubahan yang sedang kita lakukan saat ini adalah jalan terbaik bagi seluruh pihak, demi masa depan semua orang, bukan bagi Anda sebagai pimpinannya. Kepentingan orang banyak itulah yang harus didahulukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, beri mereka andil kepemilikan atas perubahan itu. Kalau orang kurang ikut memiliki suatu gagasan, mereka biasanya menentangnya, bahkan seandainya pun gagasan itu sebetulnya untuk kepentingan mereka yang terbaik! Pemimpin yang bijaksana memungkinkan pengikut bisa memberikan masukan dan menjadi bagian dari proses perubahan. Tanpa rasa memiliki ini, perubahan hanya akan berjangka pendek. Mengubah kebiasaan dan cara berpikir orang banyak seperti menulis perintah di atas salju dalam badai. Setiap duapuluh menit perintah harus ditulis kembali, kecuali kalau kepemilikan diberikan bersama dengan perintah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, kata Trusell dalam Helping Employees Cope with Change: A Manager’s GuideBook, “Tunjukkan kepada orang lain bagaimana perubahan akan menguntungkan mereka. Mintalah mereka untuk berperan serta dalam semua tahap proses perubahan. Bersikaplah lentur, terbuka, dan bisa menyesuaikan diri sepanjang proses perubahan. Akuilah kesalahan dan buatlah perubahan kalau sesuai dengan keadaan. Doronglah setiap anggota tim untuk membicarakan perubahan. Mintalah pertanyaan, komentar, dan umpan balik mereka. Tunjukkan keyakinan anda atas kemampuan mereka untuk melaksanakan perubahan. Akhirnya jangan lupa berilah selalu antusiasme, bantuan, penghargaan, dan pengakuan kepada mereka yang melaksanakan perubahan.”[ni] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Nilna Iqbal adalah alumni Jurusan Astronomi ITB. Saat ini, kelahiran 8 Mei 1967 ini menekuni pekerjaanya sebagai penulis, trainer, dan entrepreneur. Nilna tercatat pernah aktif sebagai anggota redaksi sejumlah media serta mendapat tiga penghargaan penulisan tingkat nasional dari 1990-1992. Ia dapat dihubungi di: nilnaiqbal@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7425885569806564661-269275710018876477?l=diedik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diedik.blogspot.com/feeds/269275710018876477/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7425885569806564661&amp;postID=269275710018876477&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/269275710018876477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/269275710018876477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diedik.blogspot.com/2008/03/sikap-seorang-pemimpin.html' title='SIKAP SEORANG PEMIMPIN'/><author><name>Die-dit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12589251714219344561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/R4MBvfhVreI/AAAAAAAAAHw/iEI_ekT2kOo/S220/ABCD0018.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7425885569806564661.post-2158958011363392955</id><published>2008-03-23T23:32:00.001+07:00</published><updated>2008-03-23T23:36:59.629+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='LeaderShif'/><title type='text'>Menjadi Pemimpin Sejati</title><content type='html'>By Andrew Ho&lt;br /&gt;Dikutip dari : &lt;a href="http://www.andrewho-uol.com/artikel.php?id=34"&gt;http://www.andrewho-uol.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Seorang pemimpin adalah seseorang yang melihat lebih banyak dari pada yang dilihat orang lain, yang melihat lebih jauh dari pada yang dilihat orang lain, dan yang melihat sebelum yang lainnya melihat."&lt;br /&gt;Levoy Eims, penulis buku Be The Leader You Were Meant To Be.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; Levoy Eims mencoba memberikan gambaran tentang seorang pemimpin sejati. Kita semua sangat membutuhkan seorang pemimpin sejati guna membangun budaya positif, kemajuan dan prestasi dalam berbagai bidang kehidupan; misalnya dalam bisnis, organisasi atau sosial masyarakat. Melalui kisah tentang dua orang penjelajah kutub selatan berikut ini kita akan mencoba meneladani bagaimana sosok pemimpin sejati yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikisahkan bahwa kutub utara telah berhasil ditahklukkan pada tanggal 6 April 1909 oleh kelompok penjelajah pimpinan Robert E. Peary (1856-1920) asal Amerika. Berita tentang keberhasilan penjelajahan tersebut segera tersebar ke seluruh penjuru dunia. Dua orang diantaranya tertarik untuk menahlukkan kutub selatan, yaitu Roald Amundsen (1872-1928) dari Norwegia dan seorang pejabat angkatan laut Inggris, Kapten Robert Falcon Scott.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua orang tersebut berkeinginan untuk mencapai kutub selatan dari rute yang berbeda. Dikisahkan bahwa tim penjelajah dibawah pimpinan Roald Amundsen berhasil mencapai kutub selatan pada tanggal 14 Desember 1911, atau satu bulan lebih cepat dari tim penjelajah pimpinan Robert Falcon Scott. Selanjutnya tim penjelajah pimpinan Amundsen berhasil kembali pulang dengan selamat. Sedangkan berita menyedihkan datang dari tim penjelajah pimpinan Scott, karena semua anggota tim termasuk dirinya sendiri tewas dalam perjalanan pulang dari kutub selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa dapat terjadi, dua tim yang sama-sama menghadapi tantangan berat selama menembus kutub selatan mencapai hasil yang bertolak belakang? Banyak kalangan menilai bahwa kegagalam tim Scott maupun keberhasilan tim Amundsen sangat ditentukan oleh pola kepemimpinan masing-masing diantara mereka. Dari sanalah kita mencoba mencermati bagaimanakah pola kepemimpinan masing-masing diantara mereka untuk mengetahui apakah mereka termasuk pemimpin yang ideal atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Inggris, Scott dikenal mempunyai kemampuan memimpin yang luar biasa. Visi dan misi yang ingin ia capai bersama tim penjelajah juga jelas, yaitu mencapai kutub selatan dan pulang dengan membawa keberhasilan. Untuk mencapai visi dan misi tersebut ia juga melakukan berbagai persiapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diceritakan bentuk persiapan Scott antara lain adalah menyediakan sebuah kereta luncur bermesin ditambah dengan beberapa ekor anak kuda. Ia bersama timnya juga menyediakan pos-pos persediaan makanan di sepanjang rute yang akan mereka lalui. Tetapi bagaimana kelanjutan kisah mereka dan penyebab utama sehingga semua anggota tim termasuk Scott sendiri tewas dalam perjalanan pulang dari kutub selatan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua kisah dan kendala yang harus mereka hadapi terungkap dalam surat-surat tulisan Scott yang diketemukan di dalam tubuhnya beberapa bulan setelah kematiannya. Surat-surat tersebut kemudian disimpan oleh Philippa Scott, putra tunggal Scott. Philippa Scott yang meninggal dunia pada tahun 1989 itu menghadiahkan surat-surat milik Scott kepada Scott Polar Research Institute di Universitas Cambridge.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Scott Polar Research Institute di Universitas Cambridge memamerkan surat-surat Scott kepada khalayak umum pada tanggal 17 Januari 2007. Dalam surat tersebut diketahui bahwa kendala serius mulai muncul ketika kereta luncur bermesin itu rusak pada hari ke-5 penjelajahan dimulai. Scott menulis bahwa cadangan tenaga dari anak-anak kuda tak lagi dapat diandalkan. Pasalnya, anak-anak kuda itu tak mampu bertahan dalam cuaca dingin, sehingga anggota tim Scott terpaksa membunuh anak-anak kuda itu di kaki gunung Transantarctic.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu semua anggota tim terpaksa bahu-membahu menarik kereta luncur seberat 200 pon. Sementara pos-pos persediaan makanan yang sudah dipersiapkan ternyata lokasinya sangat sulit dijangkau. Tim Scott benar-benar kesulitan menemukan pos-pos makanan itu. Sehingga tenaga mereka terkuras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan cuaca yang sangat dingin menyebabkan stamina tim penjelajah pimpinan Scott menurun drastis. Terlebih mereka kurang memperhitungkan kesiapan peralatan penjelajahan, terutama kaca mata. Tak mengherankan jika dalam penjelajahan tersebut anggota tim Scott mengalami kendala kesehatan serius, misalnya; dehidrasi, mata hampir buta, kedinginan, kelaparan, dan keracunan dalam darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, Amundsen sebagai pemimpin juga mempunyai visi yang jelas dan tidak berbeda dengan visi yang ingin dicapai tim Scott. Bedanya, Amundsen melakukan perencanaan yang sangat teliti dan persiapan yang matang, termasuk mempelajari metode-metode kaum Eskimo serta penjelajah Arctic lain yang sudah berpengalaman. Salah satu bentuk persiapan mereka antara lain adalah kereta luncur yang ditarik oleh beberapa ekor anjing. Kekuatan anjing-anjing itu dalam sehari maksimal hanya 6 jam atau sekitar 20 mil perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim pimpinan Amundsen juga menyiapkan pos-pos yang menyediakan makanan dan minuman cukup banyak dan lokasinya mudah dijangkau. Dengan demikian, tim Amundsen tidak kesulitan mendapatkan persediaan makanan di sepanjang perjalanan. Lagipula mereka tak perlu membawa beban terlalu berat. Selain itu, Amundsen melengkapi timnya dengan peralatan penjelajahan terbaik dan lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sana kita dapat melihat bahwa sudah menjadi tugas pemimpin untuk menentukan arah tim atau organisasi yang ia pimpin. John C. Maxwell mengatakan, "Ibaratnya siapapun dapat mengemudikan kapal, namun hanya pemimpin yang dapat menentukan arahnya." Sosok pemimpin seperti Amundsen maupun Scott sebenarnya sudah mampu memainkan peran mereka sebagai pimpinan, terbukti mereka berdua sudah mampu merumuskan visi dan misi yang hendak mereka capai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi seorang pemimpin tak hanya perlu menciptakan visi dan misi, melainkan merumuskan realita yang ada, termasuk kekurangan dan kekuatan yang ada dalam tim, organisasi, negara dan lain sebagainya. Selain itu, seorang pemimpin ideal akan sangat menghargai perbedaan maupun kekurangan masing-masing fungsi sekaligus menciptakan harmonisasi sehingga elemen-elemen yang ada saling mensinergi kemajuan. Seorang pemimpin juga dituntut untuk peka dan mampu memperhitungkan segenap potensi yang ada untuk menciptakan pertumbuhan dan merealisasikan visi dan misinya menjadi kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Scott tidak mempunyai kualitas sebagai pemimpin ideal sebagaimana disebutkan di alenia di atas. Ia tidak peka dan tidak mampu mengharmoniskan potensi yang ada di dalam timnya untuk mencapai visi dan misi. Dikisahkan sesaat sebelum berangkat, Scott secara sepihak memutuskan menambah satu orang, yaitu rekannya sendiri, kedalam tim penjelajahan menjadi 5 orang. Padahal bekal ketersediaan bahan makanan tim tersebut hanya cukup untuk 4 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun mereka berhasil mencapai kutub selatan pada tanggal 17 Januari 1912, tetapi kondisi kesehatan para anggota tim Scott sangat lemah dan kelaparan. Melihat kondisi seperti itupun Scott masih berkeras agar timnya membawa pulang 30 pon spesimen geologi. Tindakan Scott itu jelas semakin membebani para anggota timnya, sekaligus membuktikan bahwa ia bukanlah pemimpin yang cukup peka. Padahal kepekaan terhadap kerinduan, keinginan, harapan dan kemauan para anggota tim merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan dalam memimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan Scott yang tidak peka benar-benar fatal hingga menewaskan semua anggota tim termasuk dirinya sendiri. Dalam sebuah cacatan harian, Scott menuliskan penyesalannya, "It is a terrible disappointment, and I am very sorry for my loyal companions. – Ini merupakan kekecewaan yang begitu dalam, dan saya sangat menyesalkan tindakan saya terhadap rekan-rekan yang sudah begitu setia (para anggota dalam tim penjelajahannya)." Tragedi yang menimpa semua anggota tim diakibatkan Scott lebih mengutamakan egonya sendiri. Hal itu mencerminkan ketidakmampuan Scott menjadi pemimpin sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan tentang kualitas pemimpin ideal sebenarnya senada dengan pendapat Patricia Patton, seorang konsultan profesional. "It took a heart, soul and brains to lead a people ……, - Untuk memimpin orang lain dibutuhkan totalitas pengabdian dengan segenap hati, jiwa, dan pikiran," katanya. Dengan demikian seorang pemimpin sejati tak hanya harus memiliki kecerdasan intelektual, melainkan kecerdasan emosional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daniel Goleman kemudian mengelompokkan tipe pemimpin kedalam 6 golongan, yaitu visionary (memiliki visi), coaching (mendidik), affiliate (mengedepankan keharmonisan dan kerja sama), democratic (menghargai pendapat orang lain), pacesetting (memberikan contoh dan tindakan), commanding (tegas dan berani mengambil resiko). Namun tipe pemimpin paling ideal menurutnya adalah mereka yang mampu menerapkan ke-6 tipe tersebut sesuai dengan kebutuhan secara benar dan tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini kualitas pemimpin sejati dianggap sebagai bakat yang tumbuh dalam diri seseorang secara alamiah. Tetapi sebenarnya kemampuan menjadi pemimpin sejati dapat dilatih, khususnya untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, berpikir dan bertindak positif, membangun jaringan dan kerjasama, menetapkan target-target, berempati, dan lain sebagainya. Artinya, siapapun dapat tampil sebagai pemimpin sejati yang menjadi dambaan semua orang dan berperan siginifikan sebagai pelopor untuk membangun kehidupan kita semua, asalkan ada kemauan dan upaya yang sungguh-sungguh untuk melatih diri misalnya melalui seminar, pelatihan, belajar dari pemimpin yang sukses maupun sejarah kebijakan mereka dan lain sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7425885569806564661-2158958011363392955?l=diedik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diedik.blogspot.com/feeds/2158958011363392955/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7425885569806564661&amp;postID=2158958011363392955&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/2158958011363392955'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/2158958011363392955'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diedik.blogspot.com/2008/03/menjadi-pemimpin-sejati.html' title='Menjadi Pemimpin Sejati'/><author><name>Die-dit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12589251714219344561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/R4MBvfhVreI/AAAAAAAAAHw/iEI_ekT2kOo/S220/ABCD0018.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7425885569806564661.post-3542991904789587872</id><published>2008-03-23T23:26:00.001+07:00</published><updated>2008-03-23T23:29:03.621+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivations'/><title type='text'>Persiapan Menghadapi Tantangan Kehidupan</title><content type='html'>By Andrew Ho&lt;br /&gt;Dikutip dari : &lt;a href="http://www.andrewho-uol.com/artikel.php?id=57"&gt;http://www.andrewho-uol.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“When life hand you a lemon, squeeze it and make lemonade.”&lt;br /&gt;— W. Clement Stone. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantangan begitu identik dengan kehidupan manusia. Pemanasan global adalah topik yang sedang hangat bila kita berbincang tentang tantangan. Sebelum betul-betul menjadi bencana besar bagi seluruh umat manusia, berbagai upaya sudah dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut. Salah satunya adalah diselenggarakannya Konferensi UNFCCC di P. Bali, yang mendesak kesadaran masyarakat dunia untuk memelihara kelestarian alam, diantaranya tidak menggunduli hutan, bertanggung jawab terhadap pengolahan limbah, reboisasi, mengurangi polusi udara dan lain sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; Tantangan yang tidak kalah berat di negri kita adalah bencana alam, diantaranya banjir, gempa, gunung meletus, tanah longsor dan lain sebagainya. Banjir di Jakarta 1 Februari 2008 misalnya, itu sangat merepotkan, menyebabkan kerugian dan pemborosan besar-besaran, karena macet dimana-mana dan kegiatan ekonomi tentu juga terhambat. Banyak waktu terbuang sia-sia. Saya merupakan salah satu diantara ribuan warga Jakarta yang terperangkap di jalanan puluhan jam karena macet luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantangan lainnya adalah gejolak ekonomi di seluruh belahan dunia, antara lain disebabkan oleh kenaikan harga minyak mentah yang menggila. Masalah tersebut menimbulkan iklim bisnis yang suram di dunia termasuk di Indonesia. Kelesuan ekonomi mengancam kelangsungan usaha. Akibatnya banyak perusahaan mengurangi produksi atau bahkan bangkrut, lalu mengurangi jumlah karyawan. Akibatnya persaingan kerja semakin tinggi, karena jumlah pengangguran semakin banyak sedangkan peluang kerja semakin sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu BBM industri sudah naik per 1 Maret 2008. Sementara di tengah daya beli masyarakat yang menurun, harga kebutuhan pokok termasuk minyak goreng dan minyak tanah juga terus merangkak naik. Masalah ekonomi semakin menghimpit kehidupan masyarakat, selanjutnya memicu kriminalitas dan masalah sosial lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat sekarang bangsa Indonesia akan segera menyongsong perhelatan pemilihan presiden dan wakilnya tahun depan (2009). Situasi politik di Indonesia akan menghangat. Tentu saja kita berharap semoga proses menuju perhelatan akbar itu tidak diwarnai teror bom dan kerusuhan seperti di Pakistan dan Nigeria, agar tidak ikut menambah panjang tantangan yang harus kita hadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantangan akan terus bermunculan di belahan dunia manapun. Semakin hari tantangan tersebut akan meningkat seiring berjalannya waktu dan gejolak di dunia yang penuh ketidakpastian. Sehingga kita harus segera melakukan langkah-langkah konstruktif, sebab semakin lama tantangan yang harus kita hadapi bukan semakin mudah. Segera lakukan sesuatu agar tidak menjadi korban dari tantangan kehidupan melainkan menjadi pemenang karena berhasil melampaui tantangan tersebut dengan baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah penting pertama yang harus segera kita lakukan menghapuskan kata frustasi dalam kamus kehidupan. Jika Anda harus berhadapan dengan kegagalan atau kepedihan yang secara positif disebut dengan tantangan, maka luangkan waktu sejenak untuk mengevaluasi kesalahan yang mungkin Anda lakukan. Kemudian segeralah bangkit. &lt;br /&gt;Boleh saja Anda berduka karena tantangan yang harus Anda hadapi. Tetapi jangan membiarkan diri Anda terkalahkan olehnya. “If you are not committed to getting better at what you are doing, you are bound to get worse. – Jika Anda tidak berkomitmen untuk mengerjakan tanggung jawab Anda dengan lebih baik, maka Anda selamanya Anda akan terperangkap dan kian terpuruk,” kata Pat Riley dalam bukunya yang berjudul The Winner Within. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petiklah manfaatnya dengan menjadikan tantangan tersebut sebagai motivasi untuk memperbaiki diri, meliputi memperbaiki pola pikir, sikap, meningkatkan kekuatan spiritual, etos kerja, kemampuan dan lain sebagainya. “Jangan berharap sesuatu yang lebih baik, berharaplah Anda yang lebih baik,” kata Jim Rohn. Bila hal itu Anda lakukan, maka dalam jangka waktu tertentu Anda akan mampu mengerjakan suatu pekerjaan atau peluang baru dengan lebih baik dan mental yang lebih kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu segera manfaatkan setiap kesempatan untuk meningkatkan kemampuan dan ilmu pengetahuan. Sebuah pepatah mengatakan, “The future belongs to the competent. – Masa depan adalah milik mereka yang mempunyai keahlian lebih baik.” Orang-orang yang berilmu dan mempunyai keahlian lebih mampu menjelang masa depan gemilang. Karena di tengah badai tantangan sekalipun mereka dapat bersikap optimis dan kreatif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu contoh sebut saja Roy Wibisono, seorang peneliti sekaligus pengusaha keramik di Semarang-Jawa Tengah. Di tengah himpitan tekanan ekonomi seperti sekarang, usaha keramik yang ia tekuni justru makin berkibar. Daya kreatifitasnya memanfaatkan lumpur Porong Lapindo dan pasir dari letusan Gunung Merapi menghasilkan karya keramik yang unik dan bernilai jual tinggi. Siapa yang mengira bahwa apa yang disebut sebagai bencana dapat menjadi sumber penghasilan yang prospektif di tangan Roy Wibisono dengan ilmu pengetahuan dan kreatifitas yang dimilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan langkah lain yang harus Anda lakukan adalah mengontrol pengeluaran. Sebesar apapun penghasilan Anda tidak akan pernah cukup jika Anda bergaya hidup konsumtif. Ciptakan kesadaran untuk tidak berhutang. Gunakan kartu kredit hanya untuk kebutuhan mendesak, bukan untuk komsumtif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, belajarlah untuk menabung dan investasi. Sisakan minimal 20% dari total pendapatan setiap bulan. Kemudian tingkatkan terus jumlah tabungan dan investasi Anda karena tindakan tersebut dapat memberikan keuntungan dalam jangka panjang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain merencanakan keuangan untuk hari depan, pikirkan pula perlindungan terhadap kesehatan. Sisihkan sebagian kecil dari uang Anda untuk menjamin semua biaya pengobatan di kemudian hari. Dengan cara demikian Anda akan mendapatkan manfaat yang sangat besar di masa depan dan hidup lebih nyaman di hari tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup bersahaja adalah pilihan yang sangat bijaksana di tengah harga semua kebutuhan pokok semakin mahal. Hidup lebih sehat meskipun Anda tetap mempertahankan pola kesederhanaan. Selain mengurangi pengeluaran, hidup bersahaja sangat efektif untuk menjaga harta dan keselamatan Anda, karena tidak akan menyebabkan kecemburuan sosial yang dapat memicu tindak kriminal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara garis besar, kunci keberhasilan menghadapi tantangan kehidupan yang semakin berat adalah bersikap optimis, atau memupuk ketahanan mental. Kalau dalam peribahasa Tionghoa dikatakan, “Nian nian nan guo, nian nian guo.” Artinya kehidupan setiap tahun akan semakin sulit, tetapi dengan ketabahan semua tantangan itu akan dapat dilalui dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara di tengah tantangan itu kita juga harus bertindak lebih bijaksana dan berhati-hati. Perhitungkan segala tindakan hanya untuk mencapai manfaat hingga jangka panjang. “You must have long term goals to keep you from being frustrated by short term failures. – Kamu harus punya tujuan jangka panjang untuk menghindarkan dirimu dari frustasi terhadap kegagalan jangka pendek,” kata Charles Sherwood Noble (1873-1957), seorang mantan tuan tanah yang jatuh pailit tetapi berhasil bangkit dan membangun kesuksesan kembali 1 tahun kemudian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7425885569806564661-3542991904789587872?l=diedik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diedik.blogspot.com/feeds/3542991904789587872/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7425885569806564661&amp;postID=3542991904789587872&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/3542991904789587872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/3542991904789587872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diedik.blogspot.com/2008/03/persiapan-menghadapi-tantangan.html' title='Persiapan Menghadapi Tantangan Kehidupan'/><author><name>Die-dit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12589251714219344561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/R4MBvfhVreI/AAAAAAAAAHw/iEI_ekT2kOo/S220/ABCD0018.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7425885569806564661.post-6696925461357277578</id><published>2008-03-23T23:19:00.001+07:00</published><updated>2008-03-23T23:21:59.439+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivations'/><title type='text'>Religious Aspects of Hypnosis</title><content type='html'>Dikutip dari : &lt;a href="http://www.adiwgunawan.com/awg.php?co=p5&amp;mode=detil&amp;ID=120"&gt;http://www.adiwgunawan.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pembaca, sebenarnya sudah lama saya ingin sekali menulis artikel ini. Namun karena kesibukan dan fokus saya yang lagi nggak “in” dengan topik ini maka saya menundanya. Keinginan ini muncul lagi saat baru-baru ini saya bertemu dengan seorang kawan yang dengan begitu haqul yakin dan mantap mengatakan bahwa hipnosis adalah ilmu sesat dan dilarang agama.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; Nah, apa yang saya tulis di artikel ini merupakan intisari dari edukasi dan diskusi yang saya lakukan dengan kawan saya ini. Setelah mendengar ulasan saya panjang lebar akhirnya kawan saya ini berhasil saya “sesatkan” kembali ke jalan yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, pembaca, “Apa sih hubungan antara agama dan hipnosis?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, saya akan menjelaskan terlebih dahulu definisi hipnosis. Biar kita ada dasar pijakan berpikir yang sama. Ada banyak definisi yang diberikan oleh masing-masing pakar. Namun definisi yang paling banyak digunakan saat ini, yang merupakan definisi resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah Amerika yaitu “Hypnosis is the bypass of the critical factor of conscious mind and the establishment of the acceptable selective thinking” atau Hipnosis adalah penembusan faktor kritis pikiran sadar dan diterimanya pemikiran tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi di atas sama sekali tidak menyinggung “ilmu” atau “kekuatan” yang ditakutkan oleh kebanyakan orang. Jadi, hipnosis sebenarnya sangat sederhana. Saat terjadi penembusan critical factor dan diterimanya suatu pemikiran (baca: sugesti, ide, atau afirmasi) tertentu maka pada saat itu telah terjadi hipnosis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga yang mengatakan bahwa hipnosis itu sama dengan tidur. Inipun tidak tepat. Memang, saat seseorang dalam kondisi hipnosis maka ia akan tampak seperti orang tidur. Namun aktivitas mental yang terjadi sangat berbeda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata “hypnosis” pertama kali digunakan oleh James Braid pada tahun 1842 . Kata ini berasal dari bahasa Yunani, Hypnos, yang sebenarnya adalah nama dewa tidur. James Braid semula berpikir hipnosis sama dengan tidur. Namun setelah ia memahami dengan benar bahwa kondisi hipnosis tidak sama dengan tidur, saat ia menyadari bahwa justru dalam kondisi hipnosis seseorang akan sangat fokus pada satu ide atau pemikiran, pada tahun 1847 ia mencoba mengganti kata hypnosis dengan mono-ideaism.  Namun istilah hypnosis telah terlanjur populer dan terus digunakan hingga saat ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, tidak benar jika saat dalam kondisi hipnosis pikiran seseorang bisa dikuasai, ditaklukkan, atau tidak sadar. Justru dalam kondisi hipnosis pikiran seseorang menjadi sangat fokus dengan intensitas yang sangat tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap upaya masuk ke kondisi hipnosis, baik itu waking hypnosis, self hypnosis, atau hetero-hypnosis, pasti mempunyai tiga komponen. Pertama, orang yang melakukan hipnosis harus mempunyai otoritas, atau paling tidak dipandang sebagai figur otoritas di bidangnya. Ini adalah langkah awal untuk menembus atau membuka celah di critical factor pikiran sadar. Setelah berhasil, dibutuhkan komponen kedua untuk membuat critical factor bersedia menerima informasi yang akan disampaikan. Critical factor akan bertanya, “Mengapa ini bisa bekerja?” Untuk bisa membuat critical factor “puas” maka digunakan salah satu dari tiga otoritas informasi berikut, yaitu doktrin, paradigma (teori atau model) dan trans-logic. Setelah itu baru komponen ketiga digunakan yaitu message unit overload atau membanjiri pikiran dengan sangat banyak unit informasi sehingga pikiran menjadi overload. Saat terjadi overload maka secara alamiah kita masuk dalam mode fight (lawan) atau flight (lari). Jika subjek melakukan fight (melawan) maka ia tidak bisa masuk ke kondisi hipnosis. Saat subjek memutuskan untuk flight (lari) maka saat itu ia akan “masuk” ke dalam pikirannya, melarikan diri dari serbuan unit informasi yang begitu banyak, dan ia masuk ke kondisi hipnosis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi hipnosis adalah kondisi alamiah pikiran manusia. Nggak percaya? Pernahkah anda saat mencari sesuatu, katakanlah kunci mobil anda, sudah anda cari ke mana-mana tapi tetap nggak ketemu. Padahal kunci mobil itu tepat berada di depan anda? Pasti pernah mengalami hal seperti ini, kan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah anda apa yang terjadi? Yang terjadi adalah anda mengalami negative visual hallucination. Benda yang dicari ada namun anda tidak bisa melihatnya. Dan tahukah anda bahwa saat anda mengalami hal ini, anda sebenarnya berada dalam kondisi very deep trance. Jika menggunakan Davis Husband Scale, dari 30 level kedalaman trance, anda berada di level 29. Ck…ck…ck… luar biasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau anda mungkin pernah, saat mandi, tiba-tiba merasakan perih di lutut anda. Setelah anda lihat ternyata lutut anda lecet tergores sesuatu. Mengapa baru saat mandi anda merasakannya? Mengapa saat terluka anda sama sekali tidak merasakannya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya sederhana sekali. Saat lutut anda tergores atau terluka pikiran ada sedang sangat fokus pada sesuatu. Saat itu anda sedang dalam kondisi hipnosis yang dalam. Terjadi pain blocking. Anda tidak merasakan sakit sama sekali. Fenomena ini, bila kita tahu caranya, tentunya dengan kondisi hipnosis, dapat dengan sangat mudah diciptakan.  Jadi, tidak ada yang aneh atau mistik dalam hal ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau mungkin anda pernah sedang membaca buku atau nonton tv, saking asyiknya (baca: fokus), anda tidak mendengar saat dipanggil oleh kawan anda. Ini juga contoh kondisi deep hypnosis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kembali ke diskusi kita mengenai hubungan agama dan hipnosis. Dengan mengacu pada definisi hipnosis, dan beberapa keterangan tambahan yang telah saya sampaikan di atas maka anda kini sadar bahwa sebenarnya semua, saya ulangi semua, agama sebenarnya telah menggunakan hipnosis untuk memengaruhi umatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita lihat praktik atau ritual agama. Kita mulai dengan bentuk bangunan ibadah. Bagaimana bentuknya? Pasti berdiri tegak, besar, dan megah. Lalu, saat kita berada di dalam bangunan ini, bagaimana bentuk dan ketinggian plafon? Apakah rendah ataukah (sangat) tinggi dan megah? Sudah tentu plafonnya tinggi dan megah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa tujuan atau efeknya terhadap diri kita? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita, secara sadar atau tidak, akan merasa kecil. Merasa tidak ada apa-apanya. Otoritas gedung ini, ditambah lagi kita tahu bahwa ini adalah tempat ibadah, membuat kita “takluk” dan “pasrah”. Lalu bagaimana dengan pemuka agama yang menyampaikan “pesan”? Dari mana mereka menyampaikan “pesan” mereka? Apakah mereka berdiri sejajar dengan umat ataukah lebih tinggi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah tentu lebih tinggi. Biasanya di atas mimbar khusus yang hanya diperuntukkan untuk orang-orang khusus. Ini juga salah satu bentuk otoritas. Begitu pikiran sadar kita melihat figur otoritas maka critical factor langsung terpengaruh dan mulai membuka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apa yang digunakan untuk komponen kedua? Benar, sekali. “Pesan” yang disampaikan itu dikutip dari kitab suci, langsung menembus critical factor, dan masuk ke pikiran bawah sadar.  “Pesan” ini biasanya dalam bentuk doktrin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan komponen ketiga, message unit overload? Caranya adalah dengan menggunakan repetisi atau emosi. Saat sesuatu “pesan” disampaikan berulang-ulang atau suatu emosi berhasil digugah dan dibuat menjadi intens, baik itu emosi positif maupun negatif, misalnya kebahagiaan karena akan masuk surga atau kengerian dan ketakutan siksa neraka, maka semua unit informasi ini membanjiri pikiran dan menciptakan kondisi overload. Menggugah emosi bisa juga dengan melalui lagu-lagu dengan irama yang lembut dengan syair yang menghanyutkan perasaan atau dengan wangi-wangian tertentu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang coba kita lihat ritual doa. Apa yang dilakukan umat sebelum berdoa? Apakah mereka akan ribut, cerita-cerita sendiri, ataukah mereka akan berlutut, diam, hening, dan memusatkan perhatian mereka pada doa yang akan diucapkan? Kondisi pemusatan perhatian ini sebenarnya adalah untuk masuk ke kondisi hipnosis, yang kalau dalam bahasa agama disebut dengan kondisi khusyuk. Setelah pikiran terpusat, hati tenang, barulah doa dibacakan atau diucapkan. Doa yang diucapkan ini sebenarnya adalah sugesti atau afirmasi. Jika doa ini diucapkan sendiri maka ia menjadi auto-suggestion melalui self hypnosis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana doa dengan hanya membaca satu atau dua ayat tertentu dan diulang-ulang? Inipun sama saja. Dengan pemusatan pikiran terhadap doa yang dibacakan akan tercipta kondisi hipnosis (baca: khusyuk). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan latihan meditasi dengan objek pernapasan? Bagaimana dengan orang yang melakukan liamkeng atau berlatih meditasi dengan fokus pada suara yang timbul akibat ketukan pada alat bantu tertentu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya sama saja. Intinya adalah adanya pemusatan perhatian atau fokus pada sesuatu objek dan adanya repetisi. Semua akan mengakibatkan kondisi overload yang akhirnya akan mengakibatkan kondisi hipnosis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang sangat ingin masuk ke kondisi khusyuk. Namun kondisi ini hanya bisa mereka capai sesekali saja. Tidak bisa diulang sesuai keinginan. Mengapa? Karena kebanyakan kita tidak mengerti mekanisme untuk masuk ke kondisi khusyuk ini. Kita selama ini hanya menggunakan cara trial and error. Ada yang bisa dengan sangat mudah menjadi khusyuk namun ia tidak bisa menjelaskan atau mengajarkan caranya kepada orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulitkah untuk menjadi fokus atau khusyuk? Sama sekali tidak. Justru bila kita tahu caranya kita bisa membuat diri kita khusyuk kapanpun dan di manapun dengan sangat mudah dan cepat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang saat berdoa, begitu khusyuknya, sampai merasakan keheningan luar biasa yang disertai perasaan gembira, bahagia, dan damai yang tak terlukiskan dengan kata-kata. Sungguh pengalaman euphoria spiritual yang sangat luar biasa. Apakah ini ada hubungan dengan kondisi hipnosis? Sudah tentu. Kondisi ini mirip sekali dengan salah satu kondisi hipnosis yang sangat dalam, yang bila kita bisa masuk ke kondisi ini, kita akan merasakan perasaan bahagia, damai, dan luar biasa “enak”. Orang yang berhasil masuk ke kondisi ini biasanya ingin seterusnya berada di kondisi ini karena begitu luar biasanya perasaan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi hipnosis jugalah yang sebenarnya digunakan untuk membentuk, membangun, dan memperkuat belief seseorang terhadap doktrin suatu agama. Saat anak masih kecil basically mereka sangat sering berada dalam kondisi hipnosis secara alamiah. Bila doktrin agama diajarkan pada saat anak masih kecil maka efeknya akan sangat kuat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena saat masih kecil, usia 0 – 3 tahun, anak belum mempunyai critical factor. Saat usia 3 tahun critical factor baru mulai terbentuk dan akan semakin menebal dan kuat pada usia 8 tahun. Critical factor akan benar-benar tebal saat usia 11 tahun dan ke atas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar doktrin benar-benar diyakini kebenarannya, dipegang dengan sangat kuat oleh seseorang maka doktrin ini harus masuk dalam bentuk belief yang dikaitkan dengan emosi yang sangat intens. Dan belief ini bila terus diperkuat , dengan berbagai repetisi, akhirnya menjadi faith atau iman. Berikut saya kutipkan definisi faith dari kamus elektronika Encarta, “Faith: belief or trust: belief in, devotion to, or trust in somebody or something, especially without logical proof” atau “Iman: kepercayaan pada, kepercayaan yang sangat kuat pada seseorang atau sesuatu, biasanya tanpa bukti yang logis.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belief yang sudah berhasil dibentuk, dibangun, dan diperkuat akhirnya akan mengkristal menjadi value, yang biasanya menempati level tertinggi dalam hirarki value seseorang. Dan untuk mengubah value ini, sangat-sangat sulit, jika tidak mau dikatakan tidak bisa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penutup artikel ini berikut saya kutipkan email dari dua orang pembaca buku dan artikel saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima Kasih dari Seorang Pastor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sudah membaca buku anda berjudul, Hypnosis: The Art of Subconscious Communication, dan Becoming a Money Magnet. Tulisan anda sangat memperkaya hidup pastor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat efektif sekali hypnosis untuk keperluan terapi. Banyak masalah emosi terluka/perasaan terluka tersembuhkan dengan hypnosis.Saya ini seorang imam, banyak umat datang ke tempat saya, saya ajak umat untuk berdoa/meditasi,setelah sungguh hening-memasuki gelombang alpa-theta, barulah membacakan firman Tuhan.Hal positif. Ini sungguh mengubah hidup umat. Kebencian bisa tergantikan dengan pengampunan. Betul kata anda. Salah membuat kalimat ketika orang berada dalam gelombang theta or alpha, maka berdampak buruk. Pikiran dan perkataan kita harus selalu positif sehingga melahirkan hal positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlimpah Terima Kasih,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;T. Budi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saling Meneguhkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sudah membaca hampir semua artikel yang Bapak tulis, dan saya sangat tertarik untuk mempelajarinya lebih dalam. Saya sedang memesan beberapa buku Bapak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa saya tertarik? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya saya buta sama sekali tentang hypnosis karena saya pikir dulu itu adalah ilmu sesat. Tetapi setelah saya membaca artikel-artikel yang Bapak tulis, ternyata anggapan saya keliru. Bahkan apa yang Bapak ajarkan, itu juga yang saya ajarkan. Bedanya saya melalui jalur agama, sedangkan Bapak dari jalur sekuler. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan banyak hal ternyata yang selama ini saya tahu dan ajarkan, ternyata setelah saya membaca tulisan Pak Adi, baru saya tahu alasan lain yang ditinjau dari ilmu yang Bapak pelajari. Jadi kesimpulannya adalah saling meneguhkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi terima kasih banyak atas pencerahannya Pak. Saya ingin sekali berdiskusi dengan Bapak jikalau ada kesempatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hormat saya,&lt;br /&gt;Pdt. F.G.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, pembaca, setelah anda membaca sejauh ini, bagaimana pandangan anda mengenai hipnosis? Apakah anda akhirnya “tersesat” kembali ke jalan yang benar seperti kawan saya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7425885569806564661-6696925461357277578?l=diedik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diedik.blogspot.com/feeds/6696925461357277578/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7425885569806564661&amp;postID=6696925461357277578&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/6696925461357277578'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/6696925461357277578'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diedik.blogspot.com/2008/03/religious-aspects-of-hypnosis.html' title='Religious Aspects of Hypnosis'/><author><name>Die-dit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12589251714219344561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/R4MBvfhVreI/AAAAAAAAAHw/iEI_ekT2kOo/S220/ABCD0018.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7425885569806564661.post-170628647622597396</id><published>2008-03-23T23:01:00.003+07:00</published><updated>2008-03-23T23:08:13.525+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivations'/><title type='text'>PENTINGNYA KESEIMBANGAN HIDUP</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/R-Z_fCQaS2I/AAAAAAAAAJ0/cNo6Rw3VQ-E/s1600-h/hati1.bmp"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/R-Z_fCQaS2I/AAAAAAAAAJ0/cNo6Rw3VQ-E/s320/hati1.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5180968592494709602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Eko Jalu Santoso&lt;br /&gt;Dikutip dari : &lt;a href="http://ekojalusantoso.com/?p=101"&gt;http://ekojalusantoso.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kalau mencermati realitas kehidupan yang terjadi dewasa ini, adalah sebuah paradoks bahwa bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang mayoritas penduduknya beragama, namun memiliki kedisiplinan yang sangat rendah diandingkan Negara tetangganya. Adalah sebuah paradoks,&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;ketika masyarakat bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang taat beribadah, tempat-tempat ibadah agama selalu dipenuhi oleh jamaah, tetapi korupsinya dikenal sangat tinggi dan melebihi Negara tetangganya. Adalah sebuah paradoks, dimana Negara Indonesia dikenal dengan kekayaan sumber alamnya, tetapi masih banyak rakyatnya yang hidup dalam garis kemiskinan dan semakin sulit memenuhi kebutuhan pokoknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana letak permasalahannya ? Menurut pendapat saya, salah satunya adalah masih banyaknya orang-orang yang mengartikan ibadah secara sempit belaka. Ibadah masih diartikan hanya sebatas kegiatan ritual keagamaan yang dilakukan di tempat-tempat ibadah semata. Nilai-nilai spiritualitas keyakinan keimanannya hanya didengungkan di tempat-tempat ibadah, sehingga begitu berada di luar tempat ibadah dan memasuki dunia kerja dan bisnis jauh dari nilai-nilai ibadah dan nilai-nilai spiritual. Ibadah hanya dianggap sebagai hubungan vertikal kepada Allah SWT saja, sehingga ketika berhubungan dengan orang lain melupakan nilai hubungan sosial yang tersalur lewat kehidupan kemasyarakatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disnilah letaknya, perlunya kesadaran dari diri kita sendiri untuk menjalani keseimbangan hidup, baik untuk urusan duniawi maupun urusan ukhrawi. Artinya mampu mensinergikan antara nilai-nilai spiritualitas, ajaran-ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam karier, Bisnis maupun lainnya. Mampu membawa ajaran-ajaran agama atau nilai-nilai spiritualitas kedalam permasalahan kehidupan dunia, seperti dalam pekerjaan dan Bisnis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya seseorang yang memiliki keyakinan keimanan kepada Allah, ibadah dan keyakinan nilai-nilai spiritualitasnya selain untuk menunaikan kewajiban mengejar pahala akhirat kepada Allah swt, juga harus memberi makna bagi pahala dunia, yakni mengajarkan hidup bersih, hidup disiplin dan tidak tamak dan rakus. Ibadah yang dilakukannya selain berharap rahmat, ampunan, dan surga-Nya, juga harus memberi manfaat secara langsung kepada dirinya dan kepada masyarakt lingkungannya. Daslam melaksanakan pekerjaan dan Bisnis, selalu dilandasi oleh nilai-nilai keyakinan keimanan, sehingga tidak mudah dibelokkan oleh nafsu dan geo pribadi. Ibadah mampu menjadikan diri kita memiliki kepribadian unggul,memiliki sikap empati, dan punya kepedulian sosial tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sosok pribadi yang unggul yang dewasa ini sangat diperlukan bagi masyarakat dan bangsa Indonesia. Mereka yang memiliki keyakinan keimanan kepada Tuhan, taat melaksanakan kewajiban ibadah kepada Allah SWT, dan juga konsisten menerapkan nilai-nilai keimanan dan nilai ibadahnya dalam kegiatannya mencari kehidupan dunia. Kegiatannya dalam kehidupan dunia, sebagai professional, eksekutif, pelaku usaha atau bidang lainnya adalah perluasan dari tujuan mulia hidupnya hanya untuk mengabdi kepada Tuhan. Pribadi yang mampu mengendalikan nafsu dan ego pribadinya, mengedepankan nilai-nilai kejujuran, disiplin, keadilan, juga peka terhadap kehidupan sosial kemasyarakatan. Kehadirannya dapat memberikan rahmat dan manfaat kebaikan bagi orang-orang di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari mana memulainya ? Tentunya dari diri kita masing-masing. Semoga kita semua dapat mencapainya. SEMOGA BERMANFAAT. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Motivasi Sukses Mulia,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7425885569806564661-170628647622597396?l=diedik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diedik.blogspot.com/feeds/170628647622597396/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7425885569806564661&amp;postID=170628647622597396&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/170628647622597396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/170628647622597396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diedik.blogspot.com/2008/03/pentingnya-keseimbangan-hidup.html' title='PENTINGNYA KESEIMBANGAN HIDUP'/><author><name>Die-dit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12589251714219344561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/R4MBvfhVreI/AAAAAAAAAHw/iEI_ekT2kOo/S220/ABCD0018.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/R-Z_fCQaS2I/AAAAAAAAAJ0/cNo6Rw3VQ-E/s72-c/hati1.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7425885569806564661.post-2460458739758334642</id><published>2008-03-23T01:20:00.009+07:00</published><updated>2008-03-23T02:01:22.064+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen keuangan'/><title type='text'>MUSIM HUJAN, PERSIAPKAN KEUANGAN ANDA</title><content type='html'>Oleh: Eko Endarto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari : &lt;a href="http://www.perencanakeuangan.com/files/musimhujan.html"&gt;http://www.perencanakeuangan.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari Kontan, 12 Januari 2008 &lt;br /&gt;Wuihhhh Banjir dimana-mana, semua ribut dan semua sedih. Bagaimana persiapan Anda dengan datangnya musim ini ? mungkin Anda secara pribadi telah siap. Tapi bagaimana dengan keuangan Anda ? Apakah siap menghadapi musim hujan ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa Pengaruhnya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Mungkin ini adalah pertanyaan yang ada dibenak Anda, apa sih hubungannya musim hujan dengan keuangan saya ? masa iya sih musim hujan memberikan pengaruh kepada keuangan ?&lt;br /&gt;Mungkin Anda tidak sadar tentang hal ini. Sebab kebetulan musim hujan tahun ini berdekatan dengan musim libur dan akhir tahun dimana saat itu adalah saat semua orang menguras tabungan liburannya. Jadi pengeluaran bulan ini walau lebih besar, tapi dianggap wajar karena digunakan untuk keperluan hari besar dan liburan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sedikit tugas dari saya, cobalah Anda perhatikan lagi dengan teliti pengeluaran bulanan keluarga Anda. Saya yakin pengeluaran bulan ini lebih besar dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya saat musim hujan belum tiba. Kenapa demikian ? berbeda dengan musim panas, musim hujan biasanya memberikan dampak yang lebih luas terhadap kehidupan. Misalnya perjalanan melambat karena hujan begitu derasnya, jalan yang licin karena terus tergenang, penyakit yang lebih mudah “mampir” karena genangan air yang selalu ada, dan masih banyak lagi. Harus diakui hal itu berpengaruh terhadap keuangan, khususnya keuangan keluarga. Coba tanyakan ke istri bagaimana harga sayur hari ini, tanyakan ke anak berapa banyak temannya tidak masuk sekolah hari ini karena sakit. Dan lihat dompet Anda, berapa rupiah yang sudah Anda keluarkan untuk mencuci mobil, bayar ojek payung dan polisi cepek yang membantu Anda berbalik arah karena banjir. Cukup besar dan kalau Anda sekali waktu membandingkannya dengan pengeluaran rutin bulanan saya bisa pastikan angkanya di atas 30% pengeluaran biasanya. Jadi memang musim juga memiliki pengaruh terhadap keuangan kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengeluaran mendadak dan Mendadak pengeluaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah kejadian khusus, biasanya selalu terjadi perubahan dalan keuangan kita. Dan hal itu juga terjadi pada musim penghujan seperti ini. Saya sering menyebutnya sebagai pengeluaran mendadak dan Mendadak menjadi pengeluaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengeluaran mendadak artinya pengeluaran yang tiba-tiba terjadi dan berjumlah cukup besar diluar anggaran rutin keluarga. Begitu besarnya, sampai – sampai keluarga harus menguras tabungannya, mencairkan investasinya atau bahkan berutang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh pengeluaran mendadak di saat musim hujan adalah opname di rumah sakit akibat muntaber, diare dan penyakit musim hujan lainnya. Contoh lain seperti biaya bengkel kendaraan yang kebanjiran dan sebagainya. Biasanya jumlahnya cukup besar dan menguras dompet. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan mendadak menjadi pengeluaran adalah pengeluaran yang rutin harus terjadi akibat terjadinya musim penghujan. Misalnya biaya cuci mobil, ojek payung, membeli vitamin dan sebagainya. Contoh lainnya adalah tambahan biaya akibat kenaikan harga sayur, ikan dan bahan pokok lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi bisa Anda lihat, kalau di musim hujan ini pengeluaran Anda lebih besar, itu bukan hanya terjadi di keluarga Anda, orang lain juga mengalami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cadangkan dan Proteksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila di musim hujan saat ini permasalahan ini terjadi pada pengeluaran Anda, mungkin sudah saatnya Anda mengatur kembali pos-pos keuangan Anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pengeluaran mendadak, mungkin sudah saatnya Anda memproteksi keuangan Anda dengan mencari pihak lain yang mengatasinya. Untuk diri Anda dan keluarga, mulailah mencari asuransi kesehatan yang bisa mengcover risiko sakit Anda dan keluarga. Anda bisa memilih program penggantian yang akan mengganti biaya pengobatan atau bisa juga memilih program santunan yang akan mengganti sejumlah uang atas risiko yang terjadi pada Anda. Untuk asset yang Anda miliki, pindahkan risiko akibat musim hujan ke pihak lain yaitu asuransi kerugian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendadak pengeluaran, tidak ada cara lain selain Anda mulai memikirkan memiliki dana cadangan. Biasanya kita tidak melihat kepentingan pos ini pada saat semuanya normal dan berjalan sesuai yang Anda harapkan. Namun bila seperti sekarang, musim hujan datang dan ternyata curah hujannya sangat tinggi dan sebagai mempengaruhi semua hal termasuk keuangan Anda, maka baru dirasakan bahwa kebutuhan akan dana cadangan memang suatu keharusan. Siapkan saja cadangan musim hujan sebesar 30% dari pengeluaran rutin bulanan, maka Anda tidak harus mengganggu tabungan, investasi apalagi harus berutang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Musim Hujan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam.&lt;br /&gt;Eko Endarto&lt;br /&gt;Perencana Keuangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://xplodepills.com/?diedik"&gt;&lt;img border=0 src="http://hotlinkbanners.com/hl/xplode.gif" width=468 height=80&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7425885569806564661-2460458739758334642?l=diedik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diedik.blogspot.com/feeds/2460458739758334642/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7425885569806564661&amp;postID=2460458739758334642&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/2460458739758334642'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/2460458739758334642'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diedik.blogspot.com/2008/03/musim-hujan-persiapkan-keuangan-anda.html' title='MUSIM HUJAN, PERSIAPKAN KEUANGAN ANDA'/><author><name>Die-dit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12589251714219344561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/R4MBvfhVreI/AAAAAAAAAHw/iEI_ekT2kOo/S220/ABCD0018.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7425885569806564661.post-4296988543286967432</id><published>2008-03-21T23:28:00.002+07:00</published><updated>2008-03-23T02:11:01.013+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menejen Strategi'/><title type='text'>10 Formulasi Strategi untuk Mempertinggi Kesempatan Sukses Usaha Kecil</title><content type='html'>Dikutip dari : &lt;a href="http://www.wirausaha.com/bisnis/manajemen/10_formulasi_strategi_untuk_mempertinggi_kesempatan_sukses_usaha.html"&gt;http://www.wirausaha.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berbagai buku mendefinisikan manajemen strategi dengan kata-kata yang berbeda. Diantaranya, menurut Haidari Nawawi (2003), manajemen strategi merupakan perencanaan strategi yang berorientasi pada jangkauan masa depan yang jauh (disebut visi), dan ditetapkan sebagai keputusan pimpinan tertinggi (keputusan yang bersifat mendasar dan prinsipil), agar memungkinkan organisasi berinteraksi secara efektif (disebut misi), dalam usaha menghasilkan sesuatu (perencanaan operaional untuk menghasilkan barang dan/atau jasa serta pelayanan) yang berkualitas, dengan diarahkan pada optimalisasi pencapaian tujuan (disebut tujuan strategis) dan berbagai sasaran organisasi.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; Begitu banyak pengertian manajemen strategi, namun pada dasarnya manajemen strategi merupakan suatu sistem yang sebagai satu kesatuan memiliki berbagai komponen yang saling berhubungan dan mempengaruhi. Komponen pertama adalah perencanaan strategi dengan unsur-unsurnya yang terdiri dari visi, misi, tujuan dan strategi utama organisasi. Sedangkan komponen kedua adalah perencanaan operasional dengan unsur-unsurnya, sasaran dan tujuan operasional, pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen berupa fungsi pengorganisasian, fungsi pelaksanaan dan fungsi penganggaran, kebijaksanaan situsional, jaringan kerja internal dan eksternal, fungsi kontrol dan evaluasi serta umpan balik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai definisi yang ada, menjalankan manajemen strategi berarti pebisnis juga harus membuat perencanaan dalam bentuk formulasi bisnis secara matang. Nah, Resnik  dalam Certo dan Peter (1991) seperti dikutip I Putu Sugi Darmawan (2004), terdapat 10 formulasi strategi yang disarankan dirancang untuk mempertinggi kesempatan hidup dan sukses sebuah usaha kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun kesepuluh formulasi strategi tersebut, adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menjadi objektif. Angan-angan sendiri tidak memiliki tempat di dalam bangunan sebuah bisnis. Kejujuran, penilaian yang tenang dari kekuatan dan kelemahan perusahaan dan keahlian bisnis serta manajemennya adalah hal yang mendasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Membuat sederhana dan terfokus. Dalam usaha kecil, kesederhanaan adalah efektif. Usaha dan sumber daya, seharusnya dikonsentrasikan dimana dampak dan keuntungan adalah hal yang paling utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Fokus pada pasar yang menguntungkan. Kelangsungan hidup dan keberhasilan usaha kecil oleh persediaan barang dan jasa khusus yang menemukan keinginan dan kebutuhan dari pemilihan kelompok pelanggan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mengembangkan rencana pemasaran. Usaha kecil harus memutuskan bagaimana untuk meraih dan menjual kepada pelanggan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Memanajemen tenaga kerja secara efektif. Kesuksesan usaha kecil tergantung pada bangunan, pengaturan dan motivasi sebuah tim pemenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Membuat catatan keuangan yang jelas. Usaha kecil perlu untuk memiliki catatan asset, liabilitas, penjualan, biaya dan informasi akunting lainnya dalam urutan untuk kelangsungan hidup dan keberhasilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Tidak pernah menghambur-hamburkan kas. Kas adalah raja di dalam dunia usaha kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Menghindari perangkap yang berulang-ulang dari pertumbuhan yang cepat. Usaha kecil harus hati-hati melakukan ekspansi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Mengerti seluruh fase bisnis. Pengendalian usaha kecil dan kemajuan keuntungan usaha kecil , tergantung pada pengertian yang lengkap dari seluruh fungsi bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Merencanakan ke depan. Usaha kecil harus memformulasikan secara kritis dan menantang, pencapaian yang masih, tujuan dan mengubahnya menjadi aktifitas yang produktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.duitdownload.com/?id=diedik" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://www.duitdownload.com/banner/banner6.gif" width="468" height="61" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7425885569806564661-4296988543286967432?l=diedik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diedik.blogspot.com/feeds/4296988543286967432/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7425885569806564661&amp;postID=4296988543286967432&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/4296988543286967432'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/4296988543286967432'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diedik.blogspot.com/2008/03/10-formulasi-strategi-untuk.html' title='10 Formulasi Strategi untuk Mempertinggi Kesempatan Sukses Usaha Kecil'/><author><name>Die-dit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12589251714219344561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/R4MBvfhVreI/AAAAAAAAAHw/iEI_ekT2kOo/S220/ABCD0018.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7425885569806564661.post-6759407986950513530</id><published>2008-03-21T23:24:00.004+07:00</published><updated>2008-03-23T01:02:21.027+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menejen Strategi'/><title type='text'>Pentingnya Perencanaan Strategik</title><content type='html'>Dikutip dari : &lt;a href="http://www.wirausaha.com/bisnis/manajemen/pentingnya_perencanaan_strategik.html"&gt;http://www.wirausaha.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencapai sukses, maka pertama kali yang harus dilakukan pebisnis adalah merencanakan kesuksesan tersebut. Begitu tulis Debbie Allen, seorang pembicara bisnis kelas internasional pada sebuah website, www.sideroad.com. Pasalnya, perencanaan strategi bisnis dapat menjadi blue print untuk meraih tujuan dan merencanakan pengembangan bisnis ke depan. Tambahan lagi, perencanaan strategik dapat memfokuskan pebisnis pada pendekatan pemasaran dan juga membantu sebuah tim yang dapat menunjang yang terdiri dari karyawan.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; Perencanaan strategik, dimana sebuah kombinasi dari berpikir strategik dan perencanaan dalam jangka panjang, seharusnya tidak dijalankan secara enteng. Membutuhkan waktu untuk mempertimbangkannya dan berkonsentrasi dengan dari tim-tim perencanaan. Perencanaan strategik harus diorganisir, dikomunikasikan dan diimplementasikan secara sistematik. Mempersiapkan untuk invest waktu dan usaha dibutuhkan, kemudian mendahului dengan percaya diri bahwa perencanaan strategik akan membantu membentuk kesuksesan organisasi ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat beberapa alasan yang melandasi pentingnya perencanaan strategik pada bisnis menurut tulisan tersebut. Dengan pertumbuhan persaingan, rendahnya kisaran pengangguran, dan perubahan dalam abad baru, pebisnis membutuhkan perencanaan untuk sukses dewasa ini. Sukses tidak hanya terjadi ketika pebisnis berkutat tengang bisnis dari hari ke hari, meskipun pebisnis secara ekstrim beruntung. Tetapi ketika orang yang beruntung dapat berlari ke dalam masalah sepanjang jalan tanpa perencanaan untuk pertumbuhan ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perencanaan strategik merupakan kendaraan komunikasi yang besar untuk melibatkan semua anggota tim dan menginformasikan kepada mereka apa yang terjadi dengan organisasi, sebaik pimpinan menyediakan arahan kepada tujuan personal dan tujuan bisnis setiap individu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu para karyawan secara alami akan menjadi lebih efektif ketika mereka mengetahui rencana sukses pebisnis. Untuk mengetahui mereka sebagai sesuatu yang penting dari pengembangan tim adalah memotivasi mereka, para karyawan. Perencanaan strategik akan membantu mereka merencanakan pribadi mereka sendiri dan tujuan bisnis untuk mendukung langkah pebisnis..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah pebisnis ingin meningkatkan penjualan hingga 20% tahun ini? Tujuan tersebut menurut Debbi dapat diimplementasikan ke dalam rencana yang terstruktur dan menghadirkan kepada karyawan dengan dukungan dalam bentuk bonus untuk usaha mereka, dalam rangka mencapai tujuan pebisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah perencanaan strategik yang solid dibuat dengan mempertimbangkan pemahaman kedinamisan industri dan bagaimana menghubungkannya pada bisnis yang dijalankan pebisnis. Faktor lainnya termasuk lingkungan persaingan, basis pelanggan, kekuatan, kelemahan, dan peluang perusahaan. (SH)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://man18pills.com/?diedik"&gt;&lt;img border=0 src="http://hotlinkbanners.com/hl/man18.gif" width=468 height=80&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;                               &lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7425885569806564661-6759407986950513530?l=diedik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diedik.blogspot.com/feeds/6759407986950513530/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7425885569806564661&amp;postID=6759407986950513530&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/6759407986950513530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/6759407986950513530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diedik.blogspot.com/2008/03/pentingnya-perencanaan-strategik.html' title='Pentingnya Perencanaan Strategik'/><author><name>Die-dit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12589251714219344561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/R4MBvfhVreI/AAAAAAAAAHw/iEI_ekT2kOo/S220/ABCD0018.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7425885569806564661.post-5327172868066692153</id><published>2008-03-21T23:20:00.001+07:00</published><updated>2008-03-21T23:22:09.075+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Entrepreneur'/><title type='text'>Barisan Entrepreneur Mengkilap</title><content type='html'>Dikutip dari : &lt;a href="http://www.swa.co.id/swamajalah/sajian/details.php?cid=1&amp;id=170"&gt;http://www.swa.co.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kegigihan, kejelian melihat peluang, inovasi dan praktik bisnis yang makin modern, mengantarkan para usahawan peserta Enterprise 50 meraih sukses. Siapa saja mereka? Apa lagi yang mereka butuhkan agar bisa terus berkembang? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam salah satu fragmen hidupnya, Jaya Sukamto pernah mengalami saat-saat ia harus benar-benar banting tulang. Setiap malam -- pukul 19.00-23.00 -- lelaki yang kini pemilik dan Presdir PT Berri Indosari ini mesti memeras jeruk asli Kalimantan guna memenuhi pesanan para pelanggannya. Jeruk perasan harus benar-benar fresh, karena hendak disajikan untuk pelanggan Jaya -- yang kebanyakan hotel berbintang -- sebagai minuman pelengkap sarapan. Kerja kerasnya itu kini telah berbuah PT Berri Indosari, salah satu produsen jus terkemuka di Tanah Air.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; Pahit getir membangun bisnis juga dialami Andianto Setiabudi. Di awal 1980-an, di usia relatif muda (23 tahun) ia mesti bermotor keliling Bandung mencari mobil-mobil bekas untuk dijual kembali. Bisnis jual-beli mobil bekasnya memang tak berkembang. Toh, dengan kejeliannya melihat peluang, nasibnya bisa berubah. Andianto putar haluan dari bisnis jual-beli mobil bekas ke jasa penyewaan mobil. Hasilnya, ia kini berani mengklaim sebagai raja penyewaan mobil dari Bandung. Setidaknya, perusahaannya, Cipaganti Rental Car, telah memiliki 9 cabang tersebar di Bandung, Bogor dan Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berri Indosari dan Cipaganti Rental Car hanyalah dua dari sekian banyak perusahaan skala small medium enterprise (SME) yang ada di Indonesia. Kebetulan, keduanya adalah peserta Enterprise 50 tahun 2003. Keduanya mewakili perusahaan SME yang terus berkembang seiring banyaknya permintaan pasar terhadap produk dan layanan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi perekonomian nasional memang masih carut-marut akibat maraknya praktik KKN, salah urus negara, atau tidak adanya kepastian hukum. Namun, di tengah situasi tak ramah buat bisnis ini, beberapa SME masih mampu menunjukkan tajinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks inilah, program Enterprise 50 -- yang diselenggarakan Accenture Indonesia dan Majalah SWA -- tahun 2003 kembali memilih beberapa perusahaan skala SME terbaik di Indonesia. Penyelenggaraan program yang bertujuan mendorong berkobarnya semangat kewirausahaan kalangan SME di Tanah Air ini telah memasuki tahun keempat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar dari penyelenggaraan tahun lalu, kali ini panitia memberikan cukup banyak kelonggaran kepada calon peserta. Salah satunya, menghapus aturan yang mengharuskan peserta menyertakan laporan keuangan sebagai salah satu persyaratan administrasi. Konsekuensinya, penyertaan catatan keuangan perusahaan hanya menjadi nilai plus bagi peserta yang melampirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Nia Sarinastiti, Manajer Senior Komunikasi Pemasaran Accenture Indonesia, langkah ini ditempuh untuk lebih menarik minat perusahaan SME berpartisipasi dalam Enterprise 50. Maklum, tahun lalu, banyak perusahaan terpaksa tak lolos seleksi awal hanya karena tak melampirkan catatan keuangan mereka. Tak heran, adanya perubahan dalam aturan program ini sedikit-banyak meningkatkan animo kalangan SME untuk berpartisipasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti tahun-tahun sebelumnya, seleksi dan pemeringkatan Enterprise 50 diperoleh dari hasil penilaian -- melalui wawancara mendalam -- terhadap aspek-aspek: filosofi manajemen, inovasi berkelanjutan, manajemen SDM dan budaya organisasi, extended enterprise (kemitraan), market presence (kehadiran di pasar), pengelolaan informasi dan pengetahuan, serta transparansi. Wawancara dilakukan baik dengan jajaran manajemen maupun staf perusahaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar hasil yang diperoleh lebih objektif, wawancara dilakukan oleh dua pewawancara (dari Accenture dan SWA) pada saat bersamaan. Nilai yang diperoleh setiap pewawancara dijumlahkan, ditambah dengan nilai yang diberikan kepada perusahaan yang menyertakan catatan keuangan mereka. Akumulasi nilai wawancara, plus nilai catatan keuangan menjadi hasil akhir penilaian setiap peserta. Hasil penilaian para pewawancara ini kemudian dipresentasikan di hadapan panel juri yang terdiri dari Pemimpin Redaksi SWA, Country Managing Partner Accenture Indonesia, Asisten Deputi Kelembagaan Departemen Koperasi dan UKM RI, serta perwakilan pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit berbeda dari penyelenggaraan Enterprise 50 tahun 2002, yang memeringkat peserta dari urutan pertama hingga ke-50, tahun ini panitia terlebih dahulu membagi peserta dalam tiga kategori. Pertama, perusahaan skala menengah (revenue atau pendapatan di atas Rp 10 miliar). Kedua, perusahaan skala kecil (pendapatan di bawah Rp 10 miliar). Terakhir, perusahaan kategori tumbuh dan berkembang (up &amp; rising), yakni perusahaan dengan umur usaha belum mencapai empat tahun, tapi perkembangan usahanya dinilai cukup signifikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ini, posisi jawara kategori perusahaan skala menengah diraih perusahaan pengembang software dan penyedia solusi TI PT Realta Chakradarma. Perusahaan yang dipimpin Hidayat Tjokrodjojo ini mengumpulkan skor akumulatif tertinggi (399). Produsen peralatan rumah sakit asal Yogyakarta PT Mega Andalan Kalasan (MAK) bertengger di posisi kedua dengan nilai 388. Di bawah MAK, menclok Waka Gae Selaras, perusahaan pemilik jaringan hotel di Bali, dengan nilai 381.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kategori perusahaan skala kecil, perusahaan penyedia tenaga detailer/medrep asal Yogya, PT Unggul Pasopati, menempati posisi pertama dengan nilai akumulatif 377, disusul perusahaan periklanan PT Voxa Innovative Communication di tempat kedua (364), dan Vidi Group yang membidangi properti di peringkat ketiga (357). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun di kategori tumbuh dan berkembang, PT Sriagung Cahya Sakti, pemilik dan pengelola jaringan restoran Izzi Pizza menjadi jawara dengan nilai 351. PT Tripilar Medis Jaya, pengelola rumah sakit Happyland Medical Center di Yogya (340) di posisi kedua. Peringkat berikutnya diraih PT Biru Dirama (317), perusahaan perajin tas fashion dan makanan olahan Pia Apple Pie/Macaroni Panggang (313) di peringkat keempat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti tahun lalu, panitia memberikan pula penghargaan khusus kepada beberapa perusahaan yang meraih nilai tertinggi di setiap kategori penilaian, meliputi: Kebersamaan Visi Terbaik, Perusahaan Paling Inovatif, Manajemen SDM dan Budaya Organisasi Terbaik, Jaringan Kerja Sama Usaha Terbaik, Cakupan Pemasaran Terbaik, Pengelolaan Perusahaan Terbaik, dan Perusahaan Paling Transparan (selengkapnya, lihat Tabel).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, panel Redaksi SWA juga memilih SME yang dapat dikategorikan sebagai Entrepreneurs to Watch. Pemilihan ini berdasarkan beberapa faktor: pertumbuhan perusahaan, inovasi dan diferensiasi produk/layanan, seberapa jauh perusahaan memberikan multiplier effect bagi lingkungan bisnis, kesadaran terhadap branding, hingga prospek bisnisnya ke depan (selengkapnya, lihat Tabel.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari komposisi peserta, tidak terdapat perbedaan mencolok dengan tahun lalu. Peserta Enterprise 50 tahun ini umumnya bergerak di sektor jasa (75%), sama dengan mayoritas peserta tahun lalu, dan sisanya perusahaan manufaktur (25%). Sektor jasa yang digeluti peserta beragam, meliputi jasa boga, pendidikan, keuangan, hiburan, kesanggrahaan (hospitality) dan pariwisata, periklanan dan kehumasan, hingga perawatan ban mobil. Sementara itu, bidang manufaktur meliputi pembuatan sistem dan aplikasi TI, industri peralatan rumah sakit, suplemen kesehatan, smartcard, dan sistem data, hingga fashion dan aksesori kecantikan. Sebagian peserta Enterprise 50 tahun ini adalah alumni tahun lalu, yang mencoba memperbaiki peringkat setelah merasa berhasil mendongkrak performa bisnisnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari bidang bisnis yang digeluti, tak sedikit peserta yang bergelut di bisnis yang lagi tumbuh, semisal Berri Indosari yang memproduksi jus segar. Karenanya, perusahaan ini merasa perlu terus mengedukasi pasar tentang pentingnya minum jus buah. Atau, ada juga Izzi Pizza yang berlaga di bisnis jaringan restoran khusus piza. Akan tetapi, tak sedikit pula peserta yang berbisnis di bidang yang sebenarnya bukan hal baru, semisal di properti, pengelolaan hotel dan layanan kesanggrahaan lainnya. Sebut saja Vidi Group di Yogya, Waka Gae Selaras di Bali, dan Tirtagangga Gitamaya di Bandung. Dalam penilaian Heru Prasetyo, Penasihat Accenture Indonesia, banyak pelaku usaha, khususnya peserta Enterprise 50, yang sebenarnya menggarap bidang bisnis berkategori sunset, tapi karena kondisi lokalnya mendukung, posisi bargaining bisnisnya naik menjadi sunrise. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang juga menarik diamati, dari komposisi peserta tahun ini, terdapat beberapa perusahaan yang dipimpin dan dikelola pebisnis wanita, antara lain: Kampung Daun, Pia Apple Pie/Makaroni Panggang, dan Biru Dirama. Ini menunjukkan, peran wanita dalam bisnis SME di Tanah Air juga tak boleh lagi dipandang sebelah mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Country Managing Partner Accenture Indonesia Julianto Sidharta, keragaman komposisi peserta menunjukkan banyaknya sektor usaha yang masih menarik untuk digeluti. Meski secara keseluruhan ia melihat trennya cenderung ke arah bisnis jasa. "Ini karena mereka pintar mencari niche market yang tepat dan belum diisi pemain lain, jadi tidak sekadar me-too," paparnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, jika dirunut, kiat sukses para peserta Enterprise 50 dalam berbisnis sebenarnya tidak jauh dari keberhasilan mereka memenuhi kriteria penilaian Enterprise 50, yaitu dalam hal filosofi manajemen, inovasi berkelanjutan, manajemen SDM dan budaya organisasi, dan sebagainya. "Intinya, benang merah dari sukses yang diraih perusahaan Enterprise 50 adalah penerapan aspek-aspek tadi secara seimbang," tutur Julianto. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, perusahaan yang mampu memenuhi aspek-aspek tadi memang terlihat menonjol dibanding perusahaan lain. Soal penerapan filosofi manajemen misalnya, pencapaian PT Indocare sebagai pemasar produk sabun kesehatan, importir sabun transparan impor, serta produsen suplemen Ester-C, patut ditiru. Perusahaan ini merasa perlu merumuskan visi-misi, dalam upaya mencapai target pertumbuhan hingga tahun 2005. Untuk mencapai visinya, perusahaan menerapkan falsafah I Care sebagai pegangan. Maksudnya, apa pun langkah untuk memajukan perusahaan harus didasari kepedulian. Hal ini juga ditunjang misi perusahaan dalam menyediakan produk-produk kesehatan yang mengutamakan faktor aman, murni dan alami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlebih, Indocare juga sudah memiliki pabrik modern yang berlokasi di Kawasan Industri Pulo Gadung, Jakarta. Dari aspek manajemen, pabriknya yang didukung para profesional dan pasukan riset dan pengembangan, telah menerapkan ISO 9001-2000. Penerapan ISO 9001?2000 ini didukung penerapan konsep Balance Scorecard -- metode evaluasi perusahaan -- yang belum tentu diterapkan bahkan oleh perusahaan besar lokal sekalipun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh bagus lainnya, di sisi inovasi, Voxa Innovative Communication patut menjadi teladan. Bermodal keberanian, Voxa yang dimotori kakak-beradik Marisa dan Esterlita Hidayat, melabrak pakem periklanan konvensional dengan melahirkan inovasi berupa pemasangan iklan di ruang-ruang yang selama ini tak dilirik untuk berpromosi, semacam lift, eskalator dan di toilet. Bisa dibilang, merupakan terobosan baru di bidang periklanan di sini. Bahkan, inovasinya ini masuk dalam Museum Rekor Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspek pemasaran, yang selama ini sering disebut sebagai salah satu titik lemah SME, tampaknya kini juga telah digarap kalangan SME peserta secara optimal. Meski mekanisme ?getok tular? tak sepenuhnya ditinggalkan, beberapa perusahaan SME tak lagi ragu menggelontorkan dana besar untuk berpromosi. Misalnya, untuk meningkatkan citra sebagai raja penyewaan mobil di Bandung, Andianto merasa Cipaganti Rental Car perlu memasang baliho besar di beberapa titik strategis di Kota Kembang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih dalam hal pemasaran dan promosi produk, langkah John Wiwik Setiawan patut ditiru. Selain kemampuannya memasarkan Studio Foto Malibu, John mengakui, kegiatan promosi bisa berjalan baik karena kedekatannya dengan media. Selain banyak diulas di berbagai media, Malibu aktif pula membuat dan menyebarkan brosur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah promosi kreatifnya, Malibu melakukan co-branding dengan Majalah Aneka Yess dan menggelar Pemilihan Model Foto Action. Kerja sama dengan media dilakukan pula dalam acara Foto Mesra bareng Artis, bekerja sama dengan Majalah Film, atau Foto Ceria bareng Artis Cilik berkolaborasi dengan Tabloid Fantasi. Untuk lebih membuka diri terhadap kalangan pers dan media, Malibu bahkan memiliki Divisi Public Relations sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran pentingnya upaya branding juga diperlihatkan Lal de Silva dalam mengembangkan Seven Grain. Nama Seven Grain dijadikan merek produk, karena lebih menjual dan mudah diingat ketimbang PT Antonius Padua Production yang terkesan serius dan mengandung makna religius. Tak hanya mengembangkan merek Seven Grain, tag line perusahaan yang berbunyi Let us make your celebration even more memorable pun diusung, untuk menegaskan kedekatan Seven Grain dengan aktivitas dan peristiwa-peristiwa berkesan kepunyaan pelanggan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lal juga menyadari pentingnya kualitas sebagai kunci sukses bisnis. Nurliah, Manajer Produksi Seven Grain, ketiban tugas melakukan kontrol kualitas yang ketat terhadap produk kue perusahaan ini. Boleh dikata, saat ini, prosedur standar pembuatan kue telah dibuat secara tertulis, sehingga menjamin produk kue yang dihasilkan Seven Grain memiliki rasa, bentuk dan kualitas yang sama meskipun dibuat oleh chef yang berbeda-beda. Menariknya lagi, agar produk Seven Grain bisa sampai ke pelanggan lebih cepat, proses pembuatan kue dipersingkat dengan melakukan penyetokan. Jika di awal bisnisnya, beberapa orang pelanggan harus menunggu 2-3 jam sampai pesanannya selesai, sekarang cukup hanya 10-15 menit kue pesanan pelanggan sudah bisa disiapkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke depan, seiring membludaknya permintaan, Seven Grain akan segera membuka cabang di beberapa kawasan strategis, semisal Pondok Indah, Kelapa Gading dan Pluit. "Semakin banyak cabang, berarti semakin dekat kami dengan pelanggan," tutur Nurliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, meski telah memiliki jurus-jurus pemasaran dan pengelolaan perusahaan lumayan bagus, pemahaman para peserta SME terhadap perkembangan teknologi informasi (TI) masih relatif minim. Di luar perusahaan yang berkecimpung di bisnis TI (PT Realta Chakradarma, PT Netdesign Komunika, dan PT Intisar Primula), penerapan TI di perusahaan peserta Enterprise 50 belum begitu memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa di antaranya memang sudah memanfaatkan e-mail dan memiliki situs. Namun, situs ini pun kebanyakan tak pernah diperbarui, apalagi digunakan untuk aktivitas e-commerce. Sebagian mereka bahkan merasa cukup puas berkomunikasi via telepon atau faksimile. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toh, ada salah satu peserta yang merupakan perusahaan non-TI yang sudah memanfaatkan TI dalam pengelolaan operasional perkantoran, yakni PT Gisano Sukses Mandiri yang merancang sendiri aplikasi laporan keuangannya, berbasis sistem aplikasi SAP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Gisano, Izzi Pizza juga telah merancang aplikasi TI praktis guna memudahkan konsumen dalam proses pemesanan antaran. Layanan hotline yang dimilikinya memungkinkan pesanan dari pelanggan diarahkan ke lokasi cabang terdekat. Alhasil, pesanan bisa diantarkan lebih cepat. Enaknya lagi, pelanggan tak perlu membayar tunai, karena kartu kredit pun bisa digunakan sebagai alat transaksi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping kelemahan tadi, faktor lain yang mendukung kesuksesan para peserta, seperti keuletan, kegigihan, ketekunan dan semangat pantang menyerah, nampaknya telah built-in dalam keseharian mereka. Kegigihan Jaya memeras jeruk hanya untuk memastikan produknya sampai ke tangan pelanggan dalam keadaan segar, bisa menjadi contoh nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum puas? Mari ke Yogya. Di sana, ada Keun Wong Jan alias Abdul Natsir yang punya mimpi mendirikan rumah sakit dengan konsep baru. Sebutan gendeng yang ditujukan padanya karena berniat mendirikan rumah sakit, tak membuatnya mundur. Bahkan mundurnya beberapa mitra yang sebelumnya berencana ikut mendanai, tak menyurutkan langkahnya. Toh, pada akhirnya, dengan kerja kerasnya, Natsir mampu mewujudkan impiannya. Dana besar yang dia perlukan untuk membangun rumah sakit itu sebagian dari kantong sendiri, dan sebagian lagi diperoleh dari pinjaman bank. Jika semua berjalan lancar, Happyland Medical Centre -- rumah sakit yang memadukan layanan kedokteran modern dengan konsep pengobatan alternatif -- mulai beroperasi penuh awal 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau begitu, tidak semua peserta Enterprise 50 melihat bisnis melulu sebagai sesuatu yang serius. Sebagian mereka menganggap bisnis sebagai kesenangan. Contohnya, Ruth Tamzil de Fernandez, yang memulai bisnis dari impiannya menjadikan area piknik di lingkungan rumahnya di Villa Triniti, Cihideung, Bandung sebagai kafe untuk kongko-kongko dengan kerabat dan kolega dekatnya. Kafenya sekarang dikenal dengan nama Kampung Daun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak dinyana, kafe sederhana yang dikelolanya sejak tahun 1999 itu, kini menjelma menjadi tempat makan paling populer di Bandung. Sedikitnya 300 tamu datang ke Kampung Daun setiap harinya. Jumlah ini bisa meningkat tiga kali di akhir pekan. Toh, di mata Ruth, apa yang dikerjakannya demi mengembangkan Kampung Daun, bukanlah bisnis. "Itu lebih sebagai kesenangan buat saya," katanya. Tak heran, sejak awal pendirian Kampung Daun, ia mengerjakan segala sesuatunya sendirian. Itu pula mengapa bisnis yang ia kelola lebih banyak bersandarkan asas kekeluargaan. Kendati begitu, secara bertahap ia mulai merekrut beberapa tenaga profesional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tyas Utomo Soekarsono, pengamat SME dari Lembaga Pengembangan Ekonomi Masyarakat Universitas Indonesia, menilai sukses usahawan SME di tengah kondisi perekonomian yang amburadul disebabkan beberapa hal. Yang pertama, SME biasanya beroperasi dalam bisnis yang berbasis konsumen (consumer based), seperti konveksi, makanan, agrobisnis, konsultan, ritel, kerajinan tangan, dan sebagainya. "Mereka memiliki produk dan layanan yang selalu dibutuhkan dan dikonsumsi masyarakat, tak peduli perekonomian nasional dalam kondisi baik atau buruk," tuturnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Ketua Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia ini melihat banyak pengusaha kecil-menengah yang berbisnis tanpa mengandalkan koneksi atau fasilitas. "Jaringan yang mereka bangun betul-betul jaringan bisnis," ungkapnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Tyas, mereka umumnya juga enggan berurusan dengan tetek bengek administrasi dan aktivitas lobi bisnis, karena dianggap merepotkan. "Kalau kata mereka, ?kita mah dagang saja, tidak pakai lobi segala?" ia bertutur, menirukan komentar para pengusaha SME. Namun dalam pandangan Tyas, ketimbang beberapa faktor di atas, faktor keuletan dalam berbisnislah yang sebenarnya menjadi penentu keberhasilan mereka berusaha. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jahja B. Soenario, Direktur PT Gizita Pangan Sejahtera (Gizitas), salah satu alumni Enterprise 50 tahun lalu, menilai manfaat yang diperoleh saat bergabung dengan Enterprise 50 adalah banyaknya pengetahuan baru dalam cara pengelolaan perusahaan. Salah satunya, pentingnya fungsi manajemen modern dalam pengelolaan perusahaan, dan pentingnya mengoptimalkan cara-cara pemasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ia menilai program ini masih ada kurangnya, yakni tindak lanjut agar para peserta dapat menjalin aliansi dan sinergi dengan alumni dan perusahaan lain. Selain itu, Jahja juga tak melihat adanya keseriusan pemerintah dalam mendukung SME. "Janji-janji pemerintah utamanya dalam pemberdayaan SME cuma sebatas slogan, realisasinya tak pernah ada," ia menandaskan. "Kalau mau, pemerintah dapat memberi insentif dalam bentuk kemudahaan izin usaha, atau keringanan pajak," tambahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senada dengan Jahja, Tyas juga menyarankan agar pemerintah mengubah cara pandang mengenai SME. "Pemerintah harus melihat pengusaha sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar cash cow," katanya. Artinya, pengusaha SME harus betul-betul dibina dan dibesarkan, karena nantinya merekalah yang membayar pajak pendapatan daerah atau negara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi hal ini, Choirul Djamhari, Asisten Deputi Kelembagaan Kementerian Koperasi &amp; SME, mengatakan sebenarnya pemerintah telah mengatur berbagai hal mengenai SME dalam UU No. 9/1995, sedangkan Usaha Menengah diatur dalam Inpres No. 10/1999. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah, dijelaskan Choirul, sebenarnya memiliki beberapa strategi untuk terus mendukung keberadaan sektor SME. Pertama, mempermudah terciptanya iklim usaha, di antaranya dengan menyederhanakan prosedur dan perangkat per-UU-an yang mengatur SME. Termasuk, meniadakan peraturan yang tumpang tindih di tingkat pusat dan daerah. Kedua, meningkatkan akses terhadap sumber daya -- dari akses teknologi informasi, sumber daya modal, hingga sumber daya manusia. Ketiga, mendorong tumbuhnya semangat kewirausahaan baru melalui kegiatan pendidikan, pelatihan, penyuluhan dan pemagangan. "Ketiga strategi ini diwujudkan dalam kerangka otonomi daerah, agar tercipta kemandirian SME, sehingga mengurangi ketergantungan pada pemerintah," ia memaparkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toh, Choirul menyambut positif pelaksanaan Enterprise 50. "Para usahawan yang sering ikut kompetisi akan mampu dan terbiasa untuk terus tumbuh dan berkembang, karena mendapatkan paramater-parameter baru," ia menegaskan. Parameter ini, lanjutnya, menjadikan para usahawan senantiasa waspada terhadap perkembangan bisnis yang ada. Mereka pun dapat saling belajar dan melakukan dengan usaha lain yang lebih bagus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, para pengusaha SME sendiri juga bukan tanpa kelemahan. Salah satunya, soal transparansi pengelolaan perusahaan. Mengenai banyaknya SME yang belum transparan ditanggapi Choirul sebagai kondisi yang wajar, dan merupakan ciri umum SME "Tingkat formalitas mereka memang relatif rendah," ujarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal transparansi juga menjadi perhatian Julianto Sidharta. Menurutnya, kesempatan mendapatkan pendanaan dari bank, salah satunya diperoleh jika laporan keuangan yang transparan tersedia. Transparansi dalam hemat Julianto tak sebatas keuangan saja, tapi juga soal manajemen. "Saya kira semua orang setuju, transparansi penting bagi bisnis yang tengah berkembang,? ia berujar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reportase: Dedi Humaedi, Herning Banirestu, Farida Nawang Nurini, Tantri Ryanthi. Riset: Vika Octavia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7425885569806564661-5327172868066692153?l=diedik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diedik.blogspot.com/feeds/5327172868066692153/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7425885569806564661&amp;postID=5327172868066692153&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/5327172868066692153'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/5327172868066692153'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diedik.blogspot.com/2008/03/barisan-entrepreneur-mengkilap.html' title='Barisan Entrepreneur Mengkilap'/><author><name>Die-dit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12589251714219344561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/R4MBvfhVreI/AAAAAAAAAHw/iEI_ekT2kOo/S220/ABCD0018.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7425885569806564661.post-582077358899012274</id><published>2008-03-21T23:16:00.001+07:00</published><updated>2008-03-21T23:18:51.879+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Success Story'/><title type='text'>Kisah Sukses CEO Zuhud</title><content type='html'>Dikutip dari : &lt;a href="http://www.swa.co.id/swamajalah/sajian/details.php?cid=1&amp;id=251"&gt;http://www.swa.co.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjadi pemimpin hebat, zuhud adalah prasyarat utama. Inilah kisah sukses CEO yang tak begitu dikenal, tapi ternyata berprestasi lebih hebat ketimbang Jack Welch dan eksekutif selebriti lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu siang pada 1971, Darwin E. Smith terpilih menjadi CEO Kimberly-Clark, perusahaan kertas tua, yang selama 20 tahun terakhir nilai sahamnya anjlok 36% dibanding pasar secara umum. Smith yang pengacara di Kimberly-Clark itu tak yakin ia pilihan tepat. Apalagi, seusai pemilihan, seorang direktur menghampiri dan mengingatkan bahwa ia sebenarnya tidak memenuhi beberapa prasyarat untuk jabatan eksekutif puncak tersebut.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; Tetapi, sejarah mencatat, Smith bukan hanya mampu bertahan sebagai CEO selama 20 tahun. Lebih dari itu, dalam dua dasawarsa kepemimpinannya, lelaki santun tersebut berhasil mengibarkan Kimberly-Clark jadi perusahaan produk konsumer berbasis kertas yang memberikan return saham kumulatif 4,1 kali lipat rata-rata pasar ? mengalahkan baik pesaing lama (Scott Paper) maupun baru (Procter &amp; Gamble), bahkan lebih tinggi tinggi ketimbang kampiun industri seperti Coca-Cola, Hewlett-Packard, 3M, dan General Electric.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Kinerja yang mengesankan,? tulis Jim Collins dalam bukunya yang laris, Good to Great. ?Salah satu contoh terbaik dari sukses membawa perusahaan yang bagus menjadi perusahaan yang hebat, pada abad ke-20.?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati demikian, tak banyak orang ? bahkan dari kalangan pemerhati sejarah manajemen dan korporasi ? yang tahu siapa itu Darwin Smith. Musababnya? Mungkin karena Smith sendiri lebih suka tetap tak dikenal. Ia lebih suka bergaul dengan penebang kayu dan menghabiskan liburannya dengan berkeliling naik traktor di tanah pertaniannya Wisconsin ketimbang melobi kalangan pers. Tak heran kalau namanya tak pernah berkibar sebagai selebriti, apalagi pahlawan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika seorang wartawan bertanya tentang gaya manajemennya, Smith yang berpenampilan sederhana dengan jas usang dari J.C. Penney ? department store kelas menengah bawah ? cuma menatap bingung dari balik kaca matanya yang tebal. Setelah terdiam beberapa lama, baru dari mulutnya keluar jawaban singkat: ?Eksentrik.?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Smith memang sangat pemalu dan rendah hati. Tetapi, bukan berarti ia lembek. Lahir dari keluarga petani miskin, siang hari Smith muda harus bekerja di International Harvester agar bisa kuliah malam di Indiana University. Suatu hari terpotong. Dan, ceritanya, ia tetap masuk kuliah malam harinya, lalu masuk kerja lagi keesokan harinya. Hebatnya lagi, walau kuliah sambil kerja full time, Smith diterima di salah satu program pascasarjana ilmu hukum paling bergengsi di dunia: Harvard Law School.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan, hanya dua bulan menduduki kursi CEO, Smith didiagnosis menderita kanker hidung dan tenggorokan, dan diramalkan tak akan bertahan hidup sampai setahun. Ia memberi tahu Dewan Direksi tetapi meyakinkan mereka, ?Aku belum mati dan tak berencana mati dalam waktu dekat.?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Smith membuktikan ucapannya. Ia memenuhi seluruh jadwal kerjanya yang ketat, walau setiap akhir pekan harus melakukan perjalanan dari Wisconsin ke Houston, Texas, untuk radioterapi dan hidup sampai 25 tahun kemudian ? sebagian besar sebagai CEO. Yang lebih hebat lagi, ia menunjukkan kegigihan yang sama ketika mengibarkan kembali Kimberly-Clark yang terpuruk, terutama ketika menuntaskan keputusan paling dramatis dalam sejarah perusahaan kertas tersebut: Melego pabrik kertas yang merupakan sumber utama pendapatan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama setelah menduduki kursi CEO, Smith dan timnya menyimpulkan bahwa bisnis inti tradisional mereka ? coated paper ? tak bisa diandalkan lagi. Matematika bisnisnya jelek dan daya saingnya lemah. Di sisi lain, mereka melihat, kalau Kimberly-Clark berani terjun ke industri konsumer produk kertas, pesaing kelas dunia seperti P&amp;G akan memaksa mereka untuk besar atau, sebaliknya, hancur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, seperti laksamana yang membakar habis kapalnya setelah pendaratan ? sehingga tinggal punya dua pilihan: Menang atau mati ? Smith mengumumkan keputusan manajemen buat melepas pabrik kertas mereka di Kimberley, Wisconsin. Selanjutnya mereka akan fokus ke bisnis konsumer dan menginvestasikan seluruh sumber daya buat membangun merek seperti Huggies dan Kleenex.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Scott Paper mengayun strategi yang berbeda buat mengatasi masalah yang sama. Pesaing langsung Kimberley-Clark ini membajak eksekutif bernama Al Dunlap buat menduduki kursi CEO. Dunlap melakukan kebalikan dari apa yang dilakukan Smith. Ia bekoar kepada siapa pun yang mau mendengarkan tentang apa yang bakal ia capai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam wawancara dengan BusinessWeek sekitar 19 bulan sebagai eksekutif puncak Scott Paper, misalnya, Dunlap menepuk dada, ?Kisah Scott (Paper) bakal tercatat di sejarah bisnis Amerika sebagai salah satu turnaround tersukses dan tercepat yang pernah ada, membuat turnaround lain terlihat kecil.?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang mengelu-elukan Dunlap sebagai jenius. Sebaliknya, kalangan media massa bisnis menilai langkah Smith sebagai kebodohan besar dan para analis Wall Street menurunkan grade saham Kimberly-Clark. Tetapi, Smith jalan terus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya? BusinessWeek mencatat, Dunlap pribadi meraup US0 juta untuk masa kerjanya yang 603 hari ? atau rata-rata US5 ribu per hari ? yang terutama berasal dari pemangkasan karyawan, pemotongan anggaran R&amp;D sampai 50%, dan memaksakan pertumbuhan semu untuk menyiapkan penjualan aset. Belakangan, ia bahkan meluncurkan buku yang menyombongkan julukannya sebagai Rambo in Pinstripes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?I love Rambo,? tulis Dunlap. ?Inilah lelaki dengan peluang nol besar untuk sukses tapi selalu menang. Rambo terjun ke segala situasi tanpa kemungkinan selamat, siap untuk hancur. Tapi ternyata tidak. Pada akhirnya ia berhasil, ia mampu mengalahkan semua orang jahat. Ia menciptakan damai dari puing-puing perang. Itulah yang aku lakukan juga.?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, pelahan namun pasti, Kimberley-Clark mulai lepas landas. Produk mereka, seperti Kleenex, mendominasi pasar sampai-sampai menjadi sebutan umum untuk kategori produknya. Dan, 25 tahun setelah Smith mengayun strategi radikal, Kimberley-Clark bukan saja mampu mengalahkan P&amp;G dalam enam dari delapan kategori produk, melainkan juga mencaplok Scott Paper. Pada masa pensiun, Smith cuma mengenang prestasinya yang luar biasa tersebut dengan kalimat sederhana, ?Aku tidak pernah berhenti berusaha untuk qualified dalam pekerjaan CEO??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati demikian, sebagai manusia biasa, bisa dipastikan Smith bukanlah tanpa ambisi. Ia bahkan boleh dibilang sangat ambisius. Bedanya dari Dunlap ialah: Ambisi Smith disalurkan untuk tujuan bersama yang lebih besar, yaitu buat membangun perusahaan ? bukan dirinya sendiri ? agar jadi yang terhebat. Collins menyebut CEO seperti Smith ini sebagai ?Level 5 Executive?, yaitu eksekutif yang mampu membangun kehebatan yang langgeng melalui campuran yang tampak paradoks dari kerendahhatian pribadi dan tekad profesional. Semua perusahaan yang mampu mengibarkan diri dari sekadar bagus menjadi hebat, masih menurut mantan dosen Stanford University Graduate School of Business ini, memiliki CEO yang dalam konteks sufi disebut zuhud itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain ialah Colman Mockler, CEO Gillete periode 1975 sampai 1991. Pada era Mockler, Gillete menghadapi tiga serangan yang mengancam peluang mereka untuk berkibar menjadi perusahaan hebat. Dua serangan di antaranya ialah tawaran hostile takeover dari Revlon yang dilancarkan Ronald Perelman ? corporate raider yang terkenal suka menyempal-nyempal perusahaan untuk dilego buat melunasi junk bonds dan membiayai lebih banyak penjarahan terhadap perusahaan lain. Serangan ketiga oleh Coniston Partners, kelompok investasi yang telah menguasai 5,9% saham Gillete dan melancarkan perang proksi untuk mengudeta manajemen dan berharap dapat menjual perusahaan ke penawar tertinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau waktu itu Gillete menerima tawaran Perelman, pemegang saham akan menerima gain 44% atau keuntungan jangka pendek US,3 miliar (untuk 116 juta saham yang beredar), termasuk Mockler sendiri yang akan meraup jutaan dollar. Tetapi lelaki pendiam yang santun ini tidak silau oleh kekayaan yang begitu gampang. Tanpa banyak bicara ia memimpin barisan manajemen melakukan perlawanan sengit. Ia dan seluruh manajemen eksekutif senior Gillete bekerja keras menghubungi ribuan investor perorangan ? satu demi satu ? dan, pada akhirnya, menang perang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mockler dan para eksekutif Gillete itu berjuang demi mempertahankan kedudukan sendiri dengan mengorbankan kepentingan para pemegang saham?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru sebaliknya. Mereka tahu betul, perusahaan sedang mempertaruhkan masa depannya pada investasi raksasa dalam sistem canggih berteknologi baru. Kalau pencaplokan itu berhasil, proyek ini akan ditinggalkan dan tak akan lahir yang namanya Sensor, Sensor for Woman, dan Match 3 ? sehingga jutaan (calon) pelanggan harus menggunakan cara bercukur yang kuno dan menyakitkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecuali itu, ketika perang proksi berlangsung, Sensor telah menjanjikan future profit yang tak terefleksikan dalam harga yang ditawarkan. Maklum, proyek Sensor sangat dirahasiakan. Dengan suksesnya Sensor, Mockler dan jajaran manajemen yakin, future value dari saham Gillete bakal jauh di atas harga yang ditawarkan. Artinya, kalau menyerah, hanya pemegang saham jangka pendek yang akan happy dan, karena itu, tak bertanggung jawab atas kepentingan pemegang saham jangka panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang Mockler lakukan tak salah. Kalau pada 31 Oktober 1986 mereka menerima 44% harga premium yang ditawarkan Perelman dan menanam seluruh uang tersebut ke dalam indeks harga saham rata-rata selama 10 tahun, jumlah yang mereka terima tiga kali lebih jelek dibanding kalau tetap dalam bentuk saham perusahaan Gillete yang dipimpin Mockler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, Mockler sendiri tak dapat sepenuhnya menikmati buah upayanya. Pada 25 Januari 1991, orang-orang Gillete menerima kopi sampul depan Forbes yang akan terbit. Di situ terpampang kolase artis yang menggambarkan Mockler berdiri di puncak gunung memegang produk Gillete ukuran raksasa. Sang CEO yang telah beberapa kali menolak untuk difoto agak terheran dengan posenya yang bak Conan sang Penakluk, di majalah itu. Ketika berjalan masuk ke ruang kantornya hanya beberapa menit setelah melihat pengakuan publik terhadap upayanya yang luar biasa gigih selama 16 tahun, Mockler terjatuh ke lantai dan meninggal karena serangan jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang masih jadi pertanyaan: Mengapa jajaran manajemen bersedia mendukung sepenuh hati kebijakan sang CEO yang tak gampang dijalankan itu? Bagi para eksekutif Gillete, misalnya, bukankah kalau menerima tawaran Perelman hidup jadi lebih nyaman ? bisa pensiun dengan mewah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya concern terhadap kemaslahatan perusahaan, CEO seperti Mockler dan Level 5 Executive lain selalu memilih orang terbaik dalam jajaran manajemennya. Dan, tanpa pretensi pintar sendiri, mereka menaruh terlebih dulu orang tersebut pada posisi yang tepat ? serta mengeluarkan orang yang tidak tepat ditaruh di posisi mana pun ? sebelum menentukan hendak dibawa ke mana perahu bisnis yang dinakhodainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi menentukan terlebih dulu 'siapa? ketimbang ?apa? ini memiliki setidaknya tiga kelebihan. Yang pertama: lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan yang selalu berubah. Bayangkan jika visi perusahaan telah ditetapkan terlebih dahulu, lalu di tengah jalan terjadi perubahan rencana, pasti akan muncul masalah (karena orang yang ditempatkan belum tentu tepat lagi untuk visi dan misi yang baru). Dalam hal menaruh orang yang tepat terlebih dahulu, mereka tak akan keberatan kalau perahu bisnis yang ditumpangi mengubah haluan. Maklum, mereka setidak-tidaknya sudah happy dengan tim yang terbentuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua: kalau bisa mendapatkan orang yang tepat, masalah yang menyangkut cara memotivasi dan mengelola mereka tak perlu dikhawatirkan. Kelompok orang yang tepat tak perlu dimonitor kelewat ketat atau didorong-dorong. Mereka sudah termotivasi dari dalam untuk menghasilkan yang terbaik dan jadi bagian dari penciptaan sesuatu yang besar. Yang ketiga: kalau orangnya saja sudah salah, tak peduli sang CEO sudah mendapatkan visi yang benar, hasil yang hebat tak akan tercapai. Buat mencapai visi yang hebat, selalu diperlukan orang yang hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh paling jelas ialah kasus Wells Fargo. Pada awal 1970-an, CEO Dick Cooley melihat bahwa industri perbankan akan dilanda perubahan besar, tetapi ia tak mau berspekulasi akan perubahan yang bakal terjadi tersebut. Maka ketimbang mencoba menyusun strategi untuk perubahan, Cooley dan chairman Ernie Arbuckle memfokuskan diri pada upaya menarik tenaga terbaik yang bisa direkrut ? tanpa melihat latar belakang pendidikannya dan, sering, tanpa tahu pekerjaan spesifik yang akan diberikan kepada orang tersebut. Bahkan, menurut Collins, salah satu perusahaan yang mampu mengibarkan diri menjadi hebat tercatat merekrut orang yang dua kali tertawan pada Perang Dunia II dan dua kali berhasil meloloskan diri!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Itulah cara terbaik membangun masa depan,? Cooley memberikan alasan mengapa ia mengumpulkan bakat terbaik yang ada. ?Kalau aku tidak cukup pintar melihat perubahan yang bakal datang, mereka akan mampu. Mereka juga akan cukup fleksibel menghadapi perubahan tersebut.?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cooley benar. Ketika datang perubahan yang tak terduga akibat deregulasi, tak ada mampu menghadapinya sebaik Wells Fargo. Ketika sektor perbankan terjun bebas 59% dibanding pasar secara umum, Wells Fargo mampu mengalahkan pasar tiga kali lipat lebih. Carl Reichardt yang menjadi CEO pada 1983 mengakui bahwa sukses ini berkat orang di sekelilingnya yang sebagian besar merupakan warisan Cooley.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Mereka itu,? tak kurang dari seorang Warren Buffett memuji, ?adalah tim terbaik.? Bagaimana tidak, hampir semua anggota tim yang bergabung dengan Wells Fargo pada era Cooley-Reichardt menjadi CEO perusahaan besar lain. Bill Aldinger menjadi CEO Household Finance, Jack Grundhofer jadi CEO U.S. Bancorp, Frank Newman jadi CEO Bankers Trust, Richard Rosenberg jadi CEO Bank of America, Bob Joss jadi CEO Westpac Banking (salah satu bank terbesar Australia) dan, belakangan, dekan Graduate School of Business pada Stanford University.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendapatkan dukungan solid tim manajemen yang kompeten, seorang Level 5 Executive berani menghadapi kenyataan ? bagaimana pun pahitnya. Ketika pada 1960-an terseok di pasar, beberapa rantai toko grosir tradisional mulai melakukan eksperimen dengan konsep superstore, termasuk Kroger dan Atlantic and Pacific Tea Company (A&amp;P). Waktu itu, A&amp;P yang merupakan raksasa ritel terbesar di dunia meluncurkan The Golden Key.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya mendapatkan kenyataan yang sama: Masyarakat lebih menyukai superstore ketimbang rantai toko tradisional yang merupakan bisnis inti mereka. A&amp;P tak menyukai temuan ini dan menutup The Golden Key. Mereka tetap mempertahankan konsep rantai toko tradisional yang telah membawa A&amp;P ke puncak selama lebih dari seabad dengan cara apa pun, terutama pemangkasan harga yang agresif. Tetapi, karena yang diinginkan masyarakat pelanggan ialah kenyamanan dan layanan yang lebih baik, A&amp;P akhirnya bangkrut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, manajemen Kroger yang dikomandani CEO Jim Herring berani pro-aktif terhadap kenyataan lapangan: Toko superkombinasi merupakan masa depan dan, agar bisa bertahan, harus menjadi nomer satu atau nomer dua di setiap pasar. Maka, mulai 1970 mereka menghapus, mengubah, atau mengganti setiap toko dan hengkang dari setiap kawasan yang tak sesuai dengan realitas baru tersebut. Bisnis yang telah berakar selama puluhan tahun diubah sama sekali ? toko demi toko, blok demi blok, kota demi kota, negara bagian demi negara bagian. Dengan demikian, pada awal 1990-an Kroger telah membangun seluruh sistem dari model bisnis yang sama sekali dan berhasil mengibarkan diri menjadi rantai pertokoan nomer satu di Amerika Serikat, setidak-tidaknya sampai 1999.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada beberapa perusahaan, perubahan yang harus dilakukan untuk mengibarkan diri begitu besar sampai harus keluar dari kepompong kemapanan yang telah mendarah daging. Kasus Kroger atau Wells Fargo barulah contoh kecil. Di Wells Fargo, misalnya, perubahan orientasi yang harus dilakukan cuma kerelaan untuk ?hanya? jadi bank regional di kawasan Pantai Barat Amerika (bukan bank global seperti Citicorp) dan memperlakukan diri sebagai ?bisnis? (yang harus memperhitungkan betul faktor biaya) ketimbang ?bank konvensional? (dengan gaya hidup bankirnya cenderung bermewah-mewah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandingkan dengan yang harus dilakukan Abbott Laboratories. Sepanjang sejarah bisnisnya berkiprah di industri farmasi, pada 1967 tiba-tiba Abbott harus menerima kenyataan bahwa mereka tak mungkin jadi perusahaan farmasi yang terbaik. Kalau harus bersaing dengan Merck yang memiliki R&amp;D begitu maju, Abbott yang sejak lama hanya bisa mengandalkan produk antibiotika eritromisin ibarat kesebelasan kelas kelurahan yang mesti melawan kesebelasan nasional Brazil. Satu-satunya peluang untuk berkibar, CEO George Cain sadar, adalah masuk ke produk yang memberikan kontribusi terhadap perawatan kesehatan yang cost-effective. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu, Abbott telah bereksperimen dengan produk nutrisi rumah sakit (yang dirancang buat membantu pasien memulihkan kekuatan dengan cepat setelah operasi) dan peralatan diagnostik (salah satu cara utama menurunkan biaya perawatan kesehatan ialah melalui diagnosis yang benar). Maka, walau bisnis inti mereka, farmasi, memberikan 99% pendapatan, Abbott dengan berani ? dan konsisten ? mengubah visi bisnisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti menggerakkan roda besar, Abbott melakukannya satu putaran demi satu putaran, terus-menerus sampai sepuluh, seratus, seribu putaran. Pada putaran pertama, roda bisnis mereka jelas tak bisa bergerak kencang. Tetapi, semua jadi semakin gampang, gerak bisnis kian lancar, dengan terbentuknya momentum yang ikut mendorong putaran berikutnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap tahun Abbott mengumumkan target pertumbuhan, katakanlah 15%, kepada kalangan Wall Street. Pada saat yang sama mereka menetapkan target internal yang jauh lebih tinggi, misalnya 25% atau 30%. Sementara itu, manajemen juga minta R&amp;D membuat daftar proyek bisnis yang belum mendapatkan dana yang mereka sebut sebagai Blue Plans. Nah, menjelang akhir tahun, Abbott akan menampilkan angka pertumbuhan yang melebihi ekspektasi analis, yaitu lebih dari 15%, tetapi masih lebih rendah ketimbang pertumbuhan aktual. Beda antara angka yang ?membuat para analis happy? itu dan pertumbuhan sebenarnya disalurkan ke Blue Plans. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cara ini Abbott dapat mengelola tekanan jangka pendek dari Wall Street sekaligus secara sistematik melakukan investasi untuk masa depan. Hasilnya: memasuki 1974 nilai saham Abbott meroket sehingga pada 2000 mengalahkan indeks harga saham rata-rata sampai 4,5 kali, bahkan mengalahkan kinerja kampiun industri farmasi Merck dan Pfizer. Sebagai pembanding, perusahaan sejenis yang sebelumnya memiliki kinerja mirip tetapi ngotot bertahan di bisnis farmasi yang tak dapat diandalkan lagi, Upjohn, nilai sahamnya terpuruk 89% di bawah Abbott sebelum akhirnya dicaplok oleh Pharmacia pada 1995.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memantau kemajuan kinerjanya, perusahaan yang berupaya mengibarkan diri menjadi hebat harus memiliki denominator ekonomi yang jelas. Abbott, misalnya, mengadopsi parameter laba/karyawan, bukan lagi laba/lini produk seperti ketika masih berkiprah di industri farmasi sebagai denominator ekonomi. Gillete memakai parameter laba/pelanggan bukan lagi laba/divisi. Kimberley-Clark yang memosisikan diri sebagai perusahaan konsumer beralih ke laba/consumer brand dari laba/aset tetap (kilang kertas). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga Kroger yang tak lagi menggunakan parameter laba/toko melainkan laba/populasi lokal untuk menunjukkan banyaknya orang yang berbelanja dan jumlah yang dibelanjakan dalam suatu populasi di kawasan tertentu. Perusahaan ritel lain, Walgreens, memilih parameter laba/pelanggan sebagai pengganti laba/toko. Bersenjatakan data denominator ekonomi yang tepercaya, Walgreens berani menjenuhi pasar tertentu di San Francisco dengan kepadatan sampai sembilan toko dalam radius satu mil. Penjenuhan ini meningkatkan skala ekonomi lokal yang menghasilkan lebih banyak dana tunai untuk membangun lebih banyak toko di pasar tersebut yang pada gilirannya akan menarik lebih banyak pelanggan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat melayani pelanggan yang membanjir itu ? sekaligus menarik lebih banyak pelanggan baru ? Walgreens tak segan menggelontorkan dana untuk mengembangkan teknologi canggih. Tetapi, seperti Level 5 Executive lain, CEO Charles R. Walgreen III sadar betul bahwa teknologi itu hanya akselerator, bukan kreator, momentum. Ketika drugstore.com muncul pada akhir 1990-an, misalnya, ia memilih untuk diam dulu: berpikir. Padahal, waktu itu tekanan pasar terhadap Walgreens sangat berat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbulan-bulan drugstore.com masuk bursa pada 28 Juli 1999, saham Walgreens anjlok 40%. ?Mereka kelewat tua dan kaku untuk dunia Internet. Mereka akan tertinggal,? ujar seorang eksekutif bisnis terkait Internet tentang Walgreens. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa merasa perlu terburu-buru, Walgreens bereksperimen dengan situs Web seraya terus melakukan debat intensif tentang pengaruhnya terhadap konsep bisnis mereka. ?Bagaimana Internet bisa nyambung dengan konsep kenyamanan berbelanja? Bagaimana kami bisa mengaitkan itu dengan denominator arus kas/kunjungan pelanggan? Bagaimana kami bisa memanfatkan Internet buat meningkatkan apa yang sudah terbukti kami lakukan lebih baik ketimbang perusahan lain dan dengan cara yang menyenangkan??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berhasil mengaitkan Internet secara langsung dengan model inventori-dan-distribusi mereka yang canggih dan, akhirnya, dengan konsep convenient store, baru Walgreens mulai bersicepat. Dengan sistem itu, pelanggan bisa menulis resep secara online, datang ke fasilitas drive through Walgreens di mana saja (bahkan ketika sedang bepergian ke luar negara bagian), lalu didapatlah obat yang diresepkan tersebut. Atau, kalau, mau, bisa juga obat tadi diantar ke rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu dilakukan dengan tenang dan terencana, tanpa upacara yang gegap gempita. Tetapi, begitu sambutan pelanggan terlihat bagus, Walgreens langsung lari kencang ?menggelontorkan banyak dana buat membangun sistem tercanggih dan terancang bagus laiknya perusahaan dotcom murni. Hasilnya: Pada 2000, layanan Walgreens.com sudah secanggih Amazon.com (pelopor raja e-commerce), mendongkrak nilai saham mereka menjadi hampir dua kali lipat dalam tempo setahun (sejak nilai terendah 1999). Sebaliknya, drugstore.com yang terus saja berdarah keuangannya semakin kehilangan pamor dan mendekat ke jurang kebangkrutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehebatan lain seorang Level 5 Executive adalah dalam mencari penggantinya. Ketika David Maxwell menjadi CEO Fannie Mae pada 1981, BUMN Amerika Serikat yang menangani hipotek (juga kredit pemilikan rumah, KPR) ini merugi US juta/hari sehingga US56 miliar set mereka dalam bentuk pinjaman terancam perdarahan hebat. Dengan mengarahkannya menjadi perusahaan yang terbaik dalam menilai risiko hipotek, Maxwell berhasil mengibarkan Fannie Mae menjadi perusahaan Wall Street dengan earning US jut/hari dan kinerja saham yang 3,8 kali lebih baik ketimbang indeks harga saham rata-rata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maxwell mengajukan pensiun ketika ia masih berjaya tetapi khawatir akan membuat kinerja Fannie Mae menurun kalau bercokol kelewat lama. Dengan legawa, ia menyerahkan tongkat kepemimpinan kepada eksekutif yang sama andalnya: Jim Johnson. Lalu, ketika sukses yang dibukukan membuat Fannie Mae harus menghadapi orang di Washington yang mempertanyakan paket pensiunnya yang kelewat besar (yang sebetulnya wajar, mengingat peningkatan kinerja perusahaan yang luar biasa), Maxwell menginstruksikan kepada Johnson untuk tidak membayarkan sisanya, US,5 juta, dan memasukkan uang haknya tersebut ke Yayasan Fannie Mae untuk membantu pengadaan rumah bagi kalangan kurang mampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja tak mudah menjadi Level 5 Executive, seperti juga tak mudah menjadi zuhud. Bahkan di negara yang terkenal dengan profesionalnya yang brilian dan tradisi charity-nya yang kental, Collins hanya menemukan CEO dari 11 perusahaan yang layak disebut sebagai Level 5 Executive. Padahal, ketika melakukan riset untuk menulis Good to Great itu, Collins dan orangnya yang tergabung dalam management research laboratory di Boulder, Colorado, membedah 1.435 perusahaan yang muncul dalam majalah Fortune sejak 1965. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, kalau menjadi Level 5 Executive tidak mudah, bukan tak mungkin bagi Anda, para CEO di negeri tercinta ini, untuk paling tidak membantu menumbuhkan atau mencari pemimpin yang luar biasa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prih Sarnianto&lt;br /&gt;Riset: Siti Sumariyati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boks:&lt;br /&gt;Perusahaan yang berhasil mengibarkan diri menjadi yang terhebat di bidangnya ? dan mampu mempertahankan kehebatan tersebut dalam tempo cukup lama ? ternyata memiliki profil pemimpin yang mirip: Rendah hati tetapi memiliki tekad profesional yang besar. Orang yang zuhud ini, lebih seperti Abraham Lincoln dan Socrates ketimbang Jenderal George Patton dan Julius Caesar, juga memiliki strategi yang hampir sama:&lt;br /&gt;? Memilih siapa? baru apa. Kebanyakan dari kita menduga bahwa para pemimpin hebat akan memulai sesuatu dari menetapkan visi atau strategi baru. Ternyata tidak, mereka memilih dulu orang yang tepat dan menaruhnya di posisi yang tepat (serta membuang orang yang tidak tepat) ? baru menentukan arah yang dituju.&lt;br /&gt;? Berani menghadapi kenyataan terpahit (dan tak pernah kehilangan harapan). Mereka yakin bahwa pada akhirnya akan sukses, tak peduli berapa besar kesulitan yang menghadang dan, pada saat yang sama, berani menghadapi kenyataan terpahit, apa pun itu.&lt;br /&gt;? Konsep yang terfokus. Hanya karena sesuatu telah menjadi bisnis inti yang telah dilakukan selama betahun-tahun bukan berarti perusahaan kita bisa menjadi yang terbaik dalam bisnis tersebut. Dan kalau tak dapat menjadi yang terbaik dalam bisnis inti, berarti bisnis tersebut tak dapat jadi basis untuk mengibarkan diri sebagai perusahaan hebat. Temukan visi baru, yang menempatkan perusahaan jadi terhebat di bisnis tertentu, punya nilai ekonomi yang cukup tinggi, dan kita senang melakukannya.&lt;br /&gt;? Budaya disiplin. Semua perusahaan memiliki budaya, beberapa memiliki displin, tetapi hanya segelintir yang punya budaya disiplin. Jika memiliki sumber daya manusia (SDM) yang disiplin, tak diperlukan hirarki. Kalau punya pemikiran yang disiplin, tak diperlukan birokrasi. Dengan adanya diciplined action, tak diperlukan kontrol yang berlebihan. Kombinasikan budaya disiplin tersebut dengan etos kewirusahaan, kita akan memiliki ramuan ajaib untuk kinerja yang hebat.&lt;br /&gt;? Memanfaatkan teknologi sebagai akselerator. Perusahaan yang hebat tak menggunakan teknologi sebagai pemicu transformasi. Tetapi, mereka juga berani menjadi pionir penggunaan teknologi yang dipilih secara hati-hati.&lt;br /&gt;? Selangkah demi selangkah. Mereka yang meluncurkan program perubahan yang revolusioner dan restrukturisasi yang cepat hampir bisa dipastikan bakal gagal. Sehebat apa pun hasil akhir yang dicapai, tak pernah kinerja tersebut diraih dalam sekali lompatan besar. Semua berjalan selangkah demi selangkah ? tak ada momen keajaiban ? sampai akhirnya terbentuk momentum yang memungkinkan perusahaan untuk tinggal landas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7425885569806564661-582077358899012274?l=diedik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diedik.blogspot.com/feeds/582077358899012274/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7425885569806564661&amp;postID=582077358899012274&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/582077358899012274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/582077358899012274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diedik.blogspot.com/2008/03/kisah-sukses-ceo-zuhud.html' title='Kisah Sukses CEO Zuhud'/><author><name>Die-dit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12589251714219344561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/R4MBvfhVreI/AAAAAAAAAHw/iEI_ekT2kOo/S220/ABCD0018.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7425885569806564661.post-4554930692066828082</id><published>2008-03-21T23:06:00.002+07:00</published><updated>2008-03-21T23:09:16.485+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Success Story'/><title type='text'>Bill Gates</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/R-PdmiQaS1I/AAAAAAAAAJs/Lh0osF2kIXs/s1600-h/th_4fb50.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/R-PdmiQaS1I/AAAAAAAAAJs/Lh0osF2kIXs/s320/th_4fb50.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5180227650506607442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari : &lt;a href="http://www.andriewongso.com/awartikel-300-Success_Story-Bill_Gates"&gt;http://www.andriewongso.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika mendengar nama ini, orang akan langsung ingat dua hal, yakni Microsoft dan kekayaan. Yah, memang tak bisa dimungkiri, orang mengenal Bill Gates sebagai pendiri perusahaan piranti lunak terbesar di dunia. Selain itu, kekayaan yang diperolehnya dari perusahaan itu telah membuatnya jadi orang terkaya di dunia beberapa tahun berturut-turut, tanpa pernah tergeser ke posisi kedua sekalipun. Konon, kekayaannya mencapai 71% nilai anggaran belanja negara kita, yakni lebih dari Rp500 triliun. Sungguh fantastis! &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; Tapi, semua itu tentu melalui proses panjang. Semua berawal dari impian Bill Gates saat masih muda. Ketika itu, sekitar tahun 70-an, ia yang hobi mengutak-atik program komputer memimpikan bisa menghadirkan komputer ke rumah-rumah. Sesuatu yang dianggap sulit diwujudkan pada masa itu. Sebab, pada tahun itu komputer masih berukuran sangat besar dan hanya dimanfaatkan untuk hal-hal tertentu saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelahiran Seattle dari pasangan seorang pengacara dan pegawai bank ini memang terkenal cukup ambisius. Pada saat masih sekolah dasar, semangatnya yang cenderung menyulitkannya dalam pergaulan membuat orang tuanya memindahkan sekolahnya ke sekolah unggulan khusus laki-laki di Lakeside School. Di sekolah itulah ia pertama kali berkenalan dengan dunia yang mengantarkan pada bakatnya di bidang pemrograman. Saat itu ia mengenal mesin teletype, semacam mesin ketik yang bisa diberi program sederhana. Dari mesin itu, kemudian dia mulai menguasai dengan baik bahasa pemrograman BASIC. Ia pun lantas bertemu dengan komunitas penggemar program dan sering menghabiskan waktunya berjam-jam untuk menekuni hobi tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah tiga anak ini kemudian mengembangkan bakatnya saat kuliah di Universitas Harvard. Namun, saat kuliah di universitas elit di Amerika itu, lagi-lagi ambisi Bill Gates membuatnya lebih memilih untuk mewujudkan impiannya, dibandingkan harus menyelesaikan studi. Ia memilih drop out dan berkomitmen kuat untuk mewujudkan ambisinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komitmen itu diwujudkan dengan ketekunan, ketelatenan, dan keuletan, sehingga pelan tapi pasti hobinya membuat program telah menjadi bisnis yang kian menguntungkan. Ia kemudian juga bertemu dengan Paul Allen, rekan yang kemudian turut membantunya mewujudkan impian menghadirkan komputer ke rumah-rumah. Duet mereka banyak menghasilnya program-program unggulan, salah satunya MS-DOS yang kemudian banyak dipakai sebagai software di berbagai komputer. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai inovasi tak henti dilakukannya. Hasilnya? Seperti yang dilihat banyak orang saat ini. Impian Bill Gates telah menjadi nyata. Hampir setiap rumah, kini mempunyai komputer. Dan, hebatnya, sistem operasinya kebanyakan menggunakan produk Microsoft. Inilah yang membuat pundi-pundinya terus mengembang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, dengan kekayaannya tersebut, Bill Gates dan istrinya, Melinda, kemudian mendirikan Bill &amp; Melinda Gates Foundation. Yayasan bentukan Gates ini digunakan untuk berbagai kegiatan sosial. Mulai dari menyalurkan beasiswa kepada kaum minoritas, berperang melawan penyakit seperti AIDS dan berbagai penyakit lainnya, hingga memerangi kelaparan dan kemiskinan. Tak tanggung-tanggung, pasangan suami istri ini menyumbangkan lebih dari US$ 5 miliar untuk kepentingan yayasan ini. Sebuah sumbangan terbesar di dunia yang pernah diberikan pada sebuah yayasan sosial. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah impian, jika disertai dengan keyakinan kuat dan kerja keras, serta dilandasi komitmen perjuangan tanpa henti, akan memberi hasil yang gemilang. Bill Gates adalah bukti nyata bahwa impiannya yang pernah dianggap mustahil, kini mampu diwujudkannya. Nilai keyakinan dan perjuangan inilah yang bisa kita contoh dalam kehidupan kita. Selain itu, kepedulian Bill Gates untuk berbagi juga bisa dijadikan teladan bahwa sukses akan lebih berarti jika kita bisa saling berbagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7425885569806564661-4554930692066828082?l=diedik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diedik.blogspot.com/feeds/4554930692066828082/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7425885569806564661&amp;postID=4554930692066828082&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/4554930692066828082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/4554930692066828082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diedik.blogspot.com/2008/03/bill-gates.html' title='Bill Gates'/><author><name>Die-dit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12589251714219344561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/R4MBvfhVreI/AAAAAAAAAHw/iEI_ekT2kOo/S220/ABCD0018.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/R-PdmiQaS1I/AAAAAAAAAJs/Lh0osF2kIXs/s72-c/th_4fb50.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7425885569806564661.post-1744840961400871285</id><published>2008-03-21T23:02:00.002+07:00</published><updated>2008-03-21T23:05:29.721+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Success Story'/><title type='text'>Jackie Chan</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/R-PcuCQaS0I/AAAAAAAAAJk/ebi6P_rDIOM/s1600-h/th_a805e.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/R-PcuCQaS0I/AAAAAAAAAJk/ebi6P_rDIOM/s320/th_a805e.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5180226679843998530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari : &lt;a href="http://www.andriewongso.com/awartikel-328-Success_Story-Jackie_Chan"&gt;http://www.andriewongso.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, hampir semua orang mengenal sosok Jackie Chan. Seorang aktor yang sangat komplet, bisa main film kungfu, menyanyi, komedi, dan berbagai peran menantang lain. Hebatnya, untuk melakoni film-film action yang banyak adegan berbahaya, ia menolak menggunakan pemeran pengganti. Maka, tak jarang, cidera ringan hingga serius kerap dideritanya. Namun, itulah seorang Jackie Chan. Ia selalu berperan total dalam setiap pekerjaan yang dijalaninya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; "Terlahir dari pasangan keluarga miskin, Charles dan Lee-lee Chan pada 7 April 1954, Jackie rupanya memang terbiasa dilatih kungfu sejak kecil oleh ayahnya. Barangkali, inilah dasar utama yang membuat Jackie punya mental baja dalam menjalani setiap peran dalam kehidupannya. Menurut ayahnya, belajar kungfu dapat membangun karakter, kesabaran, kekuatan, dan keberanian, seperti yang dimiliki Jackie saat ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap tersebut terbukti dalam perjalanan hidup Jackie kecil. Saat usianya baru menginjak tujuh tahun, ia sudah berpisah dengan orang tuanya yang pergi ke Australia untuk bekerja. Ketika itu, ia dititipkan untuk bersekolah di China Drama Academy. Di sekolah itulah, kemampuannya makin terasah, mulai dari ilmu beladiri, akrobat, menyanyi, dan akting. Selain itu, pola pengajaran di sekolah yang sangat keras, meski kadang membuatnya menderita, justru makin mengasah mentalnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui sekolah itu, jalurnya ke dunia perfilman terbuka. Ketika menginjak usia 8 tahun, ia jadi figuran untuk sebuah film berjudul: "Seven Little Valiant Fighters: Big and Little Wong Tin Bar." Ia juga membentuk grup pertunjukan seni beladiri bersama Sammo Hung dan Yuen Biao, dua aktor yang kini juga sangat terkenal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kisah perjuangan Jackie tak semulus gerakan lincah kaki dan tangannya. Awal karirnya banyak dilewatkan hanya dengan menjadi figuran atau stuntman. Hanya keberaniannya dalam melakoni adegan-adegan berbahaya yang membuat Jackie cepat dikenal dan banyak dipakai di beberapa film. Sayang, industri film di Hong Kong sempat surut. Ia akhirnya pindah ke Australia mengikuti orang tuanya yang sudah lama tinggal di sana. Tapi, ia tak betah lama di negeri Kanguru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jackie akhirnya kembali ke Hong Kong ketika ia mendapat tawaran bermain di sebuah film atas undangan Willie Chan, seorang pencari bakat. Meski kurang sukses, film berjudul: “New Fist of Fury” itu mulai mengangkat namanya. Setelah beberapa film tak sesuai harapan, akhirnya dua film, yaitu "Snake in Eagle's Shadow" dan “Drunken Master” melambungkan namanya hingga ke Asia dan akhirnya sampai ke Hollywood. Di sana, ia sempat membuat sejumlah film yang cukup laris, seperti Rumble in the Bronx, Rush Hour, dan Shanghai Noon. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, saat namanya makin melambung, ia selalu teringat masa ketika masih menderita. Karena itu, ia berkomitmen untuk memperbanyak aktivitas sosial. Salah satunya ditunjukkan ketika ia membantu dan mengunjungi Aceh pascatsunami. Ia kini juga diangkat sebagai duta UNICEF dan UNAIDS, serta membuat beberapa yayasan untuk membantu orang yang membutuhkan, dari memberikan beasiswa, sampai pengobatan gratis. Jackie juga banyak berkeliling dunia untuk menjalankan misi perdamaiannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Semangat yang ditunjukkan Jackie patut kita contoh. Meski harus banyak melakoni sejumlah peran kecil, ia pantang menyerah untuk menjadi seorang bintang ternama. Saat sudah besar pun, ia tak lupa asalnya. Saat sukses datang, memang akan jauh lebih bermakna jika kita bisa banyak membantu sesama, seperti yang dilakukan Jackie Chan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7425885569806564661-1744840961400871285?l=diedik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diedik.blogspot.com/feeds/1744840961400871285/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7425885569806564661&amp;postID=1744840961400871285&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/1744840961400871285'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/1744840961400871285'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diedik.blogspot.com/2008/03/jackie-chan.html' title='Jackie Chan'/><author><name>Die-dit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12589251714219344561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/R4MBvfhVreI/AAAAAAAAAHw/iEI_ekT2kOo/S220/ABCD0018.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/R-PcuCQaS0I/AAAAAAAAAJk/ebi6P_rDIOM/s72-c/th_a805e.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7425885569806564661.post-4991376495968535928</id><published>2008-03-21T22:32:00.003+07:00</published><updated>2008-03-21T23:01:47.963+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Success Story'/><title type='text'>Tukul Arwana</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/R-Pb3CQaSzI/AAAAAAAAAJc/xARpDTP1ufY/s1600-h/th_a4589.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/R-Pb3CQaSzI/AAAAAAAAAJc/xARpDTP1ufY/s320/th_a4589.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5180225734951193394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari : &lt;a href="http://www.andriewongso.com/awartikel-286-Success_Story-Tukul_Arwana"&gt;http://www.andriewongso.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Saya ini seperti pisau yang jelek tapi diasah terus sehingga bisa jadi tajam,"sebut sesosok pria yang kini enam hari sekali menjumpai pemirsa di stasiun Trans7 melalui program Empat Mata. Mudah ditebak, sosok itu adalah Tukul Arwana. Banyolan yang khas, tepuk tangan ala monyet, bahasa inggris yang kacau, kepolosan dan penampilan konyol yang menjadi trade mark-nya, mampu mengantarkan pria bernama asli Tukul Riyanto ini mencapai puncak keemasannya.&lt;div class="fullpost"&gt; Tukul kini boleh jadi telah menjadi semacam ikon atau simbol orang desa yang mampu 'menaklukkan' kota. Pengakuannya sebagai orang kelahiran desa, dengan tingkah laku yang kampungan, slapstik, seakan menjadi simbolisasi kesuksesan yang benar-benar dimulai dari bawah. Maka, tak heran, ia dianggap mampu menjadi representasi kebanyakan orang yang ingin sukses. Inilah yang membuat banyak orang mau antri untuk datang ke acaranya, selain tentu untuk menikmati banyolan-banyolannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan kelahiran Semarang 16 Oktober 1963 ini memang sangat panjang dan berliku. Untuk mendapatkan kesuksesan seperti saat ini, Tukul harus berjuang dari panggung ke panggung. Menurut pria yang sudah suka melawak di panggung 17 Agustusan sejak kecil ini, proses adalah bagian terpenting dalam hidupnya. "Saya sudah kenyang diremehkan, dicaci, dan dicibir. Saya jalan dari satu kampung ke kampung yang lain, dari satu panggung ke panggung yang lain. Dan inilah yang sekarang saya terima," kata bapak satu anak yang sering menggambarkan dirinya sebagai hasil dari kristalisasi keringat itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut mantan sopir omprengan, kru shooting video, sopir pribadi, dan penyiar radio ini, kunci sukses yang utama pada dirinya adalah menikmati kelemahan dalam diri, dan mengubahnya menjadi berkah. "Makanya saya nikmati saja diolok-olok, dijelek-jelekkan, wong malah itu yang menghidupi saya sekarang." Selain itu, Tukul juga menyebut sejumlah nama, selain istrinya, yang turut memberi andil pada suksesnya. Beberapa di antaranya yaitu Joko Dewo dan Tony Rastafara yang pertama kali mengajaknya melawak ke Jakarta. Ia juga menyebut Radio Humor SK dan kelompok lawak Srimulat sebagai prosesnya memperkaya materi lawakan. "Saya bisa mencapai ini semua berkat bantuan banyak orang juga," ujar pria yang kini sering mengundang beberapa orang yang dianggap berjasa pada karirnya, untuk ikut tampil di Empat Mata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, boleh jadi Tukul telah jadi pelawak paling mahal di Indonesia. Konon, tarifnya sekali manggung mencapai Rp30 juta. Padahal, untuk acara Empat Mata, ia sudah mengantongi kontrak hingga 260 episode. Jika ditotal, plus honor jadi bintang iklan beberapa produk, pendapatannya per tahun miliaran rupiah. Sebuah motor Harley Davidson kini juga menjadi simbol kesuksesan yang sudah diraihnya. Rumahnya pun ada beberapa, sebagian dikontrakkan untuk menambah pundi-pundi simpanan masa tuanya. Bersama mantan majikannya, ia juga berencana untuk membuka restoran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, mendapat kelimpahan rejeki demikian banyak, Tukul tak melupakan asalnya. Karena itu, demi membantu rekan-rekan sesama pelawak yang belum sukses, ia membelikan beberapa motor untuk dijadikan sarana ojek bagi rekannya. Selain itu, ia menyediakan satu rumah khusus untuk dijadikan tumpangan rekannya selama di Jakarta. Rumah yang dinamai Posko Ojo Lali itu juga dijadikan ajang tukar pikiran dan meramu ide kreatif lawakan. Selain itu, saat ini ia juga ingin merealisasikan sebuah program acara untuk mengakomodasi teman-teman pelawak yang belum berhasil. "Banyak pelawak yang potensial, namun belum terangkat. Saya yang sedang di puncak ingin mereka juga bisa berhasil," harap Tukul. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan Tukul dari nol adalah sebuah gambaran ketekunan dan keuletan yang perlu kita contoh. Keyakinannya yang kuat untuk menjadi pelawak terkenal, ditambah kemauannya belajar banyak hal, telah menjadikannya sebagai ikon orang desa yang bisa menaklukkan kota. Perhatiannya kepada sesama rekan pelawak yang belum sukses juga patut diteladani. Dengan begitu, apapun bentuk kesuksesan yang kita raih, bisa lebih bermakna bagi sesama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7425885569806564661-4991376495968535928?l=diedik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diedik.blogspot.com/feeds/4991376495968535928/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7425885569806564661&amp;postID=4991376495968535928&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/4991376495968535928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/4991376495968535928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diedik.blogspot.com/2008/03/tukul-arwana.html' title='Tukul Arwana'/><author><name>Die-dit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12589251714219344561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/R4MBvfhVreI/AAAAAAAAAHw/iEI_ekT2kOo/S220/ABCD0018.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/R-Pb3CQaSzI/AAAAAAAAAJc/xARpDTP1ufY/s72-c/th_a4589.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7425885569806564661.post-5282887276186469206</id><published>2008-03-21T01:59:00.002+07:00</published><updated>2008-03-21T02:04:51.653+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Economi'/><title type='text'>SIAPA LEBIH MERUSAK LINGKUNGAN: ORANG MISKIN ATAU ORANG KAYA?</title><content type='html'>Dikutip dari : &lt;a href="http://www.ekonomirakyat.org/edisi_22/artikel_3.htm"&gt;http://www.ekonomirakyat.org&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The greatest threat to the equilibrium of the environment comes from the way the economy is organized... ever increasing growth and accumulation (Ravaioli, 1995: 4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika hutan kita menjadi gundul atau terbakar, sehingga lingkungan hidup kita rusak, siapa biang keladinya? Penduduk miskin di hutan-hutan dan sekitar hutan menebang hutan negara untuk memperoleh penghasilan untuk makan. Tetapi kayu-kayu yang diperolehnya ditampung calo-calo untuk dijual, dan kemudian dijual lagi untuk ekspor, yang semuanya “demi keuntungan”. Siapa yang paling bersalah&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; dalam proses perusakan lingkungan ini? Yang jelas tidak adil adalah kalau yang disalahkan hanya orang-orang miskin saja, sedangkan orang-orang kaya adalah “pahlawan pembangunan”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila dikatakan penduduk miskin terbiasa ... “membuang kotoran manusia secara sembarangan yang akan berakibat pada terjangkitnya diare ...” atau “penduduk miskin hanya menekankan pada upaya pemenuhan kebutuhan dasar untuk bertahan hidup, dan mereka cenderung mengabaikan pemeliharaan lingkungan sekitar”, kiranya pernyataan ini juga tidak adil. Pemenuhan kebutuhan pokok penduduk miskin bukan masalah “hanya”, tetapi “mutlak” harus dipenuhi untuk hidup. Penduduk miskin tidak memperhatikan lingkungan hidup sekitarnya bukanlah karena mereka tidak peduli, tetapi karena mereka melakukannya dengan terpaksa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar adil kita harus mengakui bahwa kerusakan lingkungan khususnya hutan, disebabkan para pemodal yang haus keuntungan, “memesan” kayu dalam jumlah besar  sebagai bahan baku industri yang memang permintaannya sangat besar pula. Akumulasi keuntungan dan kekayaan yang tidak mengenal batas harus dianggap sebagai penyebab utama kerusakan/pengrusakan hutan, bukan karena orang-orang miskin banyak yang merusak hutan. Maka untuk menjamin terjadinya pembangunan yang berkelanjutan kita harus menghentikan keserakahan orang-orang kaya. Adalah sangat keliru ilmu ekonomi justru memuja “keserakahan”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan pedagang kaki lima (PKL) yang tumbuh menjamur dimana-mana, yang dianggap merusak lingkungan karena mengotori jalan dan mengganggu ketertiban, juga tidak mungkin ditimpakan kesalahannya pada PKL karena pekerjaan itulah satu-satunya “mata pencaharian” yang dapat dilakukan dalam kondisi kepepet. Ia menggunakan modal sendiri dengan resiko usaha ditanggung sendiri, tidak ada subsidi apapun dar pemerintah, dan memang ada pembeli terhadap barang/jasa yang ditawarkannya. Jadi dalam hal ini lingkungan yang rusak harus diselamatkan melalui upaya-upaya “pencegahan” munculnya PKL, bukan dengan “menggusurnya” setelah berkembang. PKL bukan “masalah” tetapi ”pemecahan” masalah kemiskinan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan kita, pendekatan terhadap masalah “pengurangan kemiskinan dan pengelolaan lingkungan” atau sebaliknya terhadap “pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dan strategi penanggulangan kemiskinan” selama ini kiranya salah dan tidak adil, karena melihat kemiskinan sebagai fakta tanpa mempelajari sumber-sumber dan sebab-sebab kemiskinan itu. Akan lebih baik dan lebih adil jika para peneliti memberi perhatian lebih besar pada sistem ekonomi yang bersifat “serakah” dalam eksploitasi SDA, yaitu sistem ekonomi kapitalis liberal yang berkembang di Barat, dan merajalela sejak jaman penjajahan sampai era globalisasi masa kini. Sistem ekonomi yang tepat bagi Indonesia adalah sistem ekonomi pasar yang populis dan mengacu pada ideologi Pancasila dengan lima cirinya sebagai berikut: &lt;br /&gt;(1)   Roda kegiatan ekonomi bangsa digerakkan oleh rangsangan ekonomi, sosial, dan moral;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2)   Ada kehendak kuat warga masyarakat untuk mewujudkan kemerataan sosial yaitu tidak membiarkan terjadinya dan berkembangnya ketimpangan ekonomi dan kesenjangan sosial;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3)   Semangat nasionalisme ekonomi; dalam era globalisasi makin jelas adanya urgensi terwujudnya perekonomian nasional yang kuat, tangguh, dan mandiri;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4)   Demokrasi Ekonomi berdasar kerakyatan dan kekeluargaan; koperasi dan usaha-usaha kooperatif menjiwai perilaku ekonomi perorangan dan masyarakat;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(5)   Keseimbangan yang harmonis, efisien, dan adil, antara perencanaan nasional dengan desentralisasi ekonomi dan otonomi yang luas, bebas, dan bertanggung jawab, menuju pewujudan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Prof. Dr. Mubyarto -- Guru Besar Fakultas Ekonomi UGM, Kepala Pusat Studi Ekonomi Pancasila (PUSTEP) UGM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1] Makalah untuk lokakarya terbatas (Expert Workshop), Pusat Studi Lingkungan Hidup UGM, 6 Oktober 2004.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ravaioli, Carla &amp; Paul Ekins, 1995, Economist and the Environment, Zed Books&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7425885569806564661-5282887276186469206?l=diedik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diedik.blogspot.com/feeds/5282887276186469206/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7425885569806564661&amp;postID=5282887276186469206&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/5282887276186469206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/5282887276186469206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diedik.blogspot.com/2008/03/siapa-lebih-merusak-lingkungan-orang.html' title='SIAPA LEBIH MERUSAK LINGKUNGAN: ORANG MISKIN ATAU ORANG KAYA?'/><author><name>Die-dit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12589251714219344561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/R4MBvfhVreI/AAAAAAAAAHw/iEI_ekT2kOo/S220/ABCD0018.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7425885569806564661.post-9093703536998838620</id><published>2008-03-19T01:05:00.000+07:00</published><updated>2008-03-19T01:06:27.236+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Strategi Investasi'/><title type='text'>Memahami Pentingnya Konsep Dasar Investasi</title><content type='html'>Dikutip dari : &lt;a href="http://www.keuanganpribadi.com"&gt;http://www.keuanganpribadi.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman konsep dasar investasi menjadi sangat penting dalam menentukan pilihan investasi yang tepat guna mencapai tujuan yang diinginkan. Sebelum ini kami sudah membahas beberapa alternatif investasi yang ada saat ini. Pengetahuan akan instrumen investasi saja tidak cukup, Kita sebagai individu juga harus memahami konsep dasar investasi. Jangan hanya tergiur oleh janji-janji keuntungan besar tetapi kerugian yang didapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; Sebagai contoh, kita dihadapi dua pilihan investasi, investasi yang pertama adalah membeli rumah di daerah yang bagus seharga Rp.500 juta, di mana kita dapat memperoleh hasil regular berupa uang sewa dan mungkin menjualnya di masa depan di harga yang lebih tinggi. Atau lebih baik kita menginvestasikan dana di sebuah perusahaan teman yang akan go public, di mana kita bisa mendapatkan dividen setiap tahun dan menjual saham yang kita miliki di harga yang lebih tinggi di tahun mendatang, mana pilihan investasi yang memberikan hasil terbaik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya untuk dapat memahami dan memutuskan investasi mana yang lebih baik, kita sebagai individu harus memahami tiga konsep dasar investasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, keuntungan investasi (investment return). Sehingga kita dapat membandingkan investasi satu dengan yang lain. Tapi ingat hanya fokus terhadap keuntungan saja tidak cukup. Kita harus juga memahami konsep kedua, yaitu risiko investasi (investement risk). Dan terakhir adalah struktur portofolio atau diversifikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan Investasi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manakah yang terbaik, menginvestasikan di rumah atau membeli saham? Untuk saat ini, kita akan fokus hanya dari segi keuntungannya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Investasi 1: Kita membutuhkan dana Rp.500 juta untuk membeli rumah tersebut. Dan dapat menghasilkan Rp.2 juta setiap bulan dalam bentuk sewa. Dan kita berkeinginan untuk menjualnya di tahun depan dengan harga Rp.550 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Investasi 2: Kita menginvestasikan Rp.250 juta dalam bentuk saham. Kita mendapatkan dividen sebesar Rp.5 juta satu tahun ini. Dan ekspektasi kita dapat menjual saham tersebut di harga Rp.300 juta satu tahun dari sekarang pada saat perusahaan tersebut go public.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila dilihat dari kedua alternatif investasi di atas, keduanya memberikan keuntungan dari dua sisi, rumah menghasilkan sewa bulanan dan keuntungan dari hasil menjual rumah satu tahun dari sekarang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saham, menghasilkan dividen secara regular tapi tahunan, dan ekspektasi kenaikan harga saham dapat diperoleh pula. Jadi bila dilihat, keuntungan pertama adalah pendapatan dalam hal investasi di atas adalah sewa dan dividen. Dan kedua adalah kenaikan dari modal investasi, kenaikan harga rumah satu tahun mendatang dan kenaikan harga saham satu tahun mendatang. Keuntungan total dari kedua alternatif investasi di atas adalah jumlah dari kedua komponen keuntungan, yaitu pendapatan dan kenaikan dari nilai investasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, mana yang lebih baik, investasi di rumah atau saham dalam hal ini? Mari kita coba analisa.&lt;br /&gt;Pendapatan dari sewa rumah adalah Rp.2 juta x 12 = Rp.24 juta untuk satu tahun. Keuntungan dari kenaikan harga rumah adalah Rp.550 juta- Rp.500 juta =Rp.50 juta. Sedangkan untuk investasi saham, dividen yang kita terima adalah Rp.5 juta untuk satu tahun. Kemudian keuntungan dari kenaikan harga saham adalah Rp.300 juta – Rp.250 juta = Rp.50 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi dari perhitungan ini, apakah investasi rumah lebih baik dari saham? Apakah total keuntungan Rp.74 juta lebih baik dari Rp.55 juta. Mungkin dari segi nilai ya. Tapi apakah kita membandingkat dua investasi yang sama atau apakah kita membanding apel dengan apel atau apel dengan jeruk?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang perlu Anda perhatikan adalah jumlah investasi awal yang harus dikeluarkan. Dalam contoh di atas, investasi saham hanya membutuhkan dana – dari investasi rumah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi dilihat dari sini, terlihat bahwa ukuran investasi kedua alternatif ini berbeda. Untuk menghilangkan perbedaan ini dan menjadikan keuntungan kedua investasi ini dapat dibandingkan, sebaiknya Anda memakai tingkat pengembalian atau rate of return.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumus perhitungan tingkat pengembalian adalah:&lt;br /&gt;rate of return = keuntungan investasi / modal * 100%&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi bila kita gunakan rumus ini, maka tingkat keuntungan dari investasi rumah dan saham adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rate of return rumah = 74 jt / 500jt * 100% = 14,8%&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rate of return saham = 55 jt / 250jt * 100% = 22%&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang akan lebih mudah untuk membandingkan antara kedua investasi tersebut. Selama jangka waktu satu tahun, investasi rumah memberikan ekspektasi tingkat pengembalian sebesar 14,8 persen, sedangkan saham memberikan ekspektasi tingkat pengembalian sebesar 22,0 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang jelas bahwa investasi saham dengan memberikan tingkat pengembalian 22 persen lebih baik dari rumah. Dengan catatan semua komponen adalah tetap. Tapi satu hal yang harus diingat bahwa di dunia nyata tidaklah semudah ini, misalkan saja biaya transaksi atau pajak pasti akan banyak mempengaruhi keuntungan yang bisa kita peroleh. Demikian pula dengan risiko. Tentunya akan membatasi kita dalam mengambil keputusan pilihan investasi. Bukan hanya keuntungan tinggi tapi juga berada dalam toleransi risiko kita sebagai individu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekspektasi Pengembalian &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau terlihat cukup mudah untuk menghitung keuntungan dari investasi yang telah lalu atau Anda sebagai investor sudah memperolehnya, tapi akan sangat berbeda bila Anda ingin menentukan berapa keuntungan yang bisa Anda dapat satu tahun dari sekarang. Bila Anda menginvestasikan dalam bentuk tabungan atau deposito mungkin hal ini sudah terlihat pasti. Tapi dengan saham, hal ini tidaklah mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Performa sebuah investasi di masa lalu sedikit atau tidak memberikan informasi mengenai ekspektasi keuntungan di masa depan. Walau data-data masa lalu tidak menjamin keuntungan di masa depan, dengan semakin banyaknya data yang Anda peroleh memberikan prakiraan terhadap keuntungan investasi di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Risiko Investasi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembahasan kita di atas sudah menjelaskan seputar keuntungan dan tingkat pengembalian. Tapi tingkat pengembalian saja tidaklah cukup. Tidak kalah pentingnya untuk dipertimbangkan adalah risiko yang terkait dengan investasi tersebut. Setiap jenis investasi memberikan tingkat pengembalian yang berbeda. Demikian pula risikonya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah Anda mendengar kalimat, “risiko tinggi, keuntungan tinggi”? Pernah? Siapa yang mengatakatan itu? Broker saham Anda, agen properti, dosen profesional investasi atau perencana keuangan Anda? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkan Anda merenungi perkataan di atas? Bila ditelaah lebih dalam, bila Anda berani mengambil risiko yang lebih tinggi dan Anda akan selalu mendapatkan keuntungan yang tinggi pula, jadi pertanyaannya adalah di mana risikonya? Sepertinya adalah bila Anda mengambil investasi dengan risiko tinggi secara langsung Anda akan mendapatkan keuntungan yang tinggi pula. Jadi mungkin kalimat di atas lebih tepat berbunyi, “risiko tinggi’ ekspektasi keuntungan tinggi”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita mengatakan bahwa investasi tersebut berisiko tinggi, secara umum ini berarti bahwa tingkat pengembalian yang diharapkan mungkin saja tidak tercapai selama waktu investasi. Walau bisa saja memberikan tingkat pengembalian yang lebih tinggi dari apa yang kita harapkan, tapi dalam hal ini kita lebih memperhatikan bagaimana bila tingkat pengembaliannya lebih rendah? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau pada dasarnya kita tidak bisa menghilangkan semua risiko yang ada, akan tetapi kita bisa meminimalisasi risiko dengan menggunakan strategi investasi yang sesuai. Meminimalisasi risiko berarti memahami risiko tersebut dan mengetahui bagaimana mengukurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, kita mengukur risiko dengan melihat volatilitas dari total tingkat pengembalian. Aset dengan tingkat voletilitas tertinggi adalah aset yang berisiko tertinggi—aset ini memiliki pergerakan total tingkat pengembalian terbesar. Fluktuasi harga aset ini diukur secara statistik dengan menggunakan standard deviation of return.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Standard deviation menjelaskan berapa besar perbedaan keuntungan dari ekspektasi tingkat pengembalian (di dua sisi). Satu Standard deviation di salah satu sisi dari rata-rata tingkat pengembalian memberikan dua pertiga dari semua posibilitas tingkat pengembalian. Dan sepertiganya di luar dari rata-rata dan terbagi rata terhadap kedua sisi. Dua Standard deviation secara rata-rata memberikan 95 persen dari rata-rata eksektasi tingkat pengembalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Struktur Portofolio &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya kita pernah mendengar satu kalimat “don’t put your eggs in one basket”. Apa arti dari kalimat tersebut? Bahwa kita jangan menempatkan semua dana yang kita miliki hanya dalam satu jenis aset saja. Karena bila terjadi kerugian maka kita mengalami kerugian besar. Dari sudut pandang alokasi aset, kalimat di atas berarti mengurangi risiko portofolio dengan menambahkan jenis aset lain yang berprilaku berbeda dengan aset yang Anda miliki dalam portofolio. Hal ini biasa disebut sebagai diversifikasi portofolio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori diversifikasi didasari oleh kenyataan bahwa nilai beberapa aset akan naik dan turun secara bersamaan dan beberapa aset lain nilainya bergerak ke arah yang berbeda. Faktor-faktor independen di luar dari karakteristik dari sebuah investasi, seperti keadaan ekonomi, politik dan kejadian sosial bisa mempengaruhi nilai investasi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi dapat disimpulkan bahwa risiko portofolio tidak dapat dihilangkan secara tuntas, tapi bisa dikurangi dengan membuat sebuah portoflio yang terdiversifikasi, di mana di dalamnya terdiri dari jenis aset yang berbeda-beda, di mana nilainya secara historis bergerak ke arah yang berbeda atau bergerak ke arah yang sama tapi dengan perbedaan besar dan kecilnya perubahan yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah dasar-dasar konsep investasi yang dapat kami sampaikan untuk pembahasan kali ini. Masih diperlukan pembelanjaran yag terus-menerus sehingga kita memahami dengan benar ketiga konsep di atas yang pada akhirnya memberikan benefit bagi Anda guna mencapai tujuan keuangan yang dimiliki.n&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diambil dari Harian Umum Sore Sinar Harapan Rubrik PERENCANAAN KEUANGAN. Rubrik ini diasuh oleh Tim Indonesia School of Life (ISOL) yakni Andrias Harefa, Roy Sembel, M. Ichsan, Heru Wibawa, dan Parpudi Lubis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7425885569806564661-9093703536998838620?l=diedik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diedik.blogspot.com/feeds/9093703536998838620/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7425885569806564661&amp;postID=9093703536998838620&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/9093703536998838620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/9093703536998838620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diedik.blogspot.com/2008/03/memahami-pentingnya-konsep-dasar.html' title='Memahami Pentingnya Konsep Dasar Investasi'/><author><name>Die-dit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12589251714219344561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/R4MBvfhVreI/AAAAAAAAAHw/iEI_ekT2kOo/S220/ABCD0018.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7425885569806564661.post-6565757376481036104</id><published>2008-03-19T00:56:00.000+07:00</published><updated>2008-03-19T00:58:08.934+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Financial Famyli'/><title type='text'>Anda dan Tujuan Keuangan Anda Menabung Adalah Solusinya</title><content type='html'>Dikutip dari : &lt;a href="http://www.keuanganpribadi.com"&gt;http://www.keuanganpribadi.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa tujuan keuangan keluarga Anda? Menyiapkan dana untuk pendidikan anak-anak? Menyiapkan dana untuk masa pensiun nanti? Semua ini membutuhkan dana. Tapi berapa besar dana yang cukup untuk semua tujuan yang dimiliki? Berapa pun besarnya jumlah yang dirasa cukup, Anda harus memulainya dari satu titik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda sebagai sebuah keluarga harus dapat menciptakan kekayaan bagi keluarga Anda sendiri. Baik Anda sudah memiliki dana sebagai investasi awal atau Anda memulainya dari nol, menjadi kaya atau mencapai kesejahteraan keuangan berarti Anda harus memulai untuk menabung—menyisihkan dana secara regular untuk diinvestasikan guna mencapai tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; Menentukan Tujuan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut hemat kami terdapat tiga aspek tujuan yang sebaiknya Anda perhatikan. Pertama, tujuan keuangan jangka panjang, tujuan keuangan jangka pendek dan yang terpenting adalah menentukan berapa besar tabungan guna mencapai tujuan yang diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Anda berkonsultasi kepada para agen atau sales people atau bahkan perencana keuangan, mereka sering kali menampilkan sebuah nilai yang membuat Anda menjadi takut. Misalkan Anda ingin menyiapkan dana untuk pendidikan anak Anda di luar negeri 17 tahun mendatang. Kebutuhan total dana kira-kira Rp 1,9 miliar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya mendengar nilai tersebut maka Anda akan merasa sangat terbebani dan bisa menjadi bumerang, di mana Anda semakin tertekan dan tidak melaksanakan perencanaan persiapan dana pendidikana untuk anak Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi lain halnya bila Anda diinformasikan seperti ini, untuk menyiapkan dana pendidikan ke luar negeri, maka Anda harus menyisihkan secara regular sekitar Rp 2,8 juta selama 17 tahun. Dengan melihat penghasilan bulanan yang didapat maka presentasi seperti ini lebih memberikan motivasi kepada Anda untuk melaksanakan tujuan menabung tersebut secara regular sampai tercapai tujuan dana pendidikan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi di sini tujuan keuangan jangka panjang yang dimiliki adalah merupakan pecahan dari berbagai tujuan menabung yang harus dilakukan setiap bulan—jangka pendek—sampai tercapai tujuan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi jangan hanya menyatakan tujuan jangka panjang saja, tapi perhatikan juga tujuan menabung jangka pendek yang dapat dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapatan dan Kekayaan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak seorangpun menjadi kaya hanya karena penghasilannya besar. Kekayaan menjadi nyata bila Anda menyimpan atau menyisihkan dana setiap bulan dan menginvestasikannya. Banyak orang berpikir, menurut hemat kami kurang logik “Bila saja saya menghasilakn lebih banyak maka semua keadaaan akan lebih baik”. Realitanya, dengan meningkatnya pendapatan pasti akan selalu dibarengi dengan kenaikan standar hidup atau gaya hidup. Sehingga Anda akan tetap membutuhkan hampir semua penghasilan bulanan yang Anda peroleh dengan kerja keras. Kenyataannya, bila individu atau keluarga gagal merencanakan menabung—saving goals—maka mereka hanya akan menambah utangnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Anda mendapatkan promosi maka dengan standar hidup baru Anda harus membeli mobil yang lebih mempresentasikan jabatan Anda. Mobil baru dengan kredit. utang. Kemudian, Anda berpikir dengan posisi sekarang ini maka saya harus membeli rumah yang lebih bagus. Dengan pola pikir dan kebiasaan seperti ini, sulit untuk mencapai apa yang diinginkan, yaitu kekayaan atau kesejahteraan masa datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat tidak benar bila Anda berpikir bahwa kekayaan akan datang dengan sendirinya karena penghasilan Anda besar serta tetap mempertahankan prilaku keuangan Anda. Anda harus berubah menjadi lebih baik dan lebih bertanggung jawab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percaya dengan kami, untuk mencapai kekayaan atau kesejahteraan, jangan belanjakan seluruh penghasilan bulanan Anda, sisihkan dan investasikan untuk masa depan. Jadi bila Anda ingin menjadi kaya (dalam artian material) di masa datang, dua hal dan hanya dua hal yang harus Anda rubah dan tingkatkan pertama, rubah prilaku Anda terhadap uang atau perubahan pada diri Anda sendiri. Kedua, tingkatkan persentasi tabungan dibandingkan dengan total penghasilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskon versus Menabung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami mencoba untuk memberikan contoh di mana sebenarnya membeli sesuatu dengan diskon belum tentu berhemat atau menabung. Mal-mal besar di sekitar Jakarta sering kali memberikan pekan sale atau pesta diskon, di mana mal tersebut untuk jangka waktu tertentu memberikan diskon bisa mencapai 70 persen dari harga regular untuk berbagai barang yang ada. Banyak orang yang datang dan tentunya ingin memanfaatkan pesta diskon ini. Setelah mereka berbelanja, mereka mengatakan, “kami menghemat Rp 200.000 untuk membeli tas ini! Harganya hanya Rp 500.000. Tapi apakah mereka benar-benar menghemat Rp 200.000?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu-satunya kejadian di mana Anda berhemat dengan membeli barang dengan diskon adalah dari awal memang Anda membutuhkannya. Membeli popok buat anak Anda yang sebelumnya Rp 111 ribu menjadi Rp 95.000, Anda berhemat sebesar Rp 16.000. Tapi pergi ke mal dan membeli tas yang sebenarnya Anda tidak perlukan dengan harga Rp 500.000 (dengan diskon), tidaklah menghemat Rp 200.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami bukannya mengatakan bahwa sebaiknya Anda tidak berbelanja pada saat pesta diskon. Berbelanja pada saat diskon adalah ide yang baik, terutama bila Anda mendapatkan apa yang dari awal Anda butuhkan dengan harga yang lebih murah. Hanya saja, pastikan apa yang Anda beli memang dibutuhkan. Melewatkan membeli tas dengan harga Rp 500.000 (setelah diskon), di mana tas tersebut tidak dibutuhkan adalah berhemat sebesar Rp 500.000 dan bisa ditabung untuk tujuan masa datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi untuk Menabung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trik untuk menabung adalah mengetahui bagaimana caranya dan membuatnya menjadi kebiasaan. Terdapat banyak cara yang kurang lebih sudah pernah kami dibawa dalam beberapa artikel terdahulu untuk dapat mencapai tujuan yang ada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal penting yang harus diperhatikan adalah jadikan menabung sebagai prioritas Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menabung secara sistematis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekaranglah Anda harus memulai untuk menabung. Banyak orang gagal melakukan dan tetap menabung karena mereka memaksakan dirinya dengan jalan mengurangi kebutuhan setiap bulan. Mereka memangkas sedikit pengeluaran di sini dan di sana. Walau sudah melakukan hal itu tetap saja mereka hanya dapat menyisihkan sedikit setiap bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ada baiknya bila Anda merubah skenario menabung. Bila dipelajari Anda membayar orang lain terlebih dahulu bukannya diri Anda sendiri. Anda membayar tukang roti bila Anda membeli roti, Anda membayar tukang potong rambut langganan Anda apabila selesai menata rambut Anda. Tapi pertanyaan, kapan Anda membayar untuk diri Anda sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sudah sebaiknyalah Anda membayar untuk diri Anda sendiri sebelum Anda membayar untuk orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut hemat kami, ada jalan di mana Anda dapat membayar untuk diri Anda sendiri, dengan menyisihkan 10 persen dari penghasilan n setiap bulan di depan. Jangan setelah Anda menggunakannya selama sebulan atau apa yang tersisa, tapi Anda harus menyisihkannya di muka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan minimal 10 persen yang Anda bayarkan untuk diri Anda, maka Anda akan memelihara angsa petelur emas yang akan menjadikan Anda kaya. Dan dengan sisa yang 90 persen Anda gunakan untuk membayar orang lain. Anda tidak akan merasakan perubahan yang berarti dengan tingkat kehidupan Anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan 10 persen yang Anda sisihkan, Anda akan memelihara seekor angsa bertelur emas. Tapi dengan satu syarat mutlak yang harus dipegang, jangan pernah mengambil dari dana yang Anda sisihkan sebesar 10 persen setiap bulan untuk masa depan. Dengan 10 persen yang Anda sisihkan setiap bulan akan membuat Anda berkecukupan di masa depan, di saat masa pensiun datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memanfaatkan utang (kartu kredit)dengan bijak. Kredit atau berutang dapat dipergunakan untuk keuntungan keluarga tapi di lain pihak juga sangat berbahaya. Mengetahui kapan saat yang tepat dan bijak untuk mempergunakan kredit menjadi sangat dibutuhkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utang akan selalu mengikuti perubahan kehidupan yang kita jalani. Akan tetapi utang yang diambil haruslah sejalan dengan tujuan masa depan yang telah Anda tentukan. Misalnya saja KPR atau utang kepemilikan rumah. Bila sesuai dengan kebutuhan dan tujuan keuangan maka hal ini merupakan keputusan bijak. Tapi menggali lubang dengan menggunakan kartu kredit untuk memenuhi gaya hidup yang tidak dapat Anda penuhi akan sangat berbahaya bagi keuangan keluarga di masa depan. Perhatikan baik-baik hal ini sebelum Anda berutang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Investasikan tabungan Anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menempatkan dana yang Anda sisihkan setiap bulan di bank terdengar seperti keputusan yang bijak. Tapi bila ditelaah lebih jauh, berbagai bank sekarang ini hanya menawarkan tingkat bunga berkisar di 7-8 persen pertahun tentunya sebelum pajak. Dengan pajak final 20 persen maka rata-rata bunga bank hanya berkisar di 6 persen-an. Bila diperhitungkan tingkat inflasi pertahun, yang berada di kisaran 7 persen maka tabungan yang Anda hasilkan tidak dapat mengimbangi inflasi. Setiap tahun secara nilai bertambah tapi secara daya beli Anda berkurang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya mengapa memilih instrumen investasi yang tepat sesuai dengan tingkat toleransi Anda terhadap risiko dan jangka waktu investasi menjadi sangat penting. Kami ingin sedikit memberikan illustrasi berkaitan dengan tingkat suku bunga dan kaitannya dengan jangka waktu investasi. Sebagai contoh, bila Anda memiliki dana saat ini sebesar Rp 100 juta dan Anda menginvestasikan di tabungan dengan tingkat bunga 8 persen selama 20 tahun. Setelah 20 tahun maka Anda akan memperoleh dana sekitar Rp 466 juta (pajak diabaikan). Bila Anda menginvestasikan di instrumen investasi yang memberikan bunga 12 persen maka Anda akan memperoleh sekitar Rp 964 juta (pajak diabaikan). Jadi dengan perubahan tingkat suku bunga yang diberikan serta jangka waktu yang sama memberikan total dana yang sangat jauh berbeda. Semakin panjang jangka waktu investasi semakin besar perbedaan total dana yang didapat. n&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diambil dari Harian Umum Sore Sinar Harapan Rubrik PERENCANAAN KEUANGAN. Rubrik ini diasuh oleh Tim Indonesia School of Life (ISOL) yakni Andrias Harefa, Roy Sembel, M. Ichsan, Heru Wibawa, dan Parpudi Lubis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7425885569806564661-6565757376481036104?l=diedik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diedik.blogspot.com/feeds/6565757376481036104/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7425885569806564661&amp;postID=6565757376481036104&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/6565757376481036104'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/6565757376481036104'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diedik.blogspot.com/2008/03/anda-dan-tujuan-keuangan-anda-menabung.html' title='Anda dan Tujuan Keuangan Anda Menabung Adalah Solusinya'/><author><name>Die-dit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12589251714219344561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/R4MBvfhVreI/AAAAAAAAAHw/iEI_ekT2kOo/S220/ABCD0018.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7425885569806564661.post-2508624271239737550</id><published>2008-03-19T00:52:00.000+07:00</published><updated>2008-03-19T00:53:37.660+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Financial Famyli'/><title type='text'>Solusi Mengatasi Kebutuhan Dana Darurat Keluarga</title><content type='html'>Dikutip dari : &lt;a href="http://www.keuanganpribadi.com"&gt;http://www.keuanganpribadi.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan berkeluarga mengalami tingkat ketidakpastian yang tinggi saat ini. Banyak perusahaan di masa krisis bangkrut dan pabrik ditutup, puluhan ribu pekerja produktif kehilangan pekerjaannya. Terlihat jelas bahwa tidak ada lagi keamanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan risiko yang mungkin terjadi, ketika kita terkena pemutusan hubungan kerja, maka akan sangat sulit bagi kita dan keluarga untuk dapat merencanakan kehidupan keuangan keluarga &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;dalam jangka panjang atau bahkan hanya untuk dapat menutupi berbagai kebutuhan keluarga. Pemutusan hubungan kerja akan sangat membatasi kita dalam mengatur pengeluaran, apalagi bila masa tidak kerja yang kita alami cukup panjang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu kami merasa perlu untuk memberikan pembelajaran seputar masalah keuangan khususnya bila kita terkena musibah pemutusan hubungan kerja dan lain-lain. Kami melihat ada beberapa perencanaan atau langkah yang dapat dilakukan guna mengantisipasi risiko tersebut. Langkah ini seharusnya dilakukan sebelum risiko menimpa. Sehingga secara keuangan kita tidak mengalami kekurangan atau defisit yang terlalu besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emergency Fund—Dana Darurat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tingginya tingkat ketidakpastian masa depan, sebaiknya kita sebagai sebuah keluarga merencanakan antisipasi risiko tersebut. Mungkin bulan depan, gaji sebagai penunjang kebutuhan kehidupan keluarga tidak lagi diperoleh. Itulah yang terjadi dengan banyak pegawai di berbagai perusahaan seperti, Sony yang menutup pabriknya, dan yang baru-baru ini terjadi adalah pemutusan hubungan kerja hampir 2000 pegawai di PT. Dirgantara Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ini mungkin terjadi, oleh karena itu kami melihat pentingnya antisipasi guna mengatasi masalah ini. Langkah tepat dan bijak yang dapat dilakukan adalah dengan menyisihkan atau menganggarkan dana guna kebutuhan darurat ini, yang dikenal dengan istilah dana darurat (emergency fund).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa Nilai yang Dibutuhkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya para perencana keuangan menyarankan dana darurat ini untuk berbagai keperluan rumah tangga yang timbul secara mendadak, seperti rumah bocor atau mobil kecurian dan lain-lain, tapi sebenarnya dana itu bisa lebih jauh lagi dibutuhkan, seperti kebutuhan di masa unemployment. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menentukan berapa nilai yang cukup sebagai alokasi dana darurat, kami menyarankan dua faktor utama untuk dipertimbangkan: pengeluaran regular bulanan keluarga dan stabilitas pemasukan atau penghasilan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengeluaran regular keluarga dapat dihitung dan didapat berdasarkan pengeluaran bulanan keluarga. Bila selama ini kita mencatat dan menyimpan berbagai pengeluaran yang dilakukan, maka nilai tersebut dapat menjadi ukuran. Tapi bila kita termasuk yang baru memulai untuk membuat anggaran pengeluaran keluarga, maka saran kami: lakukan pencatatan selama paling tidak tiga bulan untuk mendapatkan angka pengeluaran yang lebih tepat. Berdasarkan nilai tersebut kita dapat menentukan pengelauran regular bulanan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stabilitas penghasilan dilihat dari sudut pandang, regularitas kita memperoleh pemasukan. Bila kita menerima pemasukan berupa gaji bulanan, maka hal ini bisa menjadi ukuran. Tapi bila kita memperoleh pemasukan tidak setiap bulan seperti misalnya kontraktor yang memperoleh pemasukan dari pembayaran kontrak tiga bulanan maka perhitungan kebutuhan dana darurat harus berdasarkan pola tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para profesional keuangan keluarga selalu menganjurkan untuk menyediakan dana sebesar 3-6 kali biaya hidup bulanan. Berdasarkan analisa faktor pengeluaran regular keluarga, kita memperoleh pengeluaran sebesar Rp.5 juta. Sehingga kebutuhan dana yang harus dialokasikan adalah Rp.15 juta sampai Rp.30 juta. Perhitungan ini baru mempertimbangkan faktor pertama. Bila kita memperoleh pemasukan regular setiap bulan, maka nilai di atas dapat menjadi nilai yang harus dicapai. Tapi bila kita memperoleh pemasukan setiap tiga atau enam bulan (seperti halnya kontraktor teman kita), maka sebaiknya menambah kebutuhan dana darurat tersebut. Paling tidak dua kali lipatdari biasa. Bila perhitungan regular adalah Rp.15 juta sampai Rp.30 juta, maka untuk itu dibutuhkan nilai Rp.30 juta sampai Rp.60 juta atau sebesar 6-12 kali pengeluaran regular keluarga. Kami sangat menganjurkan agar para keluarga menyiapkan dana sampai 12 kali dari nilai pengeluaran regular keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Mana Ditempatkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu kita sudah memperoleh perhitungan kebutuhan untuk alokasi dana darurat, pastikan kita tidak pernah mengambilnya kecuali terjadi risiko. Dana tersebut sebaiknya ditempatkan dalam bentuk tunai tapi tidak berarti di tabungan. Yang terpenting adalah dana tersebut dapat dengan mudah dicairkan dan tidak mengurangi nilainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat paling tidak empat tempat di mana kita dapat menyimpan dana darurat tersebut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Bawah Bantal &lt;br /&gt;Tabungan &lt;br /&gt;Deposito Berjangka Pendek &lt;br /&gt;Reksadana pasar uang &lt;br /&gt;Setiap tempat memiliki kekurangan. Uang yang disimpan di bawah bantal merupakan uang dengan tingkat likuiditas tertinggi—dan tentunya yang termudah untuk hilang. Kebakaran atau pencurian dapat mengakibatkan dana tunai yang disimpan di rumah menjadi tidak tersedia saat dibutuhkan. Tabungan juga demikian, bila terjadi masa-masa krisis seperti apa yang pernah kita alami bersama di mana bank-bank ditutup, dana yang kita simpan menjadi tidak tersedia walau pemerintah menjamin dana tersebut. Demikian pula dengan deposito dan reksa dana pasar uang, keduanya juga tidak terhindar dari kekurangan. Keduanya membutuhkan waktu untuk dicairkan, walau waktu tersebut tidak terlalu panjang. Kedua produk ini tetap masuk dalam jajaran dengan tingkat likuiditas yang cukup tinggi. Tidak seperti halnya properti atau rumah, yang membutuhkan waktu lama untuk memperoleh dana tunai dari penjualan aset tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita termasuk yang belum memiliki alokasi dana untuk dana darurat, akan sangat baik dan bijak bila kita menyiapkannya—walau dilakukan dengan menjual atau merubah komposisi investasi yang dimiliki. Menjual saham atau properti mungkin bukan langkah yang tepat dalam strategi investasi—apalagi bila dijual dalam keadaan di mana nilainya sedang turun—tapi kami di sini bukan membahas seputar strategi investasi. Kami berbicara mengenai survival atau bertahan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem Manajemen Dana Tunai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dana darurat merupakan bagian dari manajemen dana tunai yang lengkap, di mana di dalamnya terdapat cash/tabungan, giro, kartu ATM, kartu Debit, dan kartu kredit. Cobalah untuk tidak bersandar pada kartu kredit sebagai pengganti dana darurat yang dibutuhkan. Kartu kredit baik untuk dimiliki, bukan sebagai pengganti tapi pelengkap. Di masa krisis uang tunai adalah raja—in a crisis, cash is king.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah manajemen dana tunai yang kita miliki sudah berjalan seperti seharusnya? Untuk mengetahuinya, coba jawab beberapa pertanyaan di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah uang yang disimpan mendapatkan bunga setiap saat? &lt;br /&gt;Apakah Anda membayar lunas tagihan kartu kredit setiap bulan? &lt;br /&gt;Apakah Anda mengetahui jumlah balance dana yang disimpan saat ini? &lt;br /&gt;Bila menjawab “ya” semua jawaban di atas, maka manajemen dana kas Anda sudah cukup baik. Bila jawaban Anda “tidak” untuk salah satu pertanyaan di atas, atau Anda ingin meningkatkan efektifitas dana manajemen dana tunai Anda, ada baiknya membaca uraian berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cash/Tabungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabungan merupakan tempat yang tepat untuk menyimpan dana yang dibutuhkan besok atau dalam jangka pendek (tidak lebih dari tiga tahun). Tingkat suku bunga yang diberikan rendah—trend sekarang di mana SBI terus turun—akan semakin turun karena suku bunga tabungan mengikuti pergerakan tingkat suku bunga SBI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tip penggunaan uang tunai : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempatkan dana dalam tabungan seefektif mungkin bukan hanya hilangnya kesempatan untuk mendapatkan pengembalian lebih baik melalui investasi tapi juga akan termakan inflasi. &lt;br /&gt;Cek, Giro&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alat pembayaran ini tidak jauh berbeda dengan kartu debit, hanya pembayaran dilakukan dengan menggunakan bukti blanko khusus dan ditandatangani oleh pemilik rekening.&lt;br /&gt;Nasabah harus memiliki sejumlah uang di rekening gironya di bank. Kekurangan dari jenis pembayaran ini, bunga yang ditawarkan biasanya lebih rendah dari pada bila Anda menyimpannya di tabungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Debit Card/Kartu ATM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Debit card atau kartu ATM adalah jenis kartu plastik yang dapat dipergunakan untuk menarik uang tunai, baik melalui teller di bank ataupun melalui ATM, atau tempat lain yang ditentukan.&lt;br /&gt;Prinsip kerjanya adalah pada saat kita memiliki sejumlah uang di bank kita dapat meminta kartu ATM atau kartu debit (sesuai dengan fasilitas yang diberikan bank). Setiap saat kita bisa mengambil uang tunai di ATM atau menggunakan sebagai sarana pembayaran dengan jumlah maksimal sesuai dengan uang yang kita miliki di bank. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga kartu ini bukanlah merupakan alat pembayaran, tetapi hanya untuk memberikan kemudahan pada nasabah bank dalam melakukan pembayaran tanpa harus membawa uang tunai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tip penggunaan kartu ATM :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan dalam menentukan PIN yang dipergunakan. &lt;br /&gt;Pada bank-bank tertentu, nasabah dengan memiliki kartu ATM/ kartu debit akan dikenakan biaya administrasi yang lebih besar. &lt;br /&gt;Terdapat pembatasan jumlah uang yang dapat diambil melalui mesin ATM dalam satu hari, misalnya dalam satu hari maksimal uang yang dapat diambil adalah Rp 2 juta, sedangkan pengambilan lebih dari itu harus dilakukan melalui teller. &lt;br /&gt;Pengambilan uang tunai melalui mesin ATM yang bukan disediakan oleh bank tempat kita menabung, akan dikenakan biaya kliring. Sehingga jumlah yang kita ambil akan lebih kecil dari jumlah yang dikurangkan pada tabungan kita. &lt;br /&gt;Hati-hati dengan kemungkinan terjadinya off line, yang tidak memungkinkan kita melakukan pembayaran maupun pengambilan uang tunai. &lt;br /&gt;Kartu Kredit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kartu kredit adalah alat pembayaran dengan cara kredit, sehingga kita akan tetap dapat melakukan pembayaran meskipun kita tidak memiliki uang. Kewajiban penggunanya adalah membayar dengan mencicil sejumlah minimum tertentu dari total transaksi (biasanya antara 5 – 10 persen total tagihan) yang harus dibayar pada tanggal jatuh tempo yang telah ditentukan setiap bulan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kartu ini sama sekali berbeda dengan kartu debit, karena setiap kali menggunakannya kita berhutang dengan kewajiban membayarnya dengan bunga (tingkat suku bunga saat ini sekitar 2 – 3,5 persen dari total tagihan yang belum dibayar). Dan apabila kita terlambat melakukan pembayaran maka akan dikenakan denda keterlambatan (biasanya 10 persen dari pembayaran minimum).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tip penggunaan kartu kredit :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan kartu kredit sebaiknya hanya diperlukan apabila kartu itu dilihat sebagai sumber kredit. Artinya saat melakukan transaksi telah diperhitungkan akan adanya kewajiban pembayaran kemudian hari beserta bunganya. &lt;br /&gt;Sebaiknya hindari mengambil uang tunai melalui ATM dengan menggunakan kartu kredit karena beban bunga serta biaya administratisinya yang tinggi. Tentunya kecuali mendesak. &lt;br /&gt;Bila membayar tagihan kartu kredit dengan cara mencicil tagihan tiap bulan, Pertama, jangan pernah terlambat membayar tagihan tiap bulan, karena akan dikenakan bukan saja bunga yang tinggi tapi juga biaya keterlambatan. Kedua, jangan membayar hanya pembayaran minimun tiap bulan. &lt;br /&gt;Demikianlah penjelasan kami seputar pentingnya sebuah alokasi dana untuk kebutuhan darurat, seperti pemutusan hubungan kerja. Bila Anda belum mengalokasikan, maka mulailah untuk menempatkan dana ini, walau dengan melakukan revisi terhadap investasi yang telah dilakukan.n&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diambil dari Harian Umum Sore Sinar Harapan Rubrik PERENCANAAN KEUANGAN. Rubrik ini diasuh oleh Tim Indonesia School of Life (ISOL) yakni Andrias Harefa, Roy Sembel, M. Ichsan, Heru Wibawa, dan Parpudi Lubis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7425885569806564661-2508624271239737550?l=diedik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diedik.blogspot.com/feeds/2508624271239737550/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7425885569806564661&amp;postID=2508624271239737550&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/2508624271239737550'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/2508624271239737550'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diedik.blogspot.com/2008/03/solusi-mengatasi-kebutuhan-dana-darurat.html' title='Solusi Mengatasi Kebutuhan Dana Darurat Keluarga'/><author><name>Die-dit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12589251714219344561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/R4MBvfhVreI/AAAAAAAAAHw/iEI_ekT2kOo/S220/ABCD0018.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7425885569806564661.post-6708334181140585525</id><published>2008-03-19T00:47:00.000+07:00</published><updated>2008-03-19T00:49:15.831+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Financial Famyli'/><title type='text'>Sudahkah Keluarga Anda Terproteksi Secara Finansial?</title><content type='html'>Dikutip dari : &lt;a href="http://www.keuanganpribadi.com"&gt;http://www.keuanganpribadi.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa nilai pertanggungan asuransi jiwa yang Anda miliki? Berapa nilai yang dibutuhkan keluarga Anda untuk meneruskan hidup setiap bulan bila satu-satunya tulang punggung keuangan keluarga meninggal dunia? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Anda mengetahui kebutuhan ini atau Anda tidak menghiraukannya? Banyak dari masyarakat merasa enggan atau tidak suka bila membicarakan asuransi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang mungkin mengakibatkan hal ini. Kadang kita temui agen asuransi yang terlalu memaksa dan kurang memberikan penjelasan yang tepat sehingga pada saat dibutuhkan ternyata tidak sesuai dengan yang diharapkan. Memang hal ini tidaklah sepenuhnya benar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak semua agen asuransi seperti itu. Kedua, membicarakan asuransi berarti membicarakan kematian. Siapa yang suka membicarakan masalah ini? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dimengerti mengapa masyarakat enggan untuk membicarakn asuransi. Dan yang terakhir, asuransi sering kali salah dipahami. Asuransi merupakan proteksi yang tidak dibutuhkan karena sering kali tidak terpakai dan lagi harganya mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang benar, ada masyarakat yang membeli asuransi tapi kemudian tidak pernah terpakai. Tapi yang perlu diperhatikan di sini, tujuan keuangan yang ingin Anda dan keluarga capai untuk masa depan sering kali memalui proses dan perencanaan. Semakin panjang waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan yang diinginkan, semakin rentan terhadap risiko. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya Anda tidak mau, perencanaan investasi yang telah Anda lakukan secara berkesinambungan gagal memberikan kebebasan finansial bagi keluarga. Bila dilihat dari segi “mahal”, tidak semua asuransi mahal harganya. Ada jenis asuransi yang memproteksi untuk jangka tertentu dan biayanya sangat murah (dijelaskan kemudian). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum lebih jauh membahas beberapa produk asuransi yang tersedia, ada dua pertanyaan penting yang biasa ditanyakan. Pertama, apakah saya membutuhkan asuransi? Dan kedua, berapa nilai asuransi jiwa yang dibutuhkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Saya Membutuhkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan ini sering kali ditanyakan dalam berbagai sesi konsultasi maupun seminar. Tidak ada jawaban yang pasti dalam hal ini. Kebutuhan asuransi sangat dipengaruhi oleh situasi dan kondisi Anda. Salah satu awal yang baik dalam melihat kebutuhan asuransi adalah dengan melihat dan mencermati catatan arus kas keuangan keluarga. Berapa pemasukan setiap bulan? Berapa pula pengeluarannya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila terjadi sesuatu terhadap Anda—sebagai satu-satunya tulang punggung keluarga—apakah keluarga yang ditinggalkan dapat menyelesaikan utang yang masih tersisa dan meneruskan kehidupan keluarga sesuai yang diinginkan? Bila jawaban dari pertanyaan terakhir “tidak” maka sebaiknya Anda membeli asuransi guna menjaga kestabilan keuangan keluarga bila risiko menimpa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai aturan umum apakah Anda membutuhkan asuransi atau tidak, bisa difokuskan pada pertanyaan, apakah Anda sudah menikah atau belum? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, individu yang belum menikah kebutuhan akan asuransi jiwa menjadi menurun. Tapi hal ini bukan berarti bila Anda tidak memiliki anak maka Anda tidak membutuhkan asuransi. Mungkin saja Anda membutuhkannya. Akan tetapi kecenderungannya, individu yang belum menikah belum menjadikan asuransi menjadi prioritasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, bila Anda sudah menikah dan memiliki anak, maka asuransi harus menjadi prirotas. Kebutuhan akan asuransi menjadi sangat besar karena sekarang Anda sudah memiliki tanggungan. Dengan berjalannya waktu, di mana anak-anak Anda sudah semakin besar dan dapat hidup mandiri, maka asuransi jiwa bukan prioritas lagi. Ditambah lagi selama Anda merencanakan mengembangkan aset atau tujuan keuangan yang dimiliki, sebagai antisipasi risiko sebaiknya Anda memiliki asuransi jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa Nilai yang Dibutuhkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Anda sudah menetapkan apakah Anda membutuhkan asuransi atau tidak, maka menentukan berapa nilai sesungguhnya yang dibutuhkan menjadi fokus Anda. Menentukan nilai ekonomis dari Anda sebagai sumber pendapatan menjadi sangat penting. Menentukan nilai kebutuhan dari awang-awang (seperti seringkali terjadi bila membeli produk asuransi melalui agen) dan menggunakan nilai tersebut sebagai uang pertanggungan bisa menjadi alternatif penentuan yang mudah. Tapi hal ini bisa mengakibatkan kekurangan atau kelebihan dari nilai pertanggungan yang Anda miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut hemat kami, secara umum terdapat tiga pendekatan yang bisa Anda lakukan untuk dapat menghitung kebutuhan uang pertanggungan untuk Anda dan keluarga. Pertama, adalah metode aturan umum. Kedua, pendekatan kebutuhan dan terakhir pendekatan aset berkelanjutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aturan umum yang dipakai dalam menentukan besar nilai pertanggungan adalah dengan perhitungan 5 (lima) kali dari pendapatan kotor tahunan ditambah kebutuhan utang (baik pendek maupun panjang) dan kebutuhan pendanaan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama keadaan keuangan keluarga Anda normal-normal saja, maka pendekatan aturan umum dapat menjadi pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendekatan kebutuhan memfokuskan terhadap semua kebutuhan yang mungkin timbul setelah Anda meninggal. Tentunya semua kebutuhan seperti pelunasan utang, kebutuhan harian keluarga, kebutuhan akan dana untuk menyekolahkan anak-anak atau menyiapkan biaya sampai anak-anak mandiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari total kebutuhan tersebut dikurangi semua aset produktif (pernah dibahas sebelumnya) yang dimiliki. Dan terakhir, bila mereka (yang ditinggalkan) memperoleh benefitnya dan diinvestasikan dengan bijak, modal dan pemasukan dari dana tersebut cukup menutupi semua kebutuhan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendekatan aset berkelanjutan sebenarnya hampir sama dengan pendekatan kebutuhan karena mempertimbangkan semua kebutuhan dana bagi keluarga. Tapi dalam pendekatan ini, kebutuhan akan dana terpenuhi dari pendapatan yang dihasilkan dari total aset yang dimiliki. Aset tersebut tidak disentuh sama sekali. Keluarga hanya mengambil dari bunga atau pendapatan investasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang setelah Anda menentukan bahwa Anda butuh asuransi dan mengetahui pendekatan perhitungan kebutuhan uang pertanggungan, maka langkah selanjutnya adalah menentukan jenis produk asuransi yang sesuai. Secara singkat terbagi dua, yaitu asuransi sementara (temporari insurance) dan asuransi permanen (permanent insurance).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asuransi Sementara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikenal dengan istilah term life atau asuransi berjangka. Asuransi ini paling tepat untuk perlindungan waktu sementara, dengan jangka waktu terbatas, biasanya antara 1-20 tahun. Jadi Anda dapat menentukan waktu yang dibutuhkan untuk perlindungan selama kurun waktu yang terbatas itu (sementara). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produk ini paling murah dibanding dengan jenis produk lain, dan biasanya ditawarkan kepada mereka yang berusia di bawah 40 tahun. Asuransi ini tidak memiliki nilai tunai. Artinya, jika Anda meningal dunia pada tenggang waktu yang ditentukan, maka keluarga Anda akan menerima uang pertanggungan secara utuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, jika sampai habis masa berlakunya Anda belum meninggal dunia, maka premi yang telah Anda bayarkan tidak akan Anda terima kembali sepeser pun. Jadi, bila Anda tidak meningal dunia pada masa pertangungan yang dibatasi waktunya, maka uang Anda” hilang”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat tiga kotegori, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renewable term, asuransi ini diperbaharui setiap tahun dengan uang pertanggungan yang sama nilai preminya meningkat setiap tahun &lt;br /&gt;Level term, asuransi ini biasanya berjangka waktu antara 2 – 20 tahun sesuai dengan pilihan Anda dengan uang pertanggungan yang sama nilai preminya tetap setiap tahun. &lt;br /&gt;Decreasing term, asuransi ini berpola sama dengan level term yang membedakannya adalah dengan uang premi yang sama uang pertanggungannya menurun dari tahun ke tahun. &lt;br /&gt;Asuransi Permanen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pada membeli asuransi berjangka pendek—20 tahun tetap pendek bila dibandingkan dengan ekspektasi hidup Anda—akan sangat ekonomis bila Anda membeli protesi atau polis asuransi yang bertahan selama Anda hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat yang membeli asuransi permanen adalah mereka yang percaya bahwa proteksi tetap akan dibutuhkan sampai kapan pun. Sebagai contoh, bila alasan satu-satunya Anda membeli asuransi untuk memproteksi dana pendidikan anak Anda yang saat ini berusia 12 tahun, maka term insurance dengan jangka waktu 10 tahun sudah memadai. Karena begitu 10 tahun berlalu, anak Anda sudah selesai sekolah dan asuransi tersebut tidak dibutuhkan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi bagaimana bila Anda ingin memberikan proteksi secara finansial kepada pasangan Anda, kapan pun Anda meninggal? Maka asuransi berjangka tidaklah memadai, karena masa berlakunya bisa habis sedangkan Anda masih hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asuransi ini dirancang untuk melindungi (keluarga) Anda selama-lamanya sampai Anda meninggal dunia, berapa pun usia Anda nanti. Asuransi ini memiliki nilai tunai yang biasanya bahkan dapat Anda pinjam dengan suku bunga sedikit lebih besar dari nilai yang berlaku saat pembelian. Jika Anda memutuskan kontrak, pada waktu tertentu Anda akan mendapatkan nilai tunai yang tersedia (biasanya di atas 2 tahun). Kegunaan asuransi ini dapat dipakai sebagai perlindungan seumur hidup sehingga uang yang Anda belikan asuransi ini tetap mempunyai nilai yang dapat dipergunakan sebagai warisan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain uang atau premi yang Anda bayarkan tidak akan ”hilang” seperti dalam term insurance. Karena ”keunggulan” ini, maka umumnya premi yang harus Anda bayarkan jumlahnya akan lebih besar ketimbang premi term insurance. Nilai tunai yang tersedia sangat bergantung kepada kinerja perusahaan asuransi, biaya-biaya perusahaan tersebut dan tingkat mortalitasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga kategori asuransi permanen, yaitu: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Whole Life, asuransi ini memiliki premi yang tetap dari tahun ketahun dan memiliki nilai tunai sesuai dengan kinerja perusahaan asuransi tersebut (biaya, mortalitas). &lt;br /&gt;Universal Life, asuransi ini memiliki fleksibilitas untuk merubah pembayaran premi dan uang pertanggungannya. Juga memiliki nilai tunai yang dijamin ditambah dengan nilai tunai tambahan hasil dari pengembangan dana Anda (manfaat kematian juga meningkat) &lt;br /&gt;Variabel Life, pada asuransi ini Anda dapat memilih sendiri instrumen investasi (pasar uang, saham , obligasi ) penempatan dana Anda dan tentunya Anda harus dapat menerima resiko-resiko yang timbul jika terjadi penurunan kinerja pada instrumen tersebut. Di Indonesia dikenal dengan intilah unit link. &lt;br /&gt;Demikianlah pembahasan kami kali ini, semoga dapat memberikan masukan kepada Anda sekalian untuk melakukan perencanaan asuransi yang bertujuan memproteksi prioritas tujuan keuangan keluarga. n&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diambil dari Harian Umum Sore Sinar Harapan Rubrik PERENCANAAN KEUANGAN. Rubrik ini diasuh oleh Tim Indonesia School of Life (ISOL) yakni Andrias Harefa, Roy Sembel, M. Ichsan, Heru Wibawa, dan Parpudi Lubis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7425885569806564661-6708334181140585525?l=diedik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diedik.blogspot.com/feeds/6708334181140585525/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7425885569806564661&amp;postID=6708334181140585525&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/6708334181140585525'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/6708334181140585525'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diedik.blogspot.com/2008/03/sudahkah-keluarga-anda-terproteksi.html' title='Sudahkah Keluarga Anda Terproteksi Secara Finansial?'/><author><name>Die-dit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12589251714219344561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/R4MBvfhVreI/AAAAAAAAAHw/iEI_ekT2kOo/S220/ABCD0018.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7425885569806564661.post-7265996615279386307</id><published>2008-03-19T00:43:00.000+07:00</published><updated>2008-03-19T00:44:54.836+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Financial Famyli'/><title type='text'>Memberi Hadiah Lebaran Kepada Anak</title><content type='html'>Dikutip dari : &lt;a href="http://www.keuanganpribadi.com"&gt;http://www.keuanganpribadi.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Lebaran tiba, apakah Anda adalah salah satu dari orang tua yang suka memberikan hadiah kepada anak? Ibu Yus, misal-nya adalah ibu rumah tangga berusia 37 tahun yang punya dua anak lelaki berusia 7 dan 6 tahun. Sebelumnya, dia tidak pernah memberikan hadiah Lebaran kepada anak-anaknya. Namun demikian, ibu-ibu tetangga di sekitar rumahnya selalu bercerita bahwa adalah merupakan “kebiasaan” untuk memberikan hadiah Lebaran kepada anaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya,&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; Ibu Yus sekarang kebingungan, apakah dia perlu memberikan hadiah Lebaran kepada anaknya yang masih kelas 1 dan 2 SD? Kalaupun diberikan, ia juga bingung hadiah apa yang akan ia berikan. Apakah baju, mainan, atau malah uang? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlukah Memberikan Hadiah Lebaran? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan pemberian hadiah Lebaran kepada anak sebetulnya bisa dipahami, mengingat orang tua biasanya mendapatkan THR (Tunjangan Hari Raya). THR itu, pada gilirannya lalu disisihkan pada orang tua dalam bentuk hadiah Lebaran. Entah itu berupa pemberian barang atau uang. Namun demikian, jangan lupa bahwa tidak semua orang tua mendapatkan THR, sehingga orang tua tidak selalu dalam kondisi keuangan yang memungkinkan untuk memberikan hadiah Lebaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bagi si anak, seringkali pemberian hadiah Lebaran itu memiliki akibat lain. Saya sendiri kebetulan juga merayakan Lebaran. Ketika masih kecil, saya ingat sekali bahwa orang tua saya pernah beberapa kali memberikan hadiah Lebaran. Sejak saat itu, bagi saya, Lebaran selalu identik dengan hadiah. Akhirnya, ketika suatu kali Lebaran tiba dan orang tua saya tidak memberikan hadiah, saya pun protes, “Mana hadiahnya?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau tak salah, saat itu saya kelas 6 SD. Saya tidak tahu kenapa mereka absen memberikan hadiah. Tapi yang mungkin tidak saya sadari, bisa saja waktu itu keadaan keuangan orang tua saya tidak begitu bagus. Tapi sejak orang tua saya tidak lagi memberi hadiah Lebaran, maka pada tahun-tahun berikutnya saya tidak lagi mengidentikkan Lebaran dengan adanya keharusan mendapatkan hadiah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menganggap bahwa Lebaran memang suatu hari yang harus dilewati tiap tahunnya. Dan hadiah hanyalah seperti pemberian bonus dari orang tua pada anak. Namanya bonus, tentu tidak dikasih juga tidak apa-apa dong? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengerti maksud saya? Yang ingin saya tekankan disini adalah, walaupun sepele, tidak ada salahnya bila Anda berhati-hati dengan pemberian hadiah Lebaran. Jangan sampai anak menganggap hadiah Lebaran adalah hak mereka. Tekankan bahwa bila Anda memberikan hadiah, sifatnya cuma sesekali dan itu lebih mirip bonus. Dengan demikian, bila kelak situasi dan kondisi tidak memungkinkan Anda memberi hadiah Lebaran, anak tidak akan “menuntut”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak Remaja Tidak Perlu Hadiah? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang berhadiah Lebaran hanya pantas diberikan pada anak kecil, bukan pada anak-anak yang sudah remaja. “Ah, masak anak sudah besar masih harus diberikan hadiah sih?” Begitu mungkin pikir Anda. Jangan salah, hadiah sebetulnya bisa diberikan kapan saja dan kepada orang dengan umur berapa pun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda datang ke sebuah Acara Ulang Tahun, misalnya, seringkali kita melihat bahwa orang yang berulang tahun mendapatkan hadiah, bahkan nilainya cukup besar. Padahal mereka yang berulang tahun tersebut seringkali tidak bisa dibilang muda lagi. Malahan, banyak orang tua merasa senang kalau mereka yang justru diberi hadiah oleh anak-anaknya sebagai tanda perhatian pada orang tua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, walaupun anak Anda sudah remaja, tidak jadi masalah kalau Anda memang ingin memberikan hadiah Lebaran untuknya. Asalkan itu tadi, jangan sampai si anak merasa bahwa hadiah Lebaran hak yang wajib diberikan padanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadiah Apa yang Pantas? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu anak-anak tentang Lebaran yang biasa diperdengarkan ketika saya masih kecil biasanya selalu mengandung kalimat bahwa Lebaran biasanya identik dengan hadiah berupa baju baru. Akhirnya, saya sempat mengganggap bahwa hadiah Lebaran harus selalu berupa baju. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, seringkali hadiah baju tidak terlalu menarik perhatian saya. Maklum, namanya juga anak lelaki. Kebanyakan mungkin lebih senang kalau diberikan hadiah berupa mainan, entah itu mainan kecil atau besar. Mainan yang paling saya suka ketika kecil dulu adalah lego, sebuah mainan kreativitas yang memungkinkan saya untuk membuat berbagai macam barang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan lego saya bisa membuat sebuah mobil yang ­ dengan bantuan mesin kecil ­ bisa berjalan dan memenuhi imajinasi saya akan sebuah mobil. Dengan lego, saya bisa membuat sebuah bangunan, entah itu rumah atau gedung tinggi, dan membuat kota kecil disekelilingnya. Pendeknya, lego membuat saya bisa mewujudkan kreativitas saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain mainan, barang yang biasanya saya minati adalah buku-buku bacaan. Entah itu komik atau bacaan biasa tanpa gambar. Dengan membaca, maka ketika besar saya jadi sudah terbiasa membaca berbagai macam buku. Ini tentunya sangat bermanfaat buat saya mengingat ada banyak sekali ilmu yang bisa didapatkan pada sebuah buku. Dan sekarang, alih-alih hanya membaca, saya malah sudah menulis beberapa buah buku tentang keuangan keluarga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain hadiah berupa barang atau bacaan, maka Anda juga bisa memberikan hadiah berupa uang tunai. Suatu kali ketika saya menginjak remaja, saya pernah senang sekali ketika ­ setelah beberapa tahun tidak memberikan hadiah lebaran ­ ayah saya memberi saya hadiah Lebaran berupa uang tunai. Jumlahnya kalau tidak salah tiga bulan uang saku saya. Hanya saja saya lupa untuk apa uang itu saya gunakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat Anda yang berpikir untuk memberikan hadiah Lebaran berupa uang tunai, mungkin Anda bisa juga melihat apa yang akan dilakukan anak Anda dengan uang tunai tersebut. Apakah ia akan membelanjakannya atau malah menabungkannya? Mungkin ini kesempatan buat Anda untuk mengajarkannya tentang apa yang sebaiknya ia lakukan dengan uangnya. Dengan demikian, bila kelak ia memiliki uang tunai yang cukup banyak, ia jadi sudah tahu apa yang akan ia lakukan dengan uang tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang Perlu Diperhatikan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat kondisi keuangan. Bila memang memungkinkan untuk memberi hadiah, lihat apakah Anda memang perlu memberikan hadiah tersebut. Apakah dengan hadiah tersebut anak Anda jadi lebih termotivasi untuk melakukan hal-hal yang sudah menjadi kewajibannya seperti belajar, ikut membersihkan rumah atau apapun itu? Anda sendiri yang bisa menjawabnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadiah tidak selalu harus berbentuk baju. Barang-barang yang membangkitkan minat berpikir anak seperti mainan kreativitas atau buku bacaan juga bisa diberikan. Atau, bila Anda ingin mengajarkan tentang masalah uang kepada anak, bisa juga Anda memberikan hadiah berupa uang tunai dan memberitahukannya tentang apa yang sebaiknya ia lakukan dengan uang pemberian tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari Tabloid NOVA No. 721/XIV. Ditulis oleh Safir Senduk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7425885569806564661-7265996615279386307?l=diedik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diedik.blogspot.com/feeds/7265996615279386307/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7425885569806564661&amp;postID=7265996615279386307&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/7265996615279386307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/7265996615279386307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diedik.blogspot.com/2008/03/memberi-hadiah-lebaran-kepada-anak.html' title='Memberi Hadiah Lebaran Kepada Anak'/><author><name>Die-dit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12589251714219344561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/R4MBvfhVreI/AAAAAAAAAHw/iEI_ekT2kOo/S220/ABCD0018.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7425885569806564661.post-2760956847855815100</id><published>2008-03-19T00:39:00.001+07:00</published><updated>2008-03-19T00:41:28.266+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen keuangan'/><title type='text'>Aset yang Bermanfaat</title><content type='html'>Dikutip dari : &lt;a href="http://www.keuanganpribadi.com"&gt;http://www.keuanganpribadi.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah Anda coba menghitung berapa jumlah aset di rumah Anda? Tapi sebelum menghitung, Anda harus tahu apa saja yang bisa menjadi “aset” itu. “Aset” bisa diartikan sebagai harta yang Anda miliki saat ini. Harta apa saja. Bisa berupa benda di rumah, uang tunai, tabungan atau investasi yang Anda punya. Jadi sekali lagi, aset adalah harta yang Anda punya pada saat ini, apapun itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, setelah hidup selama bertahun-tahun, coba hitung, apa saja aset yang sudah Anda kumpulkan sampai saat ini? Wah, pasti banyak ya? HP, uang tunai di rumah sebanyak beberapa juta rupiah, tabungan, deposito di bank swasta, perabotan rumah, bahkan mungkin motor dan rumah sendiri. Wow, lumayan ya? Setelah bertahun-tahun bekerja, ternyata banyak juga aset yang bisa Anda kumpulkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi masalahnya, nah ini dia, seberapa banyak dari aset tersebut yang memberikan penghasilan kepada Anda? Maksudnya, seberapa banyak dari aset yang Anda punya tersebut yang memasukkan uang buat Anda dan keluarga Anda? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba kita lihat: HP Anda pakai sendiri. Motor dan mobil Anda pakai sendiri. Perabotan di rumah? Itu juga dipakai sendiri. Komputer di rumah? Dipakai sama anak-anak. Teve dan radio tape juga dipakai sendiri. Busana dan sepatu? Dipakai sendiri. Astaga….jadi tidak ada satupun dari aset tersebut yang memberikan penghasilan buat Anda? Semuanya dipakai sendiri? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada, sih, Pak, kata Anda: uang tunai. Uang tunai, enggak ngasih penghasilan buat Anda. Uang tunai Anda paling-paling ditaruh di lemari dan selalu diambil kalau Anda lagi mau beli baju atau sepatu baru. Ya kan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau mau jujur, satu-satunya aset yang Anda punya yang memberikan penghasilan buat Anda mungkin cuma deposito Anda. Iya. Deposito, kan, memberi bunga buat Anda. Cuma mungkin bunganya lagi enggak seberapa sekarang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, ini dia bapak ibu, banyak diantara Anda yang mungkin sudah merasa ‘kaya’ dengan keadaan Anda sekarang. Setiap mendapatkan uang, Anda mungkin langsung membelikannya barang-barang yang Anda suka. HP baru, baju baru, teve baru, alat fitness baru, sepatu baru, bahkan motor baru atau kendaraan baru. Bahkan setiap teman Anda cerita kalau dia baru beli ini atau beli itu, Anda sering ikut-ikutan beli. Lebih parah lagi kalau Anda datang ke mal, Anda pasti berpikir: “Barang apa yang bisa saya beli sekarang?”. Rasanya kalau sudah punya uang, apalagi kalau penghasilan suami Anda besar karena jabatannya cukup tinggi, rasanya Anda sudah kaya sekali. Ya, kan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal Bapak Ibu, jangan salah, kekayaan seseorang - secara materi - tidak diukur dari seberapa banyak penghasilan yang Anda dapatkan sekarang. Mau jabatan suami Anda direktur ini atau direktur itu sehingga penghasilannya besar, wah bukan dari situ mengukurnya. Bahkan, yang namanya kekayaan, tidak juga diukur dari seberapa banyak harta yang bisa Anda beli dari penghasilan tersebut. Anda bisa beli mobil, motor, rumah sendiri, perabotan mahal di rumah, HP paling canggih, busana atau sepatu baru, bukan itu ukuran Anda kaya atau tidak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lo, terus apa dong yang membuat Anda kaya? Yang membuat Anda kaya adalah seberapa banyak dari aset yang Anda punya sekarang yang bisa memberikan penghasilan buat Anda. Itulah yang membuat Anda kaya. Bukan besarnya penghasilan Anda atau suami Anda, bukan juga banyaknya benda-benda di rumah Anda. Besarnya penghasilan yang didapat Anda atau suami Anda percuma saja kalau toh penghasilan itu habis semua dibelanjakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyaknya benda di rumah Anda juga percuma saja kalau benda-benda itu tidak memberikan penghasilan secara langsung kepada Anda. Tapi yang paling menentukan adalah seberapa banyak dari aset Anda yang bisa memberikan penghasilan buat Anda. Entah penghasilan rutin secara bulanan atau penghasilan yang baru bisa didapat nanti kalau aset itu dijual lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantas saja setelah kerja bertahun-tahun, beberapa di antara Anda malah bisa punya penghasilan yang cukup lumayan dan bisa punya benda-benda bagus di rumah, tapi kok, kayaknya keadaan Anda cuma di situ-situ saja dan tidak kemana-mana. Semua itu karena tidak ada satu pun penghasilan Anda digunakan untuk diwujudkan jadi aset yang berguna. Lalu, aset apa saja yang bisa memberikan penghasilan untuk Anda? Saya kasih beberapa contohnya ya: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah yang disewakan. &lt;br /&gt;Motor yang disewakan untuk diojekkan (ada setoran yang Anda bakal dapat dari si tukang ojek), &lt;br /&gt;Mobil angkot yang disewakan ke supir angkot (Anda juga dapat setorannya), &lt;br /&gt;Deposito (memberikan bunga) &lt;br /&gt;Bisnis (setiap bulan, 3 atau 6 bulan sekali Anda pasti mengambil sebagian dari keuntungan bisnis tersebut). &lt;br /&gt;Nah, itulah contoh-contoh dari aset yang bisa memberikan penghasilan buat Anda, dalam hal ini penghasilan yang rutin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan selain aset yang bisa memberikan penghasilan rutin, ada juga aset lain yang bisa memberikan penghasilan yang lebih besar, hanya saja dia tidak rutin dan hanya bisa didapat kalau aset tersebut Anda pegang dulu untuk beberapa lama untuk lalu dijual lagi. Walaupun aset itu juga punya risiko turun nilainya kalau Anda jual lagi. Contohnya seperti: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emas koin, &lt;br /&gt;Reksadana, &lt;br /&gt;Rumah, dan seterusnya. &lt;br /&gt;Nah, bagaimana bapak ibu? Sudah cukup jelas, ya. Jadi, sekarang bagaimana kalau Anda mulai memfokuskan hidup Anda untuk mengumpulkan aset yang bisa memberikan penghasilan buat Anda? Jangan hanya mengumpulkan benda-benda yang akhirnya toh cuma bisa dipakai dan dipakai tanpa bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan penghasilan. Makin banyak aset produktif yang bisa Anda kumpulkan akan makin baik karena kalau nanti Anda atau suami Anda terpaksa harus berhenti bekerja, Anda sekeluarga bisa tetap punya penghasilan. Bukankah begitu seharusnya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Safir Senduk&lt;br /&gt;Perencana Keuangan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari Tabloid NOVA No. 902/XVII&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7425885569806564661-2760956847855815100?l=diedik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diedik.blogspot.com/feeds/2760956847855815100/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7425885569806564661&amp;postID=2760956847855815100&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/2760956847855815100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/2760956847855815100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diedik.blogspot.com/2008/03/aset-yang-bermanfaat.html' title='Aset yang Bermanfaat'/><author><name>Die-dit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12589251714219344561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/R4MBvfhVreI/AAAAAAAAAHw/iEI_ekT2kOo/S220/ABCD0018.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7425885569806564661.post-3358343393612885733</id><published>2008-03-19T00:28:00.000+07:00</published><updated>2008-03-19T00:31:31.674+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen keuangan'/><title type='text'>WISDOM untuk Proses Perencanaan Keuangan</title><content type='html'>Dikutip dari : &lt;a href="http://www.keuanganpribadi.com"&gt;http://www.keuanganpribadi.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pepatah bijak mengatakan bahwa WISDOM adalah awal dari keberhasilan. Di tangan kanannya ada panjang umur dan di tangan kirinya ada kebahagian, dan jalannya menuju pada kemakmuran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SECARA umum proses sebuah perencanaan keuangan keluarga yang didapat di buku-buku personal finance mencakup enam langkah utama. Dalam pembahasan kali ini, kami akan menggunakan kata WISDOM sebagai singkatan untuk mempermudah mengingat langkah perencanaan keuangan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Huruf pertama W adalah singkatan dari Watak. Artinya, kenali situasi dan kondisi keuangan Anda saat ini. Huruf kedua I adalah singkatan dari Ingin. Artinya, tentukan tujuan keuangan Anda di masa depan. Huruf ketiga S adalah singkatan dari Siasat. Artinya, setelah kita tahu kondisi saat ini dan tujuan di masa depan, kita perlu merancang strategi untuk mencapai tujuan bertolak dari kondisi saat ini. Huruf keempat D adalah singkatan dari Didik. Untuk mencapai tujuan masa depan melalui strategi yang disusun, kita perlu memperlengkapi diri kita dengan pengetahuan, ketrampilan, dan sikap baru yang mungkin sekali belum kita miliki saat ini. Jadi, kita perlu belajar.&lt;br /&gt;Huruf kelima O adalah singkatan dari Otak / Otot. Artinya, kita perlu melaksanakan strategi yang telah disusun dengan bekerja cerdas dan keras untuk mencapai tujuan tersebut. Huruf keenam M adalah singkatan dari Manajemen atau Monitor. Artinya, kita perlu mengelola sumberdaya yang kita miliki dan memantau pencapaian hasil dibandingkan rencana semula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan WISDOM tersebut, proses perencanaan keuangan keluarga dapat dibagi menjadi enam langkah utama. Pertama, pembuatan catatan keuangan keluarga (termasuk catatan kekayaan dan arus), untuk mengetahui kondisi keuangan saat ini. Kedua, penentuan tujuan keuangan keluarga secara spesifik dan realistik. Ketiga, penyusunan rencana strategi untuk mencapai tujuan bertolak dari kondisi saat ini. Keempat, pembelajaran untuk melengkapi diri dengan pengetahuan (knowledge), ketrampilan (skills), dan sikap (attitude) yang dibutuhkan untuk melaksanakan strategi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, pelaksanaan rencana strategi dengan bekerja keras dan bekerja cerdas. Keenam, pemantauan dan pengelolaan sumberdaya yang dimiliki agar tetap pada jalur rencana semula, atau melakukan penyesuaian / perubahan bila rencana semula dirasa tidak lagi sesuai dengan kondisi. Keenam langkah tersebut akan dibahas satu persatu dalam uraian berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan Keuangan Keluarga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nakhoda kapal memerlukan peta dan peralatan navigasi untuk menentukan posisi sekarang dan arah dalam mengarungi luasnya lautan agar dapat mencapai tujuan. Dalam perencanaan keuangan keluarga, kita juga memerlukan alat bantu. Alat ini adalah catatan kekayaan (dalam keuangan perusahaan sering diacu sebagai neraca atau balance sheet) dan catatan arus kas (padanannya dalam keuangan perusahaan adalah laporan rugi / laba dan laporan arus kas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku atau penulis lain sering menyebut catatan ini sebagai laporan agar lebih paralel dengan istilah keuangan perusahaan. Kami lebih suka menyebutnya catatan. Kata laporan bermakna terlalu formal dan dibuat untuk atasan atau penguasa atau publik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara catatan adalah dibuat untuk kepentingan kita sendiri dan berkesan lebih personal. Dengan adanya kedua catatan ini, kita dapan melihat situasi kondisi keuangan kita saat ini dan mengikuti perkembangan dari pelaksanaan perencanaan sampai sejauh ini. Dari kedua catatan ini pula kita bisa melihat perubahan kondisi keuangan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa kedua catatan ini, sulit bagi kita untuk menentukan situasi kondisi keuangan kita saat ini dan menentukan perencanaan yang realistis dan strategis. Tanpa kedua catatan ini, akan sulit juga bagi kita untuk mengidentifikasi masalah yang telah atau berpotensi timbul dan kesempatan yang dapat diraih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa informasi yang perlu dikumpulkan berkaitan dengan navigasi keuangan keluarga:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapatan kotor dan penghasilan bersih setiap bulan &lt;br /&gt;Penghasilan lain, seperti pendapatan dari investasi &lt;br /&gt;Catatan atau perencanaan pengeluaran Anda dan keluarga untuk membantu melihat penggunaan penghasilan bulanan &lt;br /&gt;Catatan kekayaan berupa aset yang dimiliki dan utang atau liabilities &lt;br /&gt;Premi dan pertanggungan proteksi asuransi yang telah dimiliki &lt;br /&gt;Dana dalam tabungan &lt;br /&gt;Nilai investasi properti atau sewa properti &lt;br /&gt;Jumlah anak serta usia masing-masing anak &lt;br /&gt;Dengan mengetahui informasi tersebut, kita akan lebih kenal terhadap kondisi keuangan kita untuk memudahkan bernavigasi mengarungi samudra keuangan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penentuan Tujuan Keuangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah memahami situasi kondisi keuangan saat ini, kita lebih siap untuk menentukan tujuan keuangan yang spesifik dan realistis dalam kaitan dengan perencanaan keuangan keluarga secara terpadu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menentukan tujuan ini, tetap diperlukan perbincangan yang mendalam secara rasional dari hati ke hati dengan masing-masing anggota keluarga. Setiap individu dalam keluarga adalah unik dan memiliki preferensi sendiri. Jadi, dibutuhkan keterbukaan untuk mencapai kesepakatan bersama semua anggota keluarga, khususnya ibu dan bapak sebagai pimpinan bahtera keluarga untuk menuju masa depan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila diringkas, tujuan keuangan keluarga harus SMART: Specific, Measurable, Attainable, Reality-based, dan Time-bound. Tujuan keuangan keluarga harus dinyatakan secara spsifik dalam nilai yang terukur serta jangka waktu pencapaiannya. Sebagai contoh, Anda ingin untuk hidup berkecukupan di masa tua. Ini memang tujuan, namun belum spesifik. Diperlukan nilai terukur, misalnya memerlukan dana Rp 1 miliar untuk dapat hidup berkecukupan di masa tua nanti. Agar lebih lengkap, tujuan perlu dinyatakan misalnya sebagai berikut: Pensiun pada usia 55 tahun dengan dana yang dimiliki Rp 1 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kata kunci lain dalam menentukan tujuan keuangan keluarga adalah realistis, agar secara rasional bisa dicapai melalui pelaksanaan dan usaha yang berkesinambungan. Untuk itu, perlu dipertimbangkan situasi kondisi saat ini dalam menentukan tujuan. Jangan sampai tujuan ini menjadi seperti punguk merindukan bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri realistis sangatlah penting karena tujuan keuangan merupakan pilar penting perencanaan keuangan keluarga. Tujuan yang terlalu muluk malah akan menjadi bumerang karena bebannya akan terasa sangat berat, sehingga kita menjadi enggan untuk melakukan perencanaan dan usaha pencapaiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, tujuan juga harus diurutkan berdasarkan prioritas. Bila ada beberapa tujuan keuangan, perlu dikaji urutan prioritasnya. Keterbatasan dan kendalah sumberdaya yang kita memiliki sering mengharuskan kita untuk memilih tujuan yang paling penting harus dicapai lebih dulu. Setelah tujuan berprioritas tinggi tercapai, tujuan lain bisa dikejar bila kondisi memungkinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi, Pembelajaran, dan Perencanaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengetahui kondisi awal dan tujuan keuangan keluarga, langkah selanjutnya adalah penyusunan strategi untuk mencapai tujuan keuangan keluarga itu. Sebagai persiapan penyusunan strategi, perlu dilakukan analisis lebih lanjut terhadap kondisi keuangan. Dari analisis ini dapat dilihat terpenuhinya ciri SMART dari tujuan keuangan yang ditentukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisis ini juga membantu mengidentifikasi kesesuaian antara keinginan kita atau nilai-nilai yang kita miliki dan kebiasaan serta penggunaan pendapatan bulanan. Bila ditemukan ketidaksesuaian, maka perlu ditentukan sasaran jangka pendek untuk menangani kesenjangan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, strategi yang disusun kembali harus memenuhi ciri realistis dan memiliki batas waktu. Sebagai contoh, keluarga Andi berpenghasilan Rp 15 juta/bulan. Mereka memiliki tujuan untuk membeli rumah dengan menggunakan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) dalam jangka waktu tiga tahun ke depan. Uang muka yang dibutuhkan adalah Rp 250 juta. Saat ini dana yang dialokasikan baru Rp 100 juta. Jadi, dalam tempo tiga tahun ke depan mereka harus mengalokasikan data tertentu, misalnya menurut perhitungan dibutuhkan Rp 3,29 juta per bulan.&lt;br /&gt;Bila terjadi kekurangan untuk tujuan keuangan ini, ada beberapa aksi yang bisa dilakukan oleh keluarga Andi, di antaranya: mengurangi pengeluaran tidak tetap seperti pakaian, rekreasi, makan di luar rumah bersama keluarga. Dengan demikian dana yang dihemat bisa disisihkan untuk tujuan uang muka KPR tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh di atas baru mencakup satu tujuan keuangan keluarga. Perencanaan yang terpadu memiliki beberapa tujuan keuangan, baik jangka pendek, menengah, mau pun panjang. Untuk perencanan terpadu ini disarankan untuk mencari bantuan atau masukan dari para profesional di bidang keuangan personal / keluarga. Perencana keuangan keluarga bukan hanya membantu nasabah dari sisi perencanaan saja, tetapi juga dapat berperan sebagai mentor atau pembimbing dalam kaitan dengan keuangan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perencana keuangan dapat membantu kita meningkatkan diri kita dengan mengarahkan kita untuk mempelajari pengetahuan baru, ketrampilan baru, dan membangun sikap baru (KSA, yaitu Knowledge, Skills, dan Attitude). Sering kali kita belum memiliki KSA yang diperlukan untuk melaksanakan rencana yang telah disusun. Misalnya, untuk berinvestasi di reksa dana, diperlukan pengetahuan tentang piranti investasi itu. Banyak orang Indonesia saat ini masih buta tentang reksa dana. Pembelajaran dapat dilakukan secara formal melalui kursus, mau pun secara informal dengan membaca buku atau otodidak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tekad atau niat yang kuat adalah satu sikap kunci yang perlu dimiliki agar pencapaian tujuan keuangan bisa terlaksana. Sebagian besar tujuan keuangan memerlukan waktu yang panjang untuk mencapainya. Tanpa tekad membaja, banyak orang menyerah dan berhenti di tengah jalan. Tekad membaja akan membantu kita untuk tetap berada pada rel yang benar meski situasi tidak bersahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, agar tujuan keuangan bisa tercapai, kita perlu mengembangkan kebiasaan untuk bekerja keras dan cerdas (work hard and smart). Kebiasaan ini lah yang dalam jangka panjang akan menentukan masa depan kita. Seperti diungkapkan oleh Charles Reade: Sow an act and you reap a habit…Sow a habit and you reap a character…Sow a character and reap your destiny !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengelolaan Sumberdaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah berikutnya adalah terus mengelola sumberdaya dan memantau pelaksanaan perencanaan agar sesuai dengan rencana. Bila terjadi penyimpangan terhadap rencana semula, perlu dilakukan tindakan pemulihan. Tindakan ini bisa berupa mengembalikan perjalanan pada jalur semula, atau mengubah rencana karena sudah tidak relevan lagi dengan situasi saat itu. Revisi mungkin terjadi karena keadaan keuangan keluarga selalu berubah. Kata-kata bijak mengatakan bahwa satu hal yang pasti dalam dunia ini adalah terjadinya perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan dalam kehidupan berkeluarga atau karier, seperti kelahiran anak, promosi, pindah kerja, pemutusan hubungan kerja, dan lain-lain mengharuskan kita untuk mempertimbangkan kembali tujuan dan rencana yang ada. Masih realistis kah tujuan dan rencana semula? Bisa saja rencana yang semula mungkin menjadi mustahil atau justru menjadi terlalu mudah dicapai dan kurang menantang. Misalnya, krisis dan PHK menyebabkan kita harus menunda dulu rencana pembelian mobil baru atau perbaikan rumah, atau bahkan perlu mencairkan segera dana darurat plus dana tabungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pemantauan dan revisi, kita juga semakin kenal dengan situasi, kekuatan, keterbatasan, dan potensi risiko yang mungkin kita alami. Dengan semakin mengenal hal itu, kita semakin bisa merencanakan masa depat secara lebih akurat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengenalan ini adalah merupakan dari proses belajar lewat jam terbang, yang tidak bisa diganti dengan belajar di belakang meja atau dengan sekadar membaca buku teks. Orang dikatakan tua apabila berhenti belajar, bukan karena usia. Usia bisa mengerutkan kulit, namun berhenti belajar akan mematikan pikiran dan mengerutkan jiwa.n&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diambil dari Harian Umum Sore Sinar Harapan Rubrik PERENCANAAN KEUANGAN. Rubrik ini diasuh oleh Tim Indonesia School of Life (ISOL) yakni Andrias Harefa, Roy Sembel, M. Ichsan, Heru Wibawa, dan Parpudi Lubis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7425885569806564661-3358343393612885733?l=diedik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diedik.blogspot.com/feeds/3358343393612885733/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7425885569806564661&amp;postID=3358343393612885733&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/3358343393612885733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/3358343393612885733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diedik.blogspot.com/2008/03/wisdom-untuk-proses-perencanaan.html' title='WISDOM untuk Proses Perencanaan Keuangan'/><author><name>Die-dit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12589251714219344561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/R4MBvfhVreI/AAAAAAAAAHw/iEI_ekT2kOo/S220/ABCD0018.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7425885569806564661.post-8905806693328736211</id><published>2008-03-17T02:28:00.001+07:00</published><updated>2008-03-17T02:30:20.714+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen SDM'/><title type='text'>Sequis Life Intensifkan Pelatihan Pemasaran</title><content type='html'>Dikutip dari : &lt;a href="http://www.swa.co.id/primer/manajemen/sdm/details.php?cid=1&amp;id=7131"&gt;http://www.swa.co.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Rabu, 27 Februari 2008&lt;br /&gt;Oleh : Dede Suryadi&lt;br /&gt;Sejak Januari tahun ini, Sequis Life terus mengintensifkan pelatihan untuk para agen pemasaran dengan mendirikan Sequis Training Academy Exellence (STAE). Pelatihan tersebut dibuat lebih dinamis dan disesuaikan dengan program Sequis Life untuk Indonesia di masa depan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;STAE melingkupi empat aspek kebutuhan seseorang agen pemasarn asuransi jiwa yaitu yaitu : produk teknikal, motivasi, perancangan keuangan dan penjualan, serta &lt;br /&gt;pembinaan agency. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Selanjutnya mereka bisa menuju ke kualifikasi Internasional CFP (Certified Financial Planner) &amp; CIAM (Chartered Insurance Agency Manager). Hal yang paling penting adalah adanya pendekatan teknis untuk sistem pelatihan . Ukuran sukses suatu program diimplimentasikan sejalan dengan ‘psikologi, falsafah dan ilmu pengetahuan’, pembinaan agensi secara pribadi dan team building.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Peningkatan kualitas atau ‘Quality Enhancement’ merupakan tema besar yang difokuskan oleh Sequis Life di sepanjang tahun 2008. Setelah berhasil mewujudkan&lt;br /&gt;tema Oneness dan Teamwork, Together Everyone Achieves More di tahun sebelumnya, kini Sequis Life memposisikan secara strategis untuk menjadi The most admired company by year of 2010,” ujar Tatang Widjaja, Presiden Direktur &amp; CEO PT. AJ. Sequis Life.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sequis Life mempunyai tujuan untuk mendirikan Mega Agency dan Mega Producer, yaitu suatu agensi yang besar dan kuat, serta para tim pemasaran yang berkualitas dan professional. Berdasarkan tujuan tersebut, Sequis Life tidak segan-segan untuk menginvestasikan sistem pelatihan berupa pembangunan training center di kota Medan, Bandung, Surabaya dan Jakarta; maupun teknologi informasi yang mendukung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota Medan misalnya, menjadi salah satu target utama Sequis Life di masa depan, terbukti turut memberikan kontribusi yang signifikan, yaitu pertumbuhan sebanyak 35% dari total pendapatan premi. “Kota Medan menjadi salah satu fokus pengembangan strategik kami, karena masyarakat di Medan sangat kondusif &amp; reseptif terhadap produk asuransi,” ungkapnya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan ini telah membukukan total konsolidasi aset lebih dari Rp 4,5 triliun di 2007 dan total pendapatan premi melampaui target yaitu Rp 1, 15 triliun, serta tingkat RBC di atas ketentuan regulasi pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7425885569806564661-8905806693328736211?l=diedik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diedik.blogspot.com/feeds/8905806693328736211/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7425885569806564661&amp;postID=8905806693328736211&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/8905806693328736211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/8905806693328736211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diedik.blogspot.com/2008/03/sequis-life-intensifkan-pelatihan.html' title='Sequis Life Intensifkan Pelatihan Pemasaran'/><author><name>Die-dit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12589251714219344561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/R4MBvfhVreI/AAAAAAAAAHw/iEI_ekT2kOo/S220/ABCD0018.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7425885569806564661.post-5368661968399364095</id><published>2008-03-17T02:08:00.006+07:00</published><updated>2008-03-17T02:24:43.382+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen SDM'/><title type='text'>Anton Gunawan Jadi Ekonom Kepala Danamon</title><content type='html'>Dikutip dari : &lt;a href="http://www.swa.co.id/primer/manajemen/sdm/details.php?cid=1&amp;id=7194"&gt;http://www.swa.co.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selasa, 11 Maret 2008&lt;br /&gt;Oleh : Taufik Hidayat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (Danamon) mengangkat Anton Gunawan sebagai Chief Economist dan Head of Economics and Markets Research, di divisi Treasury and Capital Markets &amp; Financial Institutions (TCM &amp; FI) Danamon. Reputasi dan pengalaman yang dimiliki Anton di berbagai area di bidang keuangan, dianggap cukup mumpuni untuk jabatan tersebut. Anton juga akan terlibat dalam pembentukan tim Economics and Markets Research untuk mendukung kegiatan bisnis tresuri, pasar modal dan institusi keuangan Danamon. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;"Saya yakin bahwa Anton akan berperan besar dalam membantu bisnis dan nasabah kami mendapatkan pengetahuan dan perspektif mengenai perekonomian Indonesia dan pasar keuangan internasional," kata Sebastian Paredes, Direktur Utama Danamon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alfin Tolib, Business Head TCM &amp; FI Division Danamon, menyebutkan bahwa dengan perannya untuk membentuk tim baru, Anton juga akan memainkan peran penting dalam&lt;br /&gt;membawa platform bisnis TCM &amp; FI Danamon ke tingkatan baru dan mendukung pertumbuhan trading dan sales Danamon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum bergabung dengan Danamon, Anton bekerja selama lebih dari 7 tahun di Citibank sebagai Country Economist for Indonesia, di bawah the Asia Pacific Economic and Market Analysis (AP EMA), sejak November 2000. Anton bekerja selama 11 tahun di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI), mulai dari asisten dosen, di mana posisi terakhirnya adalah sebagai Direktur Riset di Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) di Universitas tersebut. Sepanjang kurun waktu tersebut, Anton juga mengajar di program S1 dan pasca sarjana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anton adalah anggota tim penasihat Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin Indonesia), dan sebelumnya menjabat sebagai anggota Focus Group Perbankan dan Pasar Modal Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI). Anton memegang gelar MPhil dalam&lt;br /&gt;bidang ekonomi dari Columbia University, MA dalam bidang ekonomi dari University of Chicago, dan SE (Sarjana Ekonomi) dalam bidang Ekonomi dan Studi Pembangunan dan Universitas Indonesia, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7425885569806564661-5368661968399364095?l=diedik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diedik.blogspot.com/feeds/5368661968399364095/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7425885569806564661&amp;postID=5368661968399364095&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/5368661968399364095'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/5368661968399364095'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diedik.blogspot.com/2008/03/anton-gunawan-jadi-ekonom-kepala.html' title='Anton Gunawan Jadi Ekonom Kepala Danamon'/><author><name>Die-dit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12589251714219344561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/R4MBvfhVreI/AAAAAAAAAHw/iEI_ekT2kOo/S220/ABCD0018.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7425885569806564661.post-8300754245495499590</id><published>2008-03-17T01:38:00.000+07:00</published><updated>2008-03-17T01:40:08.437+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Financial Famyli'/><title type='text'>Mengelola Keuangan dengan Baik;Memperkuat Tali Pernikahan</title><content type='html'>Dikutip dari : &lt;a href="http://www.keuanganpribadi.com"&gt;http://www.keuanganpribadi.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Anda dan pasangan Anda sering bertengkar karena masalah keuangan? Apakah Anda sering berbeda dalam memanfaatkan pendapatan keluarga? Apakah Anda berharap bahwa pasangan Anda bukan “orang yang pelit” atau “pembelanja yang boros”?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajemen keuangan merupakan hal sangat penting yang dibutuhkan untuk mencapai kesuksesan dalam hubungan, terutama dalam pernikahan. Orang tua memiliki tanggung jawab untuk memberikan kebutuhan fisikal. Oleh karenanya, manajemen keuangan menjadi sangat penting. Lebih dari sekadar fisik, kelangsungan emosi keluarga juga sangat dipengaruhi oleh stabilitas keuangan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Uang seperti sebilah pisau, bisa memperkaya pernikahan atau menghancurkannya. Hal ini dapat mengakibatkan ketidakpercayaan, mendahulukan diri dari pada keluarga, ketidakjujuruan, atau bahkan perceraian. Masalah keuangan keluarga sering kali terjadi karena kurang pahamnya individu-individu di dalam keluarga tersebut mengenai pengetahuan keuangan dan kebiasaan keuangan yang buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan Keuangan Personal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau banyak problem keuangan disebabkan oleh pengambilan keputusan yang kurang baik, akan tetapi sebenarnya kebanyakan dari masalah keuangan disebabkan oleh kebiasaan-kebiasaan seperti:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belanja berlebihan—impluse buying &lt;br /&gt;Terjerat dengan kehidupan materialistis &lt;br /&gt;Sangat dipengaruhi oleh status material &lt;br /&gt;Menggunakan uang untuk mengontrol orang lain &lt;br /&gt;Masalah uang sangat erat kaitannya dengan emosi. Mungkin Anda pernah membeli hadian untuk orang lain dengan berutang, dengan harapan mengurangi rasa bersalah karena ketidakpedulian Anda. atau mungkin Anda penah pergi belanja hanya untuk mengurangi rasa kesedihan dan kesendirian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepribadian kita tentunya mempengaruhi kebiasaan keuangan kita. Seseorang yang spontanitas dan tidak khawatiran, mungkin akan menolak untuk melakukan perencanaan keuangan, seperti anggaran dan tabungan. Di lain pihak, seseroang yang sangat mengontrol keuangannya dan memiliki otoritas yang tinggi, akan menolak untuk membeli sesuatu kecuali barang tersebut memang sangat dibutuhkan. Sekali lagi dibutuhkan, bukan hanya diinginkan. Orang seperti ini mungkin akan sulit untuk berbagai kontrol keuangan dengan pasangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan keuangan Anda juga dipengaruhi oleh prilaku Anda berkaitan dengan keuangan, di mana sebagian dipengaruhi oleh masa kecil Anda. Uang dapat dijadikan simbul kontrol, keamanan, kesalahan, ketakutan, dan masih banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tidak suka membicarakan perihal keuangan dengan pasangan Anda karena selama Anda dibesarkan, orang tua Anda sering kali bertengkar karena masalah keuangan? Mungkin Anda perlu membeli mobil baru agar merasa lebih dari tetangga Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan vs Hubungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dari kebiasaan individu, hubungan antara pasangan dalam pernikahan sangat mempengaruhi keuangan Anda. Beberapa hal yang mempengaruhi keuangan keluarga adalah: komunikasi, keterkaitan emosi, saling menghormati, percaya, dan “love”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Anda memiliki masalah dengan hal-hal ini, sangat mungkin Anda akan terkena masalah keuangan dalam keluarga. Beberapa masalah berkiatan dengan hubungan individu dalam keluarga yang bisa berakibat terhadap problema keuangan adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurangnya komunikasi antara Anda dan pasangan Anda. &lt;br /&gt;Terlalu mengontrol dan memanipulasi yang lain &lt;br /&gt;Keras kepala dan sangat egois &lt;br /&gt;Kurang rasa hormat pada pasangan &lt;br /&gt;Kepercayaan yang disalahgunakan &lt;br /&gt;Komunikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi yang efektif antar individu di dalam keluarga menjadi sangat penting untuk dapat mengelola keuangan secara bijak. Tahukah Anda apa yang diinginkan oleh pasangan Anda berkaitan dengan tujuan keuangan? Apakah Anda mendiskusikan bila ingin membeli sesuatu barang yang mahal harganya? Apakah Anda membicarakan bagaimana menggunakan “uang ekstra” seperi bonus tahunan dengan pasangan Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi menjadi sangat dibutuhkan dan sangat kritikal untuk terlepas dari masalah keuangan. berkomunikasi dalam sebuah keluarga harus terus dibangun agar Anda dan pasangan Anda saling mengenal satu dengan yang lain. Ada beberapa hal yang bisa kami sarankan berkaitan dengan masalah komunikasi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulailah dengan menceritakan kebiasaan Anda dalam berprilaku berkaitan dengan uang, karena setiap individu memiliki prilaku yang berbeda karena dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang berbeda. Dan teruskan dengan prilaku dan kebiasaan pasangan Anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, jangan pernah beranggapan bahwa apa yang Anda lakukan adalah yang terbaik dan paling benar. Dengarkan apa yang dikatakan oleh pasangan Anda dan pertimbangkan secara masak. Mungkin saja pandangan Anda berdua bertolak belankang, hormati pandangan masing-masing, walaupun Anda sebenarnya tidak setuju dengan prilaku atau kebiasaan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembagian kerja sangatlah dibutuhkan dalam hal mengatur keuangan. Contoh singkatnya, siapa yang membayar semua kebutuhan sehari-hari rumah tangga. Misalkan, Anda sebagai istri yang harus membayarnya, suami dalam hal ini harus mentransfer dana yang cukup setiap bulannya untuk memenuhi semua kebutuhan keuangan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Anda memutuskan untuk mendelegasikan satu orang untuk membayar semua tagihan bulanan keluarga, hal penting yang harus diperhatikan adalah kejujuran. Anda berdua haruslah terbuka satu dengan yang lain berkenaan dengan permasalahan uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sampai bila Anda menggunakan rekening bersama dan salah satu dari Anda mengambil dana dalam jumlah besar dan tidak mengatakan kepada pasangan Anda. Begitu pasangan Anda membutuhkan untuk hal yang sangat penting ternyata dan yang tersedia tidak mencukupi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah menyalahkan pasangan Anda. misalkan pasangan Anda terlilit utang, dari pada Anda marah lebih baik Anda fokus untuk menyelesaikan hal tersebut bersama dengan pasangan Anda. Mengambil tindakan secara bersama akan mengingatkan Anda bahwa Anda dalam keluarga ini adalah satu. &lt;br /&gt;Kontrol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkiatan dengan masalah kontrol, dapat dilihat dari dua sisi. Kontrol dalam hal keuangan yang baik seperti program menabung. Misalkan, pengeluaran yang tidak diikuti dengan program perencanaan yang baik, malah dapat mengakibatkan kerusakan kondisi keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengeluaran kecil yang sering kali dilupakan lama-lama bisa sangat besar dan membebani pendapatan keluarga. Jadi perhatikan secara bijak kemana saja pengelauran yang Anda dan keluarga lakukan setiap bulannya. Ini adalah berkiatan dengan mengontrol keuangan Anda.&lt;br /&gt;Dan sisi lain, adalah salah satu dari pasangan terlalu “mengontrol” pasangan yang lain. Dalam keluarga yang kurang komunikasi, seringkali satu orang lebih dominan dibanding pasangannya. Hal ini bisa sangat berbahaya. Bilamana terjadi, misalkan rumah bocor, pasangannya berharap bahwa “bos”-lah yang harus menyiapkan dana untuk perbaikan, karena ialah “bos”-nya. Atau tidak adanya kebebasan berpendapat dalam keluarga berkaitan dengan keputusan keuangan. Hal ini harus disikapi dengan bijak oleh Anda dan pasangan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide-ide Mengelola Keuangan secara Efektif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencari pemahaman berkaitan dengan kebiasaan, nilai yang mempengaruhi cara pandang Anda berkaitan dengan uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan bahwa setiap individu memiliki nilai-nilai, standar, dan tujuan yang mempengaruhi cara pandang mereka tentang uang dan bagaimana mereka menggunakannya. &lt;br /&gt;Pahami bahwa setiap aturan keuangan yang dibangun dalam keluarga harus mendapatkan masukan dari individu di dalamnya, pasangan suami-istri. &lt;br /&gt;Komunikasikan secara terbuka dan jujur kepada pasangan Anda mengenai kebiasaan keuangan keluarga. coba diskusikan aturan main keuangan yang akan Anda bangun bersama &lt;br /&gt;Tingkatkan pengetahuan Anda berkaitan dengan keuangan melalui buku-buku, seminar, dan lain-lain. &lt;br /&gt;Pertimbangkan semua motivasi Anda dalam proses pengambilan keputusan, agar keputusan tersebut memang sesuai dengan kondisi Anda &lt;br /&gt;Buat keluarga merasa nyaman dalam membicarakan persoalan keuangan. Jangan saling tuding, tapi saling mengisi satu dengan yang lain. &lt;br /&gt;Berusahalah untuk mengubah kebiasaan buruk Anda berkaitan dengan keuangan, apalagi bila Anda sudah berkeluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangun kebiasaan mencatat pengeluaran yang Anda lakukan setiap bulannya. Anggaran adalah jantung perencanaan keuangan keluarga &lt;br /&gt;Tentukan dan tetapkan tugas dan tanggung jawab masing-masing individu dalam kaitannya dengan keuangan &lt;br /&gt;Hidup sesuai dengan pendapatan &lt;br /&gt;Pisahkan antara kebutuhan dan keinginan. Cobalah mempertahankan pengeluaran walau Anda mendapat kenaikan pendapatan. &lt;br /&gt;Pengeluaran merupakan hal terpenting dalam keuangan keluarga. Pengeluaran sangat mempengaruhi perjalanan keuangan Anda di masa datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hindari belanja hanya karena bujukan iklan. Tunda beberapa waktu dulu bila Anda ingin membeli sesuatu barang yang mahal harga. &lt;br /&gt;Berbagi pendapat untuk segala sesuatu barang yang mahal harganya. &lt;br /&gt;Kendalikan masalah utang Anda. Bunga kredit dan cicilan bulanan bisa sangat membebani arus kas bulanan keluarga. Jangan gunakan kredit untuk sesuatu yang tidak dibutuhkan. &lt;br /&gt;Untuk mempersiapkan perjalanan keuangan di masa datang, sebaiknya setiap keluarga menyiapkan dana darurat yang bertujuan untuk kebutuhan darurat. Besarnya antara 3-6 bulan biaya bulanan. Tinjau ulang semua proteksi yang sudah dimiliki, seperti asuransi jiwa, kesehatan atau asuransi kendaraan/ rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikaianlah ulasan kami kali ini, semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diambil dari Harian Umum Sore Sinar Harapan Rubrik PERENCANAAN KEUANGAN. Rubrik ini diasuh oleh Tim Indonesia School of Life (ISOL) yakni Andrias Harefa, Roy Sembel, M. Ichsan, Heru Wibawa, dan Parpudi Lubis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7425885569806564661-8300754245495499590?l=diedik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diedik.blogspot.com/feeds/8300754245495499590/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7425885569806564661&amp;postID=8300754245495499590&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/8300754245495499590'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/8300754245495499590'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diedik.blogspot.com/2008/03/mengelola-keuangan-dengan.html' title='Mengelola Keuangan dengan Baik;Memperkuat Tali Pernikahan'/><author><name>Die-dit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12589251714219344561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/R4MBvfhVreI/AAAAAAAAAHw/iEI_ekT2kOo/S220/ABCD0018.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7425885569806564661.post-2188409133315947325</id><published>2008-03-17T01:32:00.000+07:00</published><updated>2008-03-17T01:34:47.380+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Strategi Investasi'/><title type='text'>Demam Investasi Dinar Irak</title><content type='html'>Dikutip dari : &lt;a href="http://www.pembelajar.com "&gt;http://www.pembelajar.com &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu lalu saya mendapatkan email dari Pak Sutrisno dari Gresik: “Di kantor tempat saya bekerja orang sedang beramai-ramai berburu dinar Irak. Menurut mereka, investasi dalam dinar akan sangat menguntungkan. Sebelum perang Irak, nilai tukar dinar katanya lebih dari tiga dollar AS, sedangkan sekarang nilainya kurang dari seperlimaratus sen dollar. Menurut mereka, sebentar lagi Presiden Bush harus lengser dan Amerika kemungkinan besar akan mundur dari Irak. Dengan demikian dinar Irak akan pulih. Berarti, investasi pada dinar akan menghasilkan laba ribuan kali. Saya sungguh tergoda, tetapi apakah benar ada investasi yang memberikan untung ribuan kali?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Benar, Anda semua juga pasti tahu bahwa saat ini demam dinar Irak memang sedang melanda berbagai belahan dunia, mulai dari pojok-pojok kota di Pakistan, Indonesia, Amerika dan banyak negara di dunia. Cara berpikir para spekulan itu sama persis, yakni bahwa nilai tukar dinar Irak sekarang sudah sangat luar biasa murahnya, ratusan ribu persen di bawah nilai tukar sebelum Sadham Hussein digulingkan. Mereka berpikir dinar tidak mungkin turun lebih rendah lagi, sehingga satu-satunya kemungkinan adalah menguat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia sama saja. Pedagang ramai berjualan dinar, pembeli berebut. Ada teman saya yang enggan membeli dari pasar dalam negeri dan memilih untuk membeli dinar dari luar negeri. Setiap kali ada teman pergi keluar negeri, terutama ke daerah Timur Tengah, oleh-oleh yang dimintanya adalah dinar Irak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kita harus menyikapi investasi ini? Bagaimana prospeknya? Bagaimana risikonya? Sampai saat ini yang selalu digembar-gemborkan adalah potensi keuntungannya. Hampir tidak ada yang menyajikan risiko dari investasi. Demi netralnya saya memakai istilah itu, bukan spekulasi atau judi. Ini normal, karena sumber “analisa” umumnya berasal dari para pedagang, bukan dari pihak netral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas saya justru untuk mengingatkan bahwa kita perlu kembali ke prinsip dasar investasi: potensi untung sebanding dengan potensi rugi. Apakah saya meragukan bahwa dinar Irak akan kembali ke nilai sebelum perang? Bukan itu yang ingin saya katakan. Yang ingin saya katakan hanyalah bahwa kita perlu menyadari risiko dari setiap investasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu marilah kita melihat dari sisi positifnya dulu, yakni faktor-faktor apa saja yang mendukung investasi itu. Pertama, analisa teknikal yang banyak dipakai orang dalam kasus ini mungkin benar. Dinar sudah sampai pada titik nadir-nya, sehingga tidak mungkin turun lagi. Satu-satunya kemungkinan adalah naik, entah sampai ke level berapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, mungkin juga benar bahwa Amerika dan pasukan koalisi akan segera menarik pasukannya keluar dari Irak sehingga Irak akan bisa mengatur ekonominya sendiri. Banyak pihak menilai kemungkinan itu cukup besar, apalagi setelah George Bush tidak lagi menjadi presiden AS setelah pemilu mendatang. Kalau ini yang terjadi, Irak akan kembali bisa mengeksploitasi minyaknya, dan negara itu akan mendapatkan momentum yang baik di tengah harga minyak dunia yang terus melambung. Kalau sekarang harga minyak sudah mencapai sekitar US$90 per barrel, berapa harga minyak setelah Amerika dan pasukan koalisi keluar dari sana? Ini akan jadi mesin uang Irak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, pembangunan kembali Irak pasti akan mendatangkan banyak dukungan investor asing karena bagaimana pun juga ada begitu banyak potensi di dalam negeri Irak. Kemakmuran Irak akan berarti peluang bisnis yang lebih besar bagi investor yang lebih dulu datang ke negeri itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, dari berbagai laporan Bank Sentral Irak tampak terus berusaha keras untuk menahan laju inflasi, musuh besar satu perekonomian yang sedang dilanda krisis. Kalau bank sentral itu sukses mengendalikan inflasi, dampaknya pasti akan sangat positif bagi nilai tukar mata uang setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor Risiko&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja kita masih bisa menggali banyak alasan yang mendukung investasi pada dinar. Namun sekali lagi tugas saya justru mengingatkan risikonya karena sudah terlalu banyak sisi positif yang dikupas. Mari kita membuat analisa sederhana dengan membuat beberapa pertanyaan, dan silakan Anda sendiri yang menjawab. Pertanyaan pertama dimulai dari logika pasar. Kalau Anda punya satu asset yang Anda yakin dalam tiga tahun nilainya akan naik 1000 kali lipat, apakah Anda akan menjualnya? Jangankan 1000 kali lipat, naik 100 kali lipat saja, apakah Anda masih mau menjualnya? Jadi, mengapa masih banyak orang yang menjual dinar kalau mereka sendiri sangat yakin bahwa dalam tiga tahun akan untung ratusan atau ribuan kali? Gampangnya saja, saat ini anda punya satu unit rumah dan rumah itu akan menjadi seratus unit, atau bahkan seribu unit dalam tiga tahun, masihkah Anda ingin menjualnya? Baiklah, tidak usah ekstrim menjadi seratus rumah, tetapi menjadi sepuluh. Masih ingin menjual?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua masih dalam rangka logika pasar, normalnya harga produk investasi juga ditentukan oleh ekspektasi. Contohnya, harga saham Barito Pacific sekarang ini lebih dari Rp4000. Padahal untung per sahamnya hanya Rp15. Mengapa orang mau beli saham perusahaan itu dengan harga Rp4.000? Alasannya sederhana, karena orang punya harapan bahwa tahun depan atau dua tahun lagi perusahaan ini akan untung jauh lebih besar. Jadi harga sekarang bergerak naik sampai ke angka yang “tidak masuk akal”, karena faktor harapan tadi. Pertanyaan saya, mengapa harga dinar sekarang tidak melakukan penyesuaian terhadap harapan tadi? Kalau diyakini dinar akan menguat ribuan kali, mengapa sekarang harganya relative tetap? Kalau si A yakin harga sebutir jagung tahun depan sebesar Rp10.000, dia pasti akan rela membeli dengan harga, katakanlah Rp5.000 walaupun di pasar harganya hanya Rp2.000. Jadi, mengapa harga dinar masih juga murah? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, katakan saja presiden Amerika mundur dari Irak, siapa bisa memastikan ekonomi negara itu langsung akan pulih? Perang sudah dengan kejam menghancurkan segalanya. Infrastruktur di Irak sudah hancur. Utang luar negeri nenara itu mencapai US$125 miliar. Dan yang lebih parah, di dalam Irak sendiri ada faksi-faksi yang belum tentu akan langsung saling bergandengan tangan membangun kembali negeri itu. Di luar itu, siapa yang membentuk pemerintahan Irak sekarang? Amerika, bukan? Apakah rakyat Irak akan “happy” dengan pemerintahan sekarang kalau Amerika sudah hengkang? Kalau mereka tidak happy, apakah pemerintahan dan kehidupan bernegara akan stabil? Kalau di Irak ada sejumlah faksi yang saling berseberangan, bisakah mereka duduk bersama mengelola negara? Silakan jawab sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, kalau pasukan koalisi nanti mundur, bagaimana dengan persoalan “lama” dengan perbatasan? Iran yang pamornya di tingkat internasional kian melambung adalah tetangga dekat yang banyak punya persoalan dengan Irak, terutama menyangkut perkara-perkara kriminal di daerah perbatasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, saat ini dinar bukanlah mata uang yang diperdagangkan bebas karena keputusan bank sentral setempat. Lihat saja, apakah ada perdagangan dinar antarbank? Apakah dinar masuk dalam papan-papan perdagangan di bursa-bursa dunia? Tentu saja bank sentral setempat punya banyak pertimbangan, ekonomi dan politik, mengapa tidak membebaskan saja perdagangan mata uangnya dan secara ekonomi keputusan itu pasti mendapatkan banyak dukungan. Pada titik ini ada banyak pertanyaan yang bisa dikemukakan, tetapi saya hanya ingin mengajak Anda berpikir praktis dan sederhana saja. Katakan saja nilai dinar yang Anda pegang kelak naik. Lantas kepada siapa Anda akan menjualnya? Apakah “Bandar” Anda (atau situs internet yang menjual) akan mau membeli kembali? Kalau mau, bukankah aneh karena ada pedagang yang menjual murah untuk kemudian membeli pada harga yang mahal? Kalau mau menjual ke bank, bank mana yang berani membeli kalau bank sentral Irak menyatakan bahwa dinar Irak tidak untuk diperdagangkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, silakan Anda menimbang-nimbang sendiri untung dan rugi investasi pada dinar. Saya sendiri, kalau ada modal dan punya akses terhadap sumber dinar, tentu akan memilih menjadi penjual dinar saat ini karena pasarnya memang sedang hot.[her]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Her Suharyanto adalah penulis lepas dan editor ekonomi. Ia dapat dihubungi di: her_suharyanto@hotmail.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari www.pembelajar.com &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7425885569806564661-2188409133315947325?l=diedik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diedik.blogspot.com/feeds/2188409133315947325/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7425885569806564661&amp;postID=2188409133315947325&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/2188409133315947325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/2188409133315947325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diedik.blogspot.com/2008/03/demam-investasi-dinar-irak.html' title='Demam Investasi Dinar Irak'/><author><name>Die-dit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12589251714219344561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/R4MBvfhVreI/AAAAAAAAAHw/iEI_ekT2kOo/S220/ABCD0018.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7425885569806564661.post-8216829354018919694</id><published>2008-03-17T01:23:00.001+07:00</published><updated>2008-03-17T01:29:14.587+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mengenal Investasi'/><title type='text'>Mengenal Investasi Obligasi</title><content type='html'>Dikutip dari : &lt;a href="http://www.keuanganpribadi.com"&gt;http://www.keuanganpribadi.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obligasi adalah surat utang jangka panjang yang diterbitkan oleh suatu lembaga dengan nilai nominal (nilai pari/par value) dan waktu jatuh tempo tertentu. Penerbit obligasi bisa perusahaan swasta, BUMN, atau pemerintah baik pemerintah pusat maupun daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu jenis obligasi yang diperdagangkan di pasar modal kita saat ini adalah obligasi kupon (coupon bond) dengan tingkat bunga tetap (fixed) selama masa berlaku obligasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Berinvestasi dalam obligasi mirip dengan berinvestasi di deposito pada bank. Bila Anda membeli obligasi, Anda akan memperoleh bunga/kupon yang tetap secara berkala biasanya setiap 3 bulan, 6 bulan, atau 1 tahun sekali sampai waktu jatuh tempo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika obligasi tersebut jatuh tempo, penerbit harus membayar kepada investor sesuai dengan nilai dari obligasi tersebut beserta bunga/kupon terakhirnya. Dengan karakteristik seperti ini, bagi mereka yang memasuki masa pensiun, tentunya investasi ini sangat baik karena adanya kebutuhan reguler selama masa pensiun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obligasi bisa menjadi pilihan instrumen terbaik, terutama bila Anda memiliki tujuan keuangan dalam waktu dekat (menengah). Obligasi berpotensi memberikan tingkat bunga yang relatif lebih baik dibandingkan dengan deposito dan fluktuasi performanya relatif lebih rendah dibanding saham. Dengan tujuan keuangan antara 2-5 tahun, investasi ini mungkin akan menjadi investasi terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, bila Anda memiliki anak yang akan memasuki masa kuliah tiga tahun mendatang. Untuk kebutuhan uang kuliah di tahun pertama dan uang pangkal, Anda membeli obligasi dengan jangka waktu tersebut dan jatuh tempo sebelum waktu dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan investasi dalam bentuk obligasi, tentunya Anda mendapatkan kepastian tingkat pengembalian sampai masa jatuh temponya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalkan, Anda membeli obligasi sebesar Rp 100 juta untuk masa tiga tahun dengan kupon bunga sebesar 12%. Anda akan menerima Rp 12 juta setiap tahunnya selama tiga tahun sampai obligasi tersebut jatuh tempo. Pada saat jatuh tempo, penerbit obligasi akan membayar modal Anda sebesar Rp 100 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlihat sangat mudah bukan? Akan tetapi, investasi dalam bentuk obligasi tidak selalu semudah seperti contoh di atas. Secara spesifik, para investor di obligasi harus mempertimbangkan 4 masalah utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Default Risk”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerbit obligasi terkadang mengalami kesulitan untuk membayar kupon bunga obligasinya. Anda sebagai investor biasanya terkena dua dampak sekaligus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, Anda tidak mendapatkan pendapatan dari kupon bunga seperti yang dijanjikan. Dan biasanya harga dari obligasi tersebut akan menurun tajam. Risiko ini dikenal dengan default risk atau risiko gagal bayar.&lt;br /&gt;Berkaitan dengan risiko gagal bayar tersebut, ada satu pendekatan yang bisa Anda lakukan untuk melihat potensi gagal bayar dari penerbit obligasi, yaitu dengan melihat peringkat atau rating obligasi tersebut.&lt;br /&gt;Pemeringkatan ini dilakukan oleh sebuah perusahaan independen. Di Indonesia, perusahaan peringkat independen tersebut adalah Pefindo (pemeringkat Efek Indonesia). Pemeringkatan ini dapat Anda lihat di harian bisnis yang beredar di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, Pefindo memberikan simbol atau nilai pemeringkatan dari yang tertinggi sampai yang terendah sebagai berikut: idAAA (superior), idAA (very strong), idA (strong), idBBB (adequate), idBB (somewhat weak), idB (non-investment), idCCC (vulnerable), idD (default). Peringkat idAAA sampai dengan idBBB menyatakan bahwa sebuah obligasi dinyatakan aman dari default risk atau risiko gagal bayar atau obligasi dengan peringkat ini bisa dikatakan sebagai investment-grade bond.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peringkat di bawah dari idBBB tidak disarankan dalam investasi ini dan dikategorikan sebagai speculative-grade bond. Peringkat dari idAA sampai idB sering dibubuhi tanda – (minus) atau + (plus). Hal ini memberikan indikasi akan naik atau turunya dari peringkat sebuah obligasi. Misalkan sebuah obligasi mendapat peringkat idA+, peringkat dari obligasi tersebut mungkin akan naik menjadi idAA atau bila peringkat dari sebuah obligasi adalah idAA-, kemungkinan peringkat obligasinya akan turun menjadi idA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemeringkatan ini memberikan informasi kepada Anda sebagai investor mengenai kapasitas maupun kemampuan sebuah penerbit obligasi dalam memenuhi janjinya, yaitu membayar bunga atau kupon secara berkala dan mengembalikan semua pokok atau nilai pari-nya begitu jatuh tempo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu Anda mengerti juga, bahwa bukan hanya risiko tingkat suku bunga yang dapat mengakibatkan fluktuasi harga obligasi, tapi risiko gagal bayar juga mempegaruhinya. Bila ada informasi di mana sebuah perusahaan akan gagal bayar, peringkat dari perusahaan tersebut akan turun dibarengai dengan anjloknya harga obligasi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naiknya Tingkat Suku Bunga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Risiko gagal bayar merupakan risiko yang paling ditakuti oleh para investor obligasi. Namun, bukan hanya risiko itu saja yang dapat mengakibatkan kerugian. Anda dapat tertimpa kerugian juga bila tingkat suku bunga naik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga obligasi bergerak berlawanan arah dengan tingkat suku bunga. Bila tingkat suku bunga turun, harga obligasi akan naik. Akan tetapi bila suku bunga naik, harga obligasi tentunya akan menurun. Semakin jauh obligasi tersebut dari waktu jatuh temponya, akan semakin besar penurunan harganya bila tingkat suku bunga naik, harga obligasi akan naik lebih besar bila tingkat suku bunga turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Anda membeli obligasi pada nilai pari-nya dan ketika itu tingkat suku bunga naik, Anda tidak akan mengalami kerugian bila Anda tetap memegang obligasi Anda sampai mas jatuh temponya. Akan tetapi, bila Anda ingin menjual obligasi tersebut sebelum jatuh tempo, Anda mungkin akan menerima jauh lebih sedikit dari nilai pari-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Risiko Pembelian Kembali ”Call Risk”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa jenis obligasi yang memiliki feature call, di mana perusahaan penerbit memiliki hak untuk membeli kembali (buy back) obligasi yang Anda pegang atau Anda miliki pada harga tertentu (call price), sebelum obligasi tersebut jatuh tempo. Hal ini biasa dilakukan oleh perusahaan penerbit saat tingkat suku bunga di pasar turun menjadi lebih rendah dari tingkat pembayaran kupon (coupon rate). Selanjutnya perusahaan penerbit akan menggantikan obligasi baru dengan tingkat kupon yang lebih rendah dari obligasi yang telah ditarik (call).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini dapat mengakibatkan ketidakpastian dalam pola arus kas yang akan Anda terima. Selain itu, potensi untuk mendapatkan keuntungan dari selisih harga beli dan jual atau capital gain juga akan berkurang, karena harga obligasi di pasar tidak akan naik jauh dari call price yang telah ditetapkan. Jadi dalam hal ini, Anda harus memperhatikan spesifikasi serta feature yang ada di obligasi yang akan Anda beli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya Investasi Tinggi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau investasi obligasi berpotensi memberikan keamanan pada nilai investasi Anda, kerugian mungkin saja terjadi bila Anda ingin menjualnya sebelum jatuh tempo. Karena satuan jual beli instrumen investasi yang cukup besar, umumnya Rp 1 miliar, bila Anda hanya memiliki obligasi bernilai Rp.100 juta, biasanya bila Anda ingin menjualnya, Anda harus mau menerima nilai yang lebih rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini dikarenakan para pemain investasi ini umumnya adalah institusi besar seperti bank, perusahaan asuransi, atau dana pensiun. Pasar obligasi yang masih rendah (jumlah transaksinya) juga berpengaruh terhadap potensi kerugian dikarenakan tingginya biaya yang harus dikeluarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu trik yang bisa Anda lakukan adalah dengan membeli obligasi saat pejualan perdana dan menahannya sampai jatuh tempo. Dengan begitu, Anda akan mendapatkan harga yang sama seperti institusi besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat masalah di atas harus Anda cermati dengan baik bila Anda tertarik untuk membeli instrument investasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obligasi vs Reksadana Obligasi (Pendapatan Tetap)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal pertama yang perlu dipertimbangkan adalah waktu dibutuhkannya dana tersebut. Bila Anda membutuhkan dana untuk pembelian sesuatu yang mahal dalam waktu dekat, Anda dapat membeli obligasi dengan waktu jatuh tempo sama dengan waktu dibutuhkannya dana tersebut. bila kondisinya seperti ini, investasi pada obligasi akan lebih aman—dengan satu keharusan, Anda menjualnya pada saat jatuh tempo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda juga bisa membeli obligasi bila tingkat suku bunga cukup menarik, dimana Anda dapat “mengunci” tingkat kupon bunga yang tinggi untuk jangka waktu tertentu—masa obligasi. Dengan begitu Anda akan mendapatkan kepastian arus pendapatan sampai masa jatuh tempo, apapun yang terjadi dengan tingkat suku bunga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua hal diatas memberikan keuntungan berinvestai dalam bentuk obligasi. Transaksi obligasi membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Bila Anda melakukan jual-beli sebelum masa jatuh tempo, investasi pada obligasi akan sangat riskan. Bila Anda tidak mengikuti pasar obligasi secara cermat, akan jauh lebih baik bila Anda membeli Reksadana Pendapatan Tetap, di mana Anda dapat memperjualbelikannya secara mudah dan murah (biaya rendah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Anda hanya memiliki dana yang terbatas, Reksadana Obligasi menjadi pilihan yang paling tepat. Sebagai investor, Anda dapat membeli reksadana pendapatan tetap dengan dana awal minimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditambah lagi, dengan membeli reksadana pendapatan tetap bukan saja Anda bisa mendapatkan dengan modal sedikit tapi juga memberikan diversifikasi yang jauh lebih baik dari pada Anda membeli hanya satu obligasi.&lt;br /&gt;Berinvestasi pada reksadana pendapatan tetap bukan hanya memberikan diversifikasi yang lebih baik, tapi juga manajer investasi yang profesional. Bagi Anda yang selalu disibukkan dengan pekerjaan, hal ini sangatlah menguntungkan. Apalagi bila Anda sudah memiliki reksadana pendapatan tetap, Anda dapat menambah investasi Anda sewaktu-waktu dengan dana yang minimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah beberapa hal berkaitan dengan obligasi yang dapat kami sampaikan pada kesempatan ini. Minggu lalu, kami sempat mengatakan bahwa ulasan minggu lalu merupakan ulasan kami yang terakhir di Eureka.&lt;br /&gt;Tapi ternyata rubrik ini akan dilanjutkan kembali. Kita akan terus setia mendampingi Anda pembaca setia Harian Sinar harapan, terutama pembaca rubrik Eureka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat bertemu kembali, walau kita sebenarnya belum pernah berpisah. Salam setia dari kami semua.n&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diambil dari Harian Umum Sore Sinar Harapan Rubrik PERENCANAAN KEUANGAN. Rubrik ini diasuh oleh Tim Indonesia School of Life (ISOL) yakni Andrias Harefa, Roy Sembel, M. Ichsan, Heru Wibawa, dan Parpudi Lubis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7425885569806564661-8216829354018919694?l=diedik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diedik.blogspot.com/feeds/8216829354018919694/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7425885569806564661&amp;postID=8216829354018919694&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/8216829354018919694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/8216829354018919694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diedik.blogspot.com/2008/03/mengenal-investasi-obligasi.html' title='Mengenal Investasi Obligasi'/><author><name>Die-dit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12589251714219344561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/R4MBvfhVreI/AAAAAAAAAHw/iEI_ekT2kOo/S220/ABCD0018.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7425885569806564661.post-101915269709671965</id><published>2008-03-17T01:05:00.001+07:00</published><updated>2008-03-17T01:10:30.236+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen keuangan'/><title type='text'>Kunci Pengelolaan Keuangan Adalah Budgeting</title><content type='html'>Dikutip dari : &lt;a href="http://www.keuanganpribadi.com"&gt;http://www.keuanganpribadi.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya seringkali mendapatkan email yang isinya kurang lebih seperti ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pak David, saya ingin sekali berinvestasi seperti yang Anda sebutkan dalam artikel Anda. Tetapi setiap bulan seluruh pendapatan saya habis hanya untuk berbelanja. Bagaimana caranya agar saya dapat menyisakan sebagaian uang saya untuk investasi?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya ini adalah pertanyaan yang bagus sekali. Pertanyaan ini mewakili bagian inti dari ilmu pengelolaan keuangan pribadi atau keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Anda pernah membaca Finansial Revolution, mungkin Anda masih ingat ada 3 tahap yang diajarkan oleh Tung Desem Waringin untuk mencapai finansial freedom:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;1. Berbelanja lebih sedikit daripada pendapatan (gaji).&lt;br /&gt;2. Menginvestasikan selisihnya.&lt;br /&gt;3. Menginvestasikan kembali pokok dan bunga investasi untuk pertumbuhan bunga majemuk.&lt;br /&gt;Disini kita lihat bahwa ilmu dasar untuk mencapai finansial freedom adalah Anda harus dapat mengatur pengeluaran Anda supaya selalu lebih kecil dari pada pendapatan. Setelah itu barulah Anda akan mendapatkan sejumlah uang untuk diinvestasikan. Bila Anda gagal di tahap 1, Anda tidak bisa melangkah ke tahap-tahap berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ebook panduan “Keuangan Pribadi: Resep Rahasia Dibalik Kesuksesan Kaum Kaya” yang dijual hanya secara online di www.KeuanganPribadi.com saya menuliskan 3 langkah besar untuk menjadi kaya. Langkah-langkahnya kurang lebih sama dengan ajaran TDW, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memotivasi diri Anda. Dalam langkah ini Anda membuang pikiran-pikiran negatif yang menghalangi Anda dari jalan menuju kekayaan. Ingat, Anda tidak dilahirkan untuk menjadi miskin. Meminjam kata dari Andrie Wongso, “Sukses adalah Hak Saya”. &lt;br /&gt;Memberdayakan Dana. Langkah ini adalah jawaban dari pertanyaan diatas. Dalam langkah ini Anda diajarkan untuk mengoptimalkan penggunaan uang Anda, sehingga pendapatan Anda akan menjadi lebih besar daripada pengeluaran. Disini Anda akan mendapatkan sisa uang yang dapat diinvestasikan untuk tahap berikutnya. &lt;br /&gt;Melipatgandakan Kekayaan. Disini saya menuliskan berbagai macam produk investasi dengan konsep compound interest (bunga majemuk). Konsep bunga majemuk adalah sama dengan langkah kedua dan langkah ketiga pada ajaran TDW, yaitu Anda menginvestasikan sejumlah uang. Kemudian Anda menginvestasikan ulang pokok dan bunga investasi Anda sebelumnya. Sehingga bunga yang Anda dapatkan dari investasi dapat turut berbunga. Dengan menggunakan konsep ini, maka Anda dapat melipatgandakan nilai investasi Anda. &lt;br /&gt;Ilmu dasar dari pengelolaan keuangan pribadi atau keluarga terletak pada langkah kedua. Memberdayakan Dana. Dalam langkah inilah Anda mendapatkan jawaban dari pertanyaan di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah jawabannya? Kunci jawabannya adalah “Budgeting”. Dalam proses budgeting, Anda membuat anggaran pendapatan dan belanja Anda. Biasanya secara bulanan. Kemudian, Anda secara disiplin mengatur pengeluaran Anda pada bulan tersebut agar sesuai dengan anggaran Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya, misalkan saja pendapatan Anda adalah dari gaji, yaitu Rp. 4.500.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDAPATAN:&lt;br /&gt;Gaji Rp. 4.500.000,-&lt;br /&gt;==================================&lt;br /&gt;TOTAL PENDAPATAN Rp. 4.500.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari total pendapatan tersebut, bagikan jatah untuk pos-pos pengeluaran Anda. Ingat, Anda harus menyisakan minimal 10% dari total pendapatan Anda untuk TABUNGAN. Tabungan inilah yang nantinya akan digunakan untuk berinvestasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BELANJA&lt;br /&gt;Makanan/Kebutuhan Harian Rp. 1.500.000,-&lt;br /&gt;Pakaian Rp. 300.000,-&lt;br /&gt;Pendidikan Rp. 500.000,-&lt;br /&gt;Kesehatan Rp. 300.000,-&lt;br /&gt;Rekreasi Rp. 500.000,-&lt;br /&gt;Transportasi Rp. 300.000,-&lt;br /&gt;Asuransi Rp. 250.000,-&lt;br /&gt;Tabungan Rp. 450.000,-&lt;br /&gt;Pembayaran Kredit Rp. 500.000,-&lt;br /&gt;Lain-lain Rp. 400.000.-&lt;br /&gt;=========================================&lt;br /&gt;TOTAL BELANJA Rp. 4.500.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Anda mengatur anggaran Anda, maka jalanilah secara disiplin bulan tersebut agar sesuai dengan anggaran. Apabila Anda menjatahkan pos pengeluaran untuk pakaian sebesar Rp. 300.000,-, maka Anda harus konsisten dalam berbelanja. Dalam memilih pakaian, Anda tidak boleh membeli yang lebih mahal dari secara total Rp. 300.000,-. Dan apabila Anda sudah membelanjakan seluruh jatah pakaian Anda, maka Anda sudah tidak boleh membeli pakaian lagi pada bulan yang sama. Begitu juga untuk pos-pos pengeluaran lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7425885569806564661-101915269709671965?l=diedik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diedik.blogspot.com/feeds/101915269709671965/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7425885569806564661&amp;postID=101915269709671965&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/101915269709671965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/101915269709671965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diedik.blogspot.com/2008/03/kunci-pengelolaan-keuangan-adalah.html' title='Kunci Pengelolaan Keuangan Adalah Budgeting'/><author><name>Die-dit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12589251714219344561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/R4MBvfhVreI/AAAAAAAAAHw/iEI_ekT2kOo/S220/ABCD0018.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7425885569806564661.post-4997476938106231320</id><published>2008-03-16T23:47:00.004+07:00</published><updated>2008-03-17T01:11:45.946+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen keuangan'/><title type='text'>Mengevaluasi Kinerja Keuangan Pribadi</title><content type='html'>Dikutip dari : &lt;a href="http://www.keuanganpribadi.com"&gt;http://www.keuanganpribadi.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEBAGIAN besar dari Anda tentunya sangat memperhatikan menjaga kesehatan dan secara periodik melakukan pengecekan terhadap kualitas kesehatan fisik Anda. Kalau ada di antara Anda yang tidak peduli, atau pernah tidak peduli dengan kesehatan, boleh jadi pernah pula mengalami penyesalan. Misalnya, saat Anda masuk rumah sakit atau paling tidak mesti ke dokter karena kondisi kesehatan menurun. Implikasinya bukan saja produktivitas menurun, tetapi juga harus mengeluarkan biaya perawatan yang pada gilirannya mengganggu stabilitas keuangan.&lt;div class="fullpost"&gt;Menjaga kesehatan sebenarnya bukan hanya berlaku terhadap fisik, namun juga bagi keuangan Anda. Dengan kata lain, Anda juga mesti melakukan “pemeriksaan” rutin terhadap perkembangan keuangan Anda. Apakah kondisinya stabil, menurun atau mengalami peningkatan kinerja. Saat tepat untuk melakukan “pemeriksaan” kesehatan keuangan itu biasanya menjelang akhir tahun sebab pada akhir tahun lazimnya semua orang melakukan kontemplasi, perenungan untuk mengevaluasi apa yang telah diperbuat, diperoleh, dan yang belum berhasil dicapai.&lt;br /&gt;Dalam konteks “pemeriksaan” atau bisa disebut juga dengan evaluasi kondisi keuangan, setidaknya meliputi perbandingan antara rencana yang telah dibuat pada awal tahun dan pencapaian realisasinya. Evaluasi itu mesti diberlakukan terhadap segala aspek keuangan pribadi Anda, mulai dari penerimaan yang mungkin bersumber dari hasil investasi ataupun pendapatan lain, kemudian pengeluaran serta implikasinya terhadap posisi aset maupun utang yang Anda miliki saat ini.&lt;br /&gt;“Pintu masuk” untuk mengevaluasi kondisi kesehatan keuangan Anda hakikatnya adalah dengan melihat pertumbuhan aset yang Anda miliki. Bandingkan aset Anda saat ini dengan aset Anda pada awal tahun dan atau jumlah aset yang Anda miliki. Bila aset Anda saat ini lebih besar ketimbang awal tahun berarti kondisi kesehatan keuangan Anda bisa dikatakan baik, namun belum tentu optimal. &lt;br /&gt;Untuk melihat apakah optimal atau tidak harus dibandingkan dengan rencana Anda pada awal tahun. Bila sesuai target berarti Anda tergolong cerdas dalam mengelola keuangan. Tetapi, bila ternyata realisasinya di bawah rencana, maka Anda harus merenungkan kembali pola Anda dalam mengelola keuangan. Dan jangan lupa, aset di sini adalah dalam hitungan neto, artinya setelah dikurangi dengan seluruh utang Anda. Percuma aset Anda meningkat bila di sisi lain utang Anda juga melambung tinggi. Anda bukanlah perusahaan yang bisa memproduktifkan utang menjadi aset produktif, sebab karakteristik pengelolaan keuangan pribadi agak berbeda dengan keuangan perusahaan. Oleh karena itu, agar Anda tidak terjebak pada kekayaan artifisial, maka ada baiknya dalam menilai aset yang digunakan adalah nilai bersihnya, yakni total aset dikurangi total utang.&lt;br /&gt;Seandainya, total aset bersih Anda ternyata tidak seperti yang diharapkan, jelas ada yang keliru di sana. Lalu di mana akar masalahnya? Ada dua kemungkinan. Pertama, penerimaan Anda tidak optimal, baik itu yang diperoleh dari penerimaan tetap berupa gaji dan atau hasil investasi. Kedua, pengeluaran Anda terlalu berlebihan.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;MENGENAI penerimaan, yang paling relevan adalah mengkaji perolehan dari pendapatan dari hasil investasi. Katakanlah, pada awal tahun Anda telah menanamkan uang Anda pada berbagai instrumen investasi. Ada yang menempatkan uangnya semata-mata di bank dalam bentuk deposito berjangka ataupun tabungan. Tetapi, tidak sedikit yang mengalokasikan investasinya di pasar modal dengan membeli saham ataupun reksa dana. Sebagian dari Anda sangat mungkin pula menanamkan uang dalam investasi properti, valuta asing, atau emas. Konkretnya, Anda memiliki portfolio investasi. &lt;br /&gt;Bagi Anda yang berinvestasi secara terpola dan terencana, biasanya juga memiliki target perolehan keuntungan. Misalnya, dana yang Anda tanamkan adalah sebesar Rp 500 juta, lalu Anda berharap dana tersebut akan meningkat sebesar 20 persen atau menjadi Rp 600 juta. Nah, apakah saat ini hasil investasi Anda telah sesuai harapan? Pasti sebagian dari Anda ada yang melebihi target, tetapi tidak sedikit mungkin yang “jeblok” atau mengalami kerugian. &lt;br /&gt;Kenapa hal semacam itu terjadi? Jawabannya sangat sederhana, yakni portfolio investasi Anda tidak efektif. Misalnya, Anda terlalu banyak menempatkan uang dalam deposito berjangka yang notebene tingkat bunganya terus menurun. Artinya, Anda kebanyakan berinvestasi dalam instumen konservatif. Atau bisa juga karena Anda menempatkan uang di pasar modal dengan memilih saham yang harganya mengalami penurunan. Dalam hal ini, Anda berinvestasi dalam instrumen yang terlalu berisiko. &lt;br /&gt;Bila kondisinya seperti itu, solusi yang bisa Anda pertimbangkan pada dasarnya adalah dengan mengubah portfolio investasi. Dan ini mesti Anda siapkan sejak sekarang agar tahun depan hasilnya bisa lebih optimal. Ringkasnya, alokasi dana investasi Anda mesti digeser, yang semula kebanyakan konservatif menjadi lebih moderat. Atau yang semula terlalu berisiko juga menjadi lebih moderat.&lt;br /&gt;Selain itu, banyak pula yang kurang menyadari perilaku dalam pengelolaan investasi juga menjadi faktor kenapa hasil investasi kurang memadai. Sebut saja investasi di perbankan. Boleh jadi Anda menempatkan uang dalam bentuk tabungan dan deposito. Tabungan yang Anda pilih pada dasarnya adalah sebagai investasi. Namun dalam realitas, Anda mungkin memilih tabungan yang menjanjikan hadiah yang notebene sebenarnya berbunga rendah. Itu satu kemungkinan. &lt;br /&gt;Kemungkinan lain, Anda terlalu sering menarik dana dari tabungan Anda sehingga saldo rata-rata rendah. Dengan latar belakang seperti itu, tentu saja perolehan bunganya secara efektif juga akan rendah, kendati bank tempat Anda menabung mungkin memberikan bunga tinggi. Oleh karena itu, sebenarnya Anda mesti membuat penempatan uang di bank paling tidak menjadi tiga jenis. Pertama, untuk keperluan transaksi. Kedua, untuk menabung. Ketiga, untuk investasi. &lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan keperluan transaksi di sini adalah uang dalam tabungan yang kegunaannya untuk transaksi sehari-hari Anda, termasuk menarik melalui anjungan tunai mandiri (ATM). Anda tidak perlu memikirkan soal bunga dalam jenis ini. Tetapi, untuk mendapatkan bunga yang memadai, Anda juga mesti mengalokasikan dana Anda dalam tabungan berbunga tinggi yang dananya tidak Anda tarik dalam kurun waktu cukup lama. Jadi perlakuannya seperti deposito berjangka, namun lebih fleksibel. &lt;br /&gt;Berikutnya menempatkan dana dalam deposito berjangka yang memberikan bunga efektif tinggi secara berkesinambungan. Artinya, meskipun bank menawarkan bunga deposito jangka waktu satu bulan lebih tinggi dibanding tiga bulan. Sebagai misal, belum tentu Anda mendapatkan bunga secara absolut yang besar kalau dihitung secara per tahun sebab bisa saja bunga deposito berjangka satu bulan, pada bulan berikutnya sudah turun. Sementara bila Anda menempatkan dana dalam deposito berjangka tiga bulan, paling tidak Anda akan menikmati tingkat bunga yang sama selama tiga bulan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Elvyn G Masassya, pengamat investasi dan keuangan. Dikutip dari Kompas edisi Minggu, 1 Desember 2002.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7425885569806564661-4997476938106231320?l=diedik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diedik.blogspot.com/feeds/4997476938106231320/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7425885569806564661&amp;postID=4997476938106231320&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/4997476938106231320'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/4997476938106231320'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diedik.blogspot.com/2008/03/mengevaluasi-kinerja-keuangan-pribadi.html' title='Mengevaluasi Kinerja Keuangan Pribadi'/><author><name>Die-dit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12589251714219344561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/R4MBvfhVreI/AAAAAAAAAHw/iEI_ekT2kOo/S220/ABCD0018.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7425885569806564661.post-8602471202901328820</id><published>2008-03-16T23:28:00.002+07:00</published><updated>2008-03-17T01:13:02.110+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Strategi Investasi'/><title type='text'>Mengembangkan Strategi Investasi Jitu</title><content type='html'>Dikutip dari : &lt;a href="http://www.keuanganpribadi.com"&gt;http://www.keuanganpribadi.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mengembangkan sebuah strategi investasi, hal terpenting adalah penetapan tujuan spesifik. Karena dengan tujuan yang spesifik Anda akan memperoleh informasi yang tepat dari sisi jangka waktu dan nilainya di masa datang. Kemudian, dari sisi diri kita, kita juga harus menelaah toleransi risiko kita terhadap investasi. Jangan sampai susah tidur karena memilih investasi dengan risiko yang terlalu tinggi.&lt;br /&gt;Dan setelah kedua hal utama diatas,&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Anda lakukan, selanjutnya Anda harus mengembangkan strategi alternatif untuk berbagai pilihan investasi. Strategi perlu didukung dengan perhitungan yang akurat. Dari perhitungan ini, Anda akan memperoleh nilai dana yang harus Anda investasikan untuk mencapai tujuan keuangan yang telah ditetapkan berawal dari keadaan keuangan Anda saat ini.&lt;br /&gt;Dalam proses pengembangan strategi investasi, terdapat beberapa langkah yang bisa kita lakukan guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pertama, memahami dan mencermati biaya transaksi. Kedua, mengenal plus dan minus alternatif strategi. Ketiga, melakukan penempatan yang bijak dalam pilihan aset yang ada (alokasi aset) berdasarkan tujuan yang terukur.&lt;br /&gt;Mencermati dampak biaya transaksi&lt;br /&gt;Ada dua faktor besar yang dapat mengurangi imbal hasil investasi yaitu biaya transaksi dan pajak. Institusi keuangan seperti perusahaan sekuritas atau bank selalu mengenakan biaya terhadap setiap transaksi yang kita lakukan. Misalnya, setiap bulan kita akan terbebani oleh biaya administrasi bila menempatkan uang di bank. Biaya transaksi juga dikenakan bila kita ingin membayar berbagai tagihan melalui bank. Berinvestasi di reksadana pun akan ada biayanya, misalnya berbagai beban biaya untuk setiap pembelian unit penyertaan reksadana. Semua ini harus dipahami dan dicermati agar kita dapat mengambil keputusan yang tepat berkenaan dengan investasi.&lt;br /&gt;Pajak adalah pemotongan lain dalam investasi. Misalnya, bunga deposito di bank akan terpotong dengan pajak sebesar 20 persen. Sebagai contoh, bila tingkat suku bunga deposito saat ini adalah 6 persen maka sebenarnya hasil bersih (setelah pajak) yang didapat kurang dari itu, yaitu hanya 4,8 persen (= 0.8 x 6 persen). Bila kita bertransaksi saham (jual dan beli), maka kita akan dibebani oleh pajak dan biaya transaksi. Dalam transaksi saham, pajak yang dibebankan adalah final berdasarkan persentase nilai transaksi yang dilakukan. Artinya, pembayaran pajak tidak tergantung pada untung atau rugi transaksi. Jadi, meskipun kita mengalami kerugian (selisih jual dan beli negatif) dalam saham, kita tetap akan terbebani oleh pajak.&lt;br /&gt;Ringkasnya, sebelum berinvestasi pada satu instrumen investasi, kita perlu mengenal dan memahami biaya transaksi termasuk pajak yang perlu kita bayar. Perhitungan imbal hasil untuk mencapai tujuan yang diinginkan adalah berdasarkan imbal hasil bersih setelah biaya dan pajak.&lt;br /&gt;Mengenal plus minus alternatif strategi&lt;br /&gt;Dengan tersedianya berbagai alternatif strategi investasi, sebaiknya kita secara cermat mempertimbangkan keuntungan dan kerugiannya sebelum keputusan diambil. Ada dua isu yang sebaiknya kita perhatikan dalam memilih atau melaksanakan strategi investasi. Kedua isu tersebut akan diuraikan berikut ini.&lt;br /&gt;Time versus money&lt;br /&gt;Apakah kita akan membayar seseorang untuk dapat memonitor perkembangan investasi kita atau kita akan melakukannya sendiri? Di sini trade-off-nya adalah waktu dan uang. Dengan kesibukan Anda setiap hari, seringkali urusan perencanaan keuangan keluarga menjadi terabaikan. Baik dalam awal proses perencanaan maupun saat pelaksanaan, keduanya membutuhkan perhatian yang cukup agar kita dapat mencapai apa yang menjadi tujuan keluarga. Bila waktu yang kita miliki terbatas maka solusi alternatifnya adalah melimpahkan penanganan tugas tersebut kepada orang yang profesional. Pilihan ini harus dipertimbangkan dengan matang agar tujuan keuangan tidak menjadi terbengkalai akibat masalah kurang waktu.&lt;br /&gt;Recordkeeping&lt;br /&gt;Apakah kita menginginkan semua data investasi kita dibundel dalam satu laporan atau merasa cukup nyaman dengan banyak laporan berbeda untuk tiap jenis investasi yang kita lakukan? Semua ini terkait dengan pilihan investasi. Bila kita melaksanakan transaksi investasi dengan banyak perusahaan, maka setiap periode (misalnya tiap bulan atau enam bulan) kita akan selalu disibukkan dengan berbagai laporan perkembangan investasi kita. Pemantauan banyak laporan yang terpisah ini bisa jadi cukup menyita waktu dan merepotkan. Kerepotan ini dapat dikurangi dengan menempatkan dana hanya pada sebuah perusahaan pengelola investasi. Alokasi dana pada instrumen yang berbeda dapat dilakukan melalui satu perusahaan pengelola investasi bila perusahaan tersebut menyediakan beragam pilihan investasi. Masalahnya, tidak semua investasi yang ditawarkan oleh satu perusahaan adalah yang terbaik. Biasanya, sebuah perusahaan hanya memiliki satu keunggulan dibandingkan dengan perusahaan lain. Jadi, faktor ini perlu diperhatikan dalam menentukan pilihan investasi.&lt;br /&gt;Buy and hold versus market timing&lt;br /&gt;Secara umum kita mengenal dua cara berinvestasi, yaitu buy-and-hold dan market timing. Cara pertama adalah dengan membeli beberapa alternatif sarana investasi dan tetap memegangnya untuk jangka waktu yang lama. Harapannya adalah agar keajaiban bunga majemuk (the magic of compound interest), seperti pernah diulas dalam pembahasan yang lalu, terealisasi sehingga memberikan peluang untuk memberikan keuntungan besar dalam jangka panjang. Jadi perspektif konsistensi dan jangka panjang menjadi kuncinya. Pada kubu lain, para penganut market timing (MT) tidak setuju dengan argumentasi buy-and-hold (BAH). Menurut kubu MT, investor bisa dirugikan bila tidak memanfaatkan gejolak harga (volatility). Pendukung MT menganjurkan untuk mengambil keuntungan dari perubahan harga di pasar. Misalnya, bila harga sedang menurun maka Anda membelinya dan ketika harga naik Anda menjualnya. Pendeknya buy low sell high, atau beli murah jual mahal. Dengan begitu investor akan mendapatkan keuntungan maksimal dari investasi.&lt;br /&gt;Strategi market timing yang akurat memang menjanjikan keuntungan yang luar biasa. Profesor Robert Merton, pemenang Hadiah Nobel Ekonomi 1997, meneliti tiga strategi investasi menggunakan data bursa saham New York pada periode 1 Januari 1927 - 31 Desember 1978. Ketiga strategi ini dimulai dengan modal awal US$ 1000. Strategi pertama, sebut saja strategi deposito, adalah investasi dalam surat berharga jangka pendek 1 bulan (misalnya commercial paper atau T-Bill) kemudian pokok dan bunganya di-rollover tiap awal bulan. Strategi kedua, disebut strategi beli dan tahan (buy-and-hold) adalah investasi di bursa saham (diwakili indeks bursa saham New York) terus menerus (capital gain dan dividen yang diperoleh diinvestasikan lagi setiap awal bulannya) selama 52 tahun tersebut.&lt;br /&gt;Strategi ketiga adalah strategi market timing sempurna. Artinya, setiap awal bulan, investor berkonsultasi kepada sebuah ‘komputer peramal yang tak pernah salah’. Kalau menurut ramalan komputer ini indeks saham akan naik selama 30 hari mendatang, maka uang yang ada akan diinvestasikan dalam pasar saham. Sebaliknya, bila si komputer paranormal meramal indeks saham akan turun, maka uang yang ada dialihkan ke investasi surat berharga jangka pendek selama 30 hari mendatang. Begitu seterusnya selama 52 tahun.&lt;br /&gt;Untuk strategi pertama, uang si investor ternyata hanya berkembang menjadi US$ 3600. Untuk strategi kedua, uang si investor berkembang lebih dari 60 kali lipat menjadi US$ 67.500. Yang menarik adalah hasil strategi ketiga. Dalam sebuah seminar yang dihadiri para profesor keuangan, Robert Merton memberi kuis singkat untuk mensurvei perkiraan para profesor ini tentang hasil strategi ketiga.&lt;br /&gt;Nah, kalau Anda diminta menebak, berapa perkiraan Anda tentang hasil strategi ketiga ini? Kemungkinan besar, perkiraan Anda tak akan jauh berbeda dengan perkiraan para profesor keuangan ini. Hasilnya ternyata sama saja. Perkiraan para profesor keuangan dalam seminar Profesor Merton itu ternyata tidak akurat. Umumnya perkiraan berkisar antara ratusan ribu dolar sampai puluhan juta dolar. Kami yakin tebakan Anda juga di sekitar angka itu juga. Jawaban yang tepat adalah, jangan kaget, lima koma tiga enam miliar dollar AS (jawaban ini sengaja ditulis dengan huruf agar tidak mudah diintip sebelum menebak). Luar biasa, bermula dari seribu dolar, dalam 52 tahun Anda bisa mendapatkan uang beberapa kali lipat kucuran dana IMF per periodenya yang sangat dibutuhkan pemerintah Indonesia semasa krisis.&lt;br /&gt;Jadi, logika buy low sell high memang masuk akal. Investor pasti akan untung dengan membeli di harga terendah dan menjualnya di harga tertinggi. Masalahnya, apakah waktu beli yang ditetapkan akan selalu tepat saat harga berada pada level terendah dan waktu jual saat harga berada pada level tertinggi? Kemungkinan memang ada, tapi peluangnya sangat kecil. Tidak akan ada orang yang pernah selalu tepat dalam memprediksi atau memperkirakan perubahan harga di pasar. Dalam prakteknya, banyak sekali ketidak-tepatan prediksi sehingga akhirnya berdampak buruk terhadap investasi yang Anda tempatkan.&lt;br /&gt;Dalam menentukan waktu beli tidak ada seorang manajer investasi pun yang berani mengatakan dengan pasti bahwa harga dari suatu saham di pasar modal adalah harga yang terendah, Mereka melakukan semua perkiraan ini juga dengan perhitungan yang mungkin sekali terjadi kekeliruan atau ketidaktepatan. Meski harga telah rendah, tidak ada jaminan bahwa harga tidak akan turun lebih jauh lagi. Sebaliknya, meski harga telah tinggi, tidak ada kepastian bahwa harga tidak akan naik lebih tinggi lagi. Bila terlalu banyak kesalahan prediksi, bukan keuntungan yang didapat malah kerugian yang menimpa investor.&lt;br /&gt;Untuk investasi guna mencapai tujuan keuangan keluarga jangka panjang misalnya 10, 20 atau bahkan 40 tahun ke depan, kami menganjurkan metode yang sudah juga kami ulas yaitu dollar/ rupiah cost averaging.&lt;br /&gt;Alokasi aset&lt;br /&gt;Sebelum kita menentukan pilihan investasi, kita sebaiknya mengetahui berbagai tujuan yang ada dan menyesuaikannya dengan jangka waktu pencapaian. Menyiapkan dana pendidikan anak juga merupakan salah satu tujuan keuangan keluarga. Tujuan ini merupakan tujuan keuangan jangka panjang. Misalkan kita ingin menyiapkan dana untuk kuliah bagi anak kita yang baru berumur 2 tahun. Kita masih memiliki minimal 16 tahun sebelum anak kita masuk kuliah. Pilihan investasi yang memberikan ekspektasi imbal hasil besar dalam jangka panjang dengan risiko terukur bisa menjadi pilihan. Reksadana campuran atau gabungan antara reksadana saham dan reksadana pendapatan tetap merupakan kandidat potensial untuk situasi ini. Dalam perencanaan dana pendidikan, kami menyarankan agar pilihan penempatan dananya tidak terlalu agresif. Kita tidak mau berspekulasi dengan risiko tinggi yang dapat berakibat di saat dana itu dibutuhkan ternyata tidak ada atau tidak mencukupi.&lt;br /&gt;Dari contoh tersebut, terlihat bahwa pengalokasian dana untuk berbagai tujuan yang dimiliki harus disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuannya. Sebaiknya kita mulai melihat berbagai pilihan alternatif investasi yang ada sehingga bisa disesuaikan dengan tingkat toleransi kita terhadap risiko serta jangka waktu investasi yang dibutuhkan.&lt;br /&gt;Semoga ulasan kali ini bermanfaat dan menambah wawasan kita dalam membangun strategi ivestasi yang jitu.&lt;br /&gt;Selamat berinvestasi.&lt;br /&gt;Diambil dari Harian Umum Sore Sinar Harapan Rubrik PERENCANAAN KEUANGAN. Rubrik ini diasuh oleh Tim Indonesia School of Life (ISOL) yakni Andrias Harefa, Roy Sembel, M. Ichsan, Heru Wibawa, dan Parpudi Lubis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7425885569806564661-8602471202901328820?l=diedik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diedik.blogspot.com/feeds/8602471202901328820/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7425885569806564661&amp;postID=8602471202901328820&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/8602471202901328820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/8602471202901328820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diedik.blogspot.com/2008/03/mengembangkan-strategi-investasi-jitu.html' title='Mengembangkan Strategi Investasi Jitu'/><author><name>Die-dit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12589251714219344561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/R4MBvfhVreI/AAAAAAAAAHw/iEI_ekT2kOo/S220/ABCD0018.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7425885569806564661.post-901309935553763019</id><published>2008-03-07T23:47:00.002+07:00</published><updated>2008-03-16T23:59:20.260+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Entrepreneur'/><title type='text'>9 Tipe Kepribadian Entrepreneur</title><content type='html'>Yang tak kalah menariknya untuk kami bagi adalah mengetahui&lt;br /&gt;tipe-tipe kepribadian pebisnis, agar kita bisa tahu apa yang&lt;br /&gt;kita butuhkan untuk sukses. Apakah Adi memiliki tipe yang&lt;br /&gt;sama dengan Bill Gates yang visioner atau improver seperti Anita&lt;br /&gt;Roddick, pendiri Body Shop? Baca saja, tipe-tipe kepribadian&lt;br /&gt;seorang pebisnis di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9 Tipe Kepribadian Entrepreneur –&lt;br /&gt;Yang Manakah Tipe Kepribadian Anda?&lt;div class="fullpost"&gt; 1. The Improver.&lt;br /&gt;Anda memiliki kepribadian ini jika Anda menjalankan bisnis dengan&lt;br /&gt;menonjolkan gaya improver alias ingin selalu memperbaiki.&lt;br /&gt;Anda menggunakan perusahaan Anda untuk ‘memperbaiki dunia’.&lt;br /&gt;Improver memiliki kemampuan yang kokoh dalam menjalankan bisnis.&lt;br /&gt;Mereka juga memiliki intergritas dan etika yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Personality Alert: Waspadai sifat Anda yang cenderung&lt;br /&gt;menjadi perfeksionis dan terlalu kritis terhadap karyawan&lt;br /&gt;dan pelanggan Anda. Contoh Entrepreneur: Anita Roddick,&lt;br /&gt;pendiri The Body Shop.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. The Advisor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe kepribadian pebisnis seperti ini bersedia memberikan&lt;br /&gt;bantuan dan saran tingkat tinggi bagi para pelanggannya.&lt;br /&gt;Motto dari advisor ini yaitu pelanggan adalah benar dan kita&lt;br /&gt;harus melakukan apa saja untuk menyenangkan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Personality Alert: Seorang advisor bisa jadi terlalu fokus&lt;br /&gt;pada kebutuhan bisnis mereka dan pelanggan, sehingga&lt;br /&gt;cenderung mengabaikan kebutuhan mereka sendiri dan&lt;br /&gt;bisa-bisa malah cape hati sendiri. Contoh Entrepreneur:&lt;br /&gt;John W. Nordstrom, pendiri Nordstorm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. The Superstar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah bisnis yang pusatnya dikelilingi oleh karisma dan energi&lt;br /&gt;tinggi dari Sang CEO Superstar. Pebisnis dengan kepribadian&lt;br /&gt;seperti ini biasanya membangun bisnis mereka dengan personal&lt;br /&gt;brand mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Personality Alert: Pebisnis dengan tipe ini bisa menjadi&lt;br /&gt;terlalu kompetitif dan workaholics.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh Entrepreneur: Donald Trump, CEO Trump Hotels &amp;&lt;br /&gt;Casino Resorts.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. The Artist.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepribadian pebisnis seperti ini biasanya senang menyendiri&lt;br /&gt;tapi memiliki kreativitas yang tinggi. Mereka biasanya sering&lt;br /&gt;kali ditemukan di bisnis yang membutuhkan kreativitas seperti&lt;br /&gt;pada perusahaan agen periklanan, web design, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Personality Alert: Pebisnis tipe ini bisa jadi terlalu&lt;br /&gt;sensitif terhadap respon pelanggan Anda, walaupun kritik&lt;br /&gt;dari mereka bersifat membangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. The Visionary.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah bisnis yang dibangun oleh seorang visioner biasanya&lt;br /&gt;berdasarkan visi masa depan dan pemikiran pendirinya. Anda&lt;br /&gt;memiliki keingintahuan yang tinggi untuk mengerti dunia di&lt;br /&gt;sekeliling Anda dan akan membuat rencana untuk menghindari&lt;br /&gt;segala macam rintangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Personality Alert: Seorang visioner bisa jadi terlalu fokus&lt;br /&gt;pada mimpi mereka dan kurang berpijak pada realitas. Dan&lt;br /&gt;jangan lupa, menyertai visi Anda dengan melakukan tindakan&lt;br /&gt;nyata. Contoh Entrepreneur: Bill Gates, pendiri MicroSoft&lt;br /&gt;Inc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. The Analyst.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda menjalankan bisnis sebagai seorang analis, perusahaan&lt;br /&gt;Anda biasanya memfokuskan pada penyelesaian masalah dalam&lt;br /&gt;suatu cara sistematis. Seringkali berbasis pada ilmu pengetahuan,&lt;br /&gt;keahlian teknis atau komputer, seorang analis perusahaan biasanya&lt;br /&gt;hebat dalam memecahkan masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Personality Alert: Hati-hati dengan kelumpuhan analisa.&lt;br /&gt;Bekerjalah dengan mempercayai orang lain. Contoh Entrepreneur:&lt;br /&gt;Gordon Moore, pendiri Intel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. The Fireball.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah bisnis yang dimiliki oleh si ‘Bola Api’ ini biasanya&lt;br /&gt;dioperasikan dengan penuh hidup, energi dan optimisme.&lt;br /&gt;Pelanggan merasa perusahaan Anda dijalankan dengan tingkah&lt;br /&gt;laku yang fun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Personality Alert: Anda bisa jadi berkomitmen yang&lt;br /&gt;berlebihan terhadap tim Anda dan bertingkah laku terlalu&lt;br /&gt;impulsif. Seimbangkan keimpulsivan Anda dengan rencana&lt;br /&gt;bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh Entrepreneur: Malcolm Forbes, penerbit dan pendiri&lt;br /&gt;Forbes Magazine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. The Hero.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda memiliki kemauan dan kemampuan yang luar biasa dalam&lt;br /&gt;memimpin dunia dan bisnis Anda melalui segala macam tantangan.&lt;br /&gt;Anda adalah inti dari kewirausahaaan dan bisa mengumpulkan&lt;br /&gt;banyak perusahaan besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Personality Alert: Terlalu mengumbar janji dan menggunakan&lt;br /&gt;taktik kekuatan penuh untuk mendapatkan sesuatu dengan cara&lt;br /&gt;Anda tidak akan berhasil dalam jangka waktu panjang. Untuk&lt;br /&gt;menjadi sukses, percayailah keterampilan kepemimpinan Anda&lt;br /&gt;untuk menolong orang lain menemukan jalan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh Entrepreneur: Jack Welch, CEO GE.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. The Healer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda adalah seorang ‘penyembuh’, Anda bersifat&lt;br /&gt;pengasuh dan penjaga keharmonisan dalam bisnis Anda. Anda&lt;br /&gt;memiliki kemampuan bertahan yang luar biasa dan keteguhan&lt;br /&gt;disertai dengan ketenangan dari dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Personality Alert: Karena sifat perhatian Anda dan&lt;br /&gt;‘kepenyembuhan’ Anda dalam menjalankan bisnis, Anda bisa&lt;br /&gt;jadi menghindari realitas di luar sana dan selalu terlalu&lt;br /&gt;berharap. Gunakan skenario perencanaan untuk persiapan&lt;br /&gt;datangnya masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh Entrepreneur: Ben Cohen, salah satu pendiri Ben &amp;&lt;br /&gt;Jerry’s Ice Cream.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, dengan mengetahui 9 tipe kepribadian dalam&lt;br /&gt;menjalankan sebuah bisnis, Adi bisa lebih terarah dalam&lt;br /&gt;membangun bisnis . Tapi yang tak kalah pentingnya adalah&lt;br /&gt;pengetahuan mengenai seluk beluk bisnis itu sendiri, termasuk&lt;br /&gt;bagaimana cara memasarkannya *melalui internet*.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh Entrepreneur: Scott Adams, pendiri dan penggagas&lt;br /&gt;Dilbert. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7425885569806564661-901309935553763019?l=diedik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diedik.blogspot.com/feeds/901309935553763019/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7425885569806564661&amp;postID=901309935553763019&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/901309935553763019'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/901309935553763019'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diedik.blogspot.com/2008/03/9-tipe-kepribadian-entrepreneur.html' title='9 Tipe Kepribadian Entrepreneur'/><author><name>Die-dit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12589251714219344561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/R4MBvfhVreI/AAAAAAAAAHw/iEI_ekT2kOo/S220/ABCD0018.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7425885569806564661.post-8622149185588858401</id><published>2008-01-16T23:54:00.002+07:00</published><updated>2008-03-17T01:02:32.676+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keuangan Remaja'/><title type='text'>Mengelola Keuangan di Usia 20-an</title><content type='html'>Dikutip dari : &lt;a href="http://www.keuanganpribadi.com/"&gt;http://www.keuanganpribadi.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usia 20-an merupakan usia yang sangat penting dalam perjalanan kehidupan keuangan seseorang. Mengapa? karena setiap keputusan atau kebiasaan yang dilakukan saat usia ini bisa sangat mempengaruhi prilaku dan kebiasaan keuangan di masa datang.&lt;br /&gt;Selama sekolah mulai dari Tk, SD, SMP, SMA dan masa kuliah, tidak pernah kita diperkenalkan dengan ilmu keuangan personal. Semua itu kita dapat dari melihat orang lain, terutama orang tua kita dan berbagai iklan di media masa. Yang harus disadari, bahwa semua itu belum tentu pelajaran keuangan yang baik bagi kita.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya kami melihat pentingnya bagi orang-orang di usia 20-an untuk belajar dan memahami pentingnya perencanaan keuangan individu bagi mereka. Umumnya, mereka yang berada pada rentang usia 18-24 tahun belum menikah. Walau ada juga yang sudah.&lt;br /&gt;Keuangan individu harus mulai dirancang dan direncanakan sebijak mungkin di rentang usia ini. Bila kita sudah memiliki pendapatan regular, berupa apa saja, mulai dari gaji sampai komisi, semua ini membutuhkan perencanaan agar tercapai keinginan hidup yang lebih baik di masa datang. Mulailah dengan rencana dan lakukan selama perjalanan kehidupan Anda, baik Anda masih sendiri maupun sudah berkeluarga.&lt;br /&gt;Konsumsi vs Komitmen&lt;br /&gt;Di rentang usia ini biasanya kita baru memasuki masa kerja dan mendapatkan pendapatan yang regular. Sebagain besar penduduk Indoensia sudah mengenal bank, demikian pula dengan kita. Dengan pendapatan regular, kita mulai ditawarkan berbagai kemudahan, seperti kartu kredit. Utang mulai menjadi hal yang biasa dbagi kita, karena berbagai kemudahan yang diberikan. Dalam masa ini, biasanya kita lebih mengutamakan diri sendiri dengan berbelanja semua keinginan kita, karena kita merasa ini uang kita. Semua keputusan keuangan diambil karena keinginan, bukan kebutuhan.&lt;br /&gt;Kita lupa, di rentang usia ini, satu hal yang menjadi kelebihan kita adalah waktu. Kita masih memiliki waktu yang cukup panjang untuk dapat merencanakan apa yang kita inginkan dari penghasilan yang kita peroleh setiap bulannya. Jangan hanya melihat keinginan sesaat, tapi lihatlah lebih panjang.&lt;br /&gt;Berpikir lebih panjang, mulailah menentukan tujuan yang kita inginkan di masa datang. Di usia ini, kita memiliki waktu cukup panjang bila memulainya sekarang. Tapi kalau kita menundanya, maka akan besar sekali harga yang harus dikeluarkan. Misalkan kita ingin memiliki uang disaat kita berusia 50 tahun sebesar Rp 1 miliar dan saat ini kita berusia 20 tahun. Kita masih memiliki waktu 30 tahun untuk mencapainya. Dengan asumsi tingkat bunga 10 %, maka kita hanya membutuhkan dana sebesar kira-kira Rp 465.000 setiap bulan untuk diinvestasikan. Tapi bagaimana bila kita menundanya 5 tahun saja, di mana kita mulai menabung secara regular di usia 25 tahun, maka untuk mencapai nilai Rp 1 miliar kita harus menabung kurang lebih Rp 770.000 per bulannya. Dengan asumsi tingkat bunga sama 10 %. Bila Anda menundanya 10 tahun maka nilai tabungan kita akan meningkat lagi menjadi Rp 1.325.00 per bulannya.&lt;br /&gt;Semakin panjang waktu yang dimiliki akan semakin sedikit nilai tabungan yang harus diinvestasikan dengan asumsi tingkat bunga sama dan nilai yang dituju sama. Jadi kalau dilihat dari perhitungan di atas, keinnginan menjadi miliarder tidaklah terlalu sulit, yang dibutuhkan adalah komitmen kita.&lt;br /&gt;Perencanaan Anggaran&lt;br /&gt;Kita baru saja mendapatkan pekerjaan dan memperoleh pemasukan dan jerih payah kita sendiri. Tentunya hal ini akan banyak mempengaruhi gaya hidup yang akan kita jalani. Hal terpenting bagi kita yang baru mulai bekerja adalah mengembangkan sebuah catatan untuk menyeimbangkan pemasukan dengan pengeluaran. Pekerjaan ini sangat membosankan tapi mengikuti berbagai pengeluaran yang Anda lakukan akan banyak memberikan masukan kepada kita akan arah perjalanan keuangan kita di masa datang.&lt;br /&gt;Kami sarankan, kita mulai mencatat semua pengeluaran yang kita lakukan setiap bulannya, tidak ada pengecualian. Semua pengeluaran baik yang kecil mapun besar harus dicatat. Kami menyadari bahwa hal ini tidaklah mudah dan menyenangkan. Tapi kami sangat yakin catatan ini akan memberikan banyak masukan dan pelajaran bagi kita untuk mengelola keuangan lebih bijak lagi di masa datang.&lt;br /&gt;Catatan pengeluaran yang kita buat bisa dilakukan dengan cara yang paling mudah, dengan hanya pinsil dan kertas, atau kita dapat memanfaatkan berbagai program keuangan yang dapat membantu kita untuk mengumpulkan berbagai transaksi pengeluaran yang kita lakukan setiap bulannya.&lt;br /&gt;Setelah membuat catatan pengeluaran, selanjutnya adalah menganalisa pengeluaran yang kita lakukan. Apakah sepatu merupakan hal yang membebani anggaran Anda? Atau tiket konser atau hiburan? Atau belanja untuk makan sehari-hari lebih besar dari makan malam setiap akhir minggu? Bila banyak yang dirasa kurang baik, jangan salahkan diri kita. Bersukurlah sekarang kita dapat melihat hal-hal yang kurang baik dan di jangka panjang kita dapat memperbaikinya.&lt;br /&gt;Ingatlah untuk mengalokasikan untuk diri kita sendiri terlebih dahulu “pay yourself first”. Jangan kita lupa, satu hal terpenting dari pengeluaran yang kita lakukan adalah membayar untuk diri kita sendiri atau menabung. Masukkan anggaran untuk investasi dalam catatan pengeluaran yang telah dibuat.&lt;br /&gt;Aturan dalam mengembangkan perencanaan anggaran adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;Pertama, jujur terhadap diri kita sendiri karena semua ini adalah untuk kita dan masa depan kita. Kalau kita tidak bisa jujur terhadap diri kita sendiri, maka bagaimana kita dapat merencanakan kehidupan yang lebih baik di masa datang?&lt;br /&gt;Kedua, tentukan tujuan keuangan yang realistik dimana kita berkomitmen untuk mencapainya. Hal ini akan jauh lebih baik dari pada menginginkan sesuatu yang “wah” tapi kita tidak memiliki keinginan untuk mencapainya.&lt;br /&gt;Ketiga, usahakan agar kita terbuka untuk berbagai perbaikan. Meninjau ulang berbagai pengeluaran yang kita lakukan adalah langkah bijak untuk merenda perjalanan kehidupan keuangan yang lebih baik di masa datang.&lt;br /&gt;Utang dan Kartu Kredit&lt;br /&gt;Dengan tingkat suku bunga yang mencapai tingkat terendah dalam sejarah, kita tentunya seperti beribu-ribu orang lainnya, memanfaatkan uang orang lain untuk membeli sesuatu, seperti membeli rumah yang lebih baik atau mobil. Dengan mulai naiknya tingkat suku bunga, ada baiknya bila kita meninjau ulang berbagai utang yang kita miliki saat ini.&lt;br /&gt;Salah satu jenis kredit atau utang yang sebaiknya diperhatikan dengan bijak adalah penggunaan kartu kredit. Kartu kredit memiliki banyak sekali kemudahan, tapi jangan kemudahan tersebut malah membuat Anda terlilit utang yang berkepanjangan.&lt;br /&gt;Yang harus diingat, prinsip utang dengan kartu kredit merupakan utang jangka pendek sehingga pelunasannya sebaiknya diusahakan dapat dilakukan kurang dari 3 bulan (mengingat besarnya bunga yang harus dibayar).&lt;br /&gt;Dengan penghasilan regular tentunya akan sangat mudah bagi kita untuk mendapatkan kartu kredit. Banyak sekali kemudahan yang diberikan oleh kartu kredit, tapi banyak orang yang salah dalam memanfaatkannya. Yang tadinya dirasa sangat membantu, tapi ujung-ujungnya malah membuat kita kesulitan.&lt;br /&gt;Di bawah ini kami daftarkan beberapa kemudahan yang diberikan oleh kartu kredit:&lt;br /&gt;Kemudahan dalam bertransaksi dimana pengguna kartu kredit tidak usah membawa uang tunai untuk berbelanja.&lt;br /&gt;Kemudahan dalam melakukan pembayaran yang bisa dilakukan dengan mencicil atau membayar minimun dari tagihan yang dikirim tiap bulannya.&lt;br /&gt;Kemudahan dalam menggunakan dana pihak lain tanpa bunga bila dilakukan pembayaran lunas tiap tagihan datang (grace period).&lt;br /&gt;Kemungkinan mendapatkan berbagai hadiah atau tawaran dengan harga terdiskon khusus bagi pemegang kartu kredit tertentu.&lt;br /&gt;Tingkat keamanan yang cukup tinggi.&lt;br /&gt;Kemudahan untuk mengambil uang tunai melalui ATM. Beberapa informasi berikut perlu diperhatikan:&lt;br /&gt;Pada saat mengambil uang tunai melalui ATM, maka secara langsung dikenakan fee pengambilan yang besarannya sekitar 30 sampai 40 ribu (tergantung institusi penerbit).&lt;br /&gt;Bunga bulanan secara langsung akan berlaku, tidak ada masa tenggang atau grace period pada transaksi melalui ATM.&lt;br /&gt;Bunga yang dikenakan lebih tinggi dari bunga biasa yang dibebankan dalam tagihan pembelanjaan biasa, paling tidak 4 % per-bulan.&lt;br /&gt;Nah dari semua kemudahan yang diberikan, kita sebagai pemakai harus bijak melihat hal ini, sehingga kita dapat memanfaatkannya untuk keuntungan kita.&lt;br /&gt;Inilah beberapa tip berkaitan penggunaan kartu kredit yang bijak. Penggunaan kartu kredit sebaiknya sebagai alat pembayaran keperluan sehari-hari atau biaya bulanan yang sudah dianggarkan. Sehingga apabila tagihan bulanan datang maka dapat dibayar dengan lunas karena memang sudah ada pos anggarannya. Tidak dikenakan biaya bunga apapun.&lt;br /&gt;Kami tidak menganjurkan untuk mengambil uang tunai melalui ATM dengan kartu kredit. Karena selain beban administratif, bunga yang dibebankan juga sangat tinggi. Akan tetapi kemudahan ini tentu saja dapat digunakan terutama di saat kondisi darurat.&lt;br /&gt;Penggunaan lain yang juga kami sarankan adalah kartu kredit untuk keperluan darurat. Dengan memiliki kartu kredit kita memiliki plafon utang yang tersedia langsung untuk kebutuhan darurat. Apabila kita terpaksa menggunakannya maka yang harus selalu diingat adalah kewajiban membayar bunganya saat mencicil setiap bulan.&lt;br /&gt;Nah kalau kita mengikuti saran di atas berkaitan dengan kartu kredit, kami sangat yakin kita dapat merenda keuangan lebih baik lagi di masa depan. Kartu kredit bukan sekadar kartu gaya-gayaan, seperti yang banyak ditawarkan belakangan ini. Tapi merupakan kartu plastik yang bisa menjerumuskan kita ke dalam utang berkepanjangan.&lt;br /&gt;Ketiga topik utama yang kami ulas di atas, merupakan awal dalam membangun kehidupan keuangan yang lebih baik di masa datang. Dengan perencanaan yang dikelola secara baik dan bijak, kami yakin kehidupan keuangan kita di masa datang—berkeluarga—akan semakin nyaman. Semoga bermanfaat.n&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diambil dari Harian Umum Sore Sinar Harapan Rubrik PERENCANAAN KEUANGAN. Rubrik ini diasuh oleh Tim Indonesia School of Life (ISOL) yakni Andrias Harefa, Roy Sembel, M. Ichsan, Heru Wibawa, dan Parpudi Lubis.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7425885569806564661-8622149185588858401?l=diedik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diedik.blogspot.com/feeds/8622149185588858401/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7425885569806564661&amp;postID=8622149185588858401&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/8622149185588858401'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/8622149185588858401'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diedik.blogspot.com/2008/01/mengelola-keuangan-di-usia-20.html' title='Mengelola Keuangan di Usia 20-an'/><author><name>Die-dit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12589251714219344561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/R4MBvfhVreI/AAAAAAAAAHw/iEI_ekT2kOo/S220/ABCD0018.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7425885569806564661.post-1233639187489119502</id><published>2008-01-16T23:47:00.002+07:00</published><updated>2008-03-17T00:13:35.308+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen keuangan'/><title type='text'>Mengatur ”Cash Flow”</title><content type='html'>dikutip dari : http://www.keuanganpribadi.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BEBERAPA waktu lalu penulis menerima beberapa surat elektronik yang esensinya sama, tetapi latar belakangnya berbeda. Esensinya sama, dalam arti semua menanyakan kenapa penghasilan mereka tidak pernah bisa bersisa untuk ditabung dan dipergunakan untuk investasi. Namun, kondisinya tidak sama, karena ”skala” penghasilan pengirim surat tersebut jauh berbeda. Sebagian berpenghasilan ratusan ribu sampai sejuta, sementara yang lain berpenghasilan hingga puluhan juta rupiah.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Anda mungkin merasa wajar ada kalangan yang berpenghasilan ”kecil” memiliki problem dalam pengelolaan keuangannya. Tetapi, boleh jadi sebagian dari Anda merasa heran kok ada kalangan yang penghasilannya sudah puluhan juta rupiah masih merasa tidak cukup. Jika Anda berpandangan seperti itu, maaf, Anda keliru.&lt;br /&gt;Cukup atau tidak cukup, bermasalah atau tidak, sebenarnya bukan bergantung pada berapa besarnya penghasilan, melainkan lebih pada cara memandang dan memperlakukan penghasilan itu sendiri. Konkretnya, betapa pun besarnya penghasilan Anda, jika pengeluaran lebih besar, tentu saja Anda akan mengalami masalah.&lt;br /&gt;Dengan situasi seperti itu pertanyaannya adalah bagaimana sebaiknya mengatur arus uang tunai (cash flow) sehingga penghasilan bisa memenuhi kebutuhan. Galibnya, tidak ada teori yang mujarab untuk menjawab pertanyaan ini, semua sangat bergantung pada kemauan, kesungguhan, dan disiplin. Bila ketiga hal tersebut tidak dimiliki atau tidak diimplementasikan, maka percuma saja memahami berbagai konsep atau teori. Dus, sebelum meneruskan membaca tulisan ini, pastikan dulu Anda memiliki kemauan dan disiplin melakukan apa yang Anda yakini benar. Jangan pernah berpikir, akan ada jurus yang bisa membantu Anda untuk keluar dari permasalahan keuangan jika Anda tidak melakukan apa pun.&lt;br /&gt;Penghasilan vs pengeluaran&lt;br /&gt;Pada dasarnya mengatur arus uang tunai adalah bagaimana membuat penghasilan Anda selalu di atas jumlah pengeluaran. Dengan kata lain, arus kas Anda mesti positif. Untuk tetap membuat arus kas positif ada dua cara yang dapat dilakukan, yakni menaikkan penghasilan dan atau mengurangi pengeluaran.&lt;br /&gt;Karena topik tersebut sudah kerap dibahas di rubrik ini, paparan kali ini menekankan pada bagaimana menata penghasilan dan mengontrol pengeluaran Anda.&lt;br /&gt;Pertama, penghasilan. Pilah penghasilan menjadi dua jenis, yakni penghasilan tetap dan penghasilan tidak tetap. Yang layak Anda pergunakan untuk menjadi basis pengeluaran Anda adalah penghasilan tetap. Dalam hal ini termasuk gaji (jika Anda karyawan/wati), honor tetap, tunjangan tetap, dan lain sebagainya yang tergolong sebagai pemasukan tetap. Konkretnya, penghasilan tidak tetap jangan dijadikan basis sebab sifatnya tidak pasti.&lt;br /&gt;Penghasilan tetap itu bagi lagi menjadi tiga bentuk pengeluaran, yakni untuk konsumsi, tabungan, dan investasi. Berapa pun pembagiannya, yang jelas terlarang digunakan sepenuhnya sebagai konsumsi. Nah, setelah Anda mendapat angka dan persentase tertentu, barulah Anda bisa mengatur pengeluaran.&lt;br /&gt;Rumusnya, besarnya pengeluaran bergantung pada penghasilan. Memang bagi sebagian kalangan ada juga yang menggunakan rumus penghasilan bergantung pada pengeluaran. Dengan kata lain, kalau pengeluaran besar, maka yang bersangkutan akan mengupayakan untuk meningkatkan penghasilan. Tetapi, dalam diskusi kali ini kita gunakan saja rumus standar, yakni pengeluaran bergantung pada besarnya penghasilan tetap.&lt;br /&gt;Kedua, pengeluaran. Pilah juga pengeluaran Anda menjadi dua jenis, yakni pengeluaran tetap dan pengeluaran tidak tetap. Yang termasuk pengeluaran tetap adalah biaya yang tidak bisa tidak harus tersedia, misalnya, untuk makan, transportasi, cicilan rumah, kendaraan, dan lain sebagainya yang bersifat tetap.&lt;br /&gt;Setelah mendata masing-masing jenis pengeluaran tetap per bulan, bandingkan dengan penghasilan tetap Anda. Seharusnya hasilnya positif, dalam arti total pengeluaran masih lebih rendah ketimbang penghasilan tetap yang dialokasikan untuk konsumsi. Namun, jika hasilnya defisit, apa boleh buat, pengeluaran tetap Anda mesti dikorbankan. Di sinilah peran kemauan, kesungguhan, dan disiplin diperlukan. Ringkasnya, jika Anda tidak berminat atau tidak mau merevisi pola pengeluaran Anda, maka arus kas Anda sampai kapan pun akan terganggu.&lt;br /&gt;Penghasilan tidak tetap&lt;br /&gt;Mungkin Anda akan bertanya, bagaimana dengan penghasilan tidak tetap? Galibnya, penghasilan tidak tetap bisa dijadikan sumber penghasilan untuk investasi, bukan sumber untuk membiayai pengeluaran, apalagi pengeluaran tetap. Kalaupun keadaan mendesak, penghasilan tidak tetap yang sudah berubah bentuk menjadi tabungan atau investasi dapat digunakan untuk membiayai pengeluaran tidak tetap, seperti biaya rumah sakit, ke dokter, dan hal-hal lain yang tidak terduga.&lt;br /&gt;Lebih lanjut, boleh jadi ada yang menanyakan bagaimana dengan biaya rekreasi atau liburan? Benar, ini termasuk pengeluaran tidak tetap, dalam arti tidak mesti dilakukan setiap bulan atau tidak bersifat sama dengan pengeluaran untuk, misalnya, membayar cicilan rumah dan sebagainya. Lebih dari itu, pengeluaran yang sifatnya tidak rutin semacam ini bisa direncanakan dan disiapkan biayanya sejak dini dan mesti dipotong dari penghasilan tetap Anda.&lt;br /&gt;Ringkasnya, mengatur arus kas sebenarnya adalah bagaimana mengklasifikasikan pemasukan dan pengeluaran Anda secara jelas, transparan, dan terencana. Semuanya ada dalam kontrol Anda. Anda akan berhasil jika mampu ”berkelahi” dengan keinginan Anda, mengekang pengeluaran yang sebenarnya tidak penting.&lt;br /&gt;Dengan kata lain, Anda juga bisa mempertimbangkan kategori pengeluaran tetap Anda ke dalam kriteria lebih detail, misalnya pengeluaran penting dan mendesak, pengeluaran yang kurang mendesak, pengeluaran kurang penting, dan sebagainya. Pendeknya, ada bermacam cara. Yang penting Anda mau realistis atau tidak, dan memiliki kemauan atau tidak? Di situ kuncinya.&lt;br /&gt;Dikutip dari Kompas edisi Minggu, 26 Juni 2005.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7425885569806564661-1233639187489119502?l=diedik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diedik.blogspot.com/feeds/1233639187489119502/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7425885569806564661&amp;postID=1233639187489119502&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/1233639187489119502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/1233639187489119502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diedik.blogspot.com/2008/01/mengatur-cash-flow.html' title='Mengatur ”Cash Flow”'/><author><name>Die-dit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12589251714219344561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/R4MBvfhVreI/AAAAAAAAAHw/iEI_ekT2kOo/S220/ABCD0018.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7425885569806564661.post-7490907874812245846</id><published>2008-01-15T12:52:00.003+07:00</published><updated>2008-03-27T00:27:17.846+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen keuangan'/><title type='text'>Memahami Pentingnya Nilai Waktu terhadap Uang</title><content type='html'>&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;dikutip dari : &lt;a href="http://www.keuanganpribadi.com/"&gt;www.keuanganpribadi.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Setiap keputusan yang Anda ambil pasti akan berdampak di masa datang. Keputusan besar seperti kuliah yang Anda pilih, pasangan hidup yang Anda inginkan atau keputusan untuk memiliki anak, merupakan waktu yang bersejarah bagi Anda dan keluarga, karena akan merubah sebagain besar perjalanan kehidupan Anda. Sedangkan keputusan-keputusan yang kecil akan selalu mengikuti selama perjalanan kehidupan Anda berkeluarga, bisa juga berdampak cukup penting terhadap kehidupan Anda berkeluarga, terutama yang berkaitan dengan keuangan (uang).&lt;br /&gt;Uang yang Anda miliki bisa bekerja untuk Anda atau bekerja melawan Anda. semua ini sangat bergantung dengan pilihan yang Anda tentukan. Bila Anda mengambil keputusan yang benar maka uang yang sedikit akan bertumbuh dan bisa menjadi sumber penghasilan yang cukup di masa datang. Sebaliknya, bila Anda mengambil keputusan yang salah, maka uang Anda miliki akan membebani Anda dengan bunga dan lainnya, sehingga menjauhkan Anda dengan tujuan keuangan yang Anda miliki.&lt;br /&gt;Setiap hari kita selalu dihadapi oleh pilihan-pilihan seputar keuangan; BELANJA atau MENABUNG, BELI atau JUAL. Keputusan ini terlihat adalah keputusan saat itu, tapi keputusan yang Anda ambil sekarang akan berdampak dalam jangka panjang. Hal ini karena, keputusan keuangan yang kita ambil sekarang akan bertambah besar dampaknya dengan berjalannya waktu.&lt;br /&gt;Sebagai illustrasi kami mencoba untuk memberikan apa yang terjadi dalam sebuah permainan golf. Jarak yang diinginkan akan sangat dipengaruhi oleh club yang dipakai. Bila Anda ingin memukul sejauh 180 m mungkin Anda membutuhkan club 4 iron. Sedangkan untuk jarak 125 m Anda menggunakan 9 iron.&lt;br /&gt;Bila terjadi penyimpangan, satu derajat saja maka penyimpangan akan semakin besar dengan jarak yang lebih panjang, dalam hal ini 180 m. Dengan demikian semakin jauh jarak atau waktu, maka akan semakin besar pula penyimpangan yang terjadi. Begitu pula dengan keputusan keuangan yang menyimpang, dalam jangka panjang akan berdampak lebih besar terhadap keuangan Anda dan keluarga.&lt;br /&gt;Cerita favorit seputar pilihan dan keputusan, dampaknya dalam jangka panjang terhadap uang yang Anda miliki adalah dalam hal keputusan untuk berbelanja (spending). Kemudahan yang diberikan oleh pengeluar kartu kredit untuk memiliki kartu kredit membuat Anda menjadi ingin memilikinya. Ditambah lagi dengan prestise yang ditawarkan. Kartu kredit bila tidak digunakan dengan bijak akan sangat membebani Anda dalam hal keuangan di masa datang.&lt;br /&gt;Misalkan saja Anda membelanjakan sebesar Rp 5 juta dengan kartu kredit Anda bulan ini dan membayar nilai minimum pembayaran dari taihan Anda. Dengan bunga tahunan kartu kredit sebesar 36persen dan Rp 125 ribu fee tahunan, maka Anda membutuhkan waktu kira-kira 2,5 tahun untuk melunasi pembelanjaan yang Anda lakukan (Rp 5 juta).&lt;br /&gt;Sebaliknya bila Anda membuat keputusan yang berbeda, maka hasilnya akan berbeda pula dan akan lebih menyenangkan bagi Ada. Bila Anda menginvestasikan Rp 5 juta dalam bentuk Reksadana dengan harapan keuntungan wajar sebesar 15 persen, maka dalam 2,5 tahun dana Anda akan berkembang menjadi sekitar Rp 7,090,000.&lt;br /&gt;Bila Anda membuat keputusan yang sama merubah pola belanja dan menginvestasikan dana Anda setiap tahun sebanyak Rp 5 juta maka dalam jangka waktu 3 tahun mendatang uang Anda akan bertambah menjadi Rp 17,362,500. Bila Anda menyisihkan dana sebesar Rp 5 juta setiap tahun selama 20 tahun maka nilai uang Anda akan berkembang menjadi sekitar Rp 512,218,000.&lt;br /&gt;Ini merupakan contoh klasik dari pilihan kecil, bila dilihat dalam waktu yang panjang, dapat merubah hidup Anda. Anda mungkin tidak mengingat semua keputuan kecil yang Anda ambil seputar belanja atau menabung selama hidup Anda. Tapi satu hal yang sangat penting di sini adalah rahasia terbesar dalam mengelola keuangan keluarga; kekuatan waktu dalam mengembangkan uang Anda (nilai waktu terhadap uang).&lt;br /&gt;Lebih Mudah Cari Uang daripada Cari Waktu&lt;br /&gt;Kebutuhan akan dana untuk masa-masa pensiun seringkali membuat orang kaget, karena besarnya kebutuhan akan dana tersebut. Secara umum mungkin kita bisa menentukan angka satu miliar sebagai target awal. Tapi apa yang terjadi, banyak orang yang merasa bahwa nilai Rp 1 miliar terlalu sulit untuk dicapai, sehingga mereka mengabaikan dan tidak memulai untuk menyisihkan sama sekali.&lt;br /&gt;Hal ini sebenarnya bisa dicapai bila Anda tau caranya dan mau melakukannya. Sekarang kita ambil Rp 5 juta setiap tahun Anda anggarkan untuk tujuan ini. Bila kita hitung, maka sebenarnya kita hanya perlu menyisihkan Rp 96,200 setiap minggu selama satu tahun. Uang sebesar Rp 96,200 tidaklah beban besar bagi sebagian Anda. Hal ini dapat Anda peroleh dengan hanya mengurangi makan malam di luar mingguan atau mengurangi biaya entertaiment.&lt;br /&gt;Bila Anda melakukan ini, dan terus melakukannya setiap tahun selama 25 tahun, maka Anda akan mencapai apa yang Anda inginkan yaitu dana sejumlah Rp 1 miliar. Dalam hal ini yang perlu ditekankan adalah kemauan Anda untuk menyisihkan untuk tujuan masa datang. Pola ini biasa disebut sebagai dollar cost averaging.&lt;br /&gt;Jadi di sini yang sulit dicari adalah waktu. Karena waktu akan memberikan nilai tambah bagi uang Anda. Uang dapat Anda cari atau Anda sisihkan tapi waktu tidak akan bisa Anda kejar. Jadi mulailah lebih dini atau sekarang, sehingga Anda memiliki cukup banyak waktu sebelum waktu pensiun Anda datang.&lt;br /&gt;Waktu Adalah Uang&lt;br /&gt;Setelah membaca ulasan di atas, maka dapat disimpulkan satu konsep keuangan yang sangat penting dalam masalah keuangan personal adalah nilai waktu terhadap uang (time value of money). Dalam memperhitungkan, baik nilai sekarang maupun nilai masa depan maka Anda harus mengikutkan panjangnya waktu dan tingkat pengembalian. Dalam perhitungan uang, nilai satu rupiah yang diterima saat ini akan lebih bernilai dibandingkan dengan satu rupiah yang akan diterima di masa datang.&lt;br /&gt;Dalam setiap keputusan investasi atau alokasi dana untuk tujuan masa depan, selalu melibatkan apakah alokasi dana yang dimulai saat ini dapat diterima dengan adanya ekspektasi tingkat pengembalian di masa datang. Oleh karena itu kita sangat memerlukan sebuah perhitungan yang membedakan nilai total dari dana teralokasi pada waktu yang berbeda. Untuk dapat menghitung kebutuhan alokasi dana guna tujuan masa datang, maka diperlukan sebuah perhitungan yang melibatkan compounding dan discounting.&lt;br /&gt;”Future Value—Present Value”&lt;br /&gt;Nilai masa depan merupakan nilai dari jumlah dana yang ada sekarang pada suatu tanggal tertentu di masa depan dengan mengaplikasikan bunga majemuk (compound interest) dalam satu periode waktu tertentu. Compounding merupakan perhitung nilai masa depan berdasarkan nilai masa kini.&lt;br /&gt;Proses perhitungan nilai masa kini berdasarkan nilai masa depan merupakan proses diskonto arus kas (discounting cashflow). Diskonto arus kas yang dipergunakan juga merupakan bunga majemuk.&lt;br /&gt;FV= PV x (1+i)n, di mana i adalah tingkat suku bunga dan n adalah jumlah periode waktu. Salah satu contoh, sekarang kita mengambil contoh dalam perhitungan ini, misalkan Ibu Anita menempatkan Rp 8 juta dalam bentuk tabungan dengan bunga 6 persen/tahun Berapa jumlah uang akan akan diterima Ibu Anita diakhir tahun ke-lima?FV = PV x (1+i)n= Rp 8,000,000 x (1+0,06)5= Rp 10,705,804.62&lt;br /&gt;Akan tetapi bila perhitungan bunga yang diberikan oleh bank merupakan bunga majemuk yang diperhitungkan setiap 6 bulan (compounded semiannually) dengan bunga 6 persen/tahun, maka bagaimana hasil investasi yang ditempatkan oleh Ibu Anita diakhir tahun ke-lima?FV = PV x (1+i/m)nxm= Rp 8,000,000 x (1+0,06/2)5×2= Rp 10,751,331,03di mana m merupakan jumlah periode perhitungan bunga per-tahun. Bila dihitung perbulan maka m adalah 12.&lt;br /&gt;Konsep Anuitas&lt;br /&gt;Anuitas adalah merupakan satu arus (stream) kas yang tetap setiap periodenya. Beberapa contoh dari perhitungan Anuitas dalam keuangan individu, misalnya cicilan bulanan kredit mobil Anda, rumah dan pembayaran biaya kontrak rumah bulanan. Arus kas ini bisa merupakan arus kas masuk sebagai pengembalian atas investasi maupun arus keluar yang dialokasikan sebagai tujuan investasi.&lt;br /&gt;Nilai masa depan anuitas memberikan nilai dari sebuah perencanaan tabungan yang dilakukan secara tetap, baik besaran dan waktunya selama jangka waktu tertentu. Misalkan Anda memutuskan untuk menyisihkan atau menabung sebesar Rp.10 juta setiap akhir tahun selama 30 tahun untuk persiapan dana di saat Anda pensiun. Dengan asumsi bunga yang bisa didapat adalah sebesar 12 persen/tahun, berapa jumlah dana yang terkumpul setelah 30 tahun?&lt;br /&gt;Perhitungan ini dapat dilakukan dengan rumus dari nilai masa depan Anuitas: FVA = {A x [(1+i)n-1]}/i. Menghitung dengan rumus di atas maka kita mendapatkan jumlah dana setalah 30 tahun sebesar Rp 2,413,326,843. Perhatikan, bahwa dana yang Anda investasikan selama 30 tahun hanya sejumlah Rp 300 juta (Rp.10 juta x 30 tahun). Selisih nilai sebesar Rp 2,113,326,843 merupakan bunga dana didapat dari hasil perhitungan bunga berbunga selama 30 tahun. Bukan main dampak waktu terhadap uang yang Anda miliki.&lt;br /&gt;Bila target nilai Rp 2,1 miliar merupakan dana yang ingin Anda miliki saat pensiun nanti maka menabunglah sebsar Rp 10 juta, tahun selama 30 tahun dengan bunga 12 persen/tahun. Sementara itu, nilai tunai dari sejumlah anuitas (PVA) merupakan kebalikan dari FVA, di mana PVA = {A x (1-[1/(1+i)n])}/ i. Dalam rumus ini i adalah tingkat suku bunga dan n adalah jumlah pembayaran. Jika diperhitungkan dari contoh di atas, maka PVA= {Rp.10 juta x (1-[1/(1,12)30])}/ 0,12 = Rp 80,84 juta.&lt;br /&gt;Logikanya seperti ini, dengan jumlah dana sebesar Rp.80,84 juta yang Anda tempatkan saat ini selama 30 tahun ke depan dengan bunga 12 persen/tahun maka nilai investasi ini akan berjumlah Rp 2,113 miliar (sama dengan perhitungan bila Anda menyisihkan Rp 10 juta selama 30 tahun dengan bunga 12 persen/tahun).&lt;br /&gt;Dilihat dari contoh perhitungan ini, bunga berbunga atau bunga majemuk sangatlah penting untuk dipahami oleh semua individu karena memberikan suatu alternatif perhitungan investasi guna mencapai tujuan keuangan yang Anda dan keluarga miliki.&lt;br /&gt;Semoga penjelasan kali ini memberikan masukan dan tambahan ilmu bagi Anda semua.n&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diambil dari Harian Umum Sore Sinar Harapan Rubrik PERENCANAAN KEUANGAN. Rubrik ini diasuh oleh Tim Indonesia School of Life (ISOL) yakni Andrias Harefa, Roy Sembel, M. Ichsan, Heru Wibawa, dan Parpudi Lubis. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7425885569806564661-7490907874812245846?l=diedik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diedik.blogspot.com/feeds/7490907874812245846/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7425885569806564661&amp;postID=7490907874812245846&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/7490907874812245846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/7490907874812245846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diedik.blogspot.com/2008/01/memahami-pentingnya-nilai-waktu_15.html' title='Memahami Pentingnya Nilai Waktu terhadap Uang'/><author><name>Die-dit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12589251714219344561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/R4MBvfhVreI/AAAAAAAAAHw/iEI_ekT2kOo/S220/ABCD0018.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7425885569806564661.post-6883293362292778639</id><published>2008-01-15T12:52:00.002+07:00</published><updated>2008-03-17T00:30:00.966+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keuangan Remaja'/><title type='text'>Lindungi Anak Remaja Anda dari Kesalahan Penggunaan Kartu Kredit</title><content type='html'>dikutip dari : &lt;a href="http://www.keuanganpribadi.com/"&gt;http://www.keuanganpribadi.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat Tino berusia 19 tahun dan baru memasuki tahun pertama kuliah, dia memperoleh kartu kreditnya yang pertama. “Pada saat itu sebenarnya, saya tidak membutuhkannya, tapi karena kemudahan persyaratan serta mendapatkan berbagai hadiah langsung, membuat saya mengisi formulir kartu kredit tersebut. Beberapa bulan kemudian saya dikirimi kembali formulir kartu kredit, saya mengisinya dan saya kembali mendapatkan kartu kredit”.&lt;br /&gt;Tino menggunakan kartu kreditnya untuk berbagai kebutuhan dan keinginannya dan membayar tagihan tepat waktu walau membayarnya tidak lunas (mencicil). Yang tidak dipahami oleh Tino adalah dengan membayar minimum pembayaran yang mana hanya menutupi&lt;div class="fullpost"&gt;bunganya saja dan tidak banyak berpengaruh terhadap sisa saldo tagihannya. Dengan kemudahan ini membuat Tino mengambil keputusan pembelian tanpa banyak pikir panjang dan membicarakannya dengan orang tuanya.&lt;br /&gt;Tanpa terasa, sisa saldo yang tadinya sedikit, meningkat tajam, yang mengakibatkan dia kesulitan untuk dapat membayar walau hanya cicilan minimumnya. Lama-kelamaan saldonya terus meningkat dan pada saat dimana dia tidak lagi sanggup untuk membayar cicilan minimumnya, dia baru membicarakannya kepada kedua orang tuanya.&lt;br /&gt;Dengan kabar ini, Ibu Anis (ibu dari Tino) merasa frustasi. Pada saat Anda mengirimkan anak Anda untuk kuliah, Anda memberikan banyak nasihat, jangan banyak main, belajar yang benar dan rajin beribadah, tapi Anda lupa untuk membicarakan hal terpenting dalam hal keuangannya yaitu penggunaan kartu kredit.&lt;br /&gt;Untuk itu dalam pembahasan kali ini, kami melihat pentingnya pembelajaran dan diskusi seputar kartu kredit bagi anak-anak remaja anda.&lt;br /&gt;Langkah Pertama&lt;br /&gt;Sudahkah Anda membicarakan perihal kartu kredit dengan anak-anak? Bila belum, sebaiknya Anda mulai mendiskusikannya. Walau remaja masih belum memiliki track record dan sedikit atau tidak memiliki pemasukan regular, perusahaan yang mengeluarkan kartu kredit tetap menargetkan mereka sebagai pemilik baru.&lt;br /&gt;Bila anak remaja Anda gagal membayar tagiahan minimum bulanan yang diharuskan, Anda sebagai orang tua seperti halnya orang tua lainnya harus mengambil keputusan yang berat yaitu membayar lunas atau mencicil tagihan anak remaja Anda.&lt;br /&gt;Apa yang menyebabakan trend kartu kredit berkembang di pasar remaja? Ada beberapa hal yang perusahaan kartu kredit ketahui mengenai pasar anak-anak muda (remaja) dan sudah seharusnya anda sebagai orang tua mengetahuinya.&lt;br /&gt;1. Loyalitas. Pasar kartu kredit bagi orang dewasa semakin tinggi kompetisinya. Dan kebanyakan dari mereka tetap loyal terhadap kartu kredit yang dimilikinya sejak awal, walau dengan berbagai penawaran keuntungan tambahan. Dengan menargetkan pasar remaja, perusahaan mendapatkan nasabah yang lebih muda dan berharap tetap menjadi nasabah sampai mereka mulai bekerja.&lt;br /&gt;2. Persyaratan yang lebih mudah bagi remaja. Dibandingkan dengan orang dewasa yang bekerja, anak remaja akan lebih dipermudah dalam persyaratan kepemilikan kartu kredit. Mengapa? Para perusahaan tersebut memahami bahwa sebagai besar orang tua—setelah membayar biaya kuliah yang mahal—akan membayar hutang kartu kredit yang dimiliki oleh anak-anak remajanya. Walau Anda memiliki pilihan untuk tidak membayarnya, namun dengan tidak membayar lunas hutang kartu kredit anaknya akan mengakibatkan kesulitan bagi anak tersebut di masa datang untuk memperoleh kredit misalkna untuk pembelian mobil atau rumahnya.&lt;br /&gt;3. Remaja mudah terbuai dengan hadiah. Terkadang hanya dengan hadiah kecil seperti kaos atau mug, klien remaja terbujuk untuk mengisi formulir pendaftaran kepemilikan kartu kredit.&lt;br /&gt;4. Remaja terkadang masih kurang tanggung jawabnya dalam hal prilaku keuangan. Dalam hal ini terkadang karena kurangnya pengetahuan dan kebiasaan keuangan yang baik, keuangan remaja bisa saja runtuh. Belanja berlebihan, walau membayar tagihan tepa waktu tapi hanya minimum pembayaran, tanpa disadari saldo hutang kartu kreditnya akan meningkat drastis dalam tahun-tahun mendatang.&lt;br /&gt;5. Sampai saat masih sedikit sekali sekolah yang mengajarkan tentang keuangan personal khususnya kartu kredit. Bila Anda tidak mengajarkan dan memperkenalkan keuangan personal atau yang lebih khusus lagi kartu kredit maka Anda akan melihat bahwa anak Anda mungkin akan belajar dari promosi atau iklan yang mungkin menyesatkan. Sekolah sampai saat ini masih belum bisa di harapkan untuk dapat terlibat dalam pembelajaran keuanga personal.&lt;br /&gt;Jadi apa yang harus dilakukan Anda sebagai orang tua? Kebanyakan orang tua bingung apa yang harus dikatakan atau didiskusikan dengan anak-anak remajanya mengenai kartu kredit. Untuk itu dalam pembahsan berikut akan kita lihat aspek apa saja yang sebaiknya diinformasikan kepada mereka.&lt;br /&gt;Bila saat ini anak remaja Anda sudah terlilit huatng kartu kredit, akan lebih baik bila anda menyelesaikannya dan memberikan informasi yang jelas mengenai hal tersebut. Akan lebih baik bila anda melunasinya sekali dan membangun prilaku dan pandangan baru kepada anak Anda seputar kartu kredit.&lt;br /&gt;Langkah Kedua&lt;br /&gt;Memiliki kartu kredit bagi abak remaja Anda akan membangun kredit histori bagi mereka namum kembali lagi sisi buruknya bila mereka menggunakannya tanpa tanggung jawab dan berlebihan. Untuk itu, ikuti 10 pelajaran berikut ini untuk mempersiapkan anak remaja Anda untuk lebih bertanggung jawab dan berprilaku yang lebih baik mengenai keuangannya.&lt;br /&gt;1. Tunjukkan bagaimana Anda membayar tagihan kartu kredit Anda. Untuk beberapa bulan ada baiknya bila Anda menunjukkan total tagihan keluarga dan bagaimana Anda membayarnya. Biarkan anak Anda melihatnya. Dengan begitu mereka akan belajar untuk menganggarkan dan membayar dengan bijak.&lt;br /&gt;2. Ajarkan anak Anda mengenai anggaran. Dalam hal keuangan personal, anggaran atau pengeluaran yang dilakukan menjadi sangat penting. Berapa yang bisa Anda belanjakan atau berapa yang anda alokasikan untuk belanja merupakan penggunaan yang bisa Anda bayarkan dengan kartu kredit. dengan begitu, bila tagihan datang, Anda dapat membayarnya dengan lunas.&lt;br /&gt;3. Dalam masa kuliah, batasi kepemilikan hanya satu kartu kredit saja. Manfaatkan kemudahan persyaratan yang ditujukan untuk remaja. Tapi ingat jangan menambah kartu baru lagi. Bila Anda ingin memiliki kartu kedua (dimana dua kartu menurut kami sudah cukup) maka Anda dapat mengajukannya pada saat anak Anda mulai bekerja.&lt;br /&gt;4. Batasi limit kartu kredit hanya untuk kebutuhan emergensi.&lt;br /&gt;5. Tentukan apa yang termasuk dalam kebutuhan emergensi atau tidak. Katakan kepada mereka jangan menggunakan kartu kredit hanya untuk bersenang-senang dengan teman di café. Tanpa disadari, yang tadinya tagihannya hanya Rp.500 ribu bisa saja meningkat menjadi jutaan karena bunga dan penalti.&lt;br /&gt;6. Jangan pernah meminjamkan kartu kredit kepada orang lain.&lt;br /&gt;7. Tanda tangani kartu kredit secepatnya. Bila anak Anda sudah mendapatkan kartu kreditnya, tanda tangani secepatnya dibalik kartu. Jangan tunda. Hal ini bisa mengurangi pencuri untuk menggunakan kartu kredit anak Anda.&lt;br /&gt;8. Nasihati anak Anda untuk menyimpan strok pembayaran. Hal ini sangat penting bil terjadi kesalahan dalam tagihan bulanan yang dikirimkan oleh perusahaan. Dengan begitu Anda dapat mengklaim kesalahan tersebut. Bila strok pembayaran tidak lagi dibutuhkan, sobek dan buang sehingga tidak ada orang yang bisa memanfaatkan nomer kartu Anda.&lt;br /&gt;9. Dorong anak Anda untuk membayar tagihan bulanan secara lunas. Banyak kartu kredit yang hanya mengharuskan Anda membayar 5% dari total tagihan bulanan. Untuk jangka pendek mungkin terdengar sangat murah. Namun dalam jangka panjang, Anda bisa tertimbun oleh hutang yang tak berkesudahan.&lt;br /&gt;10. Jelaskan mengenai bunga dan penati yang berlaku di kartu kredit. Saat ini rata-arat bunga kartu kredit sangat tinggi sekitar 3% perbulan. Bila dibungakan majemuk bisa lebih dari 40% pertahunnya. Demikian juga dengan pinati keterlambatan pembayaran. Hindari pengambilan tunai dari ATM dengan kartu kredit Anda, karena beban bunga yang lebih tinggi ditambah biaya transaksi yang cukup besar, sekitar 3% dari pengambilan tunai.&lt;br /&gt;Langkah ketiga&lt;br /&gt;Untuk lebih mengetahui kondisi keuangan anak remaja Anda berkaitan dengan kartu kredit, ada beberapa indikasi yang bisa dilihat bilamana mereka terlilit atau bermasalah dengan hutang kartu kreditnya:&lt;br /&gt;Mereka membayar kurang dari keharusan minimum pembayaran. &lt;br /&gt;Meminjam dari kartu kredit yang satu untuk membayar yang lain. &lt;br /&gt;Mulai terlambat untuk membayar tagihan wala hanya miminumnya saja. &lt;br /&gt;Menunda untuk menyelesaikan tagihan yang tersisa bilamana perusahaan kartu kredit tersebut mengharapkan pembayaran, merupakan kesalahan besar. Perusahaan akan lebih baik bilamana hutangnya masih baru daripa perusahaan tersebut sudah memberikan saldo hutang Anda ke debt collector. Bila Anda berencana untuk menyelesaikan hutang kartu kredit anak Anda, lakukan negosiasi sebelum Anda membayarnya. Dibawah ini ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan:&lt;br /&gt;Negosiasikan untuk nilai yang lebih rendah. Katakan kepada perusahaan kartu kredit bahwa Anda bermaksu untuk melunasi hutang anak Anda dengan kondisi dimana perusahaan menghapus bunga serta pinalti yang mungkin ada selama ini. &lt;br /&gt;Buat perjanjian tertulis berapa saldo tagihan yang disetujui serta pola pembayaran yang diingikan. Dan bila tagihan sudah terlunasi maka tidak ada lagi tindakatan atas anak Anda berkaitan dengan kartu kredit tersebut. &lt;br /&gt;Lakukan pembayaran dengan regular atau sekaligus. Dan setelah hutang tersebut terbayar lunas, maka Anda harus melihat apakah anak Anda masih ditagih oleh perusahaan tersebut, kalau “ya” maka Anda harus menghubungi mereka kembali. &lt;br /&gt;Demikianlah beberapa langkah yang menurut hemat kami dapat Anda diskusikan dengan anak remaja Anda seputar kartu kredit.&lt;br /&gt;Pembelajaran ini sangat baik dilakukan saat ini, dimana biaya yang harus ditanggung mungkin akan lebih kecil dibanding bila mereka nanti sudah memasuki masa dewasa atau menikah. Perilaku keuangan yang baik dimulai sejak dini.n&lt;br /&gt;Diambil dari Harian Umum Sore Sinar Harapan Rubrik PERENCANAAN KEUANGAN. Rubrik ini diasuh oleh Tim Indonesia School of Life (ISOL) yakni Andrias Harefa, Roy Sembel, M. Ichsan, Heru Wibawa, dan Parpudi Lubis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7425885569806564661-6883293362292778639?l=diedik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diedik.blogspot.com/feeds/6883293362292778639/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7425885569806564661&amp;postID=6883293362292778639&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/6883293362292778639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/6883293362292778639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diedik.blogspot.com/2008/01/memahami-pentingnya-nilai-waktu.html' title='Lindungi Anak Remaja Anda dari Kesalahan Penggunaan Kartu Kredit'/><author><name>Die-dit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12589251714219344561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/R4MBvfhVreI/AAAAAAAAAHw/iEI_ekT2kOo/S220/ABCD0018.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7425885569806564661.post-7252678015745798290</id><published>2008-01-11T12:48:00.001+07:00</published><updated>2008-03-17T00:23:58.073+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen keuangan'/><title type='text'>Masalah Keuangan Yang Perlu Dihindari</title><content type='html'>Dikutip ulang dari : http://www.keuanganpribadi.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan keuangan pribadi sering kali dilupakan dan diabaikan. Padahal bila melihat sebuah perusahaan, pola perencanaan yang dilakukan di perusahaan hampir sama dengan perencanaan yang seharusnya dilakukan dalam keluarga. Dengan keterbatasan sumber pendanaan, perusahaan berusaha untuk dapat mecapai apa yang dicanangkan melalui strategi perencanaan. Seharusnya keluarga juga demikian. Penghasilan bulanan yang diterima setiap bulan secara regular sudah seharusnya Anda alokasikan dengan efisien untuk dapat mencapai semua tujuan yang Anda dan keluarga miliki.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam kaitannya dengan keputusan atau cara pandang keuangan yang Anda lakukan selama ini, kami mencoba memberikan saran-saran dalam beberapa keputusan keuangan yang sebaiknya Anda hindari. Karena menurut hemat kami, keputusan ini akan berdampak terhadap kestabilan keuangan keluarga Anda.&lt;br /&gt;Tidak serius mengatasi perihal hutang (khususnya hutang kartu kredit)&lt;br /&gt;Hutang kartu kredit sangat membahayakan kestabilan keuangan keluarga. mengapa? Memiliki hutang kartu kredit akan membuat Anda stres. Mengetahui bahwa Anda berhutang kepada sebuah perusahaan dan Anda dibebani bunga yang bisa mencapai 40% lebih pertahunnya. Ketakutan Anda tidak dapat melunasi hutang tersebut dan akan selalu menghantui Anda siang dan malam.&lt;br /&gt;Kartu kredit sudah merupakan alat bantu pembayaran yang lazim di sebagian masyarakat kita, bahkan kecenderungannya mereka melihat bahwa kartu kredit sudah merupakan gaya hidup. Ia bahkan memberikan banyak peluang tambahan bagi konsumen pengguna untuk mendapatkan kemudahan baik dalam bertransaksi maupun skema pembayaran yang bisa dicicil.&lt;br /&gt;Salah satu kemudahan dari kartu kredit adalah alat untuk mengambil uang tunai melalui ATM. Tapi Anda harus ingat, mengambil uang tunai dengan kartu kredit melalui ATM sangat membebani Anda. Bila Anda mengambil tunai melalui ATM dengan kartu kredit maka:&lt;br /&gt;Pada saat mengambil uang tunai melalui ATM, maka secara langsung dikenakan fee pengambilan yang besarannya sekitar 30 sampai 40 ribu.&lt;br /&gt;Bunga bulanan secara langsung akan berlaku, tidak ada masa tenggang atau grace period pada transaksi melalui ATM.&lt;br /&gt;Bunga yang dikenakan lebih tinggi dari bunga biasa yang dibebankan dalam tagihan pembelanjaan biasa, paling tidak 4% per bulan. Dimana setahun lebih dari 48% (bunga berbunga).&lt;br /&gt;Jadi bila ditinjau dari hal-hal tersebut diatas maka kami tidak menganjurkan untuk mengambil uang tunai melalui ATM dengan kartu kredit. Karena selain beban administratif yang tinggi, bunga yang dibebani kepada Anda tinggi. Akan tetapi kemudahan ini tentu saja dapat digunakan terutama disaat keadaan sangat darurat.&lt;br /&gt;Jangan terjebak dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan oleh lembaga pengeluar kartu kredit. Sebaiknya sebagai konsumen pemegang kartu kredit Anda harus waspada dan hati-hati. Karena terkadang kemudahan dapat mencelakakan.&lt;br /&gt;Berkaitan dengan penggunaan kertu kredit, kami menyarankan untuk menggunakan kartu kredit sebagai alat pembayaran keperluan sehari-hari atau biaya bulanan yang sudah dianggarkan. Sehingga bila tagihan bulanan datang, Anda dapat langsung membayar lunas. Karena pengeluaran dengan kartu kredit yang Anda lakukan sudah masuk dalam anggaran bulanan yang Anda dan keluarga tetapkan.&lt;br /&gt;Berinvestasi dalam produk yang berisiko tinggi, berharap menjadi cepat kaya&lt;br /&gt;Banyak sekali bermunculan tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan yang berlipat ganda melalui iklan-iklan di berbagai media masa. Banyak masyarakat yang tergiur dengan tawaran investasi jenis ini, keuntungan berlipat dalam waktu singkat.&lt;br /&gt;Kami mengharapkan agar Anda sebagai konsumen waspada akan hal ini, teliti sebelum membeli. Karena banyak dari tawaran itu hanya berupa pepesan kosong. Mengharapkan keuntungan berlipat ganda dalam waktu singkat, yang didapat hanyalah kerugian dan dapat mengakibatkan kerusakan tatanan keuangan keluarga yang sudah terbangun.&lt;br /&gt;Masyarakat kebanyakan percaya bahwa untuk mencapai kesusksesan dalam berinvestasi sangat bergantung dengan kemampuan Anda untuk menginvestasikan dalam jumlah besar dan kemampuan Anda untuk mendapatkan keuntungan besar dalam waktu singkat.&lt;br /&gt;Sebenarnya kedua hal ini tidak sepenuhnya benar. Untuk mencapai kekayaan dalam arti keuangan memerlukan waktu dan ketekutan untuk mencapainya. Pola investasi “dollar cost averaging” merupakan solusinya. Yaitu dengan menyisishkan sebagian penghasilan bulanan selama jangka waktu yang Anda tentukan untuk mencapai tujuan yang diimpikan.&lt;br /&gt;Prinsip dasar dari investasi adalah semakin tinggi tingkat pengembalian suatu produk investasi akan diikuti dengan risiko yang tinggi pula. Jadi dapat diyakini bahwa tidak ada investasi, apalagi dengan tingkat pengembalian yang tinggi tapi tanpa resiko. Benar tidak? Tapi mengapa banyak investor maupun individu yang terjerumus ke dalam investasi jenis ini? Banyak sebab yang bisa menjelaskan hal ini. Mungkin saja individu tersebut tidak mengetahui atau mempelajari perihal investasi yang akan dibelinya. Atau mungkin saja mereka terbuai dengan janji-janji yang diberikan. Dalam keadaan ekonomi yang semrawaut seperti sekarang ini, membuat banyak investor individu tergiur karenanya. Keuntungan tinggi yang diharapkan, kerugian atau kehilangan yang didapat.&lt;br /&gt;Menunda-nunda menabung untuk pendidikan anak-anak Anda&lt;br /&gt;Hampir setiap orang mengeluhkan besarnya biaya pendidikan, apalagi bila dibayangkan 15 tahun mendatang saat anak kita mulai memerlukannya. Kunci keberhasilan menyiapkan dana pendidikan sangat sederhana, mulailah mempersiapkannya dari sekarang dan melakukannya dengan konsisten selama jangka waktu yang dibutuhkan. Sekali lagi mulailah sekarang jangan menundanya, minggu depan, bulan depan apalagi tahun depan. Memulai lebih awal memberikan keuntungan dari besarnya dana yang harus disisihkan tiap bulannya untuk mencapai total dana yang diinginkan.&lt;br /&gt;Ikuti contoh berikut: besarnya harga yang harus dibayar akibat kebiasaan menunda-nunda.&lt;br /&gt;Sebut saja tujuan keuangan yang ingin Anda capai adalah menyiapkan biaya pendidikan anak Anda masuk kuliah (universitas). Anak Anda sekarang baru berusia 3 tahun. Anda masih memiliki waktu kurang lebih 15 tahun (saat anak Anda masuk kuliah). untuk menyiapkan biaya masuk kuliah dan selama di perkuliahan. Bila biaya pendidikan diperkirakan sebesar Rp200 juta 15 tahun mendatang, maka bila Anda memulainya sekarang, dengan melakukan investasi secara teratur setiap bulan dengan hasil investasi 15% pertahun maka Anda membutuhkan dana setiap bulannya untuk diinvestasikan sekitar Rp300.000-an. Sedangkan bila Anda menundanya sampai 5 tahun mendatang, dengan bunga investasi sama dan nilai yang ingin dicapai sama maka kebutuhan dana untuk investasikan akan membengkak hampir 3 kali lipat. Bila menundanya 5 tahun untuk memulai maka Anda membutuhkan dana setiap bulannya untuk diinvestasikan sekitar Rp800.000-an. Bagaimana, apakah Anda masih ingin menundanya? Lakukanlah sekarang. Jangan Anda menundanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat!!&lt;br /&gt;M.IchsanSumber Pembelajar.com&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7425885569806564661-7252678015745798290?l=diedik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diedik.blogspot.com/feeds/7252678015745798290/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7425885569806564661&amp;postID=7252678015745798290&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/7252678015745798290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/7252678015745798290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diedik.blogspot.com/2008/01/masalah-keuangan-yang-perlu-dihindari.html' title='Masalah Keuangan Yang Perlu Dihindari'/><author><name>Die-dit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12589251714219344561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/R4MBvfhVreI/AAAAAAAAAHw/iEI_ekT2kOo/S220/ABCD0018.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7425885569806564661.post-4662946069995631937</id><published>2008-01-10T13:09:00.001+07:00</published><updated>2008-03-17T00:55:07.771+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen keuangan'/><title type='text'>Berhentilah Merokok, Demi Hari Tua Anda</title><content type='html'>Dikutip Ulang Dari : &lt;a href="http://www.keuanganpribadi.com/"&gt;http://www.keuanganpribadi.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam artikel sebelumnya mengenai New Year Resolution, saya telah menyebutkan 10 resolusi yang paling popular. Salah satunya adalah berhenti merokok. Dalam kesempatan ini saya akan membahas secara khusus mengenai kebiasaan merokok, dari sisi finansial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin para perokok tidak sadar bahwa merokok itu adalah kebiasaan yang harus dibayar mahal. Mengapa? Karena merokok itu dapat menyebabkan kecanduan. Begitu Anda kecanduan rokok, kalau tidak merokok, rasanya beda. Oleh karena itu Anda akan terus-menerus mengkonsumsi rokok.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asumsi saja dalam sehari, perokok mengkomsumsi 1 kotak rokok yang harganya Rp. 8.000,-. Dalam satu bulan, uang yang dikeluarkan untuk membeli rokok adalah 30 dikali Rp. 8.000, yaitu Rp. 240.000,-. Dalam setahun, perokok akan menghabiskan uang sebesar Rp. 2.880.000,- untuk kebiasaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dari sisi uang, perokok juga harus membayar mahal dalam hal kesehatannya. Pemerintah sudah memberikan peringatan, dan peringatan ini sudah dicantumkan di setiap iklan rokok, bahkan dalam rokoknya itu sendiri. “Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin.” Hasil penelitian telah menunjukan bahwa merokok dapat menyebabkan banyak penyakit yang berbahaya. Pada saat perokok jatuh sakit karena kebiasaannya, mereka harus membayar jutaan untuk berobat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang bayangkan apabila perokok bisa menghentikan kebiasaan merokoknya. Artinya perokok tidak perlu mengeluarkan Rp. 240.000,- setiap bulannya untuk membayar rokok. Uang yang dihemat ini dapat diinvestasikan ke reksa dana. Kita asumsikan tingkat kembalian reksa dana 20% per tahun. Apabila umur perokok sekarang adalah 30 tahun dan ingin pensiun pada umur 55 tahun. Dengan menginvestasikan secara rutin Rp. 240.000,- per bulan selama 25 tahun, maka orang tersebut akan mendapatkan hasil sebesar Rp. 2.036.468,810-. Hasilnya sebesar dua milyar!!! Luar Biasa!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Anda memiliki kebiasaan merokok, manakah yang Anda pilih?&lt;br /&gt;1. Hari tua yang sakit-sakitan dan tidak memiliki uang.&lt;br /&gt;2. Hari tua yang sehat dan memiliki uang 2 Milyar untuk biaya pensiun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Anda memilih yang nomor 2, jangan ragu lagi. Berhentilah merokok dan investasikan uang yang biasanya Anda gunakan untuk membeli rokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB: Perhitungan hasil investasi pada contoh diatas menggunakan template excel yang saya sediakan dalam ebook “Tips dan Trik Membuat Rencana Keuangan Pribadi Menggunakan Excel”. Anda bisa mendapatkan template ini untuk menhitung rencana keuangan Anda apabila Anda membeli paket panduan pengelolaan keuangan saya yang dijual secara online hanya di:&lt;br /&gt;http://www.keuanganpribadi.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7425885569806564661-4662946069995631937?l=diedik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diedik.blogspot.com/feeds/4662946069995631937/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7425885569806564661&amp;postID=4662946069995631937&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/4662946069995631937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/4662946069995631937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diedik.blogspot.com/2008/01/lindungi-anak-remaja-anda-dari.html' title='Berhentilah Merokok, Demi Hari Tua Anda'/><author><name>Die-dit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12589251714219344561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/R4MBvfhVreI/AAAAAAAAAHw/iEI_ekT2kOo/S220/ABCD0018.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7425885569806564661.post-6502205425190744909</id><published>2008-01-09T03:25:00.002+07:00</published><updated>2008-03-17T01:04:18.601+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen keuangan'/><title type='text'>Cara Pandang Cerdas dalam Mengambil Keputusan Keuangan</title><content type='html'>Dikutip dari : &lt;a href="http://www.keuanganpribadi.com/"&gt;http://www.keuanganpribadi.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila melihat dari sudut padangan keuangan keluarga, sebagian besar dari Anda sudah memiliki pengalaman yang panjang. Dan tentunya sebagain dari Anda juga melakukan kesalahan. Mungkin saja, Anda masih merasa kesal dengan keputusan yang diambil berhubungan dengan investasi saham. Misalkan, saham A yang Anda miliki, Anda jual dengan harga Rp 2000. Tetapi 1 minggu kemudian harga saham A melonjak sangat tinggi, sampai mencapai Rp 3.000.&lt;br /&gt;Walau keputusan itu dirasa sangat menyakitkan,&lt;div class="fullpost"&gt; tapi kesalahan ini tidaklah fatal bila dikaitkan dengan keuangan keluarga —akan tetapi hal ini mungkin saja tidak bisa terhindari walau oleh seoarang analis terbaik di pasar modal sekalipun. Akan tetapi beberapa kesalahan —yang ingin Anda hindari— bisa sangat membebani atau merusak tatanan keuangan keluarga yang telah dibangun. Di bawah ini kami memberikan beberapa kesalahan yang mungkin dilakukan keluarga berkenaan dengan keuangan keluarga:&lt;br /&gt;Menginvestasi penghasilan yang Anda peroleh dari hasil kerja keras setiap bulan hanya karena iklan dan promosi yang menggiurkan—menjanjikan tingkat bunga tinggi dan risiko yang hampir bisa dibilang tidak ada.&lt;br /&gt;Membeli asuransi—life insurance—tidak sesuai dengan kebutuhan Anda. Anda membeli asuransi dengan pertanggungan yang terlalu kecil.&lt;br /&gt;Gagal dalam investasi sedini mungkin, untuk tujuan keuangan jangka panjang, misalnya biaya pendidikan anak atau dana pensiun.&lt;br /&gt;Untungnya kesalahan seperti di atas dapat Anda hindari dengan mengambil atau mempelajari beberapa pengetahuan dasar keuangan keluarga. Seperti halnya, keputusan untuk membeli asuransi, telah kami bahas bagaimana menghitung kebutuhan serta pentinganya asuransi bagi kelangsungan kehidupan keluarga bila terjadi hal-hal tak terduga. Atau untuk perencanaan jangka panjang, seperti dana pendidikan anak atau pensiun, kami juga sudah menjelaskan bagaimana menghitung kebutuhan tersebut dan mengapa menabung lebih dini, memberikan keuntungan yang lebih besar bagi Anda.&lt;br /&gt;Dalam kaitannya dengan kesalahan keputusan keuangan, khususnya investasi, kami mencoba memberikan beberapa pandangan dan langkah untuk berjaga-jaga, agar keputusan yang Anda ambil tidak malah merusak keadaan keuangan keluarga di masa datang. Hal ini berkaitan dengan munculnya berbagai perusahaan “palsu” yang menawarkan investasi dengan tingkat keuntungan tinggi dan dijamin dengan risiko yang bisa dibilang tidak ada.&lt;br /&gt;Aturan Usang yang Dilupakan&lt;br /&gt;Banyak aturan yang sudah lama beredar di masyarakat dan sudah sangat jelas kebutuhannya, tapi hal ini sering kali diabaikan dan terlupakan. Misalnya, bila Anda ingin membeli produk investasi –lakukan investigasi dan analisa. Cobalah untuk mencari tau siapa orang-orang yang berhubungan dengan Anda, apalagi bila Anda mempercayai mereka dengan menempatkan dana dalam jumlah yang besar. Satu hal penting lain adalah mempelajari seluk-beluk bisnis yang dilakukan, seperti halnya kasus QSAR beberapa waktu lalu yang banyak merugikan masyarakat. Jangan pernah menanda tangani surat kecuali Anda sudah membaca dan mempelajarinya.&lt;br /&gt;Kata-kata peringatan ini terdengar cukup keras dan terlalu curiga. Kebanyakan orang sudah terbiasa mempercayai orang lain, terutama bila berkaitan dengan keuangan keluarga. Mempelajari dan melakukan analisa yang berhubungan dengan investasi atau keputusan investasi terdengar sangat banyak memakan waktu dan membosankan. Akan tetapi dengan melakukan hal di atas, awalau hanya sebatas pengetahun dasar, langkah ini dapat menyelamatkan keuangan keluarga Anda di masa datang.&lt;br /&gt;Kenali Perilaku Keuangan Anda&lt;br /&gt;Bila Anda mengikuti perkembangan investasi atau penelitian berkenaan dengan investasi, ternyata prilaku keuangan sangat berperan dalam pengambilan keputusan seseorang mengenai investasi. Terkadang sikap atau keputusan itu mengakibatkan kerugian bagi investor. Sebetulnya, sebelum pengambilan keputusan keuangan, hal ini akan sangat dipengaruhi oleh prilaku emosi atau pengetahuan Anda berkenaan dengan investasi. Dengan mengikut sertakan emosi dalam pengambilan keputusan keuangan yang Anda lakukan tanpa sadar terkadang malah mengakibatkan kerugian.&lt;br /&gt;Overconfidence (percaya diri yang berlebihan) misalnya, merupakan salah satu prilaku emosi yang dapat mengakibatkan kerugian dalam berinvestasi. Kita adalah investor individu, dengan keterbatasan waktu dan pengetahuan membuat kita menjadi sangat rentan akan kerugian dalam berinvestasi. Walau seorang analis handal di bursa saham pun masih sering melakukan kesalahan dalam berinvestasi. Jadi tingkat percaya diri yang berlebihan membahayakan Anda dan tentunya keuangan Anda di masa datang.&lt;br /&gt;Keserakahan atau greed dapat diartikan sebagai tingkat kepercayaan yang terlalu tinggi terhadap pasar modal maupun sarana investasi lain dan hal ini sangat berbahaya terhadap kesehatan keuangan keluarga Anda.&lt;br /&gt;Bila investasi di saham banyak orang yang sangat yakin dan hanya terfokus pada tingkat pengembalian yang diharapkan dan melupakan risiko yang juga terkandung di dalamnya. Mungkin hal ini juga terjadi dengan para investor yang menanamkan uangnya di PT. QSAR, di mana mereka hanya melihat satu sisi mata koin investasi dan terfokus dengan tingkat pengembalian yang fantastis dan melupakan bahwa sebenarnya bisnis agrobisnis juga mungkin mengalami kerugian, malah Bob Sadino mengatakan, berinvestasi di agrobisnis harus siap mengalami kerugian.&lt;br /&gt;Setelah semuanya menjadi bubur, uang investasi masyarakat yang jumlahnya tidak kurang dari Rp.500 miliar menguap, investor baru sibuk menanyakan uang investasinya.&lt;br /&gt;Menurut hemat kami, Anda sebagai individu harus sadar dan melihat kedua sisi mata uang investasi. Tingkat pengembalian tinggi pastinya diimbangi dengan tingkat resiko yang sesuai. Jangan mudah terbuai hanya dengan bujukan atau rayuan penjual tapi pelajari dan telaah terlebih dahulu, jangan mengambil keputusan hanya berdasarkan emosi Anda.&lt;br /&gt;Satu hal yang sering kali membuat kegagalan dalam berinvestasi atau mencapai tujuan keuangan keluarga, menurut hemat kami, adalah kegagalan dan melaksankan langkah terakhir yaitu melaksanakan perencanaa yang telah dibuat.&lt;br /&gt;Mereka membuat sebuah perencanaan yang komprehensif dan memakan waktu yang panjang, akan tetapi mereka lupa untuk melakukan satu hal selanjutnya, yaitu melaksanakan perencanaan tersebut. Beberapa dari mereka sudah menghitung kebutuhan investasi untuk tujuan dana pendidikan anak mereka, tapi mereka tidak melakukannya. Prilaku seperti ini sangat sering terjadi, di mana mereka sering menunda-nunda untuk melaksanakan perencanaan. Mereka mengatakan, besok, minggu depan saya lagi sibuk atau bermacam alasan lain. Kebiasaan untuk menunda-nunda pelaksanaan sebuah perencanaan dapat berakibat fatal untuk keuangan keluarga di masa datang.&lt;br /&gt;Menjaga Diri Dari Penjual Mimpi&lt;br /&gt;Perekonomian Indonesia yang masih kurang baik, bisa menjadi penyebab banyaknya bermunculan berbagai tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan yang berlipat ganda dengan “nol” risiko. Banyak masyarakat yang tergiur dengan tawaran investasi jenis ini, keuntungan berlipat dalam waktu singkat.&lt;br /&gt;Kami sebagai perencana keuangan keluarga sangat mengharapkan agar Anda sebagai konsumen waspada akan hal ini, teliti sebelum membeli. Karena banyak dari tawaran itu hanya berupa pepesan kosong. Mengharapkan keuntungan berlipat ganda dalam waktu singkat, yang didapat hanyalah kerugian dan dapat mengakibatkan kerusakan tatanan keuangan keluarga yang sudah terbangun.&lt;br /&gt;Beberapa hal bisa Anda lakukan guna menjaga penghasilan yang Anda dapatkan dari hasil kerja keras setiap bulan dari penjualan investasi hanya memberikan mimpi.&lt;br /&gt;Diversifikasi&lt;br /&gt;Dalam hal ini bukannya mengalokasikan dana yang Anda miliki dalam beberapa jenis aset atau dari kelompok aset yang sama dalam jenis yang berbeda, akan tetapi lebih melihat dari penempatan pada beberapa perusahaan investasi.&lt;br /&gt;Dalam beberapa hal, para penjual investasi dari perusahaan sekuritas bisa saja memberikan janji bahwa fund yang ada di perusahaan tersebut pasti memberikan keuntungan kepada Anda. Tapi ingat bahwa tidak ada yang pasti dalam berinvestasi. Kecuali bila Anda menginvestasikan dalam bentuk tabungan yang masih dijamin oleh pemerintah. Itu juga bila terjadi likuidasi terhadap bank, memerlukan waktu yang cukup lama bagi Anda untuk mendapatkan kembali dana yang dimiliki.&lt;br /&gt;Satu hal penting dalam menjaga diri Anda dari investasi penjual mimpi adalah menahan diri Anda. Perusahaan investasi penjual mimpi selalu melakukan promosi atau iklan di berbagai media masa, baik cetak maupun TV. Semua ini mereka lakukan untuk dapat merekrut investor sebanyak-banyak. Hal ini yang pernah dilakukan oleh Gee Cosmos, di mana mereka melakukan iklan hampir di semua media cetak unggulan yang ada di Jakarta. Memang tidak ada langkah yang pasti untuk dapat mengatasi hal ini. tapi beberapa hal di bawah ini dapat Anda lakukan sebelum Anda mengambil keputusan berkaitan dengan berbagai tawaran investasi yang belum Anda kenal:Pelajari terlebih dahulu setiap tawaran investasi. Jangan terlalu terpengaruh oleh gencarnya iklan yang dilakukan di mana-mana. Yang paling penting adalah apakah Anda menguasai “the rule of the game”. Jangan berinvestasi sebelum Anda memang betul-betul mengerti cara kerja dari investasi tersebut. Ingat, risiko investasi bisa ditekan bila Anda memang menguasai seluk-beluk investasinya.&lt;br /&gt;Bila Anda sudah menguasai cara kerjanya, perhatikan apakah Anda bisa setiap saat memantau atau memonitor perkembangan investasi yang Anda lakukan. Bila sangat sulit untuk memperoleh informasi mengenai perkembangan investasi yang Anda lakukan maka jangan lakukan pola investasi tersebut.&lt;br /&gt;Perhatikan kredibilitas dan bonafiditas dari perusahaan yang menawarkan investasi tersebut. Sebuah perusahaan yang memberikan tawaran investasi kepada masyarakat seharusnya memiliki kredibilitas dan bonafiditas yang baik. Terkadang masyarakat hanya melihat kredibilitas sebuah perusahaan saja akan tetapi tidak mengetahui serta mengenal investasi yang dipilih.&lt;br /&gt;Akhir kata, berhati-hatilah dalam menggunakan atau mengalokasikan pendapatan bulanan Anda. Jangan mudah terbujuk dan menyesalinya kemudian. Semoga ulasan kali ini banyak memeberikan masukan kepada Anda semua. end&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diambil dari Harian Umum Sore Sinar Harapan Rubrik PERENCANAAN KEUANGAN. Rubrik ini diasuh oleh Tim Indonesia School of Life (ISOL) yakni Andrias Harefa, Roy Sembel, M. Ichsan, Heru Wibawa, dan Parpudi Lubis.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7425885569806564661-6502205425190744909?l=diedik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diedik.blogspot.com/feeds/6502205425190744909/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7425885569806564661&amp;postID=6502205425190744909&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/6502205425190744909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/6502205425190744909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diedik.blogspot.com/2008/01/cara-pandang-cerdas-dalam-mengambil.html' title='Cara Pandang Cerdas dalam Mengambil Keputusan Keuangan'/><author><name>Die-dit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12589251714219344561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/R4MBvfhVreI/AAAAAAAAAHw/iEI_ekT2kOo/S220/ABCD0018.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7425885569806564661.post-1194995795192688642</id><published>2008-01-09T02:51:00.001+07:00</published><updated>2008-03-17T00:16:00.607+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Strategi Investasi'/><title type='text'>Adakah Investasi Profit Tinggi Tanpa Risiko?</title><content type='html'>http://www.Keuanganpribadi.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran Berharga dari Investasi bagi Hasil PT. Qurnia Subur Alam Raya&lt;br /&gt;Hukum yang sangat popular dalam sektor investasi, menyatakan bahwa high risk high return, ternyata tidak selamanya diterima oleh masyarakat apalagi mereka yang sekedar tau mengenai investasi.&lt;br /&gt;Beberapa minggu ini (tulisan ini dibuat pada tahun 2002), banyak sekali diberitakan oleh media masa mengenai kebangkrutan PT. Qurnia Subur Alam Raya (QSAR) yang merugikan lebih dari 6000 investor dengan jumlah dana yang diinvestasikan tidak kurang dari Rp.500 miliar. Keinginan untuk mendapatkan profit tinggi, ternyata yang didapat malah kerugian bahkan kehilangan modal ditempatkan.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;PT. QSAR merupakan salah satu dari lebih kurang 45 perusahaan yang bergerak dalam agrobisnis yang menawarkan investasi bagi hasil bagi investor yang tertarik. Umumnya tingkat pengembalian yang ditawarkan di luar akal sehat, jauh lebih tinggi dari tingkat pengembalian tabungan maupun deposito.&lt;br /&gt;Dalam klausal kerja sama yang dikeluarkan, PT. QSAR selalu menjanjikan tingkat pengembalian antara 15-20 persen/bulan. Ditambah lagi bahwa investor tidak akan pernah kehilangan dananya walau perusahaan dalam hal ini gagal panen (keuntungan dalam bisnis di sektor agrobisnis sangat tergantung dengan keberhasilan panen). Kerugian mungkin bila terjadi bencana di mana itu semua di luar dari kuasa manjemen.&lt;br /&gt;Menurut penuturan beberapa investor yang menginvestasikan dananya, dalam beberapa bulan pertama mereka menempatkan uang, PT. QSAR selalu memberikan keuntungan setiap bulan. Dari pengalaman itu mereka selalu saja menambah dana yang ditempatkan dan mengajak banyak orang, baik saudara maupun teman sejwat untuk juga ikut menginvestasikan dana di PT. QSAR. Tanpa diduga sebelumnya, PT. QSAR dinyatakan bangkrut di bulan Mei 2002, yang mengakibatkan hampir semua dana yang dikelola tidak dapat dikembalikan. Keuntungan yang diharapkan tidak kunjung datang, apalagi dana yang ditempatkan.&lt;br /&gt;Fenomena investasi seperti ini selalu terulang lagi di Indonesia. Masyarakat kita tidak belajar dari berbagai investasi yang menjerumuskan sebelumnya. Di masa-masa krisis, berbagai bentuk investasi yang tidak masuk akal tumbuh subur bagai jamur di musim penghujan. Sebenarnya, kemungkinan apa saja yang dapat menyebabkan tumbuh suburnya investasi yang menawarkan tingkat pengembalian fantastis tanpa risiko?&lt;br /&gt;Investasi ”Pepesam Kosong”&lt;br /&gt;Kondisi perekonomian yang tidak kunjung pulih dari krisis, menyebabkan masyarakat khususnya yang berduit untuk mencari alternatif investasi. Investasi dengan tingkat pengembalian tinggi menjadi sangat digemari oleh masyarakat berduit walau banyak kejadian di mana perusahaan sejenis hanyalah memberikan janji bukan bukti. Mungkin dalam jangka waktu pendek masih dapat memenuhi janjinya tapi dalam jangka panjang bagaimana?&lt;br /&gt;Karena kebanyak dari jenis investasi seperti ini hanyalah ”gali lubang tutup lubang” yaitu memberikan hasil keuntungan dari dana yang disetor oleh investor yang masuk belakangan. Sehingga sampai suatu waktu di mana perusahaan tidak dapat lagi mengatasi kebutuhan akan uang tunai yang pada akhirnya bangkrut dan merugikan banyak orang atau investor.&lt;br /&gt;Ditambah lagi dengan belum pulihnya sektor perbankan yang menjadi salah satu perantara masyarakat dengan investasi. Dengan banyaknya pelajaran yang diambil di masa krisis di mana bank bisa dilikuidasi dan mengalami kebangkrutan menyebabkan banyak orang yang menjadi takut untuk menempatkan danannya di bank. Walau pemerintah sampai saat ini masih memberlakukan jaminan dana yang ditempatkan di bank, tapi bila melihat kejadian bank yang dilikuidasi sulit untuk mendapatkan uang yang Anda tabung kembali.&lt;br /&gt;Sektor investasi yang lain adalah pasar modal. Di masa krisis yang melanda Indonesia, kegiatan investor yang bermain di pasar modal semakin menurun setiap waktu, bukan hanya investor asing tapi juga sudah menular ke para investor lokal. Para pemodal mencari alternatif investasi yang dapat memenuhi keinginan mereka. Penurunan animo masyarakat terhadap pasar modal diakibatkan juga oleh penyimpangan-penyimpangan yang terjadi di pasar modal yang secara langsung merugikan masyarakat pemodal.&lt;br /&gt;Demikianlah beberapa kemungkinan yang menyebabkan tumbuh suburnya investasi yang menawarkan mimpi. Masyarakat kita yang kurang belajar serta emosi dan ketamakan dalam berinvestasi dapat mengakibatkan kerugian yang disesali kemudian.&lt;br /&gt;Kebutuhan Akan Pengetahuan&lt;br /&gt;Kejadian PT. QSAR yang mengakibatkan lebih dari 6000 investor yang dirugikan, haruslah diambil pelajaran serta hikmahnya. Berpangku tangan hanya kepada pemerintah tidaklah cukup. Anda sebagai individu yang berpendidikan sudah seharusnyalah Anda mempertimbangkan masak-masak sebelum kerugian menimpa Anda. Ada beberapa indikasi atau pengetahun yang Anda butuhkan sebelum Anda memutuskan untuk berinvestasi. Antara lain:&lt;br /&gt;Anda sebagai pemodal haruslah berhati-hati dalam memilih investasi yang diinginkan. Jangan mudah terperangkap atau terbujuk dengan investasi penjual mimpi, yang sebenarnya sangat tidak wajar dan tidak masuk akal. Bayangkan saja, tingkat pengembalian yang ditawarkan sangatlah tinggi, jauh melebihi tingkat suku bunga yang ditawarkan sektor perbankan.&lt;br /&gt;Anehnya, orang masih saja percaya dengan hal-hal yang spektakuler walau tidak masuk akal. Seakan terhipnotis mereka berbondong-bondong menyetorkan dananya dengan harapan mendapatkan pengembalian tinggi.&lt;br /&gt;Satu hal yang banyak dilupakan oleh para individu adalah risiko. Dengan tingkat pengembalian yang spektakuler, masyarakat melupakan satu mata koin penting lainnya, yaitu risiko. Di mana hukum investasi menyatakan bahwa dengan tingkat risiko tinggi maka tingkat pengembaliannya juga tinggi.&lt;br /&gt;Dalam hal PT.QSAR, di mana dengan tingkat pengembalian yang spektakuler terlihat membuat buta sebagian masyarakat untuk tetap menempatkan dananya di sana dan melupakan satu poin penting lain, risiko. Padahal banyak sekali hal-hal yang perlu Anda perhatikan sebelum mengambil keputusan untuk berinvestasi. Jangan latah dalam mengambil keputusan berkaitan dengan investasi, jangan sampai untung yang diharap, buntung yang datang.&lt;br /&gt;Dalam mengambil keputusan investasi Anda perlu melakukan penelaahan sehingga keputusan yang diambil dapat memenuhi keinginan Anda. Satu hal yang sangat janggal dalam pengelolaan bisnis PT. QSAR adalah bentuk pendanaanya.&lt;br /&gt;Logika akal sehat akan mempertanyakan, mengapa pengelola atau pemilik usaha mencari dana yang lebih mahal dari masyakarat (harus memberikan tingkat pengembalian di atas 50 persen), sementara suku bunga kredit bank hanyalah berada di bawah 25 persen? Kejanggalan ini sepertinya tidak diambil pusing oleh masyarakat pemodal. Yang ada dalam benak mereka hanyalah keuntungan fantastis dalam waktu pendek.&lt;br /&gt;Hal lain yang perlu diperhatikan dan dipelajari dengan benar adalah jangan mudah terpengaruh karena perkataan atau pernyataan seseorang.&lt;br /&gt;Dalam hal PT. QSAR, banyak para pejabat dan tokoh politik yang turut mendukung (walau secara tidak langsung) dengan ikut datang dalam peresmian serta peninjauan bisnis yang dilakukan. Mereka-mereka ini dipakai sebagai salah satu ajang promosi sehingga pengelola mendapatkan kepercayaan melalui kejadian ini.&lt;br /&gt;Dengan tumbuhnya kepercayaan masyarakat, maka dengan sangat mudah bagi pengelola untuk mendapatkan aliran dana dari masyarakat guna menunjang usahanya. PT. QSAR sangat sukses dalam menggunakan strategi ini, di mana masyarakat berbondong-bondong menempatkan dananya yang menurut pemberitaan totalnya lebih dari Rp.500 miliar. Dalam hal ini, masyarakat pemodal sangat tidak rasional dan menjadi seorang pemimpi.&lt;br /&gt;Pengetahuan akan investasi yang Anda pilih menjadi sangat penting bagi keuangan Anda di masa depan. Salah satu faktor yang perlu pertimbangan dalam-dalam adalah memahami bagaimana pengelola investasi dapat memberikan tingkat pengembalian serta dana yang Anda tempatkan di saat waktu jatuh tempo. Dalam hal ini Anda sebagai pemodal harus menanyakan arus kas yang dilakukan oleh pengelola investasi.&lt;br /&gt;Sebagai pemodal Anda harus mengetahui bagaimana dana Anda dikelola untuk mendapatkan arus kas bagi keuntungan Anda. arus kas ini sangat diperlukan agar Anda mendapatkan keuntungan yang Anda harapkan, bukannya kerugian atau kehilangan.&lt;br /&gt;Salah satu hal lain adalah prospektus. Sebagai sebuah perusahaan yang mengumpulkan dana masyarakat maka sudah seharusnya mereka memberikan penjelasan mengenai bisnis yang dilakukan. Informasi yang harus diberikan mulai dari rencana penggunaan dana yang terkumpul, bagaimana dana tersebut dioperasikan, bagaimana mekanisme penggunaannya, apa saja risiko yang terkandung, berapa besar potensi keuntungannya, dan lainnya. Dalam hal ini PT. QSAR tidak melakukan hal ini, yang ada hanyalah saling percaya antara pengelola dan Anda sebagai pemodal.&lt;br /&gt;Hikmah dan Pelajaran&lt;br /&gt;Dalam melihat dan menelaah kejadian bangkrutnya PT. QSAR yang beberapa minggu ini menjadi berita utama hampir di semua media cetak, kita sebagai masyarakat harus dapat mengambil pelajaran serta hikmah dari semua kejadian ini. Jangan sampai kejadian yang merugikan banyak orang ini terulang dan mengakibatkan kerugian besar bagi pemodal.&lt;br /&gt;Sebagai masyarakat pemodal, Anda seharusnya jangan mudah untuk tergiur dan latah dalam melakukan investasi. Dengan iklan atau promosi yang jor-joran menawarkan sebuah investasi dengan keuntungan spektakuler berhati-hatilah, jangan sampai Anda terjerumus dalam investasi pepesan kosong.&lt;br /&gt;Filter utama yang harus Anda ketahui, jangan menggunakan emosi dalam mengambil keputusan berkenaan dengan investasi tapi gunakan perhitungan rasional dalam mengambil tindakan. Ketamakan masyarakat yang menginginkan tingkat pengembalian fantastis dalam waktu pendek dan tanpa risiko harus dapat diatasi oleh diri mereka sendiri. Bersikap rasionalah dalam mengambil keputusan investasi, apalagi yang menyangkut kelangsungan hiduap keluarga Anda.Dalam berinvestasi, Anda sebagai investor haruslah mempelajari seluk beluk investasi yang ingin Anda pilih. Pertimbangan serta pengambilan keputusan berdasarkan pengetahuan Anda akan jenis investasi tertentu harus dilakukan dan tentunya ketahui secara detail bagaimana investasi tersebut dioperasikan.&lt;br /&gt;Seperti halnya PT. QSAR, dari dana yang Anda setorkan, pengelola menginvestasikan dengan pola seperti apa, apakah hasil panen pertanian atau peternakan itu di ekspor? Kemana? Bagaimana bila gagal panen? Walau dijamin oleh pengelola, bagaimana bentuk jaminannnya? Serta perlu juga Anda mengentahui secara nyata bahwa tanah, tempat berkebun dan berternak haruslah Anda periksa dengan sesungguhnya.&lt;br /&gt;Nah akhirnya, Anda sebagai pemodal yang dalam jumlah kecil maupun yang besar pastinya memiliki apa yang biasa disebut dalam investasi toleransi Anda terhadap risiko.&lt;br /&gt;Ada masyarakat yang berani mengambil risiko tinggi tentunya dengan tingkat pengembalian yang tinggi pula. Anda yang berprilaku seperti ini biasanya disebut investor agresif. Dan ada klasifikasi lain yaitu, konservatif dan moderat. Seperti halnya PT. QSAR jelas bahwa ini merupakan investasi yang sangat tinggi risikonya. Mengapa? Karena dalam bisnis agrobisnis, keuntungan sangat dipengaruhi oleh keberhasilan dari panen.&lt;br /&gt;Dalam hal ini pengaruh alam menjadi faktor utama selain tentunya kejelian pengelola dalam memilih bahan pangan apa yang akan ditaman serta pengetahun pengelola mengenai agrobisnis. Sekali saja Anda mengalami gagal panen, maka sudah hilang semua uang yang Anda tempatkan. Harus diingat bahwa dalam berinvestasi selalu saja ada dua mata uang, yaitu tingkat pengembalian dan risiko. Keduanya tidak dapat dipisahkan.&lt;br /&gt;Demikianlah ulasan keuangan kali ini. Kami sangat prihatin atas segala kerugian yang dialami oleh para investor. Dalam kaitannya dengan ini, kami tidak dapat memberikan solusi tapi yang sudah seharunya kami lakukan adalah dengan memberikan gambaran serta menarik pelajaran dari kejadian bangkrutnya PT. QSAR. Semoga cukup bermanfaat. (*) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Diambil dari Harian Umum Sore Sinar Harapan Rubrik PERENCANAAN KEUANGAN. Rubrik ini diasuh oleh Tim Indonesia School of Life (ISOL) yakni Andrias Harefa, Roy Sembel, M. Ichsan, Heru Wibawa, dan Parpudi Lubis.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7425885569806564661-1194995795192688642?l=diedik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diedik.blogspot.com/feeds/1194995795192688642/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7425885569806564661&amp;postID=1194995795192688642&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/1194995795192688642'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/1194995795192688642'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diedik.blogspot.com/2008/01/adakah-investasi-profit-tinggi-tanpa.html' title='Adakah Investasi Profit Tinggi Tanpa Risiko?'/><author><name>Die-dit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12589251714219344561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/R4MBvfhVreI/AAAAAAAAAHw/iEI_ekT2kOo/S220/ABCD0018.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7425885569806564661.post-506994999291222937</id><published>2008-01-08T12:45:00.002+07:00</published><updated>2008-03-17T00:10:20.279+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen keuangan'/><title type='text'>“Wealth Management”, Pola Mengelola Orang Kaya</title><content type='html'>Dikuyip Dari: Keuangan Pribadi.com&lt;br /&gt;Bank nasional kini mulai melirik wealth management. Sasaran tembak mereka adalah orang-orang berduit. Barangkali ini merupakan kue yang amat lezat untuk diperebutkan oleh bank-bank nasional dewasa ini. Tetapi apa wealth management yang itu?&lt;br /&gt;Sesungguhnya wealth management bukan lagi produk baru bagi dunia perbankan. Wealth management merupakan produk perbankan yang khusus ditujukan kepada mereka yang memiliki banyak dana atau uang tetapi kurang begitu mengerti bagaimana harus mengembangkan atau membiakkannya. Untuk itu kelompok kaya ini diberi berbagai fasilitas khusus dan memadai. Sudah barang tentu juga layanan yang lebih pribadi baik bersifat perbankan maupun nonperbankan. Itu saja. Lalu apa bedanya dengan private banking? Ya sama saja. Begitu pula dengan preferred banking dan privillage banking.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kelompok menengah ke atas memang menjadi sasaran tembak untuk produk wealth management yang manis ini. Kelompok tersebut bisa pengusaha, pedagang, wiraswasta, dan eksekutif. Mengapa? Karena mereka dikategorikan memiliki penghasilan sebesar 50.000 dollar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 550 juta setahun. Oleh karena itu Anda yang masuk kategori ini tidak perlu cemas untuk mengembangkan dana atau uang Anda. Tinggal panggil customer service bank yang menjadi preferensi Anda. Dan bank bersangkutan akan segera menyambut, merencanakan, mengembangkan dan menjaga segala keinginan (wants) dan kebutuhan (needs) Anda.&lt;br /&gt;Dana atau uang Anda akan ditangani secara serius oleh wealth manager yang berpengalaman dalam membiakkan dana. Bersama dengan wealth manager, Anda akan diajak untuk mengenali (identify) keinginan dan kebutuhan finansial Anda sendiri. Hal ini dirancang sedemikian rupa sehingga sesuai dengan rencana pengembangbiakan dana Anda sendiri. Ringkasnya, nasabah akan dimanja dengan advis finansial sebelum sampai pada tahap investasi.&lt;br /&gt;Segera setelah itu dana tersebut dikembangkan dan diinvestasikan oleh wealth manager dalam berbagai bentuk portofolio antara lain deposito, reksadana, obligasi, dan produk- produk treasury. Ini merupakan tahap kedua.&lt;br /&gt;Tahap terakhir adalah menetapkan berbagai strategi untuk menjaga atau melindungi kekayaan (wealth) yang telah diperoleh. Salah satu strategi yang ditawarkan antara lain bergabung dengan bancassurance. Produk ini merupakan produk asuransi yang juga dipasarkan lewat kantor cabang bank yang merupakan saluran distribusi (distribution channel). Oleh karena itu hanya bank-bank pemilik banyak kantor cabang yang mampu mengembangkan produk ini dengan efektif.&lt;br /&gt;Ada produk lain yang tidak kalah menarik, yaitu unit link. Produk yang menjanjikan bukan saja perlindungan asuransi namun juga investasi. Inilah yang kini menjadi produk unggulan para perusahaan asuransi nasional bekerja sama dengan bank nasional. Perlindungan ini bukan saja terhadap kekayaan yang makin menggembung tetapi juga perlindungan terhadap nasabah dan keluarga. Dengan demikian muncul pula produk dana pensiun yang ditawarkan. Serba uenak, kan?&lt;br /&gt;Pemain&lt;br /&gt;Pemain di produk yang makin dilirik ini sesungguhnya masih dapat dihitung dengan jari kedua tangan. Sebut saja Bank Mandiri yang sedang meningkatkan wealth management, Bank BNI dengan private banking, dan Bank Niaga dengan preferred circle. Sudah dapat dipastikan bahwa bank asing nasional tidak mau kalah bersaing dengan bank nasional. Katakanlah Standard Chartered Bank, Jakarta telah menyelenggarakan talk show dengan tema WOW alias Wealth on Wealth Management pada 11 Oktober 2003 di Kafe Tenda Semanggi, Jakarta. Sebelumnya bank asing nasional ini menggeber informasi mengenai wealth management melalui berbagai harian.&lt;br /&gt;Konsep yang ditawarkan oleh bank asing nasional yang bertaraf internasional dan berpusat di London ini adalah merencanakan (plan), mengembangkan (grow), dan melindungi (secure). Gebrakan jitu bank tersebut mau tidak mau, cepat atau lambat akan menggegerkan bank asing nasional lainnya pada khususnya terlebih bank nasional pada umumnya. Dapat diduga bahwa produk yang menggiurkan ini akan menjadi rebutan bank-bank lainnya. Sangat umum dalam consumer banking, kalau suatu produk atau jasa sedang boom, maka bank-bank lain akan melirik, mempertimbangkan, dan ikut mengembangkannya. Dengan demikian persaingan di produk legit ini akan makin heboh dan menantang.&lt;br /&gt;Peluang bisnis&lt;br /&gt;Boleh disebut bahwa pemain di produk wealth management yang makin oye ini masih sedikit. Apa artinya? Artinya peluang bisnis di sektor ini masih sangat luas alias terbuka lebar. Pada prinsipnya pemain di produk wealth management ini lebih dituntut untuk mengembangkan layanan prima (service excellence) untuk memuaskan nasabah. Bukan hanya itu, intinya adalah untuk mempertahankan nasabah. Takut lari? Sudah tentu karena mempertahankan nasabah terkadang lebih sulit daripada mendapatkan nasabah baru.&lt;br /&gt;Oleh karena itu pemain lama apalagi pemain baru sudah seharusnya mempertimbangkan berbagai upaya untuk menciptakan nilai tambah (value creation). Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan nilai suatu produk atau jasa yang ditawarkan kepada nasabah kelas menengah ke atas. Salah satu faktor penting yang harus dikembangkan adalah teknologi informasi. Faktor yang satu ini dipercaya mampu meningkatkan layanan prima, kecepatan antaran (service delivery), dan tingkat layanan (service level) produk atau jasa.&lt;br /&gt;Peringatan&lt;br /&gt;Namun, rasanya bank nasional perlu mencermati hasil penelitian yang dilakukan oleh Boston Consulting Group. Sejak Januari 2000, kelompok milioner dunia telah kehilangan 5,3 triliun dollar AS sebagai akibat pasar keuangan dunia yang cenderung menurun. Jumlah itu bukan sedikit. Tidak berhenti di situ. Revenue dari wealth management telah terjun bebas sejak tahun 1999 sampai sebesar 14 persen.&lt;br /&gt;Penelitian ini dilakukan terhadap lebih dari 80 lembaga terkemuka yang menyelenggarakan wealth management di Amerika Utara, Eropa, dan Asia serta sejumlah kecil di Amerika Latin. Dikemukakan lebih lanjut bahwa permintaan yang terus meningkat terhadap wealth manager untuk segera melakukan revisi mengenai strategi investasi mereka di pasar-pasar mapan di Eropa dan Amerika Utara (GARP Risk Review, September/Oktober 2003).&lt;br /&gt;Berhati-hatilah nasabah&lt;br /&gt;Data itu mengandung arti apa? Artinya bank-bank penyelenggara produk wealth management sudah seharusnya lebih berhati-hati dalam mengelola, mengembangkan, dan melindunginya. Bagaimana kiatnya? Ya dengan menerapkan manajemen risiko sebagaimana mestinya. Sudah semestinya pula para nasabah belajar mengenal apa itu manajemen risiko secara singkat namun jelas dan terarah. Nasabah sudah selayaknya minta informasi mengenai berbagai jenis dan cara investasi (lihat Tabel 1). Sadarilah nasabah bahwa itu belum cukup. Lebih dari itu, nasabah sangat perlu untuk mengetahui dan mengerti berbagai risiko yang bakal dihadapi. Risiko besar atau kecil. Jangan lupa pepatah yang mengatakan high risk high return yang masih berlaku sampai saat ini.&lt;br /&gt;Sudah barang tentu para nasabah kelas paus ini jangan segan-segan minta berbagai informasi penting menyangkut pajak dan hukum terkait dengan berbagai portofolio. Informasi semacam ini akan menambah wawasan finansial mereka sehingga makin memudahkan pengambilan suatu keputusan untuk masuk ke suatu portofolio tertentu.&lt;br /&gt;Selain itu, satu hal yang barangkali perlu memperoleh perhatian dan pertimbangan khusus bagi nasabah adalah berusaha untuk belajar mengenali risk appetite masing-masing. Mengapa perlu? Karena masing-masing nasabah memiliki risk appetite yang berbeda satu sama lain. Tidak semua nasabah menjadi risk taker sejati sekalipun dana atau uangnya berjibun.&lt;br /&gt;Yang tidak kalah penting adalah kiat memilih bank tempat dana nasabah akan disimpan dan dikembangkan lebih jauh (lihat Tabel 2). Dengan mengetahui dan memahami berbagai hal mengenai produk wealth management ini dari bagaimana produk itu dirancang dan direncanakan untuk dikembangbiakkan melalui berbagai jenis investasi beserta risiko yang melekat di dalamnya sampai dengan perlindungan yang akan diperoleh, nasabah akan mampu tidur pulas.&lt;br /&gt;Tak dapat disangkal lagi bahwa produk wealth management ini akan makin marak dan digemari di masa mendatang. Produk ini bagaikan kue yang gurih dan manis bukan saja bagi bank yang bergairah untuk mencicipinya tetapi juga bagi nasabah kelas menengah ke atas. Dengan demikian akan tercipta win win antara nasabah dan bank bersangkutan dalam menangani dana besar itu yang dipercayakan. Tunggu apalagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari Kompas edisi 26 Februari 2004. Ditulis oleh Paul Sutaryono, Pengamat dan Praktisi Perbankan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7425885569806564661-506994999291222937?l=diedik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diedik.blogspot.com/feeds/506994999291222937/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7425885569806564661&amp;postID=506994999291222937&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/506994999291222937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7425885569806564661/posts/default/506994999291222937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diedik.blogspot.com/2008/01/wealth-management-pola-mengelola-orang.html' title='“Wealth Management”, Pola Mengelola Orang Kaya'/><author><name>Die-dit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12589251714219344561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_JIWAFAgiR8A/R4MBvfhVreI/AAAAAAAAAHw/iEI_ekT2kOo/S220/ABCD0018.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7425885569806564661.post-1841379573518912273</id><published>2007-12-18T14:54:00.002+07:00</published><updated>2008-03-27T00:35:37.143+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen keuangan'/><title type='text'>Lima Tahap Perencanaan Keuangan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a title="Permanent Link: 5 Tahap Perencanaan Keuangan(1)" href="http://www.keuangan-pribadi.com/5-tahap-perencanaan-keuangan1/"&gt;5 Tahap Perencanaan Keuangan (1)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dikutip Dari : &lt;a href="http://www.keuanganpribadi.com/"&gt;http://www.keuanganpribadi.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Siapa sih yang tidak mau hidup sejahtera, terbebas dari masalah keuangan? Hal ini dapat Anda capai melalui perencanaan keuangan.&lt;br /&gt;Bagaimana caranya? Ada 5 tahap penting yang perlu Anda lakukan dalam perencanaan keuangan, yaitu:&lt;br /&gt;1. Menentukan Tujuan Keuangan.2. Menganalisa Kondisi Keuangan Sekarang.3. Membuat Rencana Keuangan.4. Melakukan Implementasi Dari Rencana Keuangan.5. Monitor dan Evaluasi Berkala.&lt;br /&gt;Masing-masing tahap akan saya bahas dalam artikel yang terpisah. Dalam kesempatan ini saya akan membahas secara detail mengenai tahap pertama.&lt;br /&gt;Menentukan Tujuan Keuangan.&lt;br /&gt;Dalam buku “7 Habits of Highly Efective People”, Steven R. Covey menyebutkan bahwa salah satu kebiasaan orang yang efektif adalah “Memulai dari Akhir”. Kebiasaan ini juga kita terapkan untuk perencaaan keuangan kita. Sejak tahap pertama kali merencanakan keuangan, kita harus menentukan apa sih tujuan terakhir yang kita inginkan dari uang kita.&lt;br /&gt;Mengapa harus memulai dari tujuan? Analoginya adalah seperti ini. Bayangkan bila kebetulan Anda memiliki waktu luang di hari Minggu, dan Anda hendak menghabiskannya di luar rumah. Awalnya Anda masih tidak memiliki tujuan yang jelas, yang penting bagi Anda adalah jalan-jalan di luar rumah saja. Jadi Anda keluar dari rumah, mengendarai mobil Anda tanpa arah yang pasti. Nah, di tengah jalan tiba-tiba baru Anda kepikir, oh iya minggu lalu saya ingin ke Mall A untuk membeli sesuatu. Namun karena Anda sudah menghabiskan banyak waktu untuk jalan-jalan tanpa tujuan, apalagi kalau posisi Anda sekarang justru lebih jauh dari Mall A, Anda akan membutuhkan lebih banyak waktu untuk menuju Mall A.&lt;br /&gt;Lain ceritanya bila sejak awal Anda masuk ke mobil, Anda sudah memiliki tujuan. “Saya ingin ke Mall A”. Pada saat itu juga Anda akan “merencanakan” jalan mana yang paling cepat untuk menuju ke Mall A. Anda akan tiba ke Mall A jauh lebih cepat daripada cerita sebelumnya.&lt;br /&gt;Begitu pula ceritanya dengan keuangan kita. Apabila sejak awal kita sudah menentukan apa saja sih tujuan yang ingin kita capai dengan uang yang kita miliki, kita dapat membuat rencana keuangan yang sesuai, mengimplementasikannya sehingga akhirnya tujuan kita bisa tercapai dalam waktu yang lebih cepat.&lt;br /&gt;Apa saja sih tujuan keuangan? Berikut adalah tujuan-tujuan keuangan jangka panjang:1. Dana untuk membiayai pensiun dengan gaya hidup yang diinginkan.2. Dana untuk membiayai pendidikan anak.3. Perlindungan keluarga dari resiko finansial.4. Warisan untuk anak.5. Penghematan pajak.&lt;br /&gt;Selain itu, juga ada tujuan-tujuan keuangan untuk jangka pendek, seperti:1. Membeli asset seperti rumah, mobil, elektronik, dan lain-lain.2. Rencana liburan akhir tahun.&lt;br /&gt;Ingat, kita harus SMART dalam menentukan tujuan keuangan kita. Spesifik, Measurable, Achievable, Realistik dan Time-Frame.&lt;br /&gt;1. Spesifik artinya kita harus dapat membayangkan tujuan kita secara detail. Misalkan untuk dana pendidikan anak, kita harus sudah dapat memperkirakan ke universitas mana anak kita akan mengambil gelar sarjana. Untuk dana pensiun kita harus sudah dapat membayangkan bagaimana kehidupan yang kita inginkan pada saat kita tua nanti.&lt;br /&gt;2. Measurable artinya dapat diukur, dalam hal ini alat ukurnya adalah mata uang. Misalkan saja kita ingin membuat rencana untuk liburan akhir tahun, kita harus memperkirakan berapa banyak uang yang akan dibutuhkan untuk liburan kita nanti.&lt;br /&gt;3. Achievable berarti dapat kita capai. Agar tidak menjadi pungguk yang merindukan bulan, sebaiknya tujuan keuangan disesuaikan dengan kemampuan keuangan kita.&lt;br /&gt;4. Realitik berarti tujuan kita masuk akal, bukan merupakan khayalan yang tidak dapat diwujudkan dalam dunia nyata.&lt;br /&gt;5. Time Frame berarti kita harus memiliki jangka waktu yang jelas untuk mencapainya. Misalkan saja untuk dana pendidikan anak, kita harus tahu jelas kapan sang anak akan masuk ke universitas. Untuk rencana pensiun kita harus tahu pada umur berapa kita akan pensiun.&lt;br /&gt;Tuliskanlah tujuan-tujuan keuangan yang Anda inginkan pada kertas, dan kemudian baca kembali tulisan Anda. Beri nomor urut pada tujuan-tujuan tersebut berdasarkan hal mana yang paling penting untuk Anda. Misalkan Anda menganggap anak Anda paling berharga untuk Anda, mungkin saja Anda memberikan nomor satu untuk dana pendidikan anak, kemudian nomor dua untuk perlindungan keluarga dari resiko finansial.&lt;br /&gt;Mengapa perlu memberi nomor urut pada tujuan finansial? Karena keterbatasan pendapatan, ada kemungkinan kita TIDAK BISA mewujudkan seluruh tujuan finansial kita. Jadi kita hanya bisa memilih tujuan mana yang paling penting untuk kita. Untuk itulah gunanya nomor urut. Nantinya dalam membuat rencana, kita akan memulai dari tujuan yang paling penting. Tujuan dengan nomor urut satu. Setelah rencana untuk tujuan pertama ini bisa tercapai, dan masih ada uang tersisa, baru kita membuat rencana untuk tujuan kedua. Dan begitu seterusnya.&lt;br /&gt;Sekian artikel dari saya untuk kesempatan kali ini. Untuk mendapatkan panduan lengkap mengenai mengelola keuangan pribadi atau keluarga, silahkan kunjungi:&lt;a href="http://www.keuanganpribadi.com/"&gt;http://www.keuanganpribadi.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="Permanent Link: 5 Tahap Perencanaan Keuangan(2)" href="http://www.keuangan-pribadi.com/5-tahap-perencanaan-keuangan2/"&gt;5 Tahap Perencanaan Keuangan (2)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam email sebelumnya, saya telah membahas bahwa dalam proses perencanaan keuangan, kita perlu melalui 5 tahap penting, yaitu:1. Menentukan Tujuan Keuangan.2. Menganalisa Kondisi Keuangan Sekarang.3. Membuat Rencana Keuangan.4. Melakukan Implementasi Dari Rencana Keuangan.5. Monitor dan Evaluasi Berkala.&lt;br /&gt;Minggu lalu saya telah membahas mengenai tahap pertama (menentukan tujuan keuangan). Dalam kesempatan ini, saya akan membahas tahap kedua dari perencanaan keuangan, yaitu Menganalisa Kondisi Keuangan Sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menganalisa Kondisi Keuangan Sekarang&lt;br /&gt;Pernahkah Anda melihat denah informasi di pusat perbelanjaan? Biasanya denah ini menggambarkan struktur dari bangunan yang bersangkutan beserta daftar nama toko yang beroperasi di pusat perbelanjaan tersebut.&lt;br /&gt;Nah, tahukah Anda apa salah satu unsur dari denah tersebut yang paling penting buat Anda? Setiap kali Anda melihat denah, Anda harus mencari tanda “ANDA SEDANG BERADA DISINI“. Dengan adanya tanda tersebut, maka Anda dapat mengetahui posisi Anda dalam denah tersebut. Tanpa ada tanda “ANDA SEDANG BERADA DISINI”, denah ini tidak akan berguna buat Anda walaupun Anda menghafal mati isi denah tersebut.&lt;br /&gt;Sama halnya dengan keuangan. Setelah merumuskan tujuan keuangan yang ingin Anda capai, Anda harus mengetahui dimana posisi keuangan Anda pada saat ini. Setelah mengetahui posisi keuangan sekarang, dan mengetahui tujuan yang hendak kita tuju, barulah kita bisa membuat rencana untuk kehidupan finansial kita.&lt;br /&gt;Bagaimana cara mengetahui posisi keuangan kita pada saat ini? Nah, untuk mengetahui posisi keuangan untuk pribadi atau keluarga dengan bantuan 2 laporan, yaitu laporan kekayaan bersih (neraca) dan laporan arus kas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Laporan Kekayaan Bersih (Neraca)&lt;br /&gt;“Lahan tetangga kelihatan lebih hijau”. Istilah ini pasti sudah sering terdengar dalam pergaulan kita. Apa maksudnya? Misalkan saja begini. Anda melihat ke salah satu tetangga Anda. Rumahnya sangat besar. Ada kolah renang di dalamnya. Mobil koleksinya saja ada 5, semuanya merk terkenal. Wuah, dalam pikiran Anda, orang ini PASTI ORANG KAYA. Padahal, disini Anda hanya melihat tetangga Anda dari sisi harta saja. Sebenarnya tetangga ini belum tentu lebih kaya dari Anda.&lt;br /&gt;“Bagimana mungkin orang yang memiliki harta sebanyak itu BUKAN ORANG KAYA?” Eits, jangan salah! Di jaman yang serba canggih ini, segalanya bisa dibayar secara kredit. Rumah bisa dibeli pakai kredit, mobil juga. Bahkan kebutuhan sehari-hari saja bisa hutang dulu melalui kartu kredit. Kemudahan kredit ada dimana-mana.&lt;br /&gt;Nah, untuk melihat apakah seseorang itu benar-benar kaya atau tidak, kita harus menghitung jumlah hartanya dikurangi dengan jumlah hutangnya. Misalkan Mr. X memiliki mobil Kijang yang nilainya sekitar Rp. 150.000.000,-. Mobil ini dibelinya secara kredit, dengan sisa angsuran Rp. 8.000.000,- sebanyak 10 kali.&lt;br /&gt;Jadi kekayaan Mr.X yang sebenarnya dari mobil Kijangnya adalah:= Rp. 150.000.000,- - (10 x Rp. 8.000.000,-)= Rp. 70.000.000,-&lt;br /&gt;Nilai ini biasanya disebut dengan nama kekayaan bersih. Kekayaan bersih menggambarkan nilai kekayaan yang sebenarnya dari seseorang. Cara menghitungnya cukup sederhana, jumlahkan semua harta Anda lalu kurangi dengan jumlah seluruh hutang Anda.&lt;br /&gt;Laporan Kekayaan Bersih merupakan potret dari kondisi keuangan Anda pada saat itu. Dalam kondisi normal, nilai kekayaan bersih seseorang adalah:= Usia x penghasilan tahunan / 10&lt;br /&gt;Misalkan Mr.X berpenghasilan Rp. 60.000.000,- per tahun, sementara umurnya adalah 30 tahun, maka seharusnya nilai kekayaan bersih Mr.X adalah:= 30 x Rp. 60.000.000,- / 10= Rp. 180.000.000,-&lt;br /&gt;Apabila setelah dihitung-hitung, ternyata nilai kekayaan bersih pada laporan Mr.X berada dibawah Rp. 180.000.000,-, berarti Mr. X tidak dapat mengelola keuangan pribadinya dengan baik. Disarankan Mr. X menghubungi perencana keuangan untuk mendapatkan konsultasi mengenai cara-cara mengelola keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Laporan Arus Kas&lt;br /&gt;Kalau kita hendak membicarakan arus kas, kita mesti membayangkan sebuah ember yang bagian bawahnya penuh dengan lubang. Kemudian bayangkan apabila ada air yang dituangkan dari atas ember. Apa yang terjadi? Untuk sementara ember akan menampung air tersebut, namun hal ini tidak berlangsung lama. Dalam waktu singkat, air akan keluar melalui lubang-lubang pada bagian bawah ember.&lt;br /&gt;Nah, dalam perumpamaan ini, kita adalah ember yang bocor. Sementara air adalah uang. Setiap bulan kita menerima gaji. Dalam perumpamaannya, setiap bulan ember diisikan dengan air. Namun, karena embernya bocor, perlahan-lahan air keluar dari lubang-lubang bagian bawahnya. Begitu juga dengan kita. Uang akan keluar dari kantong kita melalui pos-pos pengeluaran, seperti untuk makanan, biaya perumahan, transportasi, pendidikan, kesehatan, hiburan, dan lain-lain.&lt;br /&gt;Sekarang pertanyaannya, berapa lama uang akan mengendap dalam kantong kita? Lubang pengeluaran mana yang paling banyak menghabiskan uang kita? Seberapa banyak dari uang kita yang sanggup kita tabung atau investasikan untuk keperluan di masa depan?&lt;br /&gt;Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti inilah, maka kita membuat laporan arus kas.&lt;br /&gt;Secara umum laporan arus kas terdiri dari 2 bagian, yaitu Arus Kas Masuk (pendapatan), dan Arus Kas Keluar (pengeluaran). Pada bagian Arus Kas Masuk, kita menuliskan pendapatan-pendapatan kita seperti gaji, tunjangan, bonus, atau mungkin ada pendapatan dari pekerjaan sampingan.&lt;br /&gt;Sementara pada Arus Kas Keluar terdiri dari 3 bagian. Bagian pertama adalah pengeluaran untuk tabungan atau investasi. Bagian keduanya adalah pengeluaran untuk biaya tetap (biaya yang setiap bulan harus kita bayar dalam nilai yang sama), misalnya KPR, KPM, iuran TV, Premi Asuransi, dan lain-lain. Sementara bagian ketiga adalah pos-pos pengeluaran kita seperti makanan, pakaian, transportasi, hiburan, kesehatan, pendidikan, pembayaran kartu kredit dan lain-lain.&lt;br /&gt;Ingat, prinsip dasar dari keuangan adalah “Pendapatan harus lebih besar daripada pengeluaran”. Apakah hal ini benar-benar terjadi pada arus kas Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasio Keuangan&lt;br /&gt;Setelah membuat kedua jenis laporan diatas, kita dapat melakukan analisa terhadap kondisi keuangan kita melalui rasio-rasio keuangan. Ada 8 buah rasio yang lazim digunakan dalam menganalisa keuangan pribadi ataupun keluarga, yaitu:- Rasio Likuiditas- Rasio Aset Likuid terhadap Kekayaan Bersih- Rasio Tabungan- Rasio Perbandingan Nilai Bersih Aset Investasi terhadap Nilai Bersih Kekayaan- Rasio Perbandingan Hutang Terhadap Asset- Rasio Rasio Kemampuan Pelunasan Hutang- Rasio Rasio Kemampuan Pelunasan Hutang Non Hipotek- Rasio Solvabilitas&lt;br /&gt;Rasio-rasio ini dapat mendeteksi penyakit-penyakit finansial seperti:- Resiko kekurangan uang kas- Terlalu banyak hutang- Terlalu boros atau terlalu pelit- Gejala kebangkrutan&lt;br /&gt;Dalam kesempatan ini saya tidak sempat membahas kedelapan rasio yang ada, namun sebagai contoh mari kita ambil salah satu rasio yang mudah dan menarik, yaitu rasio tabungan. Rasio tabungan menunjukan seberapa banyak dari pendapatan Anda yang dapat Anda tabung atau investasikan. Cara menghitungnya cukup sederhana, yaitu bagikan jumlah uang yang berhasil Anda tabung dengan total pendapatan Anda.&lt;br /&gt;Sebagai contoh, misalkan Mr.X mendapatkan gaji sebesar Rp. 6.000.000,-. Dalam bulan tersebut, Mr.X menabung sebesar Rp. 300.000,-. Maka rasio tabungan Mr.X adalah:= Rp. 300.000,- / Rp. 6.000.000,- * 100%= 5%&lt;br /&gt;Angka yang normal untuk rasio tabungan adalah 10%-30%. Rasio Mr.X berada dibawah normal, artinya Mr.X tidak pandai menabung alias terlalu boros. Dengan menyadari bahwa rasio tabungannnya terlalu rendah, diharapkan Mr.X dapat lebih berhati-hati dalam berbelanja di bulan berikutnya sehingga lebih banyak uang yang bisa ditabung.&lt;br /&gt;Yang menarik juga dari rasio tabungan adalah, ternyata ada orang-orang yang menabung lebih besar dari 30% total pendapatannya. Dan yang lebih menariknya lagi, ternyata dalam ilmu keuangan, orang-orang seperti ini ternyata tidak sehat secara finansial. Mengapa? Karena terlalu hemat, hingga akhirnya malah menjadi terlalu pelit. Orang-orang seperti ini tidak pernah menikmati uang yang telah secara susah payah dikumpulkan olehnya.&lt;br /&gt;Jadi disini yang perlu Anda ingat adalah bahwa dalam mengelola keuangan, Anda harus bisa menyisihkan sebagian pendapatan Anda untuk digunakan di masa depan. Minimal adalah 10%. Namun, disisi lain, Anda juga harus bisa menikmati uang yang telah berhasil Anda dapatkan. Jangan semuanya disimpan buat masa depan. Jadi nilai maksimal yang sebaiknya ditabung adalah 30% dari total pendapatan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panduan Check-Up Finansial&lt;br /&gt;Untuk membantu Anda menganalisa kondisi keuangan sekarang, saya telah menyediakan panduan “Check-Up Finansial”. Panduan ini dengan lebih detil menjelaskan step-by-step cara membuat laporan kekayaan bersih dan laporan arus kas.&lt;br /&gt;Agar mempermudah Anda untuk melaksanakan tahap ini, saya bahkan sudah menyiapkan Worksheet Excel yang siap untuk dipakai. Anda tinggal memasukan angka-angka ke dalam laporan dalam worksheet, dan dalam waktu singkat worksheet akan menampilkan rasio-rasio keuangan Anda. Setiap rasio akan diikuti dengan nilai normalnya, sehingga Anda dapat dengan cepat menangkap apakah keuangan Anda dalam kondisi normal atau dalam kondisi beresiko.&lt;br /&gt;Bahkan, apabila Anda masih kurang mengerti atau masih ragu mengenai hasil analisa worksheet ini, saya akan membantu Anda. Setiap pembeli panduan saya mendapatkan bonus GRATIS satu kali konsultasi analisa keuangan. Kirimkan worksheet ini ke email saya. Saya akan menganalisakan keuangan Anda.&lt;br /&gt;Bagaimana cara mendapatkan panduan Check-Up Finansial ini? Kabar gembira untuk Anda, dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan 17 Agustus, panduan ini bisa Anda dapatkan secara GRATIS apabila Anda membeli ebook utama kami di:&lt;a href="http://www.keuanganpribadi.com/"&gt;http://www.keuanganpribadi.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan itu saja, kami bahkan menyediakan 2 buah ebook lainnya yang berjudul “Tips dan Trik Membuat Rencana Keuangan Pribadi Menggunakan Excel” dan “Panduan Investasi ORI-002″ untuk membantu Anda dalam mengelola keuangan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="Permanent Link: 5 Tahap Perencanaan Keuangan(3)" href="http://www.keuangan-pribadi.com/5-tahap-perencanaan-keuangan3/"&gt;5 Tahap Perencanaan Keuangan (3)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke topik 5 Tahap Perencanaan Keuangan, dalam artikel-artikel sebelumnya saya sudah menyebutkan bahwa untuk melakukan perencanaan keuangan pribadi ataupun keluarga, kita harus melalui 5 tahap besar, yaitu:1. Menentukan Tujuan Keuangan.2. Menganalisa Kondisi Keuangan Sekarang.3. Membuat Rencana Keuangan.4. Melakukan Implementasi Dari Rencana Keuangan.5. Monitor dan Evaluasi Berkala.&lt;br /&gt;Dalam 2 artikel saya sebelum ini, saya sudah menjelaskan mengenai tahap pertama dan tahap kedua. Dalam kesempatan ini, kita akan membahas secara detil mengenai tahap ketiga, yaitu Membuat Rencana Keuangan.&lt;br /&gt;Membuat Rencana Keuangan.&lt;br /&gt;
